
Drrrrt......Drrrrrtttt.....Drrrrrrtttt.......
Ponsel Nadya yang di letakan di atas nakas berbunyi.Hengki mengambil ponselnya nama malah video call, tombol hijau di geser ke atas.
"Hallo sayang lagi apa?"
"Ini Hengki mah, Nadya lagi tidur, kelelahan"
ucap Hengki yang terlihat Nadya tertidur sangat lelap di bawah selimut hanya bahu yang terlihat dan Hengki telanjang dada.
"Oh..." Nyonya Rima ber oh ria.
"Mamah tunggu hasilnya ya, kalau mamah sudah sampai Eropa nanti susul mamah, kalian berdua berikan kabar baik." nyonya Rima tersenyum bahagia rencananya berhasil.
"Ok mah." Hengki balas tersenyum.
Di lihat nya Nadya yang sedang terlelap tidur karena kelelahan melayani dirinya. Di kecup keningnya, Hengki tidur memeluknya, setelah satu bulan lamanya tidak tidur memeluk Nadya, sekarang sudah mendapatkan nya lagi. Malam ini bisa tidur dengan tenang, karena obat tidur nya sudah kembali lagi.
Hembusan angin yang di dirasakannya begitu dekat dan hangat, deru nafas yang teratur suaminya membangunkan Nadya dari tidurnya. Di pandangi wajah tampan suaminya singgah sebuah pahatan Tuhan yang maha sempurna. Jemari lentiknya menjelajahi wajah Hengki mulai dari mata hidung pipi kemudian berhenti bibir. Di kecupnya, saat akan di lepaskan. sebuah tangan memegang tengkuknya dan semakin lama semakin menuntut, keduanya kehabisan.nafas baru berhenti.
"Mas kenapa ga bilang kalau sudah bangun, aku kan jadi malu." ucap Nadya
"Karena mas mau tahu keberanian istri cantik mas."
"Mau lanjut?"
Sebelum menjawab, Hengki sudah menyerang duluan, dan berakhir dengan permainan panas yang melelahkan.
Hari sudah menjelang siang mereka berdua mengakhiri kegiatan panasnya. Selesai membersihkan badan dilanjutkan makan siang, Nadya memasak dengan bahan seadanya yang ada di dalam lemari pendingin. Akhir pekan ini mereka habiskan dengan berada di rumah saja menikmati kebersamaan yang beberapa waktu yang lalu tidak pernah di dirasakannya.
"Sayang kita renang mau ga?" tanya Hengki setelah menyelesaikan makan .
"Baru juga beres makan siang mas, hari aku mau pergi jalan jalan ke mall, seperti orang lain, aku mau kita pacaran, jalan jalan, makan nonton bioskop, pasti seru. Mau ya mas." Nadya meminta dengan manja
"Sepertinya itu ide yang bagus, baiklah kita siap siap ganti baju dulu."
Nadya mengangguk dengan semangat dan segera berlari ke kamar untuk mengganti baju yang lebih santai.
"Sekarang kita mau ke mana dulu?" Hengki bertanya dengan menggenggam tangan Nadya
"Sekarang aku mau ke game zone."
"Baiklah, sesuai titah tuan putri kita akan ke game zone."'
"Mas lebay."
"Siapa yang lebay, kamu itu adalah tuan putri di hatiku, tidak akan ada yang dapat menggantikan nya."
Wajah Nadya berubah merah seperti tomat mendapatkan sanjungan dari suaminya. Bahagia itu sederhana.
Sampai di sebuah mall, tujuannya saat ini.adalah menuju tempat permainan.
Semua permainan sudah di cobanya. Hengki tersenyum bahagia melihat kekasih hatinya dapat menikmati yang namanya pacaran.
Selesai di game zone, membeli ice cream, makan snack, semua hal yang dulu pernah di impikan oleh Nadya seandainya dirinya punya pacar.Menjelang sore, Nadya mengajak.Hengki nonton film. Hengki membeli tiket. Nadya membeli popcorn.
Di semua kegiatan yang mereka lakukan tidak lepas dari pandangan seseorang yang menatap tajam dan benci pada mereka berdua.
"Saat kalian boleh bersenang senang. tapi sebentar lagi kalian akan menangis darah." Human orang tersebut dan berlalu dari tempat itu karena terlalu sakit menyaksikan kebahagiaan yang mereka rasakan.
Sementara Nadya dan Hengki sudah masuk ke dalam gedung theater. Genre film yang mereka tonton film romantis.
"Mas filmnya bagus banget ya, aku ga nyesel nonton nya." ucap Nadya setelah mereka keluar.
"Sayang kita makan malam yuk, kamu laper kan?" Hengki bertanya karena sekarang sudah waktunya makan malam.
"Ya udah ayo, kebetulan aku lagi laper." sahut Nadya penuh semangat.
Mereka memilih restoran jepang makanan yang mereka sukai. Setelah memesan makanan, Nadya pamit ke toilet
"Mas aku ke toilet dulu sebentar ya." Pamit Nadya
"Iya sayang, jangan lama lama sebentar lagi makanannya datang."
Setelah Nadya pergi, Hengki seperti
melihat seseorang yang wajahnya pernah dia kenal.
"Sepertinya aku pernah melihat wajah itu, tapi dimana ya?" Hengki bertanya pada diri sendiri.
"Mas kok bengong ada apa."
"Ga ada apa apa sayang."
"Ayo kita makan, nanti dingin ga enak."
Mereka makan dengan sangat lahap, karena perut mereka yang lapar, hanya beberapa saat makanan yang ada di depan meja sudah habis semua.
" Mas sebelum pulang kita mampir ke supermarket dulu ya, ada beberapa bahan makanan di rumah sudah habis, terus camilan aku juga sudah habis."
"Ok sayang kita meluncur ke supermarket."
Hengki mendorong troli, Nadya mengambil beberapa barang yang di rumah sudah tidak ada dan beberapa camilan.
Selesai berbelanja mereka memutuskan untuk pulang karena sudah lelah.
Sampai di rumah, Hengki membawa belanjaan di dapur dan di rapikan dan di susun oleh Nadya. Di lanjut ke kamar, bersih bersih badan ganti piyama, dan tidur saling berpelukan
Selama beberapa waktu, kehidupan Hengki dan Nadya terlihat sangat romantis, bri Rima tidak pernah lupa untuk video call, dan selalu mengirimkan foto di setiap kegiatan nya.
Drrrrrt........Drrrrrrrtttt........Drrrrrrrt......
Ponsel Hengki bergetar mamahhnya yang telpon, Nadya dan Hengki sedang duduk di balkon kamarnya menikmati suasana malam.yang penuh dengan taburan bintang.
"Iya mah ada apa?"
"Mamah sekarang sudah ada di kota London, apa kalian bisa menyusul mamah ke sini?" tanya nyonya Rima
"Sebentar aku tanya Nadya dulu mau ga ke London."
"Sayang mamah minta kita menyusul nya ke London, kamu mau ga."
"Mau mas, kapan kita berangkat?"
"Lusa kita berangkat."
"Mah kira akan berangkat lusa."
"Baik sayang mamah tunggu kedatangan kalian."
"Iya mah"
"Kalian sudah ada kabar baik buat mamah. belum?"
"Belum mau, do'a kan saja Nadya cepat hamil"
"Iya udah ya sayang, mamah tunggu."
Selesai telponan dengan nyonya Rima, Hengky langsung menghubungi Andri agar segera memesan tiket ke London, lusa akan berangkat nya.
"Mas masuk yuk udaranya sudah mulai dingin." ajak Nadya.
"Iya sayang sebentar mas tutup pintunya dulu"
Pintu balkon di tutup dengan rapat agar tidak ada angin yang masuk. Baiklah ke tempat tidur king size, Nadya.dan Hengki bercakap cakap, entah siapa.yang memulainya. Di malam yang dingin merekaereka melakukan kegiatan panas. Deru nafas yang berat saling bersahutan. Kegiatan panasnya di lakukan ber kali kalo sampai mereka berdua merasa kelelahan. Dengan perasaan yang bahagia dapat saling memuaskan, keduanya tertidur dengan berpelukan.
...****************...
Penasaran ga dengan orang yang di lihat oleh Hengki?
Baca terus kelanjutan ceritanya.
Jangan lupa koment nya, like juga vote favoritnya., Kasih bintang 5 juga ya