
Sudah tiga hari perjalanan mereka tempuh untuk menuju Kekaisaran Wei, selama tiga hari itu juga Suja dan Wu Dao terus menambah pengalaman bertarung mereka dengan melawan para Demonic Beast dari yang sekuat cultivator Forging Qi sampai cultivator Foundation Realm.
Jika menemukan Demonic Beast yang berkekuatan di bawah Nascent Soul maka Suja akan langsung menantangnya, aksinya itu berhasil membuat Wu Dao menggelengkan kepala keheranan.
Baru pertama kalinya dia melihat ada seorang cultivator yang masih berada di tahap Forging Qi menantang Demonic Beast yang jauh lebih kuat darinya, aneh baginya melihat Suja juga mampu memberikan sedikit perlawanan apalagi saat Suja menantang seekor Demonic Beast berjenis Harimau yang memikiki tingkat praktik sekuat Cultivator Core Formation Low-stage meskipun hanya sebentar sebelum digantikan pengawalnya.
Selama perjalanan Wu Dao akan ikut bertempur jika mereka melawan Demonic Beast ataupun Spirit Beast liar yang masih setingkat Forging Qi, tapi jika lawannya berada di Foundation Realm ke atas maka dia hanya akan menonton sekaligus melihat trik-trik bertarung Suja yang memungkinkan untuk dia aplikasikan menggunakan Light Thunder Manual yang digunakannya dan para Light Guardian berlatih.
Di saat mereka menyantap makan siang sebelum keluar hutan Wu Dao akhirnya mengajukan pertanyaan, dia berniat mengeluarkan beberapa pertanyaan yang terus membayanginya selama tiga hari terakhir.
"Penderma Xi, bolehkan aku bertanya?" Suja menoleh saat mendengar perkataan Wu Dao setelah mereka selesai makan.
"Silahkan saudara Wu, apa yang ini kamu tanyakan?".
"Penderma Xi, jika aku boleh tau. Kenapa penderma selalu melawan Demonic dan Spirit Beast yang lebih kuat dari penderma? Bukankah lebih baik mencari pengalaman dengan bertarung bersama lawan yang praktiknya sama dengan kita?" Suja tersenyum mendengarnya.
"Saudara Wu, apakah boleh kupanggil Wu Dao saja?" Wu Dao mengangguk mengijinkan.
"Begini, setiap aku melawan musuh yang lebih kuat dariku karena aku sudah sulit dikalahkan oleh seorang cultivator Forging Qi. Manual yang kugunakan untuk berlatih adalah manual spesial yang tingkatannya setara dengan sembilan surga, manual ini adalah pemberian dari seseorang bernama Heavenseal saat aku dihidupkan kembali di dunia ini".
Wu Dao terperanjat saat mengetahui alasannya.
'Jika memang penderma Xi sudah mampu menumbangkan seorang cultivator Forging Qi, bukankah itu berarti dia adalah yang paling kuat di generasi kami?' Suara batinnya menjadi pendebat pikirannya sendiri.
"Wu Dao, dalam tingkatan kultivasi semua orang menggunakan banyak cara untuk menjadi semakin kuat. Manual yang kugunakan adalah manual tingkat semesta, manual yang pernah digunakan oleh seorang atau mungkin sesosok Heavenly Great Dragon King di masa lalu.
Heavenseal memberikan padaku manual ini untuk menunjang kultivasiku, semua itu sebenarnya sepadan dengan besar dan beratnya beban misi yang akan kujalankan beberapa puluh tahun ke depan".
Wu Dao tampak mengangguk mendengarnya, dia memang sudah melihat dari kilasan ingatan yang dia dapatkan dari pemuda di depannya.
Yang membuatnya cukup terkejut adalah usia dan kekuatan Suja, dia tidak pernah membayangkan akan adanya seorang anak berumur 10 tahun namun memiliki tubuh seperti seorang pemuda 20 tahunan dan memiliki kekuatan yang cukup hebat.
Wu Dao merasa yakin jika mereka bertarung, dia akan kesulitan untuk bertahan bahkan mungkin akan dikalahkan dengan satu atau dua serangan saja setelah melihat kekuatan yang dimiliki oleh Suja.
"Lalu, karena penderma mengetahui akibat dari menerobos alam yang lebih tinggi dari Nascent Soul maka penderma juga mengetahui cara mengobatinya?".
Suja mengangguk pelan, Wu Dao tersenyum lebar saat melihat Suja mengangguk. Tidak pernah dia menyangka akan bertemu dengan seseorang yang memilii pengetahuan luar biasa seperti Suja, selama perjalanannya di luar kuil dia hanya bertemu dengan cultivator-cultivator Forging Qi yang kebanyakan sangat arogan karena berasal dari sekte besar dan menengah apalagi yang memiliki darah bangsawan atau keturunan pedagang kaya.
"Kamu tenang saja saudaraku, aku akan mengobati Guru Besarmu dengan semampuku. Kalaupun aku tidak bisa mengobatinya sampai sembuh, aku akan memberikan obat herbal yang bisa memulihkan sedikit luka dalam yang beliau alami" Wu Dao mengangguk dan berterimakasih.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka, setelah berjalan beberapa waktu mereka akhirnya keluar dan melihat gerbang kota Xudong tidak terlalu jauh lagi di depan mereka.
Suja tampak bersemangat sekali melihat gerbang kota itu, sudah beberapa hari terakhir mereka berada di hutan jadi saat melihat ada kota yang bisa menjadi tempat persinggahan membuatnya merasa senang.
"Senior, kota apa itu?".
"Kota itu adalah kota Xudong tuan muda, kota itu dipimpin oleh seorang anggota keluarga bangsawan Wang. Kota itu juga dikenal sebagai kota perdagangan karena menjadi persinggahan banyak pedagang dari berbagai daerah dan luar Kekaisaran, di sana juga terdapat restaurant milik Blue Scale Sect yaitu Blue Scale Restaurant" salah seorang cultovator Core Formation menjelaskan tentang kota itu.
Setelah sampai di depan gerbang mereka ikut mengantri, banyak orang yang memperhatikan mereka dan beranggapan bahwa rombongannya adalah rombongan dari keluarga bangsawan yang hendak singgah di sana.
"Ajahn!"
"Ah! Ajahn! Silahkan Ajahn dan rombongan memasuki kota lebih dulu!".
Beberapa orang warga yang ada di depan barisan mereka mempersilahkan Wu Dao dan rombongan Suja untuk memotong antrian karena merasa sungkan, bahkan beberapa orang prajurit penjaga gerbang juga ikut meminta mereka melakukan pemeriksaan duluan sebelum memasuki kota.
Mereka memotong antrian dengan ditemani oleh prajurit penjaga, di pos pemeriksaan mereka juga tidak dipersulit karena petugas melihat keberadaan Wu Dao dan memberikan salamnya pada biksu muda tersebut.
Saat memasuki kota, Suja dan Wu Dao tercengang melihat betapa ramainya kota itu. Di setiap sisi jalan mereka dapat melihat beberapa orang cultivator ranah Foundation Realm dan Core Formation Low-stage hingga Peak-stage.
Saat mereka berjalan semakin dalam semakin banyak cultivator yang mereka temui, setidaknya mereka akan bertemu dengan dua sampai lima orang cultivator di setiap persimpangan jalan yang mereka lalui.
Suqian mengarahkan Suja dan rombongannya menuju lokasi Blue Scale Restaurant, Suja mengatakan dia ingin mencoba masakan di restoran yang dikatakan merupakan restoran terbaik di Kekaisaran Han bahkan di Kekaisaran Wei dan Kekaisaran Lin.
"Jadi inikah restoran favorit senior tengkorak" Suja kagum melihat ukiran-ukiran indah dan beberapa giok hijau yang ditempatkan di atas daun pintu masuk restoran itu.
Bangunan Blue Scale Restaurant memiliki lima lantai, pembagian tiap lantai juga berbeda tergantung golongannya.
Lantai satu untuk rakyat biasa, lantai dua untuk mereka pedagang kaya, lantai tiga untuk cultivator Forging Qi dan Foundation Realm, lantai empat untuk cultivator Core Formation dan Nascent Soul, dan lantai lima untuk orang-orang penting seperti Kaisar, Alchemist, dan semua orang yang mampu membayar.
Suja masuk diikuti rombongannya, Wu Dao agak ragu memasuki restoran itu karena merasa restoran itu bukanlah tempat untuk seorang biksu sepertinya.
"Wu Dao, kenapa kamu malah berdiri di sana? Ayo masuk!" Wu Dao menggeleng pelan.
"Penderma Xi, tempat ini terlalu mewah untuk biksi sepertiku. Membayangkan harganya saja aku tak sanggup, apalagi sampai memakan hidangan yang mereka sediakan" Suja menggeleng dan merasa sedikit kesal.
"Wu Dao, kamu tenang saja. Aku yang akan mentraktirmu di sini, jadi kamu tidak perlu merasakan hal seperti itu lagi" Wu Dao agak malu saat mengetahui dirinya akan menikmati makanan mewah di restoran berkelas sedangkan masih banyak sekali biksu yang meminta derma di luar sana.
"Tapi….." Belum selesai dia berkata Suja sudah menarik tangannya dan menyeretnya masuk, mereka menjadi pusat perhatian semua pelanggan lantai satu karena melihat seorang biksu ditarik bagaikan kuda oleh pemuda yang terlihat seumuran dengan sang biksu.
"Wu Dao, aku mentraktirmu untuk mengenalkanmu pada kehidupan duniawi di luar kuil. Anggaplah ini adalah traktiran pertama yang kau terima dariku, bukankah kita sudah saling mengangkat saudara? Jadi jangan menolak! Ayo kita naik ke lantai lima!".
Wu Dao tersentuh mendengar itu, baru kali ini dia merasa mendapatkan saudara angkat dan sahabat yang bisa membuatnya merasa nyaman dan merasa bahagia.
Kehidupan biksu di dalam kuil memang sangat sederhana, mereka hanya mengkonsumsi sayuran karena mereka adalah vegetarian yang diajarkan untuk tidak memakan daging binatang apapun kecuali dalam keadaan terpaksa.
Ajaran Budhisme yang dia anut dan pelajari sejak kecil melarang adanya pembunuhan terhadap binatang kecuali binatang tersebut merupakan binatang iblis dan Spirit Beast yang belum dijinakkan, mereka diajarkan bahwa setiap pembunuhan yang mereka lakukan di dunia jika tidak di dasari dengan niat membantu sesama akan mendapatkan karma di akhirat nanti.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
untuk selanjutnya saya akan update tiap tiga hari sekali, jumlah chapter tergantung berapa yang bisa saya tulis selama tiga hari itu.