My Journey to Immortality

My Journey to Immortality
Ch 77 - Pertarungan Para Clone Suja II.



Sebelumnya.


"Dengarkan kalian semua…..!!!! Di bawah sana adalah musuhku yang telah menyerang rumahku…..!!!! Kalian lapar bukan….!?.


Di bawah sana ada banyak sekali daging segar yang telah menunggu untuk kalian santap, sekarang mangsa mereka semuanya!.


Lakukan apapun yang kalian inginkan, entah mau kalian permainkan, kalian makan hidup-hidup, atau kalian jadikan rempeyek sekalipun bebas kalian lakukan…!!!!.


Ingat..!!! Jangan sampai mereka tersisa satupun kecuali para tawanan yang mereka permainkan, aku sudah mengirimkan semua ciri-ciri tawanan mereka pada kalian.


Biarkan para tawanan bebas dan jangan ganggu mereka, sekarang lakukan perintahku…!!!".


Semua hewan itu mengangguk patuh kemudian mendarat ke tanah dan mulai menyerang semua pasukan aliansi hitam, mereka yang diserang para hewan-hewan itu menjerit ketakutan.


"Tidaaaaaaakkkk…….!!!! Lepaskan! Lepaskan aku!".


"Ibuuu tolong akuu…!!! Lepaskan aku! Aku tidak mau mati…!!"


"Maafkan aku! Tolong maafkan aku! Aku tidak akan mengulanginya lagi senior tolong maafkan aku!".


"Anjing kamu ********! Tunggulah pembalasan dari pemimpin kami! Arrrgggggghhhhhh…….!!!!!".


"Selamatkan aku! Tolooooong aku tidak mau mati! Tolong selamatkan aku….!!! Aku mohon senior aku tidak mau mati, tolong selamatkan aku….!!!!!".


Semua hewan-hewan buas itu menyerang semua cultivator-cultivator Forging Qi dan Core Formation pihak musuh dengan sangat ganas, mereka semua mampu melakukannya karena musuh yang dilawan hanyalah cultivator Forging Qi dan Core Formation.


Ah ralat, ternyata mereka mempunyai jagoan Nascent Soul yaitu orang yang berada di bekas kediaman pemimpin kota sebelumnya.


Saat ini clone Suja tengah menyebarkan aura jiwa miliknya untuk menelisik di mana keberadaan jagoan Nascent Soul dari pihak musuh, sementara itu orang yang dicari malah asik-asik saja menikmati tubuh para perempuan muda dan anak kecil yang dia tawan.


Clone Suja terbang mendekati rumah pemimpin kota dengan cepat, saat dia sampai di atas atap kediaman clone Suja melompat turun serta pedangnya yang dalam posisi menusuk dari atas.


DUUUAAAAKKKK……!!!!!!.


KYYYYYAAAAAAA……..!!!!!!!.


Semua perempuan yang tengah dipermainkan oleh jagoan Nascent Soul itu menjerit ketakutan apalagi saat melihat sosok clone Suja yang menatap mereka tajam, para perempuan muda dan anak-anak yang sebelumnya telah mengalami penyiksaan seksual itu dengan tergesa-gesa keluar dari ruangan itu tanpa mempedulikan tubuh telanjang mereka yang benar-benar sangat menggoda sekali.


"Golok Neraka, seorang Rogue Cultivator aliran hitam yang memiliki tubuh khusus Yang.


Caramu meningkatkan kultivasi benar-benar luar biasa sekali, bahkan anak kecil berusia sepuluh tahunpun tidak kau lepaskan!".


Nada dingin itu membuat jagoan itu sedikit tertekan sampai terduduk, dia tidak tau siapa sosok pemuda yang saat ini berada di hadapannya itu.


"Hebat sekali kau anak muda, kau bisa mengetahui identitasku dan juga tubuh khusus milikku.


Lalu kenapa kalau aku meningkatkan kultivasiku dengan mengambil kesucian mereka?


Anak-anak juga tidak kulepaskan kau bilang? Buat apa aku melepaskan mereka sedangkan aku bisa menikmati tubuh perawan mereka dan meningkatkan kekuatanku, apa itu mengganggumu?".


Clone Suja tersenyum sinis kemudian menekan golok neraka dengan kekuatan jiwa miliknya, kekuatan jiwa yang dimiliki clone itu setidaknya berjumlah 800 benang jiwa dan itu sangat tinggi sekali karena kekuatan jiwa tubuh utamanya berjumlah seribu benang jiwa.


"Ke-kekuatan jiwa!? Siapa kau ini anak muda? Bagaimana bisa kamu mengendalikan kekuatan jiwamu, padahal aku saja tidak bisa dengan mudah melakukannya" golok neraka tidak bisa menahan rasa penasarannya, kekuatan jiwa memang dianggap sebagai mitos tapi banyak orang aliran hitam yang bisa menguasainya secara penuh saat berada di ranah Nascent Soul meskipun hanya beberapa orang saja.


"Mengendalikan kekuatan jiwa kau bilang? Tentu saja aku mampu melakukannya, karena aku memiliki ribuan manual khusus untuk meningkatkan kekuatan jiwaku".


"Ri-ribuan manual jiwa!? Hahahaa……!!!!! Kalau begitu terima kasih karena datang menyerahkan nyawamu bocah, karena aku akan melenyapkanmu dan mengambil semua hartamu hahaha…..!!!!!".


Golok neraka menggunakan kekuatan jiwanya untuk membebaskan diri dan saat dia bebas golok neraka mengeluarkan sebilah golok yang sangat besar seperti kapak kemudian melesat terbang menyerang clone Suja, Suja dengan mudah menghindari setiap serangan sabetan dan bacokan golok neraka karena mereka sedang terbang.


"Apa kau hanya bisa menghindar saja bocah? Kalau begitu terima ini!


Golok hitam : iblis neraka!".


Sosok manusia berwarna hitam dengan tanduk merah di kepalanya keluar dari golok yang dipegang golok neraka, clone Suja yang melihatnya sampai bergidik melihat rupa iblis itu yang sangat menjijikkan sekali.


"Kenapa kau memanggilku Qiul? Bukankah sudah kukatakan agar jangan menggangguku jika kau belum bisa memberikanku 100 gadis yang masih suci!" Iblis itu terlihat marah, namun Suja yang sudah tersadar dari rasa jijiknya menyiapkan sebuah serangan elemen cahaya.


"Maaf senior, tapi saat ini aku menghadapi musuh yang sangat kuat. Mohon bantuan senior untuk melenyapkannya, dan juga dia memiliki banyak manual jiwa yang bisa senior miliki" golok neraka membalas perkataan iblis itu dengan kepala tertunduk dan kaki gemetar, dari tempatnya clone Suja bisa melihat tingkat kultivasi iblis itu sudah mencapai ranah Deva General Realm Late-stage.


"Eeeeehh, iblis ini kuat juga ya. Tak kusangka kau memiliki peliharaan seperti ini golok neraka, yah meskipun ku akui aku memang tidak bisa mengalahkannya hahahaaa……!!!!".


Golok neraka dan iblis yang dia panggil menatap clone Suja tajam, saat clone Suja tidak memperhatikan mereka iblis itu melesatkan sebuah bila energi elemen kegelapan dan golok neraka yang melesat mencoba menyabetkan goloknya.


SYYYAAAATTTTT……..!!!!!


UUHUUUUUKKK…….!!!!!!


DUUUUAAAAARRRRRRRR………..!!!!!!!


Clone Suja terlempar jauh dengan darah segar yang sangat banyak menetes dari lengan kanannya yang putus akibat bacokan golok neraka, selain kehilangan lengan kanan dia juga mengalami luka dalam yang sangat serius karena bola gelap yang ditembakkan iblis itu memasuki tubuhnya.


Clone Suja segera memusatkan kekuatan jiwanya untuk mengarahkan energi kegelapan itu memasuki Spirit Root elemen kegelapan miliknya yang sudah terkuras habis karena mengalirkan banyak Qi ke bonek hewannya, energi kegelapan yang menyerangnya terlalu besar sehingga tidak sanggup untuk diserap maksimal oleh Spirit Rootnya dan energi itu juga merusak jantung dan Dantian miliknya.


KRAK……!!!!!


DUUUAAAARRRRRR……..!!!!!.


Dantian clone Suja retak dan hancur berkeping-keping karena energi kegelapan yang terlalu besar, bersamaan dengan hancurnya Dantiannya clone Suja juga ikut meledak menyisakan percikan darah potongan-potongan tubuh yang berjatuhan dari udara.


Di daratan para hewan-hewan buas yang clone Suja hidupkan perlahan-lahan melemah kemudian berubah kembali menjadi boneka hewan, para pasukan aliansi hitam yang sebelumnya ketakutan karena akan dimakan bernafas lega sekaligus sedih karena jumlah yang masih selamat tidak lebih dari 100 orang saja dari ribuan orang yang sebelumnya mengisi kota itu.


"Awas saja kau ********! Kau telah membunuh banyak sekali saudara-saudaraku! Akan kulenyapkan semua orang aliran putih dan netral sebagai balas dendam!" Salah seorang jagoan Core Formation musuh menggertakkan giginya sembari bersumpah, dia menatap mayat para pasukannya yang tidak utuh bahkan ada yang hanya tinggal ususnya saja.


Di sisi lain golok neraka dan iblis penghuni goloknya menatap percikan darah dan potongan tubuh milik clone Suja  yang berserakan di tanah, saat melihat itu golok neraka merasa hatinya sangat sakit karena dia sangat berharap bisa mengambil semua harta milik clone Suja tapi clone Suja malah diledakkan oleh iblis penghuni golok miliknya.


"Senior, kenapa senior meledakkannya? Tadinya aku ingin mengambil semua hartanya sebelum meminta senior melenyapkannya, tapi sekarang kita sudah kehilangan banyak harta berharga senior" golok neraka mengatakan isi hatinya, tapi iblis yang dia panggil malah menatapnya dengan tatapan merendahkan.


"Kau bilang ingin mengambil hartanya? Hahahaa….!!! Sampai kau mati pun kau tidak akan menemukan satupun harta di tubuhnya, itu karena dia hanyalah tubuh buatan dari tubuh utamanya. Seorang clone seperti dia tidak memiliki harta apapun selain senjata, itupun hanya senjata rendahan. Jika kau ingin mengambil harta dari ******** ini, pergilah ke Kekaisaran Han karena di sanalah tubuh utamanya berada!".


Golok neraka berkeringat dingin, dia tidak menyangka sosok pemuda yang menyerang kota tempatnya singgah hanyalah sesosok clone atau pecahan dari tubuh yang asli, iblis yang dia panggil pun menatapnya dengan tatapan remeh sebelum memasuki kembali golok yang masih dipegang oleh golok neraka.


"UHUK UHUK UHUK…..!!!".


Tiga teguk darah dimuntahkan oleh tubuh utama Suja yang saat ini tengah berkeliling di sekitar kota Lingko untuk mencari cara menyusup, karena suaranya yang cukup besar membuat beberapa Divine Sense yang tengah mengawasi keadaan menemukannya.


TENG TENG TENG TENG TENG TENG……..!!!!!!


Lonceng tanda bahaya segera dibunyikan membuat pasukan aliran hitam yang berjumlah ratusan ribu orang yang tengah berkemah di sana bersiaga, sebelas jagoan Core Formation terlihat terbang dengan cepat menuju ke tempat dimana Suja berada saat ini.


"Itu dia….!!!! Cepat tangkap..!!!" Melihat dirinya telah ditemukan membuat Suja dengan cepat mengambil pistol dari ruang dimensinya dan……..


DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR……..!!!!!!!


Peluru melesat dari dua pistol yang ditembakkan membuat sebelas orang itu jatuh dari udara karena tewas setelah dua peluru menembus dahi masing-masing orang, Suja merasa kesal karena rencananya untuk menyusup ke dalam kota Lingko telah gagal.


"Sial..!! Lebih baik sekarang aku mundur dulu, tidak baik masuk ke dalam kandang macan yang jumlahnya luar biasa" Suja hendak berbalik dan pergi dari sana namun…..


DEG……!!!!!


Sebuah tekanan luar biasa menekan tubuhnya membuatnya kesusahan menggerakkan tubuhnya, Suja dengan susah payah menatap ke depan dan melihat di kejauhan sana ada seseorang dengan dua tanduk merah dan mata merah menyala tengah menatapnya dengan senyuman lebar.


Suja bergetar ketakutan melihat sosok itu, dia akhirnya telah melihat rupa dari ras yang dikatakan oleh Cruelest Immortal dan Heavenseal dulu.


"D-demon, jadi sekarang mereka telah mampu mengirim sosok kuat dari ras mereka".


Suja tidak bisa menutupi rasa takutnya, badan bergetar dengan keringat dingin mengalir, dan juga wajah yang memutih pucat karena darah yang tidak mengalir di area wajahnya.


Rasa takut yang dialami Suja semakin besar tatkala sosok iblis atau demon itu dengan santai terbang mendekatinya, Suja hanya bisa pasrah saat iblis itu mendekatinya karena dia tidak bergerak di bawah tekanan kuat jendral iblis yang telah mencapai ranah Deva King Realm.


"Hoooh jadi kau yang dimaksud oleh Ding Dong dan juga Yang Mulia Kaisar Demon, tak kusangka orang yang katanya akan melenyapkan kami hanyalah seorang bocah sepertimu hahahaa……!!!!!!".


Rasa takut yang dirasakan Suja sudah hampir mencapai puncaknya, dia hanya bisa menatap iblis itu dengan tatapan ketakutan yang sangat terlihat jelas.


Di lain tempat entah di mana itu karena tempat mereka dikelilingi hutan dengan pepohonan lebat, di salah satu area hutan itu terlihat clone Suja yang ke-20 tengah berhadapan dengan seseorang yang kultivasinya berada di ranah Nascent Soul First-stage dan ada satu orang yang hanya mengamati berada di ranah Nascent Soul Late-stage.


"Pemuda katakan siapa namamu, untuk apa kamu datang ke sini?


Apakah kamu salah satu utusan dari Patriark Ding untuk meminta kami terlibat dalam peperangan ini?


Jika iya, maka maaf saja karena kami akan menolaknya".


"Maaf senior sekalian, junior ini bukan utusan si Ding Dong Dong sialan itu. Junior ini bernama Xi Suja keturunan terakhir keluarga utama klan Tang dan Xiao, keberadaan junior di tempat ini adalah karena ingin mengacaukan pasukan musuh junior ini.


Jika senior sekalian berkenan, bolehkah junior ini mengetahui nama dan sekte senior sekalian?".


Kedua orang itu mendadak menatap Suja dengan tatapan rumit, mereka saling memandang sebelum mereka berdua menunduk memberi hormat pada Suja.


"Salam hormat saya pada tuan muda Xi Suja, yang tua ini bernama Xiao Fan dan yang di sebelah saya adalah Xiao Yan. 


Kami berasal dari keluarga cabang karena ayah kami menikah dengan perempuan luar, ayah kami bernama Xiao Mian adik dari Patriark Xiao Clan sebelumnya sekaligus ayah dari Ibu Suri Kekaisaran Han".


Xi Suja menatap keduanya dengan pandangan bodoh kemudian tertawa pelan, kedua orang itu saling berpandangan karena heran kenapa Suja tertawa saat mendengarkan nama mereka.


"Tuan muda, kenapa anda tertawa? Dan juga kalau boleh kami tahu, siapa orang tua tuan muda?" Xiao Fan bertanya diangguki Xiao Yan.


"Hahahaaaa…..!!!! Ah nasib baik-nasib baik….!!!! Tidak kusangka akan bertemu dengan dua orang pamanku yang selalu diceritakan oleh ayah, tak kusangka paman berdua masih hidup dan berada di aliran hitam.


Namaku Xi Suja, ayahku Xiao Jing putra kakek Patriark sebelum adik kakek duduk sebagai Patriark duduk sebagai Patriark.


Ibuku sendiri adalah Tang Yue, adik kandung paman Patriark klan Tang".


Xiao Fan dan Xiao Yan terpana dengan mulut menganga, mereka tidak menyangka bahwa Tang Yue yang dulunya adalah perempuan imut dan galak bagi mereka bisa ditaklukkan oleh adik sepupu mereka  Xiao Jing.


"Nasib baik memang tidak pernah meninggalkan Jing'er, Yue'er yang galak itupun bisa dia peristri" Xiao Yan yang berkata seperti itu disambut tatapan bingung oleh Suja.


"Memangnya kenapa kalau ibunda jadi istri ayah paman? Dan juga ibunda tidak galak kok, ibunda baik sekali selama ini".


Kedua Xiao itu saling pandang sejenak sebelum menggeleng bersamaan, mereka menatap Suja dengan tatapan heran.


"Ah tuan muda, akan panjang ceritanya. Lebih baik sekarang kita ke kediaman kami di lembah lima racun, oh iya kami berdua tetua agung atau Grand Elder dari Five Poison Valley".


Suja mengangguk dan meminta mereka menunjukkan jalan.


"Ah iya paman, karena kedua klan telah hancur karena si Xu Yi ********, *******, anjing, setan, kuntilanak, genderuwo, **** itu!.


Aku mendirikan kembali kedua klan, sekarang kedua klan sudah disatukan dengan nama marga Xi.


Dan juga jangan panggil aku tuan muda terus, kalian kan pamanku jadi lebih baik paman berdua memanggilku Suja atau Xi'er sama seperti ibunda" kedua pamannya mengangguk sambil tersenyum.


maaf lama up, sebenarnya chapter ini udah lama dipost tapi belum juga dipublish sama editor.


oh iya, maaf yaa saya lama up soalnya tangan saya sedang digips.


saya abis kecelakaan lima hari lalu, sekarang masih tinggal di RS.


maaf banget kalo lama nunggu up selanjutnya yaa.