NADYA

NADYA
Part 17



Satu minggu sudah Nadya dan Hengki berlibur di London. Nyonya Rima akan melanjutkan traveling ke Francis. Hari ini mereka akan kembali ke tanah air karena masih banyak pekerjaan yang belum selesai, Nadya juga masih harus kuliah, karena sebentar lagi akan skripsi.


Nyonya Rima mengantarkan anak dan menantunya ke Heathrow Airport. Nadya memeluk erat nyonya.


"Sudah sayang mamah juga ga akan lama kok, di sana cuma satu minggu."


"Iya di Francis cuma satu minggu, nanti di Jerman satu minggu. Dimana lagi satu minggu, akhirnya pulang ke rumah tiga bulan yang akan datang." sahut Nadya


Nyonya Rima yang mendengar Nadya berkata seperti itu jadi tertawa, dengan gemas menjawil hidung Nadya.


"Mah kami pulang ya, jangan betah di negeri orang, masih ada yang merindukan mamah di rumah."


"Iya sayang, mamah ga akan lama." sahut nyonya Rima


Nyonya Rima memandangi Nadya Hengki yang sudah masuk ke dalam pesawat. Dalam hati berdo'a semoga kebahagiaan mereka makin bertambah dengan hadirnya buah hati, cucunya.


"Perjalanan masih panjang, tidurlah, nanti mas bangunkan kalau waktunya makan."


"Iya mas, aku ngantuk banget, semalam begadang gara gara mas gangguin aku tidur."


"Tapi suka kan?"


Nadya.cemberut mendengar Hengki berbicara seperti itu, di kecupnya puncak kepala Nadya.


Akhirnya pesawat yang mereka tumpangi sudah sampai di bandara Soekarno Hatta. Andrie sudah menjemput kedatangan mereka berdua. Dengan membungkuk bormat, Andrie mengambil alih koper yang di bawa Hengki.


"Selamat datang kembali ke tanah air tuan nona."


"Terma kasih." Nadya menjawab dengan senyuman.


"Senyuman nya jangan terlalu banyak sayang, senyum mu hanya untuk.Mas."


"Mas, senyum itu ibadah."


Mereka masuk ke dalam mobil yang di kemudian Andria


"Gimana kabar perusahaan apakah baik baik saja saya tinggal?"


"Baik baik saja tuan."


Satu jam kemudian mobil mewah Hengki sudah sampai di rumah. Nadya turun dari mobil di bantu Hengki, sementara Andria.mengeluarkan koper dari bagasi mobil.


"Sayang mas ke ruang kerja dulu ya, kamu langsung saja atas istirahat."


"Mas ga istirahat?"


"Sebentar lagi, masih ada yang perlu di bahas dengan Andrie di ruang kerja."


"Iya mas, jangan lama lama."


"Iya sayang."


"Kami ikut aku ke ruang kerja, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan."


"Baik tuan."


Setelah menyimpan koper di atas, Andrie masuk ke dalam ruang kerja Hengki.


"Apa ada yang perlu saya lakukan tuan?" Andrie bertanya pada Hengki setelah sampai di depan meja kerjanya Hengki


"Sewaktu aku berada di London, aku pernah melihat seorang wanita yang wajahnya pernah aku lihat, dan sebelumnya juga aku pernah melihat nya waktu aku dan istri Ku jalan jalan ke mall."


"Kamu ahli membuat sketsa, bisa kamu buatkan untukku?"


"Bisa, tuan tinggal sebutkan saja ciri ciri fisik orang tersebut, bisakah saya meminta selembar kertas untuk menggambar."


"Boleh, ini kertas dan pensilnya."


"Silakan tuan mulai menyebutkan ciri ciri wanita itu."


Hengki mulai menceritakan gambaran orang yang pernah di lihat nya, karena dirinya merasa pernah melihat wanita itu.


"Sudah selesai tuan, ini hasil nya"


Andrie menyerahkan hasil sketsanya pada Hengki.


"Apakah kamu tahu ini gambar siapa?" tanya Hengki pada Andrie,


Karena Andrie juga sering bepergian dengan Hengki, mungkin Andrie bisa menganalisa dan menebak siapa gambar perempuan itu.


" Iya tuan seperti nya saya mengenal perempuan ini, bibir dan matanya mirip dengan seseorang yang pernah dekat dengan anda."


"Dekat pernah dekat denganku?" Hengki bertanya dengan serius.


"Ya tuan, bibir dan matanya sangat mirip dengan nona Jennifer."


"Jennifer, apakah dia punya saudara perempuan?"


"Saya kurang tahu tuan, mungkin anda lebih tahu karena anda pernah dekat dengannya."


"Setahu ku,dia anak.tunggal, kedua orang tuanya sudah bercerai sewaktu dia duduk di bangku SMP dan hidup dengan nenek nya, tidak lama setelah itu neneknya meninggal. Sedangkan ke dua orang tuanya sudah menikah lagi dan hidup dengan keluarga barunya. Dan dia hidup sebatang kara, Makanya dia melakukan segala cara untuk bisa hidup mewah untuk dapat mencukupi gaya hidup mewahnya, termasuk menjadi simpanan para pejabat." jelas Hengki panjang lebar.


"Apakah tuan putus dengan nona Jennifer karena mengetahui hal itu?" Tanya Andrie hati hati takut menyinggung tuannya.


"Tidak, aku putus dengan Jennifer karena dia minta pertanggung jawaban padaku karena hamil."


"Hamil tuan?"


"Iya, Hamil." Hengki pertanyaan Andrie


"Aku tidak mau bertanggungjawab karena aku tidak pernah merasa pernah melakukan hal di luar batas, karena aku ingat pesan mamah agar jangan pernah melakukannya hubungan suami istri sebelum menikah."


"Jangankan melakukan nya, ciuman pun aku tidak pernah."


"Aku melakukan suatu hubungan suami istri hanya dengan isteriku saja, kami sama sama melakukan yang pertama kalinya"


Andrie mengangguk anggukan kepala tanda mengerti.


Di balik pintu ruang kerja Hengki, Nadya tersenyum mendengar pengakuan suaminya. Niatnya ingin menanyakan sesuatu pada suaminya, tapi urung di lakukan karena mendengar Hengki berbicara, Nadya kembali ke kamanya.


"Aku mau tanya sama kamu, sewaktu dia disekap dan di makan binatang pengerat itu dia sudah mati?" tanya Hengki penasaran.


Andrie terlihat termenung mendengar pertanyaan dari Hengki tuan nya.


"Akan saya tanyakan dulu anak buah saya yang saat itu ada di sana."


"Baiklah."


Andrie kemudian menghubungi anak buahnya. Beberapa saat kemudian.


"Anak buah saya bilang kalau wanita itu sudah mati, karena dia memeriksa keadaan nya dia sudah tidak bernyawa lagi."


"Kalau begitu siapa wanita itu sebenarnya?" tanya Hengki pada Andrie.


"Coba kamu cek siapa wanita itu, dan apa maksudnya, karena semua bukan karena kebetulan dia ada di sana. Saya mau secepatnya laporan nya ada di meja saya."


"Berikan saya waktu tiga hari untuk menyelidiki semuanya." pinta Andria


"Baiklah, saya tunggu laporannya secepatnya."


"Baik tuan, saya undur diri, akan saya kerjakan secepatnya."


"Silakan."


Andrie seorang asisten yang dapat di andalkan, tidak hanya urusan perusahaan saja dapat di selesaikan dengan cepat namun urusan penyelidikan juga mampu di lakukan dengan baik dan semua hasil nya selalu memuaskan. Banyak lawan bisnisnya yang berpikir dua kali jika ingin berbuat curang dengan Hengki. Siikap dingin andria sama saja dengan Hengki.


Hengki masuk ke kamar karena khawatir Nadya menunggu nya terlalu lama, Masuk ke dalam kamar, tampak Nadya sudah segar setelah selesai membersihkan badannya.


"Cantik sekali istriku sudah segar, baru mandi ya sayang ?" tanya Hengki mengecil puncak rambut Nadya


"Iya mas, badanku sangat lengket, Makanya aku langsung mandi saja."


...****************...


Reader jangan lupa ya like,.koment, dan vote favoritnya. Kasih bintang 5 ya.


Selamat berbuka puasa