NADYA

NADYA
Part 7



Selesai makan malam, Nadya.langsung masuk kamar karena harus mengerjakan.tugas lagi dari dosennya. Hengky menyusul ke kamar, melihat Nadya yang akan mengerjakan tugas lagi, Hengky berinisiatif mengajaknya mengerjakan tugas di.ruang kerjanya.


"Bagaimana kalau mengerjakan tugasnya di ruangan kerja mas saja, disana ada meja dan.kurai yang nyaman."


Nadya memikirkan ucapan Hengky , dan.ada benarnya juga kalau mengerjakan tugas di ruang kerja suaminya, tampaknya sangat nyaman.


"Baiklah, aku kut mas ke ruang kerja buat selesai kan tugas dari dosennya."


Nadya menutup laptop nya dan beranjak menuju ruang kerja Hengky. Ruang kerjanya sangat nyaman, pantas saja Hengki betah berlama lama di dalam ruang kerjanya. Setelah mendapatkan posisi nyaman dalam ruangan, Nadya mulai berkutat dengan tugasnya, Hengki juga mulai kembali dengan pekerjaannya lagi. Sesekali Hengki tersenyum melihat Nadya yang sedang fokus.


Suara ketukan di pintu terdengar, ternyata mamah yang datang membawa cemilan dan minuman hangat untuk Nadya dan Hengki.


"Sayang, mamah buat kan minuman hangat buat kamu sama camilannya biar bikin tugasnya tambah semangat." Nyonya Mengusap punggung Nadya


"Cuma Nadya aja mah yang di bikin kan minuman, aku ga di buatkan juga." sahut Hengki


"Sayangnya mamah, kok ngambek. Sudah tentu mamah buatkan minuman buat kamu juga. Sini gabung."


Hengky bangkit dari kursi kerjanya duduk di sofa dekat mamah nya.


"Mamah mau bicara, kalian semenjak nikah belum belum madu, gimana kalau malah akan buat resepsi setelah itu kalian bulan madu." ucap Nyonya Rima


Nadya yang sedang minum sampai tersedak mendengar usulan mertuanya tersebut.


"Minumnya pelan pelan sayang'" ucap nyonya Rima


"Kalau buat bulan madu nanti aja mah, aku lagi banyak kerjaan, Nadya juga lagi banyak tugas." Hengki berkata seperti itu agar Nadya tidak terbebani dengan keinginan mamah nya.


"Walaupun tidak bulan madu keluar negeri atau ke Bali, setidaknya kalian bisa menginap di villa, malah lihat kalender minggu depan ada long weekend. Bisa kalian manfaatkan."


"Kalau takut jalanan macet, berangkat nya lebih pagi, disaat orang orang belum berlibur." Nyonya Rima mendahului Hengki yang sepertinya akan ada alasan untuk menolak.


"Gimana sayang?" Nyonya Rima bertanya pada Nadya yang sejak tadi hanya.terdiam saja.


"Nadya gimana mas Hengki aja mah, nanti tugas tugas kuliah bisa di sesuaikan dengan waktu berlibur." jawab Nadya karena tidak enak hati dengan mertuanya.


"Ok, deal ya kalian kamis malam sudah harus berangkat ke villa, nanti mamah yang akan mempersiapkan segalanya. Tidak ada tawar menawar lagi."


Nadya dan Hengki saling memandang. Permintaan mamahnya mutlak tidak bisa di bantah. Nyonya Rima tersenyum bahagia anak dan menantunya mau menuruti perintahnya.


Dalam hati nyonya Rima berkata "Kalau kalian tidak di paksa seperti itu, sampai kapanpun kalian tidak akan punya anak. Semoga langkahku ini membuahkan hasil."


"Mamah kenapa senyum senyum seperti itu?"'Hengky bertanya seperti itu karena melihat mamah nya tersenyum penuh arti.


"Mamah hanya membayangkan kalau menantu mamah perutnya cepat ada isinya." Nyonya Rima menyentuh perut Nadya yang rata.


"Jangan terlalu malam tidurnya, agar badan tidak lemas bangun pagi besok." nyonya Rima berlalu dari ruang kerja Hengki


Tinggal Nadya dan Hengki dalam ruangan tersebut. Keduanya terdiam dengan pikiran mereka masing masing.


Karena kelelahan mengerjakan tugas yang sangat banyak, Nadya terlelap di sofa memangku laptop nya. Hengki menggendong Nadya ke kamar diselimuti sebatas dada. Di tetapnya wajah Nadya yang diterangi lampu tidur, wajah cantik natural dan manis tanpa polesan make up.


"Selamat malam sayang." dikecupnya kening Nadya.


Hengki pun ikut berbaring di sebelah Nadya, masuk dalam selimut, di tariknya masuk dalam pelukannya. Mereka tertidur lelap di buai mimpi dalam malam yang dingin.


...****************...


Hari hari berlalu, sampai hari yang sudah di atur oleh nyonya Rima, setelah makan malam, Nadya dan Hengki berangkat menuju villa keluarga.


"Mamah sudah mempersiapkan segala sesuatunya di sana, mang Didi sama bi Ida sementara mamah luncurkan selama kalian di sana sehingga tidak akan mengganggu aktifitas kalian."


"Mamah....."


"Mah kami berangkat dulu ya." pamit Madya


"Iya sayang....."


Mobil yang di tumpangi Hengki dan Nadya keluar dari gerbang rumah nyonya Rima, Menembus jalan raya yang masih ramai lalu lalang kendaraan.


" Kalau ngantuk tidur aja, nanti sampai mas bangunkan."


"Iya mas nanti aja."


Selama perjalanan ke villa, Nadya terlelap, Setelah sampai di villa, masih tertidur, dengan perlahan Hengki menggendong Nadya ke kamar utama. Dan benar saja, mang Didi dan bi Ida tidak ada di tempat, pintu juga di kunci, nyonya Rima sudah benar benar memperhitungkan.Di baringkannya di tempat tidur king size dengan perlahan. Merasa ada pergerakan, Nadya terbangun.


"Sudah sampai mas?" dengan suara khas bangun tidur bertanya


"Kita baru sampai, kami lanjutkan saja tidurnya."


"Aku mau ke kamar mandi ganti baju dulu, ga enak tidur pake baju seperti ini." Lalu bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Nadya keluar kamar mandi dengan menggunakan wardrobe, rambut memakai handuk kecil.


"Mas koper aku di simpan di mana? "


Sebentar mas ambilkan.


"Mas koper aku ga ketukan sama yang lain kan?"


"Ya enggak lah, emang kenapa?" Tengku bertanya karena tidak mungkin salah bawa koper


"Masa baju aku seperti ini semua, karena aku.yakin kalau kemarin aku packing baju semua nya tertutup."


Nadya membongkar isi koper semuanya lingerie, dengan berbagai macam warna. Baju baju yang ada sepertinya kurang bahan semua, melihatnya aja malu apalagi harus memakainya.


Hengki yang melihat Nadya hanya mengacak ngacak koper nya jadi penasaran.


"Baju yang kamu cari sudah ada, kenapa koper nya malah di acak acak seperti itu?"


"Coba mas lihat isi koper aku, semuanya baju kurang bahan."


Hengky jadi penasaran melihat isinya, matanya tidak berkedip melihatnya, Pikirannya langsung traveling ke mana mana.


"Ini semua pasti kerjaannya mamah, nanti mas telpon mamah. Untuk malam ini kamu bisa pake baju aku dulu, biar kebesaran sedikit ga apa apa, besok kita beli baju yang banyak bahannya." ujar Hengki


Hengki segera keluar kamar membawa Hp nya, lalu mencari nama mamah nya, setelah ketemu lalu menelpon mamahnya. Panggilan pertama tidak di angkat yang ke dua juga, lalu panggilan yang ke tiga ada suara mamahnya yang menyahut


"Ada apa sayang malam malam mamah tidur." sahut mamah nya.


"Mamah sengaja ya menukar isi koper punya Nadya?" tanya Hengky


"Kalian sudah sampai, baguslah cepat di pakai bajunya, mamah pilihkan yang terbaik loh sayang." mamah nya tidak merasa berdosa.


Hengki memutuskan panggilan telponnya karena kesal dengan kelakuan mamahnya.


...****************...


Hai reader, jangan lupa koment, like dan vote favoritnya. Love U