MY LOVELY BOSS

MY LOVELY BOSS
susu



Event game itu hanya berlangsung selama tiga hari dan tim Ridwan berhasil memperoleh kemenangan, tapi meski anggota tim yang lain sudah pulang keesokan harinya setelah event berakhir, Ridwan masih menetap disana hingga dua minggu. Jika bukan karena Zoya yang sudah tak bisa mengajukan izin untuk bimbingan skripsi secara daring maka dijamin mungkin sampai akhir bulan akan mereka habiskan disana. Bagi Ridwan disana adalah tempat teraman dimana dia bisa menghabiskan waktu bersama Zoya tanpa gangguan dari siapa pun. Berhubung jika diajak bulan madu secara terang-terangan istrinya akan menolak dengan berbagai alasan kesibukan, beruntung ada event game yang membuatnya bisa memboyong Zoya keluar.


“Loh kok udah pulang? Kata Ridwan mau sampe akhir bulan? Padahal rencana nanti sore Mami mau nyusul kesana sama Jeli. Dia kangen banget nanyain Om sama Tantenya, udah dua minggu nggak ketemu." ucap Mami Jesi begitu mereka tiba di rumah.


“Zoya ada bimbingan skripsi, Mi.” jawab Ridwan.


“Iya, Mi. Aku harus ke kampus sekarang.” Timpal Zoya. keduanya langsung kembali pergi setelah menurunkan koper.


“Istirahat dulu aja. Abis perjalan jauh apa nggak cape?” teriak Mami Jesi saat anak dan menantunya hendak pergi lagi.


"Nggak apa-apa, Mi. Cuma bentar kok.” Jawab Zoya.


Mobil yang dikendarai putranya sudah menghilang dibalik pagar tapi Mami Jesi masih terus menggerutu, “ini siapa sih dosen pembimbing Zoya? nggak tau apa mantu aku baru pulang udah disuruh bimbingan aja!”


“Besok mesti di kirim set loveware nih kayaknya bisa bisa santai dikit bimbingannya.” Lanjutnya lirih.


Sebentar yang dikatakan Zoya memang tak meleset. Dia hanya menghabiskan waktu tak sampai lima belas menit bersama dosen pembimbingnya. Selain karena kecerdasannya, draft bimbingan juga sudah ia kirim lebih dulu supaya bisa ditinjau oleh pembimbing, hingga saat pertemuan dengan dosen tinggal membahas poin-poin yang harus diperbaiki saja.


Selesai bimbingan mereka langsung pulang. Di rumah sudah di tunggu oleh Raizel yang lengkap dengan buku-buku sekolah hingga gambar-gambar yang dibuatnya selama Ridwan dan Zoya tak ada di rumah. Biasanya gadis kecil cerewet itu memamerkan semuanya, meminta diapresiasi.


“Bagus kan Tante gambar Jeli yang ini?” ucapnya seraya menunjukan gambar pohon yang sudah di warnai. Untuk anak seusianya terbilang sangat bagus dan rapi. Mungkin karena hobinya.


“Bagus banget, sayang.” Puji Zoya.


“Karena gambar Jeli bagus, besok Jeli pengen berangkat sekolah dianterin Om sama Tante yah? Jeli mau bobo disini juga boleh?”


“Iya boleh sayang.” Jawab Zoya.


Pagi harinya Ridwan membangunkan Zoya karena tak biasanya gadis itu masih terlelap padahal dirinya sudah selesai mandi dan siap shalat subuh.


“Sayang… ya ampun kenapa keringet dingin kayak gini? Kamu sakit?”


“Kita ke rumah sakit sekarang yah?”


“Aku nggak apa-apa, Mas. Cuma kecapean mungkin, lemes banget.” Jawab Zoya lirih.


“Ya udah kalo gitu aku panggilin dokter aja kesini yah?”


Zoya menggeleng, “nggak apa-apa Mas. Jangan nelpon dokter subuh-subuh gini, kasihan. Aku nggak apa-apa.”


“Nih Mas pegang aja, badan aku nggak panas. Aku nggak sakit.” Lanjutnya seraya menempelkan punggung tangan Ridwan ke keningnya.


“Tapi kamu keluar keringet dingin kayak gini sayang. Biasanya orang sakit yang suka keluar keringet dingin.” Ridwan mulai panik hingga Raizel yang masih terlelap mulai membuka mata dan ikut-ikuta menempelkan tangan di wajah tantenya.


“Aku nggak apa-apa, Mas. Cuma lemes sama sedikit mual, kayaknya masuk angin deh.” Jelas Zoya.


“Kalo gitu aku ambilin obat masuk angin yah. Dicampur teh tawar anget kesukaan kamu kan? Abis itu nanti aku kerokan biar cepet sembuh.” Ucap Ridwan. Ia ingat betul kiat-kiat menghilangkan sakit yang biasa dilakukan Zoya. Seperti saat ia sakit di kontrakan dulu.


“Nanti aku bikini sayur bening juga. Makan yang banyak yah, kayaknya telat makan juga gara-gara kemaren baru pulang langsung bimbingan.” Lanjutnya.


“Nggak usah, Mas. Aku nggak lapar, nggak pengen makan juga. Maaf ambilin susu vanilla dingin yang biasa diminum Jeli aja. Kayaknya seger banget kalo minum itu.” Membanyangkannya saja sudah membuat Zoya menelan ludah.


“Susu?” tanya Ridwan. Sepengetahuannya Zoya sangat tidak suka susu, bahkan ia belum pernah melihat Zoya minum susu. Minuman kesukaan istrinya adalah jus stroberi dan teh tawar hangat disegala suasana.