My Journey to Immortality

My Journey to Immortality
Ch 33.



Setelah selesai membentuk ulang Dantian Xi Suja, Cruelest Immortal terlebih dahulu menyeimbangkan energi Qi miliknya yang mengalami fluktuasi karena melakukan sebuah teknik tingkat tinggi yang cukup menguras Qi.


Xi Suja sendiri sudah selesai menyusun semua rencana masa depannya, dia membuka mata dan menatap Cruelest Immortal yang tengah bermeditasi dan Heaven Seal yang tengah menatap Cruelest Immortal dengan tatapan rumit.


"Ada apa kek? Kenapa kamu menatap jiwa paralelku seperti itu?" Heaven Seal tersentak kaget dan menatap Xi Suja dengan garang.


"Kek?! Kau panggil aku kakek?!" Xi Suja tersentak dengan teriakan Heaven Seal bahkan sampai memuntahkan seteguk darah, itu karena Heaven Seal berteriak dan tanpa sadar menggunakan Qi miliknya.


"Ma…..maaf!" Xi Suja takut sekali Heavenseal akan menyerangnya, kekuatan seorang Cultivator Forging Qi sepertinya hanyalah setitik debu di hadapan seorang Heaven Seal sang penjaga dan pengatur alam cultivator.


"Hmm! Kalau bukan karena kamu masih bocah! Sudah kubuang kau ke langit!" Heaven Seal terus saja memarahi Xi Suja, dia tidak sadar Cruelest Immortal tengah menatapnya garang.


"Kalau kau berani melakukannya, aku akan membuangmu ke neraka! Raja Neraka pasti akan senang melihatmu!" Heaven Seal tersentak kaget mendengar suara Cruelest Immortal.


Suja sendiri menatap keduanya bingung, kenapa bisa seorang Heaven Seal sang pengatur dan penjaga lautan pengetahuan alam cultivator bisa begitu takut pada seorang Cruelest Immortal.


"Sudah sudah, jangan bertengkar lagi. Lihat, semua hewan kontrakku ketakutan melihat tingkah kalian" Heaven Seal dan Cruelest Immortal menatap sembilan makhluk tingkat tinggi dan Dao Beast yang memang tengah berada di dekat mereka dan bersembunyi di belakang Suja membentuk sebuah barisan.


Meskipun mereka bertiga sudah berada di sana selama dua hari tapi kesembilan makhluk itu baru berani menampakkan diri mereka, sebelumnya mereka begitu ketakutan karena sosok seorang Heaven Seal saja sudah begitu menakutkan bagi mereka. Dan sekarang sosok seorang cultivator dari dunia yang lebih tinggi dari dunia asal mereka muncul di tempat tinggal mereka, sosok itu bahkan bisa membuat Heaven Seal menciut ketakutan.


"Bagaimana perasaanmu?" Xi Suja memeriksa tubuhnya, dia merasa ada perbedaan yang sangat besar pada titik dimana Dantiannya berada.


"Aku merasa ada sesuatu yang istimewa dan luar biasa di Dantianku, apakah kau sudah merubahnya?" Cruelest Immortal mengangguk dan menjelaskan kondisi Dantian Xi Suja.


"Baiklah aku mengerti, lalu untuk Spirit Rootku? Apakah juga sudah selesai?" Cruelest Immortal menggeleng dan mengatakan akan membentuk Spirit Root baru setelah dia selesai menstabilkan energi Qi miliknya yang terkuras tadi dan membutuhkan waktu satu hari untuk mengisinya kembali dengan kepadatan Qi yang dimiliki di ruang dimensi milik Xi Suja.


"Kalau begitu, aku ingin mengolah dan memahami pengetahuan yang kau berikan lebih dalam. Jika nanti aku memiliki kekuatan untuk membuka ruang dimensi, aku akan mencarimu di alam manapun kau bereinkarnasi" Heaven Seal menatap Xi Suja dengan pandangan tidak percaya, jika Xi Suja memang akan membuka dimensi ruang saat memiliki kekuatan dan itu tidak dapat dicegah maka Raja Neraka akan mengucapkan selamat datang padanya.


"Kau! Kau jangan membuatku mendapat masalah! Kalau kau ingin bisa dengan bebas membuka dan melewati dimensi ruang maka kau harus melewati ujian saat membentuk pondasi terlebih dahulu, selain itu kau juga harus mendapatkan izin dari Dewa pengatur dimensi!" Cruelest Immortal menatap Heaven Seal dan tertawa kecil.


"Pak tua, kau tenang saja. Dengan energi milik kami dan pondasi yang akan dibentuk aku berani menjamin, meskipun dia masih berada di Foundation Realm First-stage dia akan bisa mengalahkanmu dengan mudah. Dan juga siapa sih yang mampu mengalahkan seorang cultivator dengan pondasi Holy Monarch Emperor? Bahkan kau saja pengatur alam cultivator ini harus menghormati mereka, kecuali dewa tertinggi ketiga dan ke atas yang turun tangan maka dia tidak akan bisa dikalahkan".


Heaven Seal hanya mengangguk meskipun dia sebenarnya agak tidak senang, bagaimana mungkin seorang jagoan Foundation Realm mampu mengalahkannya kecuali memiliki kekuatan besar dan pondasi yang mendukung semua itu. Rasanya Heaven Seal ingin menyerahkan tugasnya sebagai kunci pengetahuan alam, dia merasa ingin sekali pensiun dan tidak lagi memikirkan hal seperti ini.


Xi Suja membiarkan kedua orang itu berbincang bersama, dia lebih memilih untuk mengolah semua pengetahuan yang diberikan oleh Cruelest Immortal dan memahaminya lebih dalam agar dia bisa menyelesaikan masalah yang mungkin dihadapi kedepannya.


++++++++++++++


Di lain tempat, tepatnya di ruangan manager Lim pengurus Blue Scale Restaurant cabang kota Xudong.


Wu Dao tengah menemui seorang biksu dari kuil yang datang menemuinya, biksu tersebut tidak lain adalah Wu Ming kakak seperguruannya.


"Adikku, apakah ada sesuatu yang sangat penting yang membuatmu meminta salah satu dari kami untuk datang menemuimu?".


Sebelumnya Wu Dao mengirimkan sebuah Slip Jade menggunakan media burung kertas, dalam jade slip itu dia meminta salah satu dari kedua kakak seperguruannya yang telah menjadi biksu utama untuk menemuinya di kota Xudong.


Sudah setengah hari berlalu sejak Suja saudara angkatnya melakukan praktik tertutup, dia merasa cukup khawatir karena hanya Xi Suja sendiri yang keluar dari ruangan sementara Cruelest Immortal entah dimana keberadaannya.


"Salam kakak Ming, maaf jika permintaanku sangat mendadak sekali. Akan tetapi aku memiliki kabar penting untuk Mahaguru, akan lebih baik jika kakak yang memberitau Mahaguru karena aku sepertinya akan kembali membawa seseorang yang sangat penting dan tidak bisa kita singgung".


Wu Ming mengerut mendengar perkataan adik seperguruannya, jika memang benar apa yang dikatakan oleh Wu Dao maka kuil mereka harus mempersiapkan sambutan yang layak dan juga keamanan yang ketat agar tamu yang dibawa oleh Wu Dao tidak mendapatkan masalah walaupun itu masalah sepele.


"Bukan kakak, aku sendiri belum tahu apakah tamu ini adalah orang dari salah satu aliran yang kakak sebutkan. Yang pasti, dia memiliki banyak jagoan dari ketiga aliran, bahkan pengawal utamanya saja adalah lima orang jagoan Nascent Soul yang berasal dari aliran hitam dan netral sebanyak 4 orang dan satu dari aliran putih dan sepuluh orang lagi jagoan Core Formation dari ketiga aliran itu. Selain itu, aku memiliki dua kabar penting yang mana salah satunya adalah kabar buruk" Wu Ming semakin mengerut saat mendengar ada orang yang memiliki pengawal Nascent Soul dari ketiga aliran dan bahkan itu jumlahnya sampai lima orang.


"Baiklah, aku akan memastikan Mahaguru akan menemui tamu yang kau  maksud ini dan akan memastikan tamu ini disambut dengan layak" Wu Dao mengangguk setuju.


"Lalu, kabar apa yang kau miliki? Lebih baik mengatakan kabar buruk terlebih dahulu, biarkan kabar baiknya menjadi penutup".


"Beberapa hari yang lalu aku mengangkat saudara dengan seorang pemuda yang sebenarnya masihlah berumur 10 tahun, dialah orang yang kumaksud yang memiliki lima orang jagoan senior dari tiga aliran. Nah saudara angkatku ini telah memprovokasi keluarga Lu, dia dan putra sulung Patriark keluarga Lu melakukan pertempuran karena putra sulung Patriark keluarga Lu ini tidak terima diremehkan dan menyinggungnya membuat para jagoan pengawalnya marah.


Dalam pertempuran itu dia menghancurkan Dantian dan Spirit Root milik putra sulung Patriark Lu, selain itu dia juga memiliki sebuah senjata aneh yang mengeluarkan suara keras dan besar tapi mampu membunuh seorang jagoan Nascent Soul dengan melubangi kepalanya dari dahi".


Wu Ming sampai menahan nafas saat mendengar cerita Wu Dao tentang bagaimana bocah bertubuh pemuda ini menghancurkan Dantian dan Spirit Root milik musuhnya, menghancurkan Dantian dan Spirit Root sama saja dengan membuat musuhnya ini menjadi seorang manusia biasa dan sebagai bahan tertawaan di dunia cultivator.


Jika dia menghancurkan Spirit Root saja sudah membuat musuhnya menjadi cacat karena tidak bisa menggunakan Daoist Magic, maka menghancurkan Dantian musuh meskipun masih memiliki Spirit Root sama saja dengan membuat musuhnya menjadi seorang sampah kultivasi.


Jika salah satu dari kedua hal ini dihancurkan maka masih bisa diperbaiki meskipun membutuhkan sumber daya yang luar biasa banyak, setidaknya masih ada harapan untuk musuhnya kembali menjadi cultivator meskipun harus mengulang dari awal.


Tapi menghancurkan keduanya, sama saja dengan membuang harapan hidup musuhnya. Memang keduanya memiliki kemungkinan untuk diperbaiki atau dibuat ulang, namun sumber daya yang dibutuhkan akan menjadi 2-5 kali lipat dari yang dibutuhkan jika hanya salah satunya yang dihancurkan.


Meskipun masih memiliki harapan untuk kembali menjadi cultivator, memperbaiki Spirit Root lebih sulit daripada memperbaiki Dantian.


Selain kesulitannya, resikonya juga sangat besar yang mungkin tidak akan mampu ditanggung oleh musuhnya.


Wu Ming benar-benar ketakutan saat membayangkan bagaimana jika dirinya yang diperlakukan seperti itu, pastinya dia akan menyalahkan sang Budha akibat takdirnya yang begitu buruk.


Dua hal yang membuatnya tidak mengerti, bagaimana mungkin seorang cultivator Forging Qi bisa berbuat seperti itu pada musuhnya yang notabene seorang jagoan Core Formation?.


Selain itu, senjata apa yang bisa mengeluarkan suara keras dan besar serta mampu membunuh jagoan Nascent Soul dengan cara melubangi kepalanya?.


Wu Ming benar-benar tidak mengerti, dia sampai meminta waktu untuk merenungkan dan memahami semua cerita yang disampaikan oleh Wu Dao.


.


.


.


.


.


.


.


.


.