
Lima orang jagoan Asosiasi yang berdiri di belakang pemimpin mereka maju mendekati jendral sampah dan lima pengawalnya, kelima pengawal dan jendral itu mencoba mengintimidasi kelima orang itu dengan aura mereka namun malah mereka yang terintimidasi oleh nafsu membunuh yang dikeluarkan oleh Suqian, Tang Yue, Luyi, Luye, dan juga semua jagoan Asosiasi.
"Kalian telah berani menyinggung kami dan sekarang mencoba melawan….!!!!??? Jangan harap kalian akan lolos dengan mudah….!!!!".
SRIIIIIIIING……..!!!!!.
"Pedang Bayangan : Pedang Penebas Jiwa….!!".
Seorang jagoan Asosiasi menyerang keenam orang itu dengan sebuah pedang besar yang yang mengeluarkan aura kematian luar biasa besar, hanya dalam satu tarikan nafas dia sudah berada di depan keenamnya dan menebaskan pedangnya.
Keenam orang itu terkena serangan telak dan tersungkur jatuh, saat jagoan Asosiasi akan melakukan kembali serangan lain dia dihentikan oleh temannya.
"Jangan di sini, lebih baik kita bermain terlebih dahulu dengan mereka. Ayo seret mereka keluar".
Empat orang itu mengangguk dan menggunakan sebuah benang berwarna hitam untuk mengikat enam orang pengusik mereka, keenam orang itu hanya bisa pasrah karena mereka tidak bisa melepaskan diri dari jeratan benang-benang yang melilit mereka.
Jendral dan lima pengawalnya diseret keluar dari aula dan dibawa ke hadapan para jagoan Asosiasi yang sudah berbaris di depan gerbang masuk istana, di sana semua jagoan yang tadinya menyebar dan mengepung istana telah berdiri saat melihat pemimpin mereka membawa enam orang yang terlilit benang hitam mereka mengeluarkan nafsu membunuh yang besar.
"Senior, apakah mereka adalah orang yang telah menyinggung tuan muda kita?".
Suqian, Luyi, dan Luye yang mendengar itu mengangguk bersamaan.
"Sebenarnya bukan mereka semua tapi jendral sampah ******** ini, mereka berlima hanya tikus bayangan si jendral ini".
Nafsu membunuh yang semakin besar terasa dari semua jagoan itu, hanya si jendral saja yang bisa merasakan bagaimana pekat dan tebalnya nafsu membunuh itu sampai membuatnya kesulitan bernafas.
"Tarik semua nafsu membunuh kalian….!!!".
Mengikuti perintah Suqian semua jagoan itu menarik semua nafsu membunuh mereka mereka meninggalkan banyak anggota pasukan darah besi yang memiliki kekuatan Nascent Soul Mid-stage ke bawah pingsan dengan luka dalam, enam orang sasaran mereka sendiri sudah bisa bernafas lega karena merasa mereka akan dilepaskan oleh orang-orang Asosiasi.
"Kalian semua…..!!! Orang ini telah berani menginginkan kematian tuan muda kita…!!! Dermawan kita….!!!.
Dia juga berani mengancam kekaisaran milik keluarga dermawan kita…..!!!!.
Sekarang aku perintahkan kalian semua untuk menyerang mereka….!!! Jangan takut karena mereka tidak akan bisa melawan kalian semua, jika mereka melukai salah satu diantara kalian maka jangan ragu untuk memberikannya neraka dunia…..".
""""Baik senior…….!!!!!!"""".
Satu-persatu orang-orang Asosiasi melepaskan serangan dari Daoist Magic yang mereka kuasai, dalam waktu singkat ratusan Daoist Magic melayang menuju sasaran mereka.
Enam orang yang sebelumnya telah berani mengancam kekaisaran terutama si jendral pasukan darah besi itu memucat dan bergetar ketakutan, melihat begitu banyak Daoist Magic berbagai elemen yang akan menyerang mereka membuatnya tidak bisa menahan diri dan kemudian berlutut memohon ampun.
"Senior-senior sekalian, mohon ampuni yang lemah ini….!!! Yang lemah ini tidak bisa melihat sebuah gunung di antara bebatuan, mohon untuk mengampuni kami senior…..!!!
Tolong jangan bunuh, kami akan melakukan apapun untuk menebus semua kesalahan kami…..!!!!".
Lima orang pengawalnya juga ikut berlutut meminta ampunan bahkan sampai membenturkan kepala mereka di tanah, Suqian dan semua orang Asosiasi yang melihat itu tersenyum meremehkan dan sebagian ada yang mengeluarkan pedangnya.
"Setelah menyinggung kami dan mengharapkan kematian tuan muda kami, kalian masih berani memohon ampun?! Cih benar-benar tidak tahu malu!".
Dua orang maju bersamaan dan menebaskan pedang mereka, jendral ******** itu terluka tepat di lengannya akibat goresan dua pedang secara bergiliran.
"Senior, bisakah senior melepaskan ikatan mereka? Sangat tidak menyenangkan menyerang tikus-tikus ini sementara mereka tidak bisa melawan, akan lebih menyenangkan kalau mereka bisa menjadi lawan tanding kami karena banyak dari kami yang baru saja naik ke tingkat Late-stage".
Empat orang yang memegang ujung benang yang mengikat enam tawanan mereka saling lirik kemudian melepaskan ikatan di tubuh tawanan mereka, melihat tubuh mereka sudah terbebas dari jeratan benang-benang itu lima orang pengawal si jendral segera membawa jendral itu melesat terbang.
"Kalian pikir bisa melarikan diri!? Jangan pernah berharap kalian bisa melakukannya, kalian cepat kejar mereka!".
Dua puluh orang jagoan segera melesat mengejar target mereka sedangkan yang lainnya masih berdiri di tempat mereka, Suqian menatap semuanya dengan tatapan tajam sebelum memberikan perintah lebih lanjut.
"Untuk kalian yang tersisa, lima puluh orang tetap jaga istana dan jangan biarkan ada orang-orang ******** seperti tadi masih bisa hidup!
Yang lain, pergi menuju kediaman jendral itu dan eksekusi semua penghuninya jangan sampai ada satu orangpun yang kalian biarkan hidup meskipun itu bayi sekalipun!
Yang lain segera menyebar dan jaga semua cabang Asosiasi di kekaisaran ini jangan biarkan musuh merebut tempat kita!".
"""""Baik senior……!!!!!!""""".
Dua ratus orang mulai terbang kemudian melesat dengan cepat menyebar menuju lokasi cabang Asosiasi, mereka yang tersisa juga ikut pergi untuk mengeksekusi semua penghuni kediaman jendral yang telah menyinggung mereka.
Suqian hanya melihat kepergian mereka dengan perasaan gundah, dia masih khawatir akan keadaan tuan mudanya yang menurut informasi tengah terluka saat ini.
"Senior Suqian, kenapa senior terlihat begitu gelisah?".
Luye yang melihat semua kejadian itu dari awal bertanya saat melihat kegelisahan Suqian, meskipun begitu dia tidak tahu apa yang menyebabkan Suqian seperti itu.
"Tidak ada, aku tidak kenapa-kenapa. Oh iya di mana nyonya besar?".
"Yue meimei? Dia sudah kembali ke kediamannya, sepertinya dia sedang sangat marah karena ucapan jendral ******** itu".
"Cih sial! Jika begini kemungkinan kita akan mendapatkan hukuman besar! Kalau begitu aku ingin menemui nyonya besar dulu, tolong kamu atur semua orang-orang kita agar mereka bisa bekerja dengan tenang".
"Tentu saja senior, senior tenang saja. Lebih baik sekarang senior menemui meimei, dia tadi mengatakan menunggu senior untuk memberitahunya semua informasi mengenai Xi'er apalagi putriku juga sudah merindukan kakaknya itu".
"Tentu, kalau begitu aku pergi dulu".
Di lain tempat tepatnya di kota Lingko, saat ini para pemimpin aliansi hitam tengah berdiskusi karena masalah yang tiba-tiba saja mendatangi mereka.
"Saudara Ding, apakah sudah tidak ada cara lain lagi? Kita sudah kehilangan banyak orang dalam perang ini….!!!".
"Xu Yi aku mengerti maksudmu, tapi kita sudah tidak memiliki pilihan lain lagi. Jika kita masih meneruskan perang ini maka kita akan lenyap, selain itu bukankah kita sudah mendapatkan tiga puluh persen wilayah kekaisaran Han?.
Dengan wilayah sebesar itu kita sudah bisa membentuk kekaisaran kita sendiri, untuk saat ini lebih baik kita mundur terlebih dahulu untuk keamanan kita".
"Tapi saudara Ding, bukankah senior yang kau bawa adalah orang yang sangat kuat……!? Jika dia turun tangan pastinya kita bisa merebut semua wilayah kekaisaran Han!".
"Xu Yi….!!!! Saat ini kita tidak bisa melakukannya….!!!! Jika orang itu saja bisa mendatangkan dua makhluk kuat yang kita tidak tahu kekuatannya seperti apa, maka dia bisa melenyapkan kita semua dengan mudah….!!!
Bukankah kamu juga melihat sendiri bagaimana satu hewan saja bisa membuat orang yang kubawa dikalahkan…...!?
Seharusnya kamu mengerti, kita sudah tidak memiliki harapan untuk meneruskan perang ini untuk saat ini…..!!!
Lebih baik kita mundur dan meningkatkan kekuatan, setidaknya satu atau dua tahun lagi kita bisa kembali menyerang dan mengambil alih lebih banyak lagi wilayah kekaisaran Han….!!!".
"Tapi……".
"Cukup…!!! Sekarang aku akan menarik mundur semua pasukanku….!! Kalau kau masih ingin meneruskan peperangan ini, lakukan saja sendiri…..!!!!".
"Patriark Xu, apa yang dikatakan senior Ding ada benarnya. Kita tidak bisa melanjutkan perang ini sementara pihak musuh memiliki kekuatan yang belum bisa kita ukur, melihat ada satu dari tiga makhluk dengan kekuatan sekuat itu saja baru pertama kali bagiku.
Apalagi saat melihat bagaimana senior yang dibawa senior Ding yang sudah kita rasakan sendiri bagaimana kekuatannya ternyata mampu dikalahkan, kami dari Black Mountain Bat juga akan mundur.
Kami ingin memulihkan kembali kekuatan sekte kami, selama peperangan ini meskipun kita sudah menguasai tiga puluh persen wilayah kekaisaran Han tapi sekte kami sudah kehilangan jauh lebih banyak pasukan dari pada sekte lain terutama dari Black Tiger Sect sendiri".
Patriark Xu Yi hanya bisa menggeram menahan emosi saat satu-persatu dari tiga sekte bintang 10 aliran hitam menyerah dan memilih mundur, dari puluhan Patriark sekte bintang sembilan dan delapan hanya dua puluh orang saja yang bertahan dan itupun adalah bawahan sektenya.
"Senior, bagaimana sekarang…..? Apakah kita juga akan mundur dari perang ini?".
Xu Yi mengambil nafas panjang saat menyadari hanya dia dan para Patriark sekte bawahan Black Tiger Sect saja yang masih bertahan, melihat ada dua puluh orang yang menunggunya mengambil keputusan akhirnya dia memilih untuk melanjutkan peperangan ini.
"Kita tidak bisa berhenti sekarang, meskipun kita sudah mendapatkan tiga puluh persen wilayah kekaisaran ini tapi itu masih kurang jika harus dibagi dengan tiga sekte lainnya.
Kita akan melanjutkan perang ini, jika kita sudah mendapatkan dua puluh persen lagi maka kita akan membentuk kekaisaran kita sendiri dan membuatnya menjadi kekaisaran terkuat di masa depan….!!!!".
Dua puluh orang itu saling melirik, mereka bisa melihat jelas ada sedikit dendam dari nada bicara Patriark Xu Yi.
"Senior Xu Yi, maafkan kami. Kami tidak bisa mengorbankan lebih banyak anggota kami, kami akan mundur dari perang ini".
Sebelas orang Patriark ternyata memilih mundur dari peperangan dan meninggalkan Black Tiger Sect dan sekte lainnya, mereka merasa kerugian yang akan mereka alami akan semakin besar jika mereka melanjutkan peperangan yang sudah pasti akan selesai dengan cepat ini.
"Apa kalian ingin menyinggung Black Tiger Sect….!!!!???".
Sebelas Patriark dan Matriark sekte yang ingin mundur bergetar ketakutan saat melihat tatapan tajam dan dingin dari Patriark Xu Yi, tapi meskipun begitu keputusan mereka sudah bulat untuk mundur dari peperangan yang mereka ikuti ini.
"Senior Xu Yi, maafkan kami. Tapi kami lebih memilih untuk mundur, walaupun senior akan menyerang kami suatu saat nanti itu akan menjadi urusan kita di masa depan.
Kalau begitu kami permisi senior, salam rekan-rekan sekalian".
Sebelas pemimpin sekte segera keluar dan menuju barisan pasukan mereka, mereka tidak tahan berlama-lama di bawah tekanan Patriark Xu Yi dan sembilan pengikut setianya.
"Dasar orang-orang pengecut…!!! Awas saja mereka nanti…..!!! Jika perang ini sudah selesai dan kita mendapatkan lebih banyak wilayah dan sumber daya, kita akan melenyapkan sekte mereka sampai rata dengan tanah…..!!!!".
Patriark Xu Yi semakin marah apalagi sebelas orang itu tidak membuang waktu dan langsung membawa pasukan mereka meninggalkan perkemahan pasukan aliansi hitam, mereka yang tersisa hanya menatap kepergian sebelas sekte itu dengan pandangan dingin dan mencemooh.
Xu Yi memilih untuk meredam kemarahannya dengan memainkan banyak gadis-gadis yang mereka tawan sebelumnya, begitu juga dengan sembilan orang bawahan setianya yang juga memilih untuk bersenang-senang sebelum mereka melanjutkan peperangan yang dimulai oleh Patriark Ding namun ditinggalkan begitu saja.
Di tempat lain tepatnya di kuil utama Light Thunder Temple para biksu terlihat bersemangat saat melihat Mahaguru mereka telah keluar dari kultivasi pintu tertutup yang dia lakukan, aura seorang cultivator Deva Realm menguar jelas dan sangat kuat dari tubuh Mahaguru Wu Yun.
Para biksu tetua agung kuil segera memberikan ucapan selamat saat melihat Mahaguru Wu Yun telah berhasil menembus ranah Deva Realm seperti yang diceritakan oleh Wu Ming dan Wu Ling sebelumnya, dengan tembusnya ranah Deva Realm maka Mahaguru Wu Yun telah menjadi orang pertama yang menembus ranah Deva Realm di Benua Bintang Timur.