
Hari ynag di nantikan telah tiba, Hengki dan Nadya akan berangkat ke London.menikmati waktu libur yang berkualitas seperti orang yang sedang pacaran menurut Nadya, hanya saja saat ini sebagai suami istri. Perjalanan yang harus mereka lalui adalah sembilan jam transit di Abu Dhabi selama tiga jam. Setelah itu di lanjutkan ke Heathrow Airport, London.
" Mas nanti di London kita akan menginap di hotel yang sama dengan mamah?"
"Iya sayang, kita akan cari kamar yang view nya bagus.,"
"Iya, aku ikut mas aja." Nadya menganggukkan kepalanya
"Perjalanan masih sangat panjang, lebih baik kamu tidur saja. Sini tidur di baju mas. Jangan sampai nanti jet lag dan kecapekan.
Kini Nadya dan Hengki sudah mendarat di Heathrow International Airport..Mereka membawa beberapa koper dan mereka akan menuju Hounsdtich, London.
Tiba di London saat musim dingin sekitar 9°C, angin yang dingin dan salju yang sedang turun membuat pemandangan di sepanjang jalan memutih.
"Mas salju sudah mulai turun, udaranya sangat dingin sekali."
"Iya sayang, ga kebayang kalau puncaknya musim dingin salju pasti akan turun lebat sekali."
Dari airport ke hotel mereka menggunakan taksi sambil melihat ke pemandangan kota London. Sampai di hotel bintang lima, Nadya dan Hengki di sambut nyonya Rima.
"Sayang akhirnya kalian sampai juga, gimana perjalanan nya?" tanya nyonya Rima
"Melelahkan mah, sekarang aja rasanya mau tidur lagi."Sahut Madya
"Ya sudah kalian istirahat saja dulu, nanti makan malam mamah panggil ya."
"Iya mah, kami ke kamar dulu yah." Pamit Hengki
Hengki mengajak Nadya masuk ke kamar hotel yang sudah di pesan nyonya Rima, kamarnya bagus dengan jendela kaca yang besar. Dengan ranjang ukuran king size yang berwarna putih, dan kamar mandi dengan fasilitas bathup yang mewah.
"Mas kepalaku rasanya sakit sekali, apa karena lelah dan jet lag." Nadya membaringkan tubuhnya di ranjang.
" Istirahat dulu sayang tapi sebelumnya kamu ganti baju dulu ganti dengan yang bersih biar tidurnya nyaman. Mas bantu ya."
Nadya mengangguk tanpa berkata kata masuk ke kamar mandi membersihkan badan dan ganti pakaian.
"Mau minum air hangat dulu?"
"Ga usah mas, tidur sebentar akan lebih baik."
"Baiklah, kalau sudah lebih enak badan nya kasih tahu mas."
Nadya mengangguk dan segera memejamkan mata, setelah Hengki membersihkan badannya, menyusul naik ke ranjang memeluk Nadya.
Drrrrrrttt.....Drrrrrrt.....Drrrrrt.....
Dua jam kemudian nyonya Rima menelpon Hengki.
"Ya mah, kenapa?"
"Kalian sudah siap makam malam, mamah tunggu di bawah."
"Ya mah sebentar, Hengki bangun kan Nadya dulu."
"Ya mamah tunggu"
Hengki membangunkan Nadya yang masih terlelap.
"Sayang, bangun yuk. Mamah udah nunggu kita di bawah untuk makan malam."
Nadya menggeliat dan membuka matanya.
"Ayo sini mas gendong, mau di depan atau di belakang.? tanya Hengki
"Mau di belakang aja, kalau di gendong di depan bisa lama urusannya." Nadya tertawa rentan
"Mau mandi sendiri atau di mandi in."
"Mandi sendiri, kalau di Mandi in kasian mamah udah lama nunggu nanti tambah lama lagi nungguin kita." keduanya tertawa
Selesai mandi ke Nadya dan Hengki turun ke restoran yang ada di lantai bawah. Dan benar saja, nyonya Rima sudah menunggu mereka.
"Mamah udah lama nunggu ya, maaf kami baru selesai mandi." Hengki yang berbicara
"Belum terlalu lama, ayo sekarang kalian pesan makanannya." ucap nyonya Rima
Makanan yang mereka pesan sudah datang dan segera menyantapnya di selingi obrolan dan tertawa bersama. Sungguh sebuah keluarga yang hangat. Di sudut restoran ada sepasang mata yang menatap benci memperhatikan mereka bertiga.
"Kalian jangan bersenang senang dulu, bagaimana rasanya kalau orang yang kalian sayangi mati mengenaskan. Wanita itu akan ku buat sengsara. Tunggu saja." Orang itu berlalu dari meja makannya dan melewati meja makan Hengki.
Sekilas Hengki melihat kembali orang yang pernah di lihat nya di mall saat itu. Sejenak dia berfikir siapa orang itu sepertinya Hengki pernah melihat orang itu.
"Mas kenapa diam saja, ayo habiskan makanannya."
"Iya ini juga mas makan."'sambil mengunyah makanan namun pikiran nya masih mengingat ngingat orang yang baru saja melewati nya.
...****************...
Hari ini Nadya dan.Hengki berencana untuk.jalan jalan keliling kota London. Sedangkan nyonya Rima akan sibuk dengan teman sosialitanya.
"Sayang hari ini rencana kita mau kemana?" tanya Hengki sambil memakai baju dinginnya
"Mau keliling kota London tapi pake bis yang katanya ikonik itu."
"Oh London bus itu, bus merah yang sangat ikonik, boleh nanti kita akan naik ke tingkat bus, sehingga kita dapat menikmati pemandangan kota London yang indah." ucap Hengki mengecup puncak kepala Nadya yang sedang diatur di depan meja rias.
"Mas selama kita di London kamu yang jadi tour guide nya ya."
"Iya tour guide yang tampan." Hengki dengan senyum bangga
"Tapi tour guide tampan cuma milik aku ga boleh kasih ke orang lain." Nadya memeluk Hengki manja
"Iya sayang tour guide ini cuma milik kamu seorang." membalas pelukan Nadya
Nadya tidak mengerti kenapa dirinya jadi sangat bucin sekali, padahal sebelumnya sangat membenci Hengki namun sekarang justru takut kehilangan.
"Udah yuk kita berangkat jalan jalan keliling kota London. Nanti ke guru siang."
"Oke my handsome tour guide." Nadya memberi hormat.
Untuk menaiki bus ini, seluruh penumpang membutuhkan kartu Oyster yang dapat di gunakan untuk membayar transportasi di kota London. Melalui tower hill, terus ke menara London dan berakhir di Covent Garden. Dan rute ini yang menghubungkan Tower of London dan London Bridge. Perjalanan dengan angin musim dingin justru menambah keindahan kota London.
Turun dari bus, dari arah Town Hill mereka menuju Big Ben yang juga sangat ikonik yang berdiri di samping gedung parlemen, sambil menikmati beberapa pemandangan yang sangat indah dan London Eye juga terlihat dari sana. Nadya dan Hengki selfi dengan angle Big Ben. Perjalanan liburan ini sungguh sangat indah bagi Hengki, mengisi waktu yang berkualitas dengan istri tercinta, walaupun pernikahan mereka di lakukan dengan perjodohan. Namun Hengki bersyukur karena ayahnya sudah menjodohkan nya dengan Nadya sebelum dirinya mengetahui perjodohan ini, dan Hengki sudah mencintai Nadya jauh sebelum di jodohkan karena sering melihat Nadya apabila ayahnya bertemu dengan ayah Nadya. Walaupun saat itu Hengki sedang berpacaran dengan Jennifer, namun cintanya saat itu hanya untuk Nadya, apakah dirinya serakah karena di saat dirinya berpacaran dengan Jennifer namun hatinya untuk wanita lain.
...****************...
**Hai reader maaf ya baru up sekarang, kemarin sibuk mempersiapkan buat munggahan.
Jangan lupa like, koment, dan vote favoritnya.
Selamat menunaikan ibadah puasa**