MY LOVELY BOSS

MY LOVELY BOSS
Bangkrut



“Kalo wortelnya gue suka, Zoy. Lo pindahin wortelnya buat gue deh.” Ucap Ridwan. Ia malah kini ikut-ikutan mengambil wortel di piring Zoya.


“Udah noh, abisin! Udah nggak ada jagungnya.” Ucap Zoya.


Selesai makan Zoya dan Gilang mulai menyiapkan surat lamaran mereka, menambahkan poin-poin penting yang sekiranya bisa memperbesar peluang mereka di terima.


“Apa nggak sebaiknya surat lamaran ditulis tangan aja A? takutnya ada penilaian dari tulisan juga gitu, kan katanya tulisan bisa mencerminkan kepribadian seseorang.” Tanya Zoya.


“Iya boleh juga sarannya.” Gilang mengangguk.


“Buset dah! udah four poin zero mau ngelamar kerja pake tulis tangan? Lo pada ngelamar dibagian marketing kan? Harusnya tunjukin kemampuan marketing lah. Iklanya aja udah via website berate lamarannya harus masa kini dong. Lewat email aja, diketik yang menarik. Kasih lampiran file-file pendukung misal pencapaian target penjualan gitu. Uraian juga cara-cara marketing yang selama ini dipake di curriculum vitae.” Sela Ridwan dengan santai.


“Kadang ada yang nilai dari tulisan tapi percaya sama gue deh LoveWare nggak pake car aitu, pengalaman lebih diutamakan.” Lanjutnya.


“So tau! Kakak gue kerja disana, lo dari pada ganggu mending nyari meja lain aja sana.” Usir Gilang.


“Dikasih tau malah nyolot!” ketus Ridwan.


“Mas Ridwan! Mending Mas Ridwan cari meja lain aja dulu yah, aku lagi serius ini takut gagal.” Ucap Zoya pelan-pelan.


“Ya udah deh terserah lo pada.” Jawab Ridwan dengan datar. “Gue pindah meja nih tapi boleh pesen makanan lagi nggak?” lanjutnya.


“Pesen aja sesuka lo sana!” balas Gilang, baginya yang penting dirinya dan Zoya bisa berdua.


“Oke.” Ridwan berlalu meninggalkan meja. Ia berpindah duduk di meja paling ujung. Awalnya dia hanya memesan jus melon tapi melihat Gilang dan Zoya begitu asik di meja sana membuatnya kesal.


“Kita lihat seberapa banyak duit lo Gilingan tepung!” ucap Ridwan sambil tersenyum licik. Dia segera memanggil pelayan dan memesan banyak makan yang termahal tentunya. Tak cukup sampai sana, ia bahkan mempersilahkan dua meja yang berdekatan dengan dirinya supaya memesan dengan sesuka hati dan tagihan akan dimasukan pada pesanannya.


Ketika melihat Zoya selesai dengan kesibukannya, Ridwan kembali bergabung. “Udah selesai?”


“Udah Mas.” Jawab Zoya.


“Zoy, aku ke kasir dulu yah. Kamu tunggu di depan aja.” Ucap Gilang.


“Aku ikut A Gilang aja ke kasir, kita spill bill. Soalnya aku kan ngajak Mas Ridwan.” Ucap Zoya.


“Nggak usah, kamu tunggu di depan aja. Nggak usah sungkan kayak sama siapa aja.” Jawab Gilang, ia ingin menunjukan pada Ridwan jika hubungannya dengan Zoya memang lebih dari sekedar teman.


“Ya udah kita tunggu di depan aja, Zoy. Lumayan kan nggak usah keluar duit biar makin cepet kaya lo.” Ucap Ridwan.


“Beneran nggak apa-apa A? mau dibayarin sama pesanan Mas Ridwan juga?” tanya Zoya.


“Sekalian sama gue juga mau yang blueberry.” Timpal Ridwan yang tak digubris sama sekali oleh Gilang.


Zoya dan Ridwan menunggu di depan sesuai permintaan Gilang. “So kaya sih, mam pus lo!” batin Ridwan seraya melihat ke arah kasir.


Sementara itu di dalam sana Gilang sedang memeriksa kembali pesanannya, takut-takut salah jumlah. “Masa totalnya banyak banget sih, Mba? Tadi kan Cuma pesen tiga chicken steak aja.”


“Sekalian bayar sama yang meja ujung kan?” tanya kasir.


“Iya.”


“Totalnya benar tujuh juta Kak. Soalnya yang meja ujung tadi pesen menu special terus nlaktir pelanggan lain juga. Mereka juga take away banyak katanya mumpung ada orang baik yang bayarin.” Jelas kasir.


“Jadi mau gimana kak, tunai atau non tunai bayarnya?”


“Bentar, Mba.” Jawab Gilang seraya mengeluarkan ponsel untuk menelpon kakaknya. Uang di ATM nya hanya lima juta, itu pun jatah untuk keperluan kuliah selama dua minggu ke depan.


“Si a lan si gelandangan ngerjain gue. Mendadak miskin gue kayak gini caranya!” batin Gilang.


“Ya ampun Mba Rika kemana sih di telpon nggak diangkat!”


“Kak gimana bayarnya?” tanya kasir.


“Bentar, Mba. Sabar.” Jawab Gilang mulai panik.


“Mba Rika buruan angkat dong! Masa adikmu ini harus cuci piring buat bayar? Mana ada si Zoya, mau taruh mana ini muka?”


.


.


.


Maybe bisa ditaruh ember Gil 🤭🤭 atau dikresekin biar nggak keliatan jadi nggak malu.


udah double nih, kencengin like, komen sama vote nya.


yang mau ngasih bunga sama kopi juga boleh banget🤗🤗