My Journey to Immortality

My Journey to Immortality
Ch 92 - Keputusan (end of arc 3). Akhir paket pertama. . . . . . .



Kilasan tentang masa depan yang akan terjadi pada Liu Yun adalah hal terakhir yang dilihat oleh roh Suja sebelum cermin itu menghilang, saat cermin itu menghilang dari pandangan mereka, keempat sosok itu kembali menatap Suja dengan pandangan merendahkan.


"Apa kau sudah puas melihat kilasan masa depan yang akan menimpa keluarga dan calon istrimu, jiwa bodoh dan tidak tahu diri?" (Perempuan 1).


"Dan apa keinginan terakhirmu sebelum kami mengirimmu ke neraka?" (Laki-laki 2).


Suja menatap keempat orang di depannya, rasa pasrah dan kekecewaan telah membuatnya merasa tidak memiliki harapan lagi untuk memperbaiki semuanya, empat sosok di depannya membuatnya lebih putus asa, belum lagi dengan kilasan masa depan yang dia lihat barusan.


"Senior sekalian, kalaupun aku memiliki sesuatu yang kuinginkan untuk terakhir kalinya, itu tidak akan berguna karena aku telah kehilangan semuanya, aku terlalu bodoh karena melupakan semua tugas yang seharusnya kujalani, sekarang meskipun aku masih tidak bisa menerima kematianku, aku akan menerima semua hukuman yang akan kudapatkan."


Keempat sosok itu saling pandang, dalam pandangan mereka tersirat kebingungan dan rasa tidak percaya akan apa yang baru saja mereka dengar, mereka benar-benar merasa tidak percaya akan ada jiwa yang menerima dengan lapang dada semua hukuman yang akan dia dapatkan.


"Eeeehhhh, ekhem ekhem….!!!! Apakah kamu tidak ingin hidup kembali untuk ketiga kalinya? Jika memang kamu tidak menginginkan hal itu, maka sekarang kami akan mengirim jiwamu ini ke dalam neraka," (laki-laki 2).


"Hoi….!!!! Jangan asal memutuskan sesuatu semaumu sendiri….!!!!" (Perempuan 2).


Laki-laki nomor dua yang baru saja berkata seperti itu langsung mengkerut ketakutan, sosok perempuan kedua di antara mereka memang sangat menakutkan sekali.


Suja kebingungan melihat reaksi mereka bertiga, tapi perasaan itu tidak berselang lama sebelum si perempuan kedua menatapnya dengan tatapan tajam membuatnya merasa gugup.


"Jiwa malang yang telah mengecewakan kami semua, aku bisa memberikanmu kesempatan ketiga untuk hidup, tapi bukan di dunia yang sebelumnya, melainkan di sebuah dunia yang memiliki nasib yang sama seperti duniamu sebelumnya, apa kamu menerima tugas yang akan kami berikan kepadamu?!"


"Tugas apakah itu senior, jika junior ini mampu junior akan mengusahakannya sebaik mungkin."


Mendengar dia bisa hidup kembali untuk ketiga kalinya meskipun di dunia berbeda membuat Suja merasa senang, setidaknya dalam benaknya dia memikirkan berbagai macam cara, semua itu dia pikirkan dengan harapan untuk membayar semua kelalaiannya di kehidupannya yang kedua.


"Mudah saja, selama kamu bisa memberikanku semua Poison Grass yang kau miliki, maka aku akan menghidupkanmu kembali."


"Senior, jangan mengambil kesempatan sendirian saja….!!! Kami juga menginginkan sesuatu sebagai bayaran untuk memberikannya kesempatan ketiga…...!!!!"


"Maaf senior sekalian, apa yang harus junior ini berikan untuk mendapatkan kesempatan ketiga ini?"


Mereka mengalihkan tatapan mereka pada Suja yang memotong perdebatan mereka, bisa terlihat ada sedikit raut ketidaksenangan yang mereka tunjukkan, salah satunya bahkan memelototi Suja dengan tangan yang siap terayun.


"Bicara sekali lagi akan kupatahkan tanganmu!"


KRAK……!!!!


"AAAAARRRRRRGGGHHH………!!!!!"


Baru selesai dia bicara perempuan yang paling mendominasi di antara mereka sudah mematahkan lengan kanannya, bisa dibilang dia mengancam Suja tapi dia sendiri yang merasakannya.


Suja hanya bisa tersenyum canggung melihat keadaan di depannya, dia tidak bisa memilih apakah harus tertawa atau sedih, tapi setidaknya dia masih aman saat ini.


"Ancam dia sekali lagi, maka lenganmu yang satunya akan berakhir sama!" (Perempuan 2).


"A-ampun senior! Aku tidak berani!" (Laki-laki 2).


Laki-laki itu menatap dua temannya meminta pertolongan, namun yang dia harapkan malah hanya melihatnya iba, merasa tidak mendapat pertolongan si laki-laki akhirnya memilih diam sembari menahan rasa sakit, meskipun kekuatan mereka besar tapi mereka tetap bisa merasakan sakit jika anggota tubuh mereka dilukai.


"Baiklah, kami akan memberikan kesempatan ketiga untukmu, tapi sebelum itu serahkan semua sumber daya berupa tanaman roh dan tanaman herbal yang kau miliki!" (Perempuan 2).


Suja tentu saja terkejut mendengarnya, dia tidak menyangka harus memberikan semua sumber daya berharga miliknya meskipun itu hanya berupa tanaman, rasa ragu mulai muncul di hatinya, apakah dia akan tetap menerima kesempatan ketiga itu atau tidak.


Sementara itu keempat orang di depannya tentu saja bisa melihat keraguan Suja yang tampak jelas terlihat, laki-laki pertama akhirnya membuka suara.


"Kau tenang saja, meskipun sekarang kau memberikan semua tanaman itu pada kami kau tidak akan miskin, kami hanya meminta semua tanaman itu saja bukan yang lain, semua senjata dan yang lainnya tidak akan kami minta," (laki-laki 1).


"Tentu semua tanaman itu akan tumbuh kembali saat kau sudah berada di dunia selanjutnya, jadi meskipun kau menyerahkan semuanya pada kami kau tetap akan memiliki penggantinya," (laki-laki 2).


Mendengar itu Suja akhirnya menghilangkan keraguannya, dia kemudian berkonsentrasi untuk mengeluarkan semua tanaman spiritual dan tanaman herbal miliknya.


Empat orang itu tidak bisa menahan rasa antusias mereka saat melihat tumpukan sumber daya di depan mereka, sumber daya yang mereka dapatkan sangat banyak sampai membentuk dua gunung setinggi dua puluh meter, bisa dibilang semuanya adalah simpanan Suja selama ini.


"Senior, semua ini adalah tanaman yang tumbuh di ruang jiwa junior ini, apakah dengan ini sudah cukup?"


Keempatnya mengangguk antusias, setelah itu mereka tanpa basa-basi memasukkan semua sumber daya itu ke dalam cincin penyimpanan milik mereka.


"Sekarang kami akan mengirim jiwamu ke dunia selanjutnya, dan setelah sampai di sana tingkatkan praktikmu, karena musuh yang akan kau hadapi akan lebih banyak dari di dunia sebelumnya," (perempuan 1).


Suja mengangguk pelan, keempat orang itu kemudian bersama-sama membentuk segel tangan selama beberapa saat.


Saat mereka selesai membentuk segel tangan, empat cahaya berwarna merah, kuning, biru, dan ungu membungkus tubuh Suja, Suja sendiri hanya terdiam karena percaya dengan apa yang dilakukan keempatnya.


"Satu hal lagi, suatu saat nanti akan ada orang-orang sepertimu yang akan berusaha menguasai dunia itu, saat itu terjadi kau akan tahu apa yang harus kau lakukan," (laki-laki 1).


Suja tidak mengerti apa yang dikatakan orang itu, saat dia akan bertanya rohnya sudah lebih dulu tertarik oleh kekuatan yang sangat kuat, dia bisa merasakan semua pencapaiannya dalam praktik dilenyapkan begitu juga dengan Spirit Root miliknya.


Setelah Suja menghilang dari pandangan keempatnya, mereka hening beberapa saat sebelum salah satunya membuka suara.


"Senior, apakah tidak apa-apa kita tidak memberitahunya hal itu? Kenyataan bahwa orang-orang dari dunia bernama Bumi yang akan memasuki dunianya nanti?" (Perempuan 2).


"Tidak perlu, saat dia mengetahui kedatangan mereka nantinya maka dia akan tahu apa yang harus dia lakukan, semoga saja sebelum itu terjadi dia sudah menyatukan semua benua yang ada di sana".


Keempatnya tidak ada yang berbicara lagi, beberapa saat kemudian mereka menghilang entah ke mana, menyisakan ruang hampa yang berwarna putih terang seperti tidak ada apa-apa.


.


.


.


.


.


Nah sekarang arc 3 telah selesai, arc 4 akan dimulai dengan plot pengulangan yeeeeeiiiii…..!!!! 😆😆😆😆😆😆.