My Journey to Immortality

My Journey to Immortality
Ch 50 - Hah? Aku Anak Yang Diramalkan? Bukannya Aku Cuma Pengawas Sementara?.



Suja saat ini tengah berada di dalam sebuah hutan yang sangat gelap, hutan itu dipenuhi oleh kabut yang sangat tebal membuat sinar matahari sangat sulit untuk menembus kabut-kabut tebal itu.


Setelah meninggalkan kota Xudong lima hari yang lalu Suja terus berkendara tanpa henti meskipun mobil yang digunakan kehabisan bahan bakar, meskipun begitu dia tidak khawatir karena di dalam ruang dimensinya tepatnya di dalam dimensi pagoda sisi lain dari dimensi utamanya terdapat sekitar lima ratus gudang yang isinya penuh dengan tong-tong bahan bakar berbagai macam seperti Premium, Pertalite, Pertamax, dan juga Solar dan Bio-solar.


Di dalam hutan itu dia membuat sebuah rumah pohon alami menggunakan kekuatan Spirit Root elemen kayu dan juga Qin miliknya (Qin; gabungan antara Qi dan Mana).


Di dalam rumah pohon alami buatannya dia tengah meracik berbagai macam bubuk obat menggunakan berbagai macam tanaman herbal dari dalam ruang dimensinya dan diterangi oleh cahaya dari lampu bertenaga surya portabel.


Banyak barang-barang berguna dari dunia modern yang dia dapatkan dari penggabungan antara dimensi pribadinya dengan dimensi pribadi milik Cruelest Immortal jadi dia tidak terlalu khawatir akan merindukan masa depan, selain yang dia dapatkan dari Cruelest Immortal dia juga memiliki banyak benda dari dunia modern yang dia minta pada Heavenseal dulu.


Kegiatan yang dilakukan oleh Suja hanya berpusat pada meracik bubuk obat, makan, tidur, mandi, buang air, dan juga menjelajahi internet menggunakan jaringan internet pemberian Cruelest Immortal yang terdapat di dimensi pagoda.


Selama seminggu kemudian Suja sudah meracik lebih dari dua ratus bubuk obat yang terdiri dari lima macam ramuan obat yaitu, obat panas, obat diare, obat cacar, obat penambah darah, dan obat penambah kesuburan.


Tentunya dia sudah menguasai banyak ilmu-ilmu pengobatan dan juga macam-macam obat modern serta kandungannya sehingga dia mampu membuat ramuan obat yang memiliki khasiat yang sama namun berasal dari bahan herbal.


Setelah menguasai banyak macam ramuan obat untuk penyakit yang biasa dia lihat di dunia modern, dia juga meracik berbagai macam ramuan obat yang berguna untuk mengobati penyakit-penyakit yang ada di dunia tempatnya hidup sekarang ini.


"Tuan, kita sudah berada di hutan ini selama delapan hari. Bukankah seharusnya tuan sudah ada di Istana saat ini?".


Suja menoleh dan berhenti meracik sebuah ramuan obat buatannya, dia menatap Tasya dan juga Long yang tengah duduk memperhatikannya meracik sejak awal dan menjaganya saat dia tengah tertidur.


Suja memang mengeluarkan semua hewan kontraknya dari ruang dimensinya saat dia sudah sampai di hutan kabut, mereka meminta agar dikeluarkan untuk menghirup udara segar dunia tempat mereka berada sekarang dan Suja mengabulkannya.


"Kalian tenang saja, aku masih sedikit kesal pada si Liuyun itu. Biarkan saja mereka mencari kita, aku masih ingin di sini lima hari lagi untuk mencapai tingkat  Alchemist Senior".


"Lalu bagaimana jika nanti ibunda tuan khawatir? Apa tuan tidak takut dimarahi?".


Suja tertawa mendengar pertanyaan Genta, memang dia sedikit takut terkena semburan kemarahan ibunya tapi dia masih ingin berada di hutan kabut sebentar lagi karena dia sudah akan mencapai tingkat Alchemist Senior dalam beberapa tahapan lagi.


"Sudahlah kalian tenang saja, urusan ibunda biar kuurus nanti belakangan. Oh iya, di mana si Radit sama lima yang lain?".


"Radit sedang bermain dengan mereka, sejak Radit menunjukkan wujud manusianya mereka berlima terlihat sangat akrab dengan Radit dan Radit juga memanjakan mereka seperti mereka adalah adiknya sendiri".


Suja manggut-manggut mengerti, memang sejak mereka dikeluarkan dari ruang dimensi dan diberikan akses keluar masuk sesukanya empat Dao Beast miliknya menunjukkan wujud manusia mereka yang sempat membuat Suja terpana akan ketampanan tiga Dao Beastnya dan juga kecantikan surgawi yang dimiliki oleh Tasya membuatnya sampai lupa diri dan menyerang Tasya saat itu juga.


Sore harinya Suja memasuki ruang dimensinya untuk menyimpan semua bubuk obat hasil racikannya yang jumlahnya sudah mencapai sepuluh kotak makan, namun saat dia akan keluar dari sana dia melihat seseorang yang familiar dengannya siapa lagi kalau bukan Heaven Seal.


"Yo bocah, apa kabar?".


"Aku baik kek, kakek sendiri apa kabar? Terus kenapa ada di sini?".


"Aku baik, aku kesini untuk memberitahu sesuatu tentang masa depanmu" Suja mengernyit pelan.


"Memangnya kenapa dengan masa depanku kek? Apakah tugasku sudah berubah?" Heaven Seal menggeleng dan mengirimkan sebuah ramalan.


Suja tersentak kaget saat kepalanya terisi sebuah penglihatan di mana ada sebuah benua yang terjajah oleh bangsa asing, manusia-manusia yang menghuni benua ini dijadikan sebagai budak entah itu budak pekerja, budak petani, bahkan budak pemuas nafsu yang tak luput menyasar anak-anak perempuan berumur 7 tahun ke atas.


Setelah beberapa kali percobaan penangkapan yang berujung gagal, Suja dalam ingatan itu melihat sosok pemimpin dari bangsa itu memiliki ciri-ciri berambut hitam kemerahan, dua buah tanduk berwarna kuning keemasan, kulit merah, dan mata berwarna merah kehitaman yang terlihat cukup mengerikan membawa banyak pasukan untuk mengepung pria tua itu di sebuah tempat.


Singkatnya pria itu bisa selamat sedangkan sosok tadi hancur menjadi gumpalan daging dan darah menyisakan satu sosok yang mirip dengannya namun tanduknya berwarna kuning kehitaman, saat pria tua itu pergi memasuki lubang ruang sosok bertanduk itu terlihat mengucapkan sumpah sebelum pergi dari sana.


Suja lalu melihat ada beberapa generasi pemimpin bangsa yang dinamakan bangsa demon itu, di generasi Demon Emperor ke-13 mereka mencoba terbang menuju Benua Bintang Timur namun sayangnya mereka terhalang oleh sebuah dinding penghalang tak kasat mata yang menahan mereka agar tidak bisa keluar dari Benua itu.


Tak kurang akal, mereka kemudian selama bertahun-tahun mencari cara agar bisa pergi ke Benua lainnya yang akhirnya bisa mereka lakukan setelah mereka mendapatkan cara yaitu dengan membuat portal cermin yang bisa mereka lewati jika ingin pergi ke salah satu Benua meskipun itu membutuhkan pengorbanan besar karena tak kurang dari satu juta orang yang harus dikorbankan untuk membuat sepuluh buah cermin yang lima diantaranya mereka bawa keluar dari Benua itu menuju Benua lainnya yang tidak lain adalah Benua Bintang timur.


"Uh jadi hubungan antara ramalan ini dengan masa depanku apa?".


"Kamu adalah anak yang diramalkan itu, kamu yang akan menjadi pembasmi para demon dan menyelamatkan Benua itu. Kamulah anak yang akan menjadi penguasa empat Benua dan pembuka Benua lainnya, kamu yang akan menguasai dunia ini dan membawanya naik ke tingkatan yang lebih tinggi dari saat ini".


"Hah? Bukannya aku ini cuma pengawas sementara dan calon penasihat? Bukankah itu yang kau katakan saat kita bertemu pertama kali?".


"Benar, memang itu yang kukatakan dulu tapi itu hanyalah kebohongan yang kubuat agar kamu mau menerimanya. Dunia ini sebenarnya akan dilenyapkan beberapa ribu tahun lagi, itu akan terjadi jika dunia ini tetap berada di peringkatnya sekarang tanpa bisa menanjak lebih tinggi ke peringkat satu di alam semesta ini. Dan lagipula, Cruelest Immortal datang ke dunia ini ternyata diberikan tugas oleh siapapun itu untuk menjaga dunia ini untuk sementara waktu sampai kelahiranmu".


"Hah? Hanya karena hal seperti itu dunia ini akan dilenyapkan? Memangnya siapa yang memutuskan hal itu?" Heaven Seal menggeleng pelan.


"Aku juga tidak tahu, yang kutahu aku hanya menjalankan tugas yang diberikan padaku. Kami para Heaven Seal dipilih secara acak tanpa diberitahu alasan kenapa kami dipilih sebagai Heavenseal, hanya Heaven Seal generasi pertama dan kedua yang pernah bertemu siapapun itu yang memilih kami".


"Dan sudah berapa lama itu?".


"Aku tidak tahu pasti, yang jelas aku adalah Heavenseal generasi kesekian dan Heavenseal yang bertugas menjaga alam semesta ini telah berganti generasi sebanyak satu milyar kali".


"Satu milyar!? Berapa generasi itu!?".


"Yah aku juga tidak tahu dan tidak peduli, yang jelas sekarang aku hanya memberitahumu kalau kamu adalah orang yang akan menjadi penguasa dunia ini dan membawanya menuju tingkatan yang lebih tinggi lagi dan sampai jumpa lagi nanti!".


"Tunggu!".


Suja hanya bisa menatap ruang yang dimasuki oleh Heaven Seal menghilang kembali, dia ingin meminta penjelasan lagi tapi Heavenseal malah sudah kabur.


.


.


.


.


.


Gimana? Aneh ya? Ya maaf hehehe