My Journey to Immortality

My Journey to Immortality
Ch 91 - Melihat Masa Depan (Nasib Liu Yun



Di sebuah bekas bangunan kuil yang hancur berantakan terlihat sosok iblis yang tengah berhadap-hadapan dengan dua orang manusia, musuh iblis itu adalah seorang pria sepuh berpakaian biksu dan seorang perempuan muda yang sangat cantik.


Mereka berdua adalah orang yang dikenal oleh Xi Suja, mereka tidak lain adalah Wu Yun sang Great Monk pemimpin tertinggi sekaligus Mahaguru Light Thunder Temple yang sekarang telah hancur menyisakan hanya dirinya seorang, sedangkan si perempuan adalah Azkia atau nama di kehidupan keduanya yaitu Liu Yun.


"Biksu tua, apakah kau tidak memiliki cara lain lagi untuk melawan iblis ini?".


Wu Yun mengernyitkan dahi pelan mendengar panggilan Liu Yun, dia merasa sedikit tersinggung meskipun pada kenyataannya dia memanglah sudah sangat tua, Liu Yun sendiri tidak memperdulikan ekspresi Wu Yun karena dia sibuk memikirkan cara agar bisa melawan iblis di depan mereka atau setidaknya mereka bisa melarikan diri secepatnya.


Sudah dua puluh empat jam lebih mereka terus melarikan diri dan dikejar oleh iblis di depan mereka, pada akhirnya mereka tidak bisa melarikan diri lagi karena digiring kembali ke bekas bangunan Kuil Utama Light Thunder Temple yang sekarang hanya tersisa reruntuhan.


"Liu Yun, biksu ini sudah kehabisan cara dan juga kehabisan tenaga. Jika biksu ini mati di tempat ini maka itu sudah takdir biksu ini, biksu ini akan mengulur waktu agar kamu bisa segera meninggalkan tempat ini, segeralah pergi sekarang…!!!!"


Bersamaan dengan ucapan terakhirnya, Wu Yun maju menyerang iblis di depan mereka dengan mengandalkan ilmu tongkat yang dikuasainya, setiap ayunan tongkat yang dia lakukan dialiri Qi yang cukup besar meskipun itu hampir menghabiskan Qi di dalam Dantiannya.


Liu Yun menatap pertarungan berat sebelah di depannya sebelum melesat terbang menjauhi tempat pertarungan dua sosok berbeda kekuatan itu, iblis yang melihat salah satu lawannya telah melarikan diri berusaha mengejar namun dihalangi oleh Wu Yun yang sudah dalam kondisi terluka, iblis dan Wu Yun saling melemparkan tatapan tajam penuh permusuhan sebelum sama-sama melepaskan serangan cepat pada  lawan masing-masing.


DUUUUUAAAARRRR……!!!


Ledakan yang cukup besar terjadi saat tongkat yang dialiri Qi terakhir milik Wu Yun menghantam tubuh si iblis, saat asap-asap hasil ledakan menghilang kondisi si iblis berhasil membuat Wu Yun tersenyum pahit, meskipun telah diserang menggunakan jurus tongkat terbaik yang dikuasai Wu Yun namun iblis yang menjadi lawannya tidak mendapatkan luka sedikitpun, hanya pakaiannya saja yang sudah rusak di sana-sini.


Iblis yang terkena hantaman tongkat Wu Yun terlihat tidak peduli dengan kondisi pakaiannya yang compang-camping, dia terbang mendekati lokasi tempat Mahaguru Wu Yun berdiri sebelum melepaskan serangan menggunakan cakar-cakarnya yang memanjang, Mahaguru Wu Yun yang sudah kehabisan Qi menutup mata menerima serangan itu dengan pasrah, cakar iblis itu menembus tubuh Mahaguru Wu Yun dan membelahnya menjadi empat bagian.


JEEEDDDDDEEEEEEERRRRRRRR……..!!!!!


Sebuah sambaran petir berwarna biru menyambar tubuh si iblis seolah-olah membalas dendam atas kematian Mahaguru Wu Yun, iblis yang terkena sambaran petir itu memuntahkan seteguk darah hitam dan terlihat mengalami kebas pada lengannya yang terkena sambaran petir.


"SIAPA YANG BERANI MENYERANGKU……????!!!!".


Saat dia menoleh ke langit ekspresinya langsung pucat pasi, di atasnya tepatnya di langit terlihat pusaran awan hitam yang di dalamnya terlihat petir-petir berwarna biru yang sesekali menyambar cepat, ekspresinya semakin pucat karena mendapatkan firasat buruk akan petir-petir di dalam awan-awan hitam itu.


"Iblis rendahan keturunan pengkhianat surga….!!!! Kau telah berani membunuh pengikutku….!!!! Aku menutup mata akan apa yang kalian lakukan karena kalian belum menyentuh pengikutku, tapi sekarang aku akan melenyapkan kalian semua……!!!!."


Entah siapa yang berbicara itu tapi suaranya yang terdengar sangat dalam begitu membuat si iblis gemetaran, dia melihat kembali mayat biksu yang dia bunuh sebelum kembali menatap awan-awan hitam di atasnya dengan ketakutan, tidak pernah dia sangka akan mendapatkan kematian begitu cepat hanya karena membunuh seorang biksu tua.


JEEEDDDDDEEEEEEERRRRRRRR……..!!!!!


Petir biru kembali menyambarnya beberapa kali, setelah terkena sambaran petir sebanyak enam kali iblis itu terlihat mengalami luka dalam namun masih bisa bertahan, melihat iblis itu masih bertahan hidup setelah terkena beberapa sambaran petir, awan-awan hitam yang ada di atasnya semakin tebal dan petir biru yang ada di dalamnya juga semakin kuat.


JEEEDDDDDEEEEEEERRRRRRRR……..!!!!!


Sebuah petir biru kekuningan menyambar tubuh si iblis, kali ini iblis itu tewas setelah terkena sambaran petir dengan kepekatan yang lebih tinggi dari sebelumnya.


.


.


.


.


"Kekekekeke……..!!!!!! Tidak kusangka aku akan menemukan seorang perempuan cantik seperti ini, meskipun usiamu sudah ratusan tahun tapi tubuhmu masih begitu menggoda. Akan kunikmati tubuhmu setelah menangkapmu perempuan cantik…!!! Kekekeke……!!!!!"


Liuyun menggertakkan giginya menahan rasa marah dan putus asa, dia mengalirkan Qi cukup banyak ke pedangnya sebelum melepaskan sebuah serangan.


"Seni Pedang Api : Pedang Teratai Api….!!!!"


Setelah mengucapkan nama jurusnya Liu Yun melakukan sebuah gerakan pedang yang cukup indah, setiap gerakannya terlihat tajam dan penuh kekuatan, iblis yang menghadangnya terkesima melihat gerakan Liu Yun yang terlihat sedang menari di matanya, tanpa dia sadari beberapa lesatan pedang memberikan goresan cukup dalam di tubuhnya yang akhirnya membuatnya tersadar.


"Seranganmu cukup menakjubkan nona cantik, tidak kusangka tarianmu hanyalah pengecoh untuk menyerangku…!!! Tapi kau tenang saja, kau tidak akan lagi berhasil melakukannya, akan kupastikan kau akan menjadi mainanku di ranjang setelah ini….!!!"


"Lebih baik aku mati daripada dipermainkan iblis sepertimu….!!!".


Liuyun semakin ketakutan dan putus asa terlebih saat melihat iblis di depannya mengeluarkan sebuah rantai yang mengeluarkan aura kematian yang pekat, iblis yang melihat mangsanya ketakutan saat melihatnya mengeluarkan rantai itu tersenyum lebar.


"Rantai Iblis : Pengikat Jiwa…..!!!!".


Rantai yang dikeluarkan iblis itu memanjang sampai akhirnya mencapai tempat Liu Yun, Liu Yun yang melihat itu segera bergerak menjauh sejauh mungkin, namun secepat apapun dia bergerak tetap saja rantai itu berhasil mengejarnya kemudian mengikat tubuhnya, saat rantai itu berhasil menjerat tubuhnya Liu Yun merasakan jiwanya seperti terikat oleh sebuah kekuatan yang sangat mengerikan, tubuhnya langsung kehilangan kekuatan karena jiwanya telah terikat oleh jurus pengikat jiwa yang digunakan oleh si iblis saat tubuhnya terjerat rantai itu.


.


.


.


.


.


.


Pemberitahuan bagi para pembaca, novel ini akan segera dimulai ulang kembali namun buka diulang dari awal.


Satu atau dua chapter setelah ini akan menjadi chapter terakhir dari arc 3, setelah itu novel ini akan memasuki arc 4 yang merupakan perubahan dari novel ini.


Pengulangan yang dimaksud adalah arc mundur atau bisa dibilang memang akan diulang, arc satu sampau tiga merupaka plot, latar, dan alur sementara.


Plot, alur cerita, dan latar pengulangan setelah arc 3 merupakan latar, plot, dan alur yang asli yang memang sudah saya siapkan.


Terima kasih atas perhatiannya, salam dari novelis pemula ini.


@Sujaandy.