My Journey to Immortality

My Journey to Immortality
Ch 59 - Lelang II



"Baiklah para hadirin sekalian, untuk memulai lelang ini kami akan mengeluarkan barang pertama yang merupakan pil pemulih Qi tingkat Mid-grade Low-tier hasil sulingan Alchemist kami. Harga untuk barang pertama dimulai dengan 1000 Spirit Stone!".


"1200!".


"1250!".


"1500!".


"1600!".


Acara lelang terus berlanjut dengan banyaknya barang yang dilelang kebanyakan didapatkan oleh mereka yang berada di kursi biasa, para penghuni ruangan VIP masih belum mulai menawar karena memang masih belum ada barang yang mampu menarik perhatian mereka.


"Untuk barang ke -50 adalah sebuah tanaman yaitu magic plant berupa rumput laut salju berusia 500 tahun, sumber daya ini sangat susah untuk kami dapatkan jadi harga akan dimulai dari 500.000 Spirit Stone tingkat rendah!".


Suja sedikit tertarik jadi dia ikut menawar.


"550.000!".


"570.000!"


"575.000!".


"585.000!"


"600.000!"


Harga penawaran terus naik hingga mencapai satu juta spirit stone, saat harga sudah mencapai satu juta seratus ribu Suja memenangkan magic plant itu karena para pesaingnya tidak ada yang menawar lagi setelah dia menaikkan harga.


"Kenapa kamu membeli tanaman sihir tingkat rendah seperti itu? Bukannya kamu bilang punya banyak stok?" Liuyun heran dengan apa yang dilakukan Suja, dia tidak mengerti kenapa Suja membeli sebuah tanaman sihir yang mana kualitasnya sangatlah rendah karena termasuk tanaman yang tidak terlalu berguna bagi cultivator.


"Ini untuk membuat pil, aku ingin mencoba membuat pil dengan resepku sendiri. Dan juga bukannya rumput laut salju ini memiliki banyak khasiat?".


"Ha? Kalau untuk membuat pil pembeku darah sih iya, tapi rumput ini tidak memiliki kegunaan lainnya meskipun usianya tua sekalipun".


"Hah?".


'Bukannya rumput ini bisa digunakan untuk mengobati racun dingin ya? Apa memang di dunia ini belum ada obat untuk racun dingin?'.


Suja tidak bisa menahan diri dan terkikik geli, dia tidak menduga bahwa rumput yang memiliki banyak khasiat itu bisa dianggap rumput yang tidak terlalu berguna kecuali untuk menyuling pil pembeku darah, rumput laut salju sebenarnya  dapat digunakan untuk membuat obat dari racun dingin dan selain itu rumput laut salju bermanfaat untuk menekan aura dingin dari energi Yin yang sangat dingin.


"Sumber daya berharga seperti ini dianggap tidak berguna, apa gelarmu sebagai Pill Grandmaster itu cuma gelar belian?".


"Apa maksudmu!?".


"Tidak ada tidak ada!!!!".


Liuyun tidak lagi memperhatikan Suja dan kembali melihat barang apa saja yang dilelang, selama lelang berlangsung dia tidak menemukan barang yang menarik untuknya jadi dia hanya bisa menguap kebosanan.


"Baiklah para hadiri sekalian, kita memasuki akhir acara dan pada saat ini kami akan melelang sepuluh barang yang begitu berharga. Keluarkan barang pertama!".


Seorang perempuan mendorong sebuah meja yang diatasnya terdapat sebuah pedang berwarna hitam yang begitu mengkilap, semua peserta lelang menatap pedang itu dengan penuh minat.


"Pedang ini adalah pedang Earth-grade Mid-tier, nama pedang ini sendiri adalah Pedang Seribu Bayangan dan merupakan pusaka dari sebuah sekte menengah yang terpaksa dilelang di tempat ini. 


Harga untuk pedang ini adalah 200 ribu Spirit Stone, setiap kenaikan penawaran minimal 50 ribu Spirit Stone!".


"200.000!"


"250.000!"


"350.000!"


"400.000!".


"Satu juta!".


Suasana seketika hening saat Liuyun menawar barang itu seharga satu juta, ini adalah pertama kalinya dia menawar setelah melihat pedang itu.


Para peserta di kursi biasa dan VIP yang sebelumnya menawar juga sampai terdiam, harga baru mencapai 400 ribu tapi perempuan yang berada di ruang VIP 1 itu langsung menaikkan harga menjadi satu juta dengan mudahnya.


"Maaf senior, junior ini tidak mengenal senior tapi junior ini mohon agar senior berkenan membiarkan junior ini memiliki pedang itu!".


Liuyun menoleh ke arah suara yang berasal dari ruang VIP 3, dia mengernyit pelan sebelum menjawab.


"Maaf tapi aku tidak akan mundur, siapapun kamu silahkan menawar dengan harga yang lebih baik!".


"Satu juta dua ratus!".


Oke perkelahian mereka membuat Suja sedikit kesal, sementara orang yang ada di ruang VIP 3 juga tidak kalah kesalnya.


"Satu juta lima ratus!".


Saat Liuyun akan menawar lagi Suja menahannya membuatnya kesal, tapi seperti yang kita ketahui perempuan itu lemah akan sesuatu yang terlihat manis jadi Suja memberikannya beberapa makanan manis membuat Liuyun teralihkan fokusnya.


"Satu juta lima ratus, ada yang menawar lagi? Satu, dua, tiga!".


TOK TOK TOK!!!


"Pedang Seribu Bayangan jatuh pada senior Pedang Nyawa dari sekte Pedang Tunggal, silahkan melakukan pembayaran saat lelang selesai!".


Lelang terus berlanjut sampai akhirnya mereka telah sampai di penghujung acara di mana barang yang dilelang oleh Suja dikeluarkan, ketua Baiyi secara pribadi mengeluarkan sebuah botol giok besar yang merupakan Air Kehidupan yang dilelang oleh Suja.


Para peserta lelang cukup penasaran dengan isi botol giok yang mereka lihat, mereka juga penasaran seberapa berharganya isi botol giok itu sampai-sampai ketua Baiyi sendiri yang turun tangan untuk mengeluarkan barang itu.


"Baiklah para hadirin sekalian, ini adalah barang utama keempat yang akan dilelang hari ini.


Selain memperpanjang umur Air Kehidupan ini juga bisa menghilangkan racun dalam tubuh seseorang meskipun dia adalah cultivator Nascent Soul Late-stage sekalipun dengan banyaknya racun yang dibuang setidaknya mencapai 20 persen, jika yang meminum Air ini adalah manusia biasa bisa melenyapkan racun dalam tubuhnya seluruhnya selama racun itu tidak berada di atas racun tingkat lima".


"Apa!?"


"Apakah senior Baiyi tidak berbohong!?"


"Senior! Jika begitu apakah Air itu sebenarnya adalah Air Surgawi!? Aku pernah mencobanya dan khasiatnya lebih besar dari yang senior katakan!".


Keriuhan besar terdengar cukup lama karena banyaknya cultivator maupun manusia biasa yang menghadiri lelang itu meragukan perkataan ketua Baiyi tapi ada juga yang percaya seperti orang yang berkata pernah mencoba Air Surgawi itu, keriuhan lain juga terdengar dari mereka yang ada di ruang VIP.


"Ketua Baiyi, apakah perkataanmu bisa dipercaya?" Pertanyaan dari salah satu ruang VIP terdengar membuat keriuhan menjadi hening.


"Tentu saja senior, saya sendiri yang telah mencobanya menjadi jaminannya. Selain itu masih ada satu khasiat lagi yang jauh lebih besar dari yang saya katakan tadi, setidaknya khasiatnya ini akan membuat Air ini menjadi diperebutkan dan dicari keberadaannya".


"Apa itu saudara Baiyi?".


"Sebelumnya, apakah ada diantara para hadirin yang mengetahui atau setidaknya pernah mendengar tentang kekuatan jiwa?".


Beberapa orang di kursi biasa mengangkat tangan mereka, mereka yang berada di ruang VIP juga terlihat mengangkat tangan.


"Saudara Baiyi, bukankah kekuatan jiwa adalah kekuatan yang hanya berada dalam mitos? Selama ini tidak ada seorangpun yang diketahui memiliki kekuatan jiwa, apakah kekuatan itu memang benar-benar ada?" Pertanyaan dari ruang VIP lima membuat Suja menoleh sesaat.


"Benar senior Tombak Api, kekuatan jiwa adalah kekuatan yang memang ada dan bukan hanya sebuah mitos karena saya sendiri juga semua orang memilikinya meskipun tidak ada yang menyadarinya.


Kekuatan jiwa sendiri adalah suatu kekuatan yang sangat kuat, dengan kekuatan jiwa seorang cultivator yang terkena racun tingkat 10 sekalipun bisa selamat dan menghilangkan racun itu selama memiliki tingkat kekuatan jiwa yang tinggi".


Jawaban ketua Baiyi membuat suasana kembali riuh, banyak hadirin yang mempertanyakan bagaimana cara mengetahui kekuatan jiwa dan meningkatkannya.


"Jadi apakah kamu tahu cara mengetahui kekuatan jiwa dan meningkatkannya saudara Baiyi?".


"Senior Pedang Nyawa, untuk mengetahui kekuatan jiwa sendiri sangat mudah. Kita hanya perlu menyelami meridian sampai Spirit Root, jika kita melihat sebuah benang berwarna putih keemasan berada di antara meridian dan Spirit Root maka itu adalah benang kekuatan jiwa.


Semakin tebal benang itu maka semakin tebal juga kekuatan jiwa yang kita miliki, namun sayangnya kekuatan jiwa untuk saat ini hanya bisa ditingkatkan melalui kultivasi biasa dan prosesnya juga sangatlah lama.


Jika ingin meningkatkan kekuatan jiwa maka setidaknya seseorang harus memiliki manual khusus untuk membudidayakan kekuatan jiwa itu sendiri, sayangnya manual-manual yang khusus untuk meningkatkan kekuatan jiwa sudah hilang akibat perang besar beberapa ribu tahun lalu antara tiga aliran setelah perang besar 10.000 tahun yang lalu".


"Lalu apa hubungannya dengan Air Kehidupan itu?".


"Senior dan hadirin sekalian, Air Kehidupan ini khasiat utamanya adalah untuk meningkatkan kekuatan jiwa. Jika senior dan hadirin sekalian membandingkannya dengan Air Surgawi yang dirumorkan itu, maka Air Kehidupan ini berada di tingkat yang lebih rendah dari Air Surgawi namun khasiatnya tidak kalah dengan Air Surgawi.


Jika seorang cultivator meminum Air Kehidupan ini maka kekuatan jiwanya akan meningkat dua sampai empat tingkatan, semakin banyak yang diminum maka semakin tinggi juga tingkatan kekuatan jiwanya bertambah".


"Lalu apakah ada resikonya? Bukankah mengkonsumsi satu jenis sumber daya secara terus menerus akan menimbulkan resiko yang besar?" Pertanyaan itu membuat  para hadirin menatap ketua Baiyi.


"Air Kehidupan adalah air yang istimewa, sebanyak apapun kita meminumnya tidak akan menimbulkan resiko baik besar maupun kecil.


Saya sendiri sudah meminum setidaknya sepuluh cangkir Air Kehidupan dan tidak mendapatkan sebuah masalah sedikitpun, kekuatan jiwa saya setidaknya telah meningkat sebanyak lima belas tingkat dan saat ini berada di tingkat 259".


"Ini harta karun! Berapa harganya?" Pedang Nyawa langsung menanyakan harga saat mendengar khasiatnya.


"Para hadirin sekalian, karena besarnya khasiat dan tidak adanya resiko serta karena kami hanya memiliki sembilan cangkir Air Kehidupan maka harga awalnya adalah 10 Spirit Stone High-grade dengan".


Para hadirin banyak yang terdiam dan tersedak nafas mereka sendiri saat mendengar harga yang diberikan untuk penawaran awal, tapi jika mereka mengingat khasiatnya maka membuang Spirit Stone High-grade mungkin tidak akan mampu menyaingi khasiatnya sendiri.


Banyak para hadirin yang mulai menawar, kebanyakan mereka adalah yang sudah menemukan benang kekuatan jiwa mereka saat mereka mengeceknya.


"13!"


"14!"


"15!"


"17!"


"25!"


"28!"


"40!"


"42!"


"50!"


Penawaran terus meningkat dengan yang paling banyak menawar adalah mereka para penghuni ruang VIP, dari kursi biasa sendiri ada sepuluh orang yang juga ikut menawar dan bersaing dengan para penghuni ruang VIP.


.


.


.


.


.


.


.


.