
Malam itu suasana begitu lengang, semua penghuni istana sudah terbuai dalam alam mimpi mereka kecuali Xi Suja yang baru saja selesai mandi setelah beraktivitas malam dengan Cing Cia.
Suja keluar dari kediamannya lalu menuju sebuah kolam yang ditumbuhi berbagai bunga yang cantik nan indah, ada satu alasan kenapa dia keluar dari kediamannya tengah malam dan hanya ditemani seorang penjaga yakni Suqian.
Malam ini Suja sudah berencana akan mulai melakukan penyerapan qi dengan menggunakan manual tingkat semesta pemberian Heavenseal yaitu God Manual, dia menuju tengah kolam dibantu oleh Suqian dan duduk di sebuah batu besar yang ada di tengah kolam yang memiliki kepadatan qi sedikit lebih banyak dari yang ada di sekitar kolam itu.
"Tuan muda, apakah tuan muda sudah memiliki manual untuk berlatih?" Suqian tentu senang saat mengetahui tuan mudanya akan mulai berlatih menyerap qi, hanya saja dia penasaran manual seperti apa yang akan di gunakan oleh Suja dalam praktiknya.
"Senior tenang saja, aku sudah memiliki manual khusus yang hanya aku sendiri yang memilikinya. Kuserahkan keamanan di sekitarku pada senior, kemungkinan aku baru selesai menyerap qi besok siang dan kemungkinan saat itu banyak orang yang akan menantikanku. Mohon senior memberikan penjagaan untuk junior ini"
Suqian jelas merasa senang mendengarnya, hanya dia seoranglah yang mendapatkan kesempatan untuk menjaga dan mengawasi tuan muda mereka berlatih menyerap qi dan memasuki dunia cultivator.
Sebelumnya dia tidak bisa tidur saat mendengar dari jagoan lainnya bahwa Cing Cia menemani tuan muda mereka di ranjang malam itu, dia bukannya memiliki kelainan khasrat karena merasa gelisah saat mendengar itu tetapi dia merasa sedikit iri karena Cing Cia mendapatkan kesempatan untuk menikmati kehangatan ranjang sang tuan muda sementara cucunya sendiri yang sudah diam-diam dia minta untuk menarik perhatian tuan muda mereka agar bisa mendapatkan posisi setidaknya sebagai selir meskipun selir terendah belum mendapatkan kesempatan sama sekali.
Oleh karena itulah dia tidak bisa tidur dengan tenang karena menyusun berbagai rencana agar cucunya bisa menjadi seorang selir dari Suja atau meskipun menjadi gundik tapi setidaknya kehidupannya akan lebih baik dari sekarang dan bukan tidak mungkin dia akan mendapatkan tambahan sumber daya berharga semisal Teratai Tiga Warna dan air Surgawi dalam jumlah besar bukan?.
Tapi mungkin dia memang mendapatkan sedikit keberuntungan karena saat dia hendak mengintip aktivitas sang tuan muda di kamarnya, tanpa sengaja dia melihat sang tuan muda berjalan sendirian menuju kolam bunga, dan saat itulah dia diminta untuk menjaganya selagi Suja melakukan penyerapan energi alam semesta atau yang mereka kenal sebagai Qi.
Suja yang sudah mendapatkan posisi nyaman mulai duduk mengambil posisi lotus, dengan beberapa tuntunan yang dibacanya dari God Manual dia mulai menenangkan diri dan mulai menarik energi qi yang ada di sekitarnya.
Dengan menggunakan God Manual, Suja mulai menarik energi qi di sekitarnya dan memastikan semua berjalan lancar.
Tubuhnya merasakan suatu energi halus dan menyejukkan memasuki pori-pori tubuhnya yang terbuka dan mengarahkannya menuju seluruh area saluran darah dan memutarnya menuju setiap inci tubuhnya bahkan kuku-kuku jari tangan dan kakinya, qi yang masuk dan mengalir di meridiannya membuat tubuhnya mulai terasa ringan dan bertenaga.
Setelah merasa semua bagian tubuhnya teraliri qi, Suja mulai mengarahkan qi yang memasuki tubuhnya menuju dantian tapi saat qi yang sesaat lagi akan memasuki dantiannya terhalangi oleh sebuah penghalang tebal dan terserap di sebuah tempat di samping dantiannya.
Qi yang mengalir menuju dantiannya tersedot oleh sesuatu yang bagaikan vacum cleaner karena menyedot semua qi itu dengan rakus, Suja yang merasakan kejadian itu mencoba mengarahkan qi miliknya untuk memasuki dantiannya tapi penghalang itu tetap tidak membiarkan sedikitpun qi memasuki dantiannya dan malah membuatnya terserap oleh hal yang belum diketahuinya.
Suqian yang merasak gejolak energi yang besar di sekitarnya merasa khawatir dan melihat ke arah tempat di mana sang tuan muda berkultivasi, dilihatnya semua qi yang ada di sekitar tersedot memasuki tubuh Suja dengan cepat membuatnya panik dan khawatir tubuh tuan mudanya tidak akan mampu untuk menampung energi yang meluap memasuki tubuhnya dan membuat tubuhnya meledak.
Kejadian itu berlangsung selama beberapa jam lamanya membuat Suqian menatap tubuh Suja dengan khawatir dan membuat segel tangan untuk menciptakan pelindung yang akan membuat tubuh Suja terlindungi jika ada sesuatu yang terjadi, Suja yang tengah bersusah payah menahan semua energi yang terserap entah karena apa selama beberapa jam penuh itu tiba-tiba merasakan energi lain yang halus membungkus tubuhnya dan membuatnya merasa aman dan terlindungi membuat Suja bisa menebak kalau Suqian telah memberikannya bantuan perlindungan.
Bulan yang bersinar telah mulai tergelincir memasuki peraduannya dan akan digantikan oleh matahari untuk menyinari dunia, saat itulah sesuatu atau apapun yang menyerap qi miliknya berhenti menyedot qi membuat Suja merasa lega dan kemudian mengarahkan qi yang mengaliri meridiannya untuk memasuki dantian miliknya.
Baru beberapa saat dia bisa bernapas lega karena qi yang disedot oleh sesuatu itu tidak menyerap qi lagi, dia dikejutkan lagi karena tiba-tiba saja dantian yang tadinya kosong menyedot qi lebih cepat dan dalam jumlah besar dari pada hal apapun yang beberapa jam lalu mengejutkannya.
Dengan usaha kerasnya Suja mulai membatasi qi yang memasuki dantiannya namun itu terasa sangat sia-sia, dantian yang merasa dihalangi untuk menyerap qi malah meningkatkan kecepatannya menyerap qi membuat Suja kewalahan dan membiarkan saja dantiannya menyedot qi dengan rakus membuatnya hanya bisa menunggu saja.
Suqian yang awalnya merasa lega karena fenomena yang terjadi beberapa jam yang lalu telah berhenti kembali terkejut karena fenomena lainnya terjadi lagi, kali ini bukan hanya qi yang ada di sekitarnya yang tersedot dengan cepat tapi qi yang ada di tubuhnya juga terasa disedot paksa memasuki tubuh Suja bahkan energi qi sejauh beberapa puluh meter jauhnya mendadak hilang karena terserap oleh tubuh Suja.
Waktu demi waktu terus berganti namun dantian milik Suja terus berusaha menyedot semua energi qi yang ada di sekitarnya, energi yang tadinya cukup banyak dan bisa digunakan untuk meningkatkan praktik beberapa orang sekaligus kini tersedot sampai habis oleh dantian Suja bahkan qi yang ada di dalam tubuh Suqian dan semua cultivator penghuni istana kekaisaran terutama yang berada di dekat paviliun Harimau Putih tempat kediaman Suja juga ikut diserap.
Malam sudah berganti dengan pagi hari, aktivitas para pelayan dan kasim sudah mulai terlihat namun saat itu pula terjadi keributan besar.
"Ada apa ini?! Kenapa qi milikku diserap paksa?! Siapa yang melakukannya?!" Luye dan Luyi yang baru saja hendak memanfaatkan kepadatan energi qi di sekitar mereka terkejut saat merasakan energi qi milik mereka dikeluarkan paksa dari dantian mereka.
Tidak hanya Luyi dan Luye yang merasakan qi milik mereka diserap paksa, Kaisar Xiao Chen, Tang Nie, Tang Yue, Ibu Suri Kekaisaran, Permaisuri Kaisar, Cing Cia yang baru saja bangun, bahkan para cultivator bawahan Suja dan semua cultivator yang bekerja di istana sebagai penjaga ataupun para anggota pasukan darah besi yang tinggal di belakang istana bernasib sama.
Tang Yue yang merasakan qi miliknya dikeluarkan paksa menggunakan Divine Sense dengan qi yang tersisa dan mendapati semua qi yang ada di sekitarnya bergerak menuju paviliun Harimau Putih tempat di mana putranya tinggal, dengan segera dia menuju kediaman putranya dan di tengah jalan dia mendapati ada banyak yang juga menuju ke tempat yang sama dengannya bahkan terlihat juga Kaisar Xiao Chen dan Permaisurinya.
"Bibi, apakah bibi juga merasakan fenomena ini?" Permaisuri Kaisar bertanya saat mereka berpapasan dengan Tang Yue.
"Ning'er, Chen'er, bibi juga merasakannya. Semua qi milik bibi dikeluarkan paksa dan diserap oleh seseorang dan arahnya berada di kediaman yang ditempati Xi'er, ayo kita segera ke sana melihatnya dan semoga saja sepupumu tidak kenapa-kenapa!".
"Baik bibi!".
Saat mereka sampai di gerbang kediaman Suja mereka mendapati ada banyak orang yang juga ada di sana, orang-orang itu segera memberikan salam hormat saat melihat Kaisar dan Permaisuri serta Tang Yue mendekati mereka kecuali para cultivator bawahan Suja yang hanya memberikan hormatnya pada Tang Yue.
Kaisar Xiao Chen tidak mempermasalahkan sikap para cultivator itu, selain karena mereka memiliki kekuatan yang lebih besar dan kuat, mereka juga bukanlah cultivator yang bekerja di istana ataupun sebagai penjaga bayangan istana kekaisaran melainkan mereka adalah para bawahan sepupunya Xi Suja.
"Kenapa kalian tidak memberi hormat pada Kaisar dan Permaisuri?!" Permaisuri Li Ning bertanya dengan heran, Kaisar Xiao Chen segera meremas tangan Permaisurinya sementara Tang Yue hanya menatapnya sembari tersenyum kecil.
"Maaf Permaisuri, tetapi kami bukanlah cultivator milik kekaisaran yang bertugas melindungi keselamatan anggota keluarga kekaisaran, kami adalah cultivator yang bekerja pada tuan muda Xi Suja dan kesetiaan kami hanya untuk tuan muda kami dan ibundanya nyonya Tang Yue".
Salah seorang dari para cultivator itu memberikan jawaban atas pertanyaan sang Permaisuri dan terlihat para cultivator itu tidak mempermasalahkan pertanyaan Permaisuri yang tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, mereka juga tahu bahwa tuan muda mereka merupakan salah seorang anggota keluarga inti kekaisaran yang jika tahta kekaisaran tidak diberikan kepada keluarga cabang Klan Tang maka tuan muda mereka Xi Suja atau Xiao Sujalah yang akan menduduki tahta kekaisaran dan menjadi Kaisar seterusnya.
Kaisar Xiao Chen bernapas lega mendengar jawaban cultivator itu, dia sudah dibasahi keringat dingin saat mendengar pertanyaan Permaisurinya beberapa saat lalu dan membisikkan beberapa hal kepada sang Permaisuri yang membuat Permaisuri Li Ning pucat pasi.
Semua cultivator dan anggota pasukan darah besi yang ada di sana mengangguk pelan lalu menunjuk ke arah kediaman di depan mereka, di sana telah ada Cing Cia dan dua cultivator yang seharusnya menjaga keselamatan Suja berdiri di depan mereka.
"Cing Cia! Apa kamu mengetahui sesuatu tentang apa yang terjadi saat ini?!".
Cing Cia mendekat dengan takut-takut, setelah memberi salam dia menjawab pertanyaan sang nyonya besar.
"Nyonya Yue, tadi pagi saat saya bangun tidur seharusnya saya bersama dengan tuan muda. Tapi….tapi saat saya bangun tuan muda sudah tidak berada di samping saya, saat saya mencarinya tuan muda sedang bermeditasi di kolam bunga yang ada di belakang kediaman dan dijaga oleh senior Suqian.
Senior Suqian berkata tuan muda sedang berkultivasi untuk memasuki Forging Qi dan menjadi cultivator secara resmi, senior Suqian juga mengatakan fenomena yang terjadi saat ini disebabkan oleh tuan muda karena semua qi yang ada di sekitarnya bahkan qi milik kita yang diserap paksa juga terserap ke dalam tubuh tuan muda.
Senior Suqian juga memberitahu saya agar menahan siapapun yang ingin melihat tuan muda berkultivasi kecuali nyonya Yue, Kaisar dan Permaisuri, serta Ibu Suri".
Setelah mendengar jawaban yang diberikan Cing Cia semua yang ada di sana akhirnya paham apa yang sebenarnya terjadi, tapi ada sesuatu yang membuat mereka penasaran termasuk Tang Yue yang akhirnya memilih untuk bertanya.
"Cing Cia, tadi kau mengatakan harusnya kau masih bersama dengan Xi'er saat bangun. Apa itu artinya semalam kalian tidur bersama di ranjang yang sama? Apakah itu benar?" Cing Cia berkeringat dingin apalagi Tang Yue, Kaisar Xiao Chen, Permaisuri Li Ning, dan beberapa cultivator yang lainnya menatapnya dengan tatapan menyelidik yang dalam membuatnya semakin gugup dan menciut nyalinya.
Dengan mata yang berputar entah ke mana dia menjawab pertanyaan Tang Yue "I…..iii….ituuuuu…..itu be….benar nyonya, semalam saya melayani tuan muda di atas ranjang atas permintaannya sendiri kemarin saat kami berada di Asosiasi" Cing Cia menjawab pelan bahkan hampir tidak bersuara karena terlalu takut dengan tatapan Tang Yue yang diarahkan padanya.
"""""""APAAAAAA……..?????!!!!!!!!""""""".
Semua orang yang ada di sana terkejut mendengar jawaban Cing Cia, mereka benar-benar terkejut saat mengetahui tuan muda Suja yang masih berumur sepuluh tahun sudah bisa meminta seorang senior untuk melayaninya di atas ranjang.
Tang Yue hampir muntah darah saat mendengar putranyalah yang meminta Cing Cia untuk melayaninya dan saat dia menatap dua orang cultivator yang kemarin juga menjaga putranya di Asosiasi menganggukkan kepala mereka bersamaan membuatnya benar-benar muntah darah begitu pula dengan Kaisar Xiao Chen, Permaisuri Li Ning, dan yang hadir di sana.
"K…..kaa…...KAAAUUUUU!!!!!! UMURMU SUDAH RATUSAN TAHUN! Kenapa kau masih berani merayu putraku hah?!" Tang Yue benar-benar murka saat membayangkan bagaimana Suja putranya yang masih kecil berumur 10 tahun harus dewasa sebelum waktunya dan merasa semua itu adalah salah Cing Cia yang merayu putranya.
Cing Cia semakin menciut dan gugup mendengar kemarahan nyonya yang dia layani, sementara dua cultivator yang ada saat mereka di Asosiasi kemarin menggelengkan kepala mereka.
"Nyonya, saya tidak pernah merayu tuan muda. Tuan muda sendiri yang meminta saya untuk melayaninya kemarin, kalau nyonya tidak percaya nyonya bisa bertanya pada dua orang di belakang saya".
Tang Yue beralih menatap dua cultivator di belakang Cing Cia " Apakah yang di katakan senior Cing Cia benar senior sekalian?" Tanya Tang Yue yang masih tidak percaya putranya sudah bisa melakukan hal-hal dewasa seperti itu.
"Benar nyonya, kemarin setelah selesai memantau pertempuran senior Suqian dan jagoan yang lainnya melawan para musuh dari Black Tiger Sect tuan muda sendiri yang meminta junior Cing Cia untuk menemaninya malam tadi" jawab salah seorang dari mereka.
Tang Yue kembali muntah darah, mau tak mau dia harus mempercayai bahwa putranya sudah dewasa baik secara mental maupun fisik karena sudah mampu melakukan hal-hal seperti itu yang seharusnya dia lakukan setelah menikah nanti.
"Oh putraku! Hiks hiks hiks, putraku sudah dewasa. Dia….dia….dia sudah dewasa hiks hiks hiks".
Kaisar Xiao Chen mengelus pundak bibinya, dia sendiri dan Permaisurinya juga masih belum bisa percaya sepupunya sudah mampu melakukan hal-hal dewasa seperti itu.
'Uh sepupu! Kau hebat sekali!' Batinnya memuji sepupunya sedangkan wajahnya masih menunjukkan raut ketidakpercayaan sembari menenangkan bibinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.