
Sampai di taman, Ridwan bukannya turun malah diam di dalam taksi. Bahkan sampai barang-barang bawaan Zoya di keluarkan dari bagasi, Ridwan masih tetap di tempatnya tanpa bergeser sedikitpun, hanya matanya yang melihat ke setiap penjuru taman.
“Mas Ridwan mau sampe kapan disitu? Bukannya bantuin malah nonton doang.” Gerutu Zoya.
“Ini udah selesai, nggak mau turun juga?” tanyanya.
Ck! Zoya menggelengkan kepala melihat sikap patner kontrakannya yang mendadak beda dari seminggu yang lalu. Biasanya Ridwan selalu menuruti semua permintaannya meskipun sambil mendumel, tapi kali ini lelaki itu hanya diam. Dia bahkan dengan tanpa malunya tadi meminta topi milik supir taksi. Zoya benar-benar heran dengan perubahannya, pake minta masker segala padahal dia hanya sakit perut dan butuh WC.
“Mas Ridwan! Tadi katanya sakit perut!” Zoya menarik tangan Ridwan, “buruan turun! WC nya sebelah sana.” Lanjutnya sambil menunjuk panah bertuliskan toilet, lurus.
Zoya tersenyum penuh curiga, “Hei jangan bilang kalo Mas Ridwan udah… no…” Zoya menggelengkan kepala sambil menutup hidungnya.
“Udah apa? Lo pikir gue be rak di celana gitu!” Ridwan menoyor kepala Zoya dan segera keluar. Topinya ia turunkan sebisa mungkin supaya wajahnya tak kelihatan.
“Ya kali aja, Mas. Kan tadi katanya udah nggak kuat.” Ejek Zoya. “Sana ke toilet dulu aja. Aku bawa barang-barang ke sendiri bisa kok, paling dua kali balikan.” Imbuhnya.
“Ya udah kalo bisa sendiri. Bagi gue duit.” Ridwan menadahkan tangannya.
Zoya membuka tas gendongnya dan mencari uang dua ribu rupiah, tapi ia tak memilikinya hingga dengan sangat terpaksa memberikan uang bergambar imam bonjol pada Ridwan. “Jangan lupa minta kembalian, Mas. Lumayan tiga ribu bisa buat beli tempe dapat satu.”
Ridwan menerimanya, “Goceng doang? Kurang, Zoy!”
“Lah berapa? Emang tarif toilet di taman elit sama taman biasa beda yah, Mas? Biasanya juga Cuma dua ribu kok.” Jawab Zoya.
Ck! Ridwan berdecak lirih. Dia butuh uang untuk membeli masker dan kaca mata, meskipun belum melihat ponakan dan mami nya tapi jaga-jaga sangat diperlukan disini.
“Bagi seratus ribu!” ucap Ridwan.
Zoya melotot mendengarnya, “seratus ribu? Mahal amat toilet disini. Kita nyari masjid aja biar free.” Jawabnya lumayan sewot. Diotak Zoya seratus ribu itu sangat lumayan bisa untuk membeli bahan makanan sebagai stok selama satu minggu.
“Hih! Bawel amat sih! Tinggal kasih seratus ribu aja ribet amat sih Zoy! Tinggal lo potong utang ntar.”
“Masalahnya ke toilet segitu kemahalan Mas, Kita cari masjid aja! Deket taman pasti ada.” Tolak Zoya.
“Mas Ridwan!” teriak Zoya. “Berani yah maling uang aku di depan mata. Awas aja ntar!” gerutu Zoya. ia lantas membawa dagangannya sendiri.
Zoya membuka stand nya sendiri, dari mulai memasang tenda hingga menata produk lengkap dengan katalognya.
“Mas Ridwan ke WC nya kesasar apa gimana lama banget nggak balik-balik!” Zoya jadi mendumel terus-terusan sambil menata dagangannya. Ia langsung reflek tersenyum saat seorang gadis kecil menghampiri stand nya dan menunjuk botol loveware berwarna pink. Botol tersebut memang didesain lucu khusus untuk bekal anak-anak.
“Boleh cantik… mau botolnya?” sapa Zoya sambil mengambilkan botol tersebut. Ia berjongkok guna menyamakan tingginya dengan gadis cantik yang rambutnya dikuncir dua kemudian memberikan botol tersebut padanya.
“Jeli punya banyak yang seperti ini di rumah.” Ucapnya sambil berusaha membuka tutup botol.
“Wah samaan dong yah kayak punya kakak… mau yang ini nggak botolnya? Biar tambah banyak.” Mode-mode sales nya mulai on bahkan pada bocah TK sekalipun.
“Yang warna cokelat kayak tas kamu juga ada loh. Mau yah? Mama nya mana?” lanjutnya.
Ridwan yang sedang mencari-cari stand Zoya seketika menghentikan langkahnya dan membatalkan niatnya untuk menghampiri gadis itu. Ia menghela nafas dalam sambil membenarkan masker dan kaca mata hitamnya. “Dari sekian banyak stand kenapa si nutrijel berhenti di stand Kinderzoy sih!”
“Ya ampun sama Bang Dirga juga, pasti ada Kaleng juga nih. Bisa tamat gue kalo ketemu mereka disini.” Gumamnya.
.
.
.
biasa tinggalin like komen sama hadiahnya dulu... kalo rame aku up lagi🏃🏃🏃
cie yang nggak sabar ririd ketauan cie🏃🏃🏃
sabar yah...meskipun aslinya aku juga nggak sabar eh🤭🤭