My Journey to Immortality

My Journey to Immortality
Ch 16 - Forging Qi tingkat 1 II.



Kakek Luyi dan Luye bergegas melesat menggunakan ilmu meringankan tubuh mereka ke arah paviliun Harimau Putih tempat bocah kecil bertubuh pemuda 15 tahunan yang mereka kenal, keduanya sudah menemukan dari mana asal kekuatan atau apapun itu yang menyerap paksa qi milik mereka yang menyebabkan qi yang mereka miliki hampir kosong jika saja mereka tidak menggunakan ilmu pertahanan terbaik yang mereka miliki agar qi milik mereka tidak terserap paksa sampai habis.


Sesampainya mereka di sana mereka terkejut melihat ada puluhan orang yang berada di sana bahkan Kaisar dan Permaisuri juga berada di sana, saat mereka akan memberikan hormat pada Kaisar dan Permaisuri, Ibu Suri sampai di sana dengan raut wajah panik yang berganti bingung saat melihat banyaknya orang di depan kediaman yang ditempati keponakan tampannya bahkan dia juga melihat adik iparnya tengah ditenangkan oleh putranya serta menantunya Kaisar Xiao Chen dan Permaisuri Li Ning.


"""""Hormat pada Yang Mulia Ibu Suri! Semoga Ibu Suri selalu diberkahi kebahagiaan dan umur panjang sampai seribu tahun!" Tang Yue, Tang Nie, Kaisar Xiao Chen, dan Permaisuri Li Ning mendongak saat mendengar kedatangan Ibu Suri.


"Hiks hiks hiks, Jiejie huhuhuhuu!!!!!".


Ibu Suri bingung saat melihat adik iparnya menangis dan memeluknya, saat dia menatap putra dan menantunya dia malah melihat mereka mengalihkan pandangan pada seorang perempuan yang tampak seperti gadis berusia belasan tahun yang ada di sana yang tengah menunduk sembari memilin-milin gaun yang dipakainya.


"Yue'er, kamu kenapa hmm?".


"Hiks, Jiejie. Xi'er sudah dewasa, Xi'er sudah dewasa Jiejie! Hiks hiks hiks, putraku sudah dewasa huhuhuhuuuu!!!".


Ibu Suri semakin bingung dan tidak mengerti, saat menatap putranya sekali lagi dia tetap melihat mereka menatap perempuan yang dilihatnya tadi. Merasa gadis yang ditatap oleh putra dan menantunya memiliki jawaban yang dia butuhkan, Ibu Suri melangkah mendekati Cing Cia setelah Tang Yue dipeluk kakaknya Tang Nie.


"Saudari, siapa namamu?" Cing Cia tersentak saat melihat Ibu Suri berdiri di hadapannya membuatnya kembali gugup sedangkan dua temannya menahan tawa dengan wajah yang memerah.


"I..iii...itu Yang Mulia, nama saya Cing Cia Yang Mulia" Ibu Suri heran melihat kegugupan perempuan di depannya itu.


"Kalau begitu saudari Cing Cia, apakah saudari bisa memberitahuku apa yang terjadi di sini?".


"Yang Mulia, tuan muda Suja tengah melakukan meditasi untuk menyerap qi yang ada di sini untuk memasuki Forging Qi tingkat 1 dan tuan mudalah penyebab semua orang yang ada di sini berkumpul karena qi yang dimiliki semua orang tertarik paksa dari tubuh mereka dan senior Suqian yang tengah menjaga tuan muda mengatakan semua qi yang terserap itu memasuki tubuh tuan muda sejak tengah malam tadi".


"Hmmm, itu menjelaskan kenapa energi qi yang biasanya cukup padat di istana sekarang malah tipis dan di sini malah tidak ada. Kuharap Xi'er bisa segera menyelesaikan meditasinya agar kita bisa segera melaksanakan pesta setelah dia secara resmi telah menjadi cultivator nanti, lalu apa yang terjadi dengan Yue'er? Kenapa dia menangis?".


Cing Cia terlalu gugup karena di hadapannya ada Ibu Suri yang sedang bertanya padanya, Cing Cia tidak sadar ada banyak pasang mata yang tengah menatapnya dan juga tidak menyadari ada tetesan darah keluar dari hidungnya saat rona wajahnya memerah karena malu.


"Yang Mulia, nyonya Yue terkejut saat mendengar tuan muda tadi malam meminta saya melayaninya di ranjang. Tapi saya melakukannya atas permintaan tuan muda Yang Mulia! Kemarin tuan muda sendiri yang meminta saya untuk melayaninya di ranjang milik tuan muda, kalau Yang Mulia tidak percaya Yang Mulia bisa bertanya pada dua orang senior di belakang saya".


Ibu Suri terperanjat mendengar jawaban yang tidak pernah dia sangka akan di dengarnya, merasa tidak yakin dia melihat dua orang mantan cultivator aliran hitam yang saat ini telah menjadi bawahan keponakannya.


Ibu Suri merasakan kepalanya sakit dan memuntahkan seteguk darah saat melihat kedua cultivator itu menganggukkan kepalanya, dilihatnya lagi adik iparnya yang masih sesenggukan sembari mengucapkan kata-kata yang masih sama yaitu 'Xi'er sudah dewasa, putraku sudah dewasa'.


Di tempat lain, Suja masih berusaha tetap tenang meskipun dia masih tidak mengerti apa yang terjadi padanya.


Meskipun dia masih berusaha berkonsentrasi, tapi pikirannya dipenuhi beberapa pertanyaan.


Apa yang terjadi padanya saat menyerap qi tadi malam? Apa yang menyerap semua qi itu?.


Lalu kenapa sekarang dantiannya masih saja menyerap qi dengan rakus padahal dia merasakan dantian miliknya sebentar lagi akan penuh dan dia bisa secara resmi memasuki dunia cultivator secara resmi?.


Apakah ada yang salah dengan caranya melakukan praktik?.


Ataukah manual yang dia gunakan tidak cocok dengannya?.


Tidak tidak tidak, semua cara yang dia lakukan sudah sesuai dengan tuntunan yang dia baca dari Gad Manual dan manual yang dia gunakan adalah pemberian dari Heavenseal. Heavenseal tidak akan memberikannya sesuatu yang tidak berguna apalagi dia mengemban tugas yang cukup berat dan berlangsung selama hidupnya, dia merasa harus menunggu hingga dia selesai melakukan praktik untuk menemukan atau mencari tahu apa yang tengah terjadi padanya.


Suqian sejak semalam selalu duduk di pinggir kolam untuk menjaga keamanan dan keselamatan tuan mudanya, selama menunggu dia selalu memperhatikan bagaimana sang tuan muda melakukan meditasi untuk memasuki Forging Qi tingkat 1.


Sebagai seorang jagoan Nascent Soul Early-stage yang tinggal sedikit lagi akan mencapai tingkat Peak-stage membuatnya tidak membutuhkan kebutuhan yang dinamakan sebagai tidur, makan, minum, ataupun buang air karena sejak seorang cultivator memasuki ranah Core Formation First-stage maka kebutuhan duniawi seperti itu sudah tidak terlalu dibutuhkan karena mereka akan dapat menggunakan energi qi untuk membuat mereka bisa bertahan walaupun tidak makan dan minum dalam waktu yang lama.


Sudah sembilan jam dia menjaga Suja, qi miliknya sudah hampir habis karena digunakan untuk membuat pelindung yang digunakannya untuk melindungi Suja dan sebagian besar qi miliknya dikeluarkan secara paksa dan diserap oleh tubuh sang tuan muda.


Jika saja dia tidak menggunakan teknik pertahanan dan kekuatannya tidak kuat, mungkin qi miliknya akan terkuras habis dan membutuhkan waktu setidaknya beberapa waktu untuk memulihkan semua qi miliknya meskipun dibantu dengan sumber daya yang dimiliki olehnya dan ditambah pemberian dari Lue sebagai pengurus dan pemimpin tertinggi Asosiasi saat ini.


Suqian juga sudah mengetahui semua keributan yang terjadi di depan kediaman Suja, berbekal Divine Sense yang dia miliki dia mengetahui semua yang terjadi di luar bahkan dia hampir muntah darah saat melihat bagaimana Cing Cia gugup karena ditanyai oleh Ibu Suri dan nyonya Yue yang merupakan ibunda dari tuan muda yang sedang dia jaga menangis sesenggukan sembari menggumamkan kata-kata yang sama.


"Haiih tuan muda, sepertinya setelah ini tuan muda harus memberikan mereka penjelasan yang memuaskan" gumamnya sembari menggelengkan kepala dan kembali memikirkan rencana agar cucunya bisa mendapatkan benih tuan mudanya.


Saat matahari sudah setinggi tongkat dan berada tepat di atas kepala, sesuatu yang mengejutkan terjadi.


DUUUAAARRR…..!!!!!


BOOOOM…...BOOOOM……!!!!


Tiga kali suara ledakan yang sangat keras terdengar memekakkan telinga dan suara itu terdengar sampai keluar Istana membuat rakyat yang lewat di depan gerbang Istana terkejut, suara ledakan itu juga membuat semua orang yang berkumpul di depan kediaman Suja terkejut dan langsung menatap asal suara yang berada di belakang kediaman tempat mereka berkumpul saat ini.


Suqian tersentak dan meloncat mundur saat energi panas akibat ledakan yang berasal dari dalam tubuh Suja menerpanya, ekspresinya terlihat senang saat mengetahui tuan muda yang sedang dia jaga telah berhasil menembus Forging Qi tingkat 1.


Selama beberapa saat setelahnya Suja masih dalam posisi meditasi karena dantiannya masih menyerap qi meskipun sudah berhasil menerobos ke tingkat satu, saat dantiannya sudah terisi hingga setengahnya akhirnya dantian miliknya berhenti menyerap qi.


Suja membuka matanya dan mengerjap lalu menatap sekelilingnya, dilihatnya Suqian yang tengah tersenyum senang menatapnya dan hari yang sudah sangat terik karena matahari tepat berada di atas kepalanya.


Kondisi tubuhnya sendiri sedikit kumal karena qi yang terserap ke dantian dan yang sebelumnya terserap sesuatu yang misterius itu membuat pakaian yang dikenakannya hampir tak terbentuk, selain itu gumpalan-gumpalan hitam yang terasa lengket dan berbau menyengat keluar dari setiap pori-pori tubuhnya membuatnya terlihat seperti terkena kotoran burung.


"Senior, apakah ada hal yang terjadi selama aku melakukan meditasi?" Suqian mengangguk pelan.


"Sejak pagi hari banyak orang berdiri di depan kediaman tuan muda, mereka berkumpul di sana karena qi milik mereka yang terserap tubuh tuan muda. Selain itu, Kaisar, Permaisuri, Ibu Suri, dan ibunda tuan muda juga berada di depan menunggu tuan muda selesai menembus ke Forging Qi tingkat 1".


"Huh baiklah, kalau begitu mari kita masuk senior. Aku mau membersihkan diri dulu, senior silahkan istirahat dulu" Suqian hanya mengangguk pelan.


Merasa harus memberikan penjelasan dan meminta maaf karena telah menyerap qi milik mereka secara paksa meskipun dia tidak melakukannya karena kemauannya, Suja bangkit dan keluar dari kolam dan memasuki kediamannya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan menikmati makanannya.


.


.


.


.


.


.


.


.