
Sebelumnya……….
"Jangan pernah berpikir aku dengan rela begitu saja kalian buang ke neraka….!!!! Aku adalah Xi Suja……!!!! Dan aku tidak pernah mengakui keberadaan dewa manapun kecuali penciptaku…!!!.
Saat ini juga, aku menantang kalian untuk melihat apakah aku mampu atau tidak untuk menjaga dunia itu dan semua isinya dari serangan siapapun dan dari manapun mereka datang menyerang kami…..!!!!!".
"Hahahahhaa…….!!!!!!"...
.
.
.
Setelah suara tawa tanpa wujud itu menghilang, roh Suja kembali tertarik kekuatan lainnya dan lagi-lagi melakukan perjalanan antar ruang dimensi.
Setelah melayang entah kemana, roh Suja tiba di tempat berwarna putih yang berisi lima orang dengan dua perempuan dan tiga laki-laki.
Satu dari kelima orang itu sangat dikenal oleh Suja karena dialah yang ditemuinya saat pertama kali membuka mata setelah meninggal, empat orang lainnya tidak dia kenal namun aura dari keempatnya sangatlah luar biasa membuatnya merasa seperti semut mencoba menginjak harimau.
"Kakek Heavenseal, sudah lama kita tidak bertemu!".
Roh atau jiwa Suja menyapa Heaven Seal yang tengah berdiri dan tampaknya memang menunggu kedatangannya, Heaven Seal tersenyum lembut dan menyapa Suja dengan lambaian tangannya.
"Yaa, tak kusangka di pertemuan kita saat ini kamu malah mati lagi hahahaa…..!!!!!!".
"Yaah, aku sudah tahu kalau aku mati. Tadi ada suara tanpa wujud yang memberitahuku, kek boleh aku bertanya…..?".
"Hmm…..? Silahkan saja".
"Tadi suara itu juga mengatakan kalau semua keluarga dan juga calon istriku akan menjadi penghangat ranjang para iblis, apakah itu memang akan benar-benar terjadi….???".
"Begitu ya, aku tidak tahu. Takdir seseorang sudah tercatat di buku takdir, aku dan juga para Heaven Seal pendahulu maupun yang akan menggantikanku tidak memiliki hak untuk mengetahuinya.
Jika memang dia mengatakan seperti itu maka itu kemungkinan akan terjadi, aku juga mendengar semua yang dia katakan.
Hanya satu hal yang bisa kukatakan padamu nak, siapapun yang mengatakan hal itu saat jiwamu tertarik tadi janganlah menyinggungnya.
Dia, adalah sosok yang sangat kuat. Aku tidak tahu siapa dia, yang jelas karena dia mampu menarik jiwamu maka dia memiliki kekuatan yang jauh di atasku".
"Kek, apakah aku sudah tidak memiliki kesempatan lagi….???".
"Entahlah nak, aku juga tidak tahu. Tapi kemungkinan ada sosok yang sangat kuat yang ingin menemuimu, mungkin dia bisa memberikanmu kesempatan lagi".
"Benarkah….????!!!!".
"Mungkin, kalau begitu mari kita pindah tempat".
"Hemm….??? Memangnya kita akan ke mana kek…???".
Heavenseal menatap Suja kemudian mengoyak kekosongan ruang, sembari menatap lubang hampa yang dia ciptakan Heaven Seal menjawab pertanyaan Suja.
"Ada beberapa orang yang ingin bertemu denganmu, kemungkinan salah satunya adalah orang yang berbicara padamu sebelumnya.
Hanya saja aku peringatkan padamu nak, kamu jangan sekali-kali melakukan sesuatu yang menyinggung mereka jika tidak ingin celaka.
Mereka sangat kuat, bahkan kekuatanku berbeda beberapa ranah dari mereka".
Bisa Suja lihat kalau Heaven Seal sedikit takut dengan 'mereka' yang dia maksud, entah siapa 'mereka' itu tapi jika bisa membuat sosok seperti Heaven Seal ketakutan maka mereka adalah eksistensi yang sangat kuat.
"Baik kek, aku akan berusaha menahan diriku nanti".
Heavenseal tersenyum pelan, setelah itu mereka memasuki lubang kekosongan dan menghilang dari sana.
.
.
.
Maaf sebelumnya karena hanya bisa up sedikit, tugas kuliah membuat kepala sangat pusing.
oh iya untuk selanjutnya mungkin hanya bisa up satu chapter tapi saya usahakan jumlah katanya banyak.
hehehe.