NADYA

NADYA
Part 21



Merasakan kalau tubuh nya sudah merasa lebih baik, dan tidak mengalami morning sickness. Nadya memutuskan untuk mulai kuliah lagi, walaupun Hengki sudah menyarankan untuk cuti kuliah selama kehamilannya, namun Nadya tetap pada pendiriannya. Sebenarnya alasan di balik itu semua karena Hengki khawatir Sania bisa menyakiti Nadya. Seperti biasa, Hengki mengantarkan Nadya sampai ke gerbang kampus.


"Jangan terlalu banyak aktivitas, kalau merasa lelah cepat istirahat. Telpon mas kalau ada apa apa." pesan Hengki panjang lebar.


Sebelum Nadya turun dari mobil, Hengki menyematkan sebuah liontin di leher jenjang Nadya berbentuk hati,Sebenarnya liontin tersebut ada chip yang akan mendeteksi keberadaan Nadya dimanapun berada.


"Cantik"


Nadya hanya tersipu mendengar pujian dari suaminya.


"Makasih mas, aku turun dulu ya." Nadya mencium punggung tangan Hengki dengan takjub.


"Ya sayang, telpon mas kalau ada apa apa." Hengki mengecup kening Nadya.


Nadya mengangguk dan segera turun dari mobil. Melambaikan tangan pada suaminya yang sudah melajukan mobil mewah nya.


Di dalam mobil Hengki menelpon Andrie untuk memastikan pengawal bayangan untuk.Nadya, karena sekarang ke khawatiran nya bertambah karena ada calon buah hatinya yang sudah mulai tumbuh di dalam rahim istrinya.


Hengki sebenarnya ingin berterus terang dengan masalah yang saat ini di hadapi, namun tidak ingin membuat Nadya menjadi stress setelah mengetahui kalau jiwa nya sedang terancam bahaya.


Sampai di dalam kelas sudah mulai banyak yang datang, walaupun dosen mapel yang sekarang sangat santuy, tetapi anak didiknya justru malu kalau sampai datang terlambat.


Beberapa teman nya menyapa melihat Nadya yang baru saja datang.


"Nadya badan lu gemukan sekarang, lebih terisi di beberapa tempat." komentar salah satu temannya yang biasanya selalu cuek terhadap siapapun.


"Kelihatan banget ya kalau gue gemuk.?"


"Biarin aja lu gemuk, lu kan cantik jadi terlihat lebih seksi." timpal yang lainnya


Nisa yang baru saja tiba di kelas mendengar pembicaraan Nadya dan temannya yang lain. Lalu mendekati Nadya yang sedang duduk dan bertanya dengan sedikit berbisik.


"Badan lu gemukan , emang lu udah isi ya?"


"Iya, gue udah isi." jawab Nadya berbisik.


"Sebentar lagi gue bakal jadi aunty dong, hi hi hi."


"Anisa, apa ada yang lucu?" tanya dosen yang sedang mengajar


"Maaf pak, saya seneng karena bentar lagi mau punya keponakan." Jawab Nisa jujur


"Aawww, sakit tahu, kenapa juga lu injak kali gue?"


Nadya menjawab dengan melotot.


" Jangan melotot kaya gitu, ga ada serem serem nya."


Materi hari ini sudah di berikan oleh dosen, Nisa dan Nadya bergegas ke kantin karena sangat lapar sekali, semenjak di nyatakan hamil, Nadya selalu merasa lapar. Seperti biasa menu kesukaan nya baso pedas.


"Lu makan baso jangan terlalu pedas, kasian bayi lu entar kepedesan." ujar Nisa mengingatkan


"Ih ni orang, lama lama lu mirip mas Hengki selalu melarang gue makan pedas, ini.kan kesukaan gue." Semenjak hamil, hormon nya selalu naik turun, kadang melow ingin di manja, kadang marah marah tidak menentu.


Di sisi lain kampus ada seseorang yang menyapu lantai, tetapi pandangannya ke arah kantin, ke arah Nadya pastinya.


"Tuan, nona Nadya sudah keluar dari kelasnya dan sekarang sedang ada di kantin dengan seorang teman wanitanya. "


"Bagus, laporkan terus semua gerak gerik istri ku, dan pastikan tidak ada orang yang mengikutinya." perintah dari Hengki


"Baik tuan."


Nadya dan Bisa selesai makan di kantin dan mereka masih ada kelas yang harus di ikuti.


Sebelum ke kelas Nadya bermaksud ke toilet terlebih dahulu.


"Gue ke toilet dulu, lu bisa duluan ke kelas." ujar Nadya


"Lu udah kaya baby sitter gue,, kemana mana lu ngikutin gue." Nadya tertawa renyah


Flash On


Beberapa saat sebelum Bisa masuk kelas pagi, Bisa di datangi seorang pria tampan namun sikap nya dingin sekali.


"Selamat pagi nona, apa benar anda nona Nisa?"


"Iya benar, kenapa?" Bisa balik bertanya


"Apakah anda berteman dekat dengan nona Nadya?"


"Kami bersahabat sejak SMA'"


"Anda menyayangi nona Nadya?"


"Tentu saja gue menyayangi nya sepertinya saudara. Kenapa sih dari tad.nanya nanya terus?"


"Sebagai saudara bisakah anda di percaya untuk menjaga nona Nadya, karena kami takut ada yang mengancam keselamatan." ucapa Andrie datar.


"A a apa ada yang mengancam keselamatan Nadya?"


"Katakan siapa lu sebenarnya, kenapa lu bilang ada orang yang berniat jahat sama sahabat gue."


"Saya asistennya tuan Hengki, suami nona.Nadya. Beberapa waktu yang lalu tuan Hengki mendapatkan surat kaleng, akan melenyapkan orang yang paling di dicintainya. Anda mengerti?"


Nisa tidak menjawab pertanyaan Andrie, dirinya terkejut karena sahabatnya ada yang ingin melenyapkan.


"Apa Nadya tahu kalau dirinya sedang tidak aman?"


"Tuan Hengki tidak memberi tahukannya karena nona.Nadya sedang hamil muda, khawatir akan membuatnya drop dan stress akan berakibat fatal untuk kesehatan."


"Sekali.lagi saya tanya apakah anda mau melindunginya?"


"Baiklah, gue bersedia demi sahabat gue."


Flash off


"Ya udah ayo kalau lu tetap mau nemenin gue ke toilet."


Di sudut kampus ada seorang wanita cantik mengintai Nadya dari jauh.


"Sorry hp gue ketinggalan di kantin, lu.Tungu gue di sini jangan jauh dari keramaian.." pesan Bisa


Nisa berlari kecil menuju kantin unruk mengambil kembali Hp nya yang ketinggalan, belum sampai kantin, Bisa berpapasan dengan seorang wanita yang berdiri di ujung kampus. Namun Nisa mendengar gumanan wanita itu pelan tapi masih bisa terdengar oleh Nisa


"Nikmati saja kebahagiaan mu karena sebentar lagi kamu akan menangis darah."


Wanita itu berlalu


Nisa yang mendengar nya langsung berhenti, namun wanita itu sudah tidak ada di tempat nya, Nisa mengedarkan pandangan, terlihat sekelebat bayangan wanita tadi menuju parkiran, Nisa mengejar wanita tadi, sayang sekali wanita itu sudah masuk ke dalam mobilnya, namun Nisa masih bisa mengingat plat mobil yang di pakai wanita tadi.


Gagal mengejar wanita itu, Nisa kembali ke tujuannya yaitu kantin untuk mengambil Hp nya ketinggalan di kantin tadi. Hp nya di amankan oleh ibu kantin, karena memang peraturan nya jika ada barang milik mahasiswa yang tertinggal harus di titipkan di ibu kantin.


Setelah mengambil Hp nya Nisa kembali tempat Nadya, tapi ternyata sudah tidak ada di tempat yang tadi. Di cari nya Nadya kemana mana dan sudah ada di kelas untuk mapel selanjutnya.


"Dari mana sih lu, di tunggu in lama banget, akhirnya gue sendiri ke kelas, baby sitter nya pergi."


"Sorry, tadi ada teman lama jadi ngobrol dulu bentar." Nisa mencari alasan yang tepat.


...****************...


Hai reader mau tahu ga siapa sih wanita itu, kita tunggu kelanjutannya. Tapi jangan lupa like, koment dan vote favoritnya, kasih bintang 5 juga ya....