
Sebelumnya.
ROOOOOOOOOOAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRR………………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!.
Raungan yang sangat keras terdengar sampai bermil-mil jauhnya dan menggetarkan tanah sampai sejauh 500 km, para kawanan ular yang mendengar raungan kemarahan Radit semakin bergetar ketakutan bahkan ada yang sudah tidak sadarkan diri saat Radit meraung keras di dekat mereka.
“Kalian telah melakukan kesalahan yang sangat besar…….!!!! LONG…!!! TASYA…..!!!!”.
.
.
.
Seekor naga dengan panjang yang sudah mencapai 10 km dan juga seekor rubah putih berekor sembilan keluar dari tubuh Suja sama seperti bagaimana Radit keluar sebelumnya, mereka berbentuk cahaya kemudian menunjukkan wujud mereka yang begitu indah namun mematikan terutama untuk Tasya yang dalam wujudnya sebagai seekor rubah.
Kedua Dao Beast itu keluar dari tubuh Suja setelah Radit memanggil mereka, mereka berdua menatap tajam puluhan ular hijau yang masih bisa sadar di bawah tekanan aura Radit.
Puluhan ular-ular itu semakin bergetar ketakutan apalagi saat mereka merasakan hawa membunuh yang merembes keluar dari tubuh kedua Dao Beast yang baru saja keluar itu, jendral iblis yang masih tidak bisa bergerak juga semakin terkejut dan mulai merasakan ketakutan yang luar biasa saat melihat ada dua ekor Dao Beast yang muncul setelah harimau di depannya memanggil mereka.
"Radit, bukankah sudah kami katakan untuk jangan mengganggu kami!?".
Tasya dan Radit saling menatap dengan tatapan tajam mereka, Tasya yang masih tidak mengetahui kondisi tuannya menatap Radit marah karena dia sedang membayangkan dirinya berada dirinya berada di atas ranjang bersama sang tuan.
"Tasya, jika kamu masih ingin menikmati hubungan ranjang dengan tuan maka bantu aku! Lihat di belakang kalian!".
Long dan Tasya berbalik mengikuti perkataan Radit, mereka terkejut saat melihat kondisi tubuh Suja yang telah menghitam sampai hampir tidak bisa mereka kenali.
"SIAPA YANG MEMBUAT TUAN SEPERTI INI….!?".
Long mengeluarkan nafsu membunuh yang sangat besar sampai-sampai semua ular hijau yang masih sadar langsung pingsan, jendral iblis yang merasakan nafsu membunuh itu bergetar ketakutan dan tubuhnya tertekan semakin dalam sampai membuatnya mengeluarkan beberapa teguk darah segar berwarna hitam.
Long menatap Radit dengan tatapan marah dan nafzu membunuh yang semakin besar menguar, Radit bukannya menjawab namun malah menatap si jendral iblis yang masih terduduk hampir menelungkup.
"Dialah yang melakukannya, dia bahkan adalah orang yang telah menghina kita sebelumnya….!!!!".
Long mengalihkan tatapannya dan mendapati si jendral iblis yang tengah berusaha berdiri, di mengubah wujudnya menjadi manusia dan mendekati si jendral iblis dengan uara agung yang bercampur dengan nafsu membunuh yang besar.
Radit membiarkan Long mengurus jendral iblis itu sementara dia sendiri tengah mendekati tumpukan tubuh ular-ular hijau yang tengah pingsan, di dekat tubuh ular-ular itu Tasya dalam wujud manusianya yang sangat cantik tengah menangis sembari memeluk tubuh Suja.
"Tasya, lebih baik kau bawa tubuh tuan ke dalam ruang dimensi. Biarkan urusan di sini kami yang mengurusnya, kau secepatnya bawa tubuh tuan dan masukkan ke dalam kolam kehidupan".
Tasya mengangguk pelan kemudian berdiri, dengan kekuatan jiwa yang besar ditunjang tingkatannya sebagai seekor Dao Beast dia dengan mudah membuat tubuh Suja melayang dan membawanya menghilang memasuki ruang dimensi milik sang tuan.
"Long, tarik semua nafsu membunuhmu. Aku ingin bermain-main sebentar dengan ulat-ulat ini, kau juga lebih baik bermain dengan ras terkutuk itu sebelum melenyapkannya".
"Tentu saja, aku sudah lama tidak memiliki mainan".
Long menyeringai sadis dan menarik semua aura penindasannya, seketika semua aura mengerikan yang keluar dari tubuh Long hilang membuat si jendral iblis dapat kembali berdiri.
Long melangkah mendekati si jendral iblis dengan langkah pelan, pelan sekali tapi setiap langkahnya memberikan rasa teror yang luar biasa bagi musuhnya.
Jendral iblis yang melihat Long tidak bisa tidak bergetar ketakutan, dia entah bagaimana terlihat seperti seekor tikus yang tengah terjepit di hadapan pemangsanya.
"Seekor tikus menjijikkan sepertimu berani melukai bahkan ingin membunuh tuanku, kesalahan yang kau perbuat telah membuatku tersinggung ras terkutuk!.
Di dunia tempat asalku, kau tidak lebih dari praktisi tingkat bumi.
Di tempat ini mungkin ranah Deva King Realm atau apalah itu mungkin adalah ranah kultivasi yang begitu membanggakan bagi kalian ras-ras terkutuk keturunan pengkhianat surga, tapi di dunia asalku ranah itu hanyalah setitik air di tengah lautan luas.
Hanya seorang tikus berani menyerang tuanku, maka terimalah akibatnya hahahhaaa…….!!!!!!!".
Setiap kata yang diucapkan oleh terdengar seolah itu adalah sebuah pisau yang menyayat-nyayat setiap inci kulitnya, jendral iblis itu merasakan sakit yang sangat luar biasa di dalam tubuhnya tepatnya di sekitar Dantian dan Meridiannya.
Fluktuasi energi terjadi di setiap langkah yang diambil oleh Long, fluktuasi energi itu bukan hanya terjadi di udara luar saja tapi energi Qi di dalam tubuh si jendral iblis juga mengalami gejolak fluktuasi yang sangat hebat.
Biasanya fluktuasi energi baik itu Qi, Mana, maupun energi lainnya terjadi karena perubahan iklim yang memberikan dampak pada semua jenis energi. Tapi saat ini fluktuasi energi hanya terjadi pada energi Qi saja, dan fluktuasi itu juga mempengaruhi Qi yang dimiliki oleh semua makhluk hidup kecuali Radit dalam radius 100 km dengan pusatnya berada di tubuh Long.
"I-ini….!!!?? Apa yang terjadi…!!?? Kenapa kekuatanku terasa menyakitkan….!!!???".
"Hahahaa……!!!!! Rasakanlah itu makhluk terkutuk…!!! Itu adalah salah satu dari ribuan jenis penguasaan energi dari dunia asalku..!!!.
Semua kekuatanmu akan membuatmu tersiksa perlahan-lahan, setelah itu satu-persatu tubuhmu akan mengalami mati rasa.
Setelah itu di mulai dari tanganmu, semua kulitmu akan membusuk dan mengeluarkan nanah serta ulat-ulat mengerikan yang memakan semua dagingmu menyisakan tulang-belulang kecuali kepala.
Tenang saja, kau tidak akan bisa mati karena jurusku ini akan membuat semua kulit dan dagingmu akan tumbuh kembali dan mengulangi apa yang terjadi sebelumnya.
Satu kali, dua kali, tiga kali, empat kali, semuanya akan terus berulang sampai kau merasakan apa itu neraka karena telah berani melukai tuanku…!!!.
Sekarang nikmatilah apa yang menjadi buah dari pohon yang kau tanam, selamat menikmati hahahhaaa…….!!!!!!!".
Rasa nyeri dirasakan oleh si jendral iblis, dia bisa mengetahui semua yang dikatakan oleh Long memang akan benar-benar menimpanya.
Setelah waktu terlewati selama dua batang dupa rasa sakit dan panas akibat fluktuasi energi di dalam tubuhnya berhenti menyakitinya, si jendral iblis mulai merasa apa yang dikatakan oleh Long tidak akan terjadi.
Namun ternyata semua itu memang benar-benar terjadi, satu-persatu tangannya mulai mengalami mati rasa sampai akhirnya dia tidak bisa merasakan kepalanya dan menggerakkan tubuhnya pun juga terasa sangat sulit sekali.
Setelah itu tangan kirinya mulai terasa panas seperti terbakar oleh matahari, dari rasa panas itu kulitnya mulai membusuk dan terkelupas serta muncul lubang-lubang kecil yang mengeluarkan banyak ulat-ulat mengerikan yang mulai menggerogoti tangannya.
Setelah menggerogoti kulit dan daging tangannya sampai habis ulat-ulat itu mulai pindah ke tangan yang lain, sementara itu dari kaki dan perutnya juga mengeluarkan bau busuk yang menyengat dan ulat-ulat lainnya juga keluar dari sana.
Jendral iblis itu merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa setiap satu ulat-ulat itu mulai memakan kulit dan dagingnya, setiap kulit dan dagingnya digerogoti seolah-olah mati rasa di setiap inci tubuhnya hilang dan digantikan rasa sakit yang terasa akan membunuhnya perlahan-lahan.
Kejadian itu terus terulang setiap kali semua kulit dan dagingnya sudah habis dimakan, siklus itu terjadi berulang kali sampai 100 kali.
Long menikmati semua rasa sakit yang dialami oleh si jendral iblis dengan senyum lebar, sementara itu Radit dengan santainya mempermainkan semua ular-ular hijau yang telah sadar dari pingsannya.
Saat tuan mereka tengah menjalani siklus penyiksaan yang ke lima puluh satu semua ular-ular itu mukai sadarkan diri, saat melihat Radit tidak memperhatikan mereka pemimpin ular-ular itu membawa kawanannya untuk mencoba kabur tapi sayang mereka salah.
Radit memang tidak memperhatikan mereka karena dia sibuk berkomunikasi dengan Tasya yang tengah menjaga tubuh Suja di dalam ruang dimensi, saat merasakan semua ular itu ingin melarikan diri Radit menggandakan dirinya sampai berjumlah sepuluh ekor tiruan dan mengecilkan ukuran tubuhnya sebelum mulai mempermainkan ular-ular itu.
.
.
.
.
Di dalam kuil utama Light Thunder Temple clone Suja yang tengah bermesraan dengan Azkia tiba-tiba terdiam dan mulai menunjukkan ekspresi kesakitan yang sangat luar biasa, Azkia yang melihat ekspresi clone Suja yang tengah kesakitan mulai merasa panik karena dia tengah menyuapi clone Suja sebatang coklat.
"Sayang! Kamu kenapa!?".
Clone Suja mencoba tersenyum untuk menunjukkan bahwa dia tidak kenapa-kenapa namun belum dia berbicara tubuhnya perlahan-lahan mulai menghitam dimulai dari wajahnya, setiap inci kulitnya mulai berwarna hitam dan mengeluarkan nanah yang bercampur dengan darah berwarna hitam legam.
"Ra-racun….!!!?? Kenapa bisa ada racun yang keluar dari tubuhmu sayang….!!??".
"A-aa-akku……".
Belum selesai dia berusaha berbicara kepalanya terasa sangat sakit sekali, dia mendapatkan visi tentang apa yang tengah terjadi pada tubuh utamanya dan membuatnya merasakan rasa marah yang besar.
"Si-siaaall……".
BRUK……..!!!!!!
Clone Suja jatuh pingsan tepat di atas pangkuan Azkia, Azkia yang melihat itu mulai panik dan menangis.
"WU LING…!!! WU MING….!!!".
Wu Ling dan Wu Ming yang tengah menjaga ruangan tempat Mahaguru Wu Yun berkultivasi tertutup bersama dengan dua puluh orang biksu jagoan Nascent Soul Mid-stage dan First-stage dari kuil dan dua orang jagoan Nascent Soul Great Circle-stage pelindung rahasia kuil terkejut dan meninggalkan mereka, para biksu yang melihat ekspresi dua orang tetua kuil itu merasa bingung namun tidak memikirkannya lebih jauh dan hanya melanjutkan penjagaan mereka saja.
.
.
.
.
Di kota Chang An Ibukota Kekaisaran Han mengalami ketegangan yang sangat menyiksa, Kaisar Xiao Chen dan semua menterinya sangat sibuk dan kelelahan karena mengurusi banyaknya urusan akibat dari peperangan yang dipicu oleh aliran hitam.
Saat ini Kaisar Xiao Chen dan semua pejabatnya tengah mengadakan sebuah rapat yang telah berulang kali dilakukan sejak perang dimulai, dalam rapat itu hadir juga Luyi, Suqian, dan Luye sebagai perwakilan Asosiasi Batik Biru dan Tang Yue ibunda Xi Suja yang merupakan pemegang kepemimpinan tertinggi jika putranya tidak ada.
"Apakah belum ada kabar tentang senior Putri Teratai Api dan juga tuan muda Xi Suja?".
Salah satu pejabat menteri bertanya saat Kaisar menanyakan perkembangan evakuasi penduduk di sekitar kota yang diduduki aliran hitam, semua menteri yang ada di sana dan juga Kaisar serta Tang Yue menatap Suqian yang memang menjadi pemegang semua informasi tentang sang pemilik Asosiasi Batik Biru.
"Saat ini keberadaan tuan muda Xi Suja sudah kami dapatkan, tuan muda kami berada di tempat yang aman.
Saat ini tuan muda Xi Suja juga tengah bersama dengan senior Putri Teratai Api, mereka tengah menjaga Mahaguru Wu Yun yang hendak menerobos ke ranah yang lebih tinggi dari yang kita ketahui selama ini".
"A-apa….!!!??? Jadi ranah yang lebih tinggi dari Nascent Soul memang ada…??? Lalu kenapa tuan muda Xi harus menjaga Mahaguru Wu Yun..??? Bukankah kuil petir cahaya memiliki seratus jagoan Nascent Soul dari First-stage sampai Late-stage, jadi kenapa tuan muda juga harus berada di sana?".
Salah satu tiga orang jendral pasukan darah besi yang tinggal di Ibukota mempertanyakan apa yang disampaikan Suqian, jika diteliti raut wajahnya terlihat sedang menyembunyikan ekspresi senang yang masih bisa dilihat oleh Suqian dan Tang Yue.
"Memangnya kenapa kalau tuan muda kami berada di sana?! Apakah kau sedang merencanakan sesuatu jendral?!".
"Hahahaha…….!!!!! Tentu saja iya…!!! Aku sangat berharap sekali dia mati di sana…!!!
Jika dia mati maka aku bisa mengambil alih semua kepemilikan Asosiasi Batik Biru dengan menikahi nyonya Tang Yue…!!! Setelah itu, aku bisa mendapatkan apapun yang kumau termasuk Kekaisaran ini hahahhaha……!!!!!".
DAAAAA KKKK……!!!!!
KREK……!!!!!
Luye, Luyi, Suqian, Kaisar Xiao Chen, Tang Yue, dan dua orang jagoan Nascent Soul yang baru saja memasuki tingkat Nascent Soul Great Circle-stage pengawal Tang Yue mengeluarkan aura intimidasi milik mereka.
"Kenapa? Mau melawanku? Jangan harap kalian bisa melawanku, jika kalian melakukannya maka seluruh pasukan darah besi dan keluargaku akan menghancurkan Kekaisaran ini hahahahhaa……!!!!!".
Lima orang pengawal bayangan berkekuatan Nascent Soul Great Circle-stage keluar dari entah di mana mereka bersembunyi, kelima orang itu adalah pengawal bayangan si jendral yang telah mengancam Kaisar Han dan semua orang yang berasal dari Asosiasi Batik Biru sebelumnya termasuk dengan mengatakan akan menikahi Tang Yue.
Jika dihitung dengan rata-rata, semua hadirin yang ada di aula rapat Istana Kekaisaran Han itu paling tinggi berada di ranah yang sama dengan pengawal jendral itu yaitu Luyi sedangkan yang lainnya yakni Tang Yue, Luye, Suqian, dan dua orang pengawal bayangan itu meskipun sudah berada di ranah yang sama tapi mereka baru memasukinya beberapa jam yang lalu jadi mereka masihlah bukan tandingan kelima orang itu.
"Sekarang apa kalian merasa mampu melawanku?! Hahahaha….!!!!".
Luyi dan Suqian menatap si jendral dengan rasa marah yang besar, mereka akui mereka tidak akan mampu melawan pengawal bayangan yang memiliki tingkat Great Circle-stage itu tapi mereka masih memiliki banyak kartu as.
"Suqian, sebagai pemimpin Asosiasi Batik Biru aku perintahkan kau untuk memanggil semua jagoan Nascent Soul yang kita miliki!".
"Tentu saja Luyi, tanpa kau katakan aku memang akan memanggil mereka semua!".
.
.
.
.