
[Assalamualaikum]
Sebuah pesan dari nomor asing masuk ke ponsel Nadya yang sedang duduk bersama Bunda Maya dan menunggu prosesi ijab qabul antara Mas Reza dan Mbak Riska hari ini.
Ya, akhirnya mantan calon suami Nadya yang sekarang sudah berubah status menjadi kakak satu ayah Nadya tersebut akan menikah juga dengan teman lamanya.
[Walaikum salam warohmatullah wabarokatuh]-Nadya-
Nadya membalas salam dari nomor asing tadi.
Bukan bermaksud menanggapi, hanya saja menjawab salam kan hukumnya wajib dalam agama.
[Betul ini nomornya Nadya?]
Sebuah pesan kembali masuk ke ponsel Nadya. Membuat Nadya merasa tak tahan untuk tak membalasnya. Nadya melirik sejenak pada Bunda Maya yang sedang berbincang dengan Mbah Uti, sebelum mengetikkan balasan pesan pada nomor asing tadi.
[Iya, ini Nadya. Tapi ini siapa, ya? Tahu nomor aku dari mana?] -Nadya-
Balasan pesan masuk dengan cepat.
[Ini Zikri, keponakannya Bu Lala, sepupunya Vika. Dapat nomor kamu dari Vika, tapi katanya udah izin sama kamu,] -Zikri-
[Oh, ya ampun! Mas Zikri ternyata. Iya kemarin Vika sudah minta izin mau ngasih nomor aku sama Mas Zikri. Tapi aku memang nggak nyimpen nomornya Mas Zikri] -Nadya-
[Hehe. Begitu, ya? Yaudah, aku cuma mau nyapa aja, kok] -Zikri-
[Nomornya Mas Zikri boleh Nadya simpan?] -Nadya-
[Boleh banget] -Zikri-
[Udah] -Nadya-
[Iya, udah. Assalamualaikum] -Zikri-
Nadya mengernyit sebelum mengetik balasan salam Zikri.
[Walaikum salam] -Nadya-
Tak ada balasan lagi.
Lah, gitu doang basa-basinya?
Nadya kira mau tanya kabar atau ngajakin ngobrol apa, gitu.
"Nad!" Tegur Bunda Maya pada Nadya yang melamun dan bengong.
"Jangan melamun!" Bunda Maya mengusap poni Nadya yang sudah dipotong pendek lagi seatas alis. Membuat Reza kerap mekedek Nadya menjadi Nadya dora.
"Nadya nggak melamun, Bund!" Nadya menggamit lengan Bunda Maya dan memperhatikan ke meja yang berada di tengah-tengah ruangan yang diselimuti taplak renda warna putih, lalu dikelilingi beberapa kursi berbalut renda warna putih juga yang senada dengan hiasandi meja.
Reza sudah duduk menghadap pak penghulu, bapaknya Mbak Riska yang akan bertindak sebagai wali, dan sudah beberapa saksi juga. Suasana sejenak berubah khidmat saat acara ijab qabul dimulai.
"Saya terima nikahnya Riska Sellina binti Sapta Hardja dengan mas kawin seoerangkat alast sholat dan uang sejumlah lima juta rupiah dubayar tunai!" Reza mengucapkan kalimat ijab qabul dalam satu tarikan nafas dan sangat lancar tanpa terpeleset sedikitpun.
"Sah!" Ucap para saksi dan tamu undangan yang hadir.
Ucapan syukur juga langsung menggema dari para tamu yang hadir. Setelah dinyatakan sah sebagai istri dari Reza, Riska akhirnya dibawa kekuar dengan digandeng okeh Mbak Tatik.
Mbak ipar Nadya itu terlihat begitu cantik, anggun, dan manglingi mengenakan kebaya warna putih dengan jilbab warna senada serta hiasan bunga melati di bagian kepala.
"Mbak Riska cantik sekali, Bund!" Puji Nadya meminta pendapat Bunda Maya yang sejak tadi lengannya masih Nadya gamit.
"Iya, cantik. Serasi sama Reza yang juga ganteng pagi ini," jawab Bunda Maya yanv wajahnya penuh binar kebahagiaan.
Riska mencium tangan Reza dan masih sedikit malu-malu saat Reza balik mencium kening Riska sebagai tanda kalau mrrrka kini sudah sah sebagai semua istri.
Acara dilanjutkan dengan doa serta pemberian wejangan dari Pak penghulu pada kedua mempelai.
Acara resepsi pernikahan Reza dan Riska juga langsung digelar setelah acara ijab qabul selesai agar tamu tidak bolak-balik. Seluruh rangkaian acara pernikahan Reza dan Riska baru berakhir saat hari menjelang sore.
"Cucunya Bunda OTW sebentar lagi," celetuk Nadya sebelum gadis itu masuk ke dalam mobil Pak Teddy dan hendak meninggalkan tempat acara yang memang berada di rumah Riska.
Reza tentu saja ditinggal dan tidak diajak pulang. Nanti pulang sendiri bersama istrinya saat acara ngunduh mantu.
"Anak kecil sok tahu!" Jawab Bunda Maya seraya terkekeh, ditimpali kekehan Pak Teddy yang sudah duduk di belakang kemudi. Mobil Pak Teddy segera melaju pulang meninggalkan tempat acara.
.
.
.
Pasti ada yang nungguin belah duren 😂😂
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.