
sebenarnya mau ngelanjutin buat revisi dari awal, eh malah ndak muncul hasil revisinya padahal udah berhasil. ya udah ini aja dilanjut dulu, sekalian lihat komentar para pembaca hehehe
.
.
.
Setelah tiga hari mereka istirahat di kota Awan, Lu Yue dan Suja kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju Kekaisaran Tang namun sebelum itu mereka harus melewati empat kota lagi dan salah satunya kota Bangau Putih yang jaraknya sekitar 500 kilometer dari kota Awan, jika manusia biasa menempuh jarak itu kemungkinan mereka akan sampai setelah tiga sampai satu bulan perjalanan, berbeda dengan cultivator apalagi yang sudah memasuki ranah Core Formation seperti Lu Yue yang bisa saja menempuh jarak sejauh itu hanya dalam sepuluh sampai sebelas hari perjalanan saja menggunakan ilmu meringankan tubuh yang dimilikinya.
Selama perjalanan mereka terus keluar masuk hutan demi melatih diri mereka dalam pertarungan hidup dan mati terutama untuk Lu Yue, meskipun dia sudah berada di ranah Core Formation tingkat puncak tapi pengalamannya dalam bertarung apalagi dalam kondisi hidup dan mati sangat minim sekali, oleh karena itu Suja sengaja memperlama waktu perjalanan mereka demi melatih Lu Yue dalam pertarungan hidup dan mati melawan Demonic Lord Beast atau Demonic King Beast.
“XIAO’ER….!!!!! TOLONG AKU….!!!!!”
Saat ini Lu Yue tengah melarikan diri dari kejaran seekor Demonic Lord Beast berjenis Serigala Penguasa Malam, meskipun tingkat kekuatan mereka setara namun Demonic Lord Beast yang tengah dihindari oleh Lu Yue lebih unggul dalam pertarungan karena menghabiskan hidupnya di dalam hutan itu dan harus bersaing demi mendapatkan makanan, bahkan terkadang mereka harus bertarung demi mempertahankan hidup mereka dari serangan para Demon Cultivator yang mengincar mereka demi diambil Core milik mereka dan terkadang tubuh mereka untuk dijual ke rumah makan yang menghidangkan daging binatang-binatang iblis ataupun binatang roh seperti mereka.
"Tidak akan…!!! Aku tidak mau membantumu, tapi jika kamu berjanji akan menikah denganku, dengan senang hati Yue'er…!!!"
Lu Yue menggertekkan giginya mendengar Suja berbicara, matanya nyalang menatap serigala di depannya sebelum menghunuskan senjata berupa pedang yang dia miliki.
"Sial…!!! Apapun yang terjadi, aku harus selamat….!!!"
"Ayo cepat, serang dia…!!! Kau belum mau mati kan Yue'er….???"
Sungguh perkataan Suja bagaikan penghinaan baginya, ti meskipun begitu, itu semua adalah kebenaran.
"Awas saja kau nanti…!!!"
Berkali-kali Lu Yue menghindari setiap cakaran maupun gigitan dari serigala di depannya, pakaiannya telah terkoyak-koyak, tubuh putih mulusnya telah bersimbah darah, setiap serangan serigala di depannya tidak pernah bisa dia hindari dengan mudah, membutuhkan perjuangan keras sampai akhirnya dia menemukan celah dan melancarkan serangan.
"Jurus Pedang Mawar : Mawar Kematian…!!!"
Dari tebasan pedangnya sebuah energi pedang melesat cepat dalam bentuk bunga mawar hitam, meskipun berbentuk bunga, tapi saat bertabrakan dengan tubuh serigala lawannya semua bunga itu meledak dengan hebat.
DUUUUAAAARRRRR…….!!!!!
Tidak mau membuang kesempatan membuat Lu Yue maju saat serigala lawannya tengah lengah akibat ledakan bunga mawar di tubuhnya, Lu Yue dengan cepat melesatkan tebasan yang menghabisi serigala itu dengan memotong lehernya.
AAAAAAUUUUUUUUUUUUU…….!!!!!
Lolongan serigala dari semak-semak berhasil mengguncang Lu Yue, dia berpikir hidupnya sudah tamat saat mendengar lolongan itu dan melihat ada sepuluh serigala lainnya yang menampakkan diri.
"Oke, sepertinya dia tidak akan sanggup melawan semua serigala itu, lebih baik aku turun tangan saja sekarang."
"Mana Control : Auman Naga…!!!"
GGRRRRROOOOOOOAAAAAARRRRRRRR……!!!!!
"AAAAAAHHHHHHHH……!!!!!"
Lu Yue berteriak kesakitan saat raungan hebat terdengar membuat gendang telinganya hancur, darah keluar dengan derasnya membuatnya tidak bisa bertahan dan akhirnya pingsan di tempat.
Bukan hanya Lu Yue yang menderita, gerombolan Serigala Penguasa Malam yang mengepungnya juga kesakitan karena hancurnya pendengaran mereka, Suja melesat dari pohon tempatnya berdiri kemudian mengeluarkan pedangnya.
"Mana Control : Wind Cutter…!!!!!"
Satu-persatu serigala di depannya tewas dengan keadaan leher terpenggal, Lu Yue yang melihat pemandangan ganjil di depannya menggigil ketakutan, dia tidak mengerti apa yang terjadi yang dia tahu semua serigala yang mengepungnya tiba-tiba saja kehilangan kepala.
"Sayang, kamu tidak kenapa-kenapa kan?"
Lu Yue menatap Suja dengan air mata yang telah mengalir, melihat Suja mampu membunuh mereka semua dengan mudah tepat di depannya membuatnya merasa sangat lemah seperti semut yang baru lahir.
"Jangan dekati aku!"
Suja hanya bisa menatap kepergian Lu Yue dalam diam, namun baru sepuluh langkah Lu Yue ambil, pancaran aura yang sangat kuat tiba-tiba saja menekannya membuatnya pingsan dengan darah yang keluar dari mata, hidung, telinga, dan juga mulutnya.
"YUE'ER…..!!!!!!"
Dengan cepat Suja berlari mendekati tubuh Lu Yue yang mulai terjatuh ke tanah dan menangkapnya, kondisi tubuh Lu Yue benar-benar parah karena darah keluar dengan derasnya dari telinga dan mulutnya, bahkan denyut jantungnya terasa melemah saat Suja mengecek nadinya.
"Yue'er..!! Yue'er…!! Tolong bangunlah, jangan tinggalkan aku…!!! Kumohon Yue'er, bangunlah…!!!"
Di atas langit terlihat ada sepuluh orang yang tengah menatap kejadian di bawah mereka dengan pandangan yang berbeda-beda, seorang pria tampan yang tidak lain adalah Yu Mian menatap kejadian di bawahnya dengan tatapan dingin, sementara tiga pemuda yang sebelumnya telah menyingung Suja menatap kejadian itu dengan pandangan kecewa karena tidak bisa membuat Lu Yue menjadi penghangat ranjang mereka, bukan hanya mereka yang berpikir demikian, enam orang tua di belakang mereka juga berpikiran sama dengan ketiganya, mereka sudah melihat bagaimana cantiknya Lu Yue, mereka merasa akan sangat disayangkan jika tidak menikmato wajah cantik dengan tubuh menggoda itu.
"Apa benar dia yang telah menyerang kalian bertiga...!?"
Tiga pemuda itu mengangguk dengan wajah takut, tapi di dalam hati mereka sangat kecewa karena yakin kalau Lu Yue pastinya telah tewas karena tekanan kuat dari aura kultivator ranah Nascent Soul yang dipancarkan guru mereka Yu Mian.
“Yue'er, sayangku tolong bangunlah…!!! Kumohon jangan tinggalkan aku sayang, kumohon bangunlah…….!!!!"
Suja dengan berurai air mata memeluk tubuh lemah Lu Yue, dia mengeluarkan sebuah botol kaca bening yang berisi setetes air di dalamnya, itu adalah air mata milik Shen Huan yang diberikan pada tuannya saat mereka bertemu di ruang dimensi Suja.
Suja meminumkan setetes air mata Phoeniks pada Lu Yue sebelum meninggalkannya di tempatnya, dia yakin air mata dari salah satu Phoeniks miliknya mampu menyelamatkan Lu Yue, dan sekarang saatnya dia membalas perbuatan orang yang membuat wanitanya terluka parah.
"Hooo, jadi kau mengetahui keberadaan kami…??? Sejak kapan kau sadar bajingan…????"
Yu Mian masih tetap melayang di udara bersama orang-orang yang mengikutinya, namun dia tercengang saat melihat Suja bahkan mampu terbang ke hadapannya padahal dia sama sekali tidak bisa merasakan sedikitpun Qi dari tubuh Suja.
"Siapa kau…!!!???"
Yu Mian mengerut tidak suka "Heh…!!! Kau kira kau siapa sampah…!!!??? Berani sekali kau bertindak arogan di depanku yang seorang Pilar Pedang ini….!!! Aku adalah Yu Mian…!!! Kau mau apa sekarang sampah….!!!"
"Hehe…..hahahahaha…..hahahahaha……!!!!! Jadi kau yang bernama Yu Mian, hahahaaa…!!!!!"
"Mana Control : Teknik Cakar Naga : Cakar Naga Logam…!!!!"
SRREEETTT….!!!
.
.
.
.
.
.