
Istana kekaisaran yang biasanya sudah ramai dan sibuk karena aktivitas para pelayan dan dan kasim yang bertugas kini bertambah sibuk karena kedatangan beberapa orang anggota keluarga kekaisaran beserta keluarga mereka, tiga orang itu tidak lain adalah Tang Nie dan keluarganya serta Tang Yue dan juga Xi Suja.
Kaisar Han Xiao Chen mengantarkan kedua bibinya untuk menemui Ibu Suri Kekaisaran yang sudah mendengar kedatangan mereka, sementara si bocah Xiao tetap berada di ruang kerja Kaisar atas keinginannya sendiri dan mengatakan akan menemui bibinya nanti setelah membahas beberapa hal yang dia inginkan dengan sang kaisar.
Sembari menunggu Xiao Chen Suja beberapa kali memeriksa lagi gulungan-gulungan laporan di meja, semua laporan itu sebenarnya hal yang mudah untuk diatasi jika saja itu di jaman modern bukan di jaman seperti sekarang ini karena masalah yang ada di laporan itu hanyalah laporan mengenai bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan beberapa masalah yang sepele untuk dunia modern tapi masalah besar untuk dunia seperti ini.
Dengan satu gulungan kosong dia menuliskan bagaimana cara-cara untuk mengatasi semuanya, bahkan beberapa juga dia tambahkan agar tidak terjadi lagi seperti ini, sesuatu yang mudah dibesar-besarkan.
"Didi, apa yang kamu tulis?".
"Hmmm? Hanya solusi untuk laporan-laporan ini saja".
Xiao Chen mengernyit pelan lalu mengambil satu gulungan yang baru selesai ditulis, dahinya semakin mengernyit dalam begitu melihat solusi yang belum pernah dia pikirkan sama sekali.
"Kenapa?" Xiao Chen menatap Suja dan menunjukkan gulungan yang dipegangnya.
"Apa ini akan berhasil?".
Suja mengerut pelan, setelah berpikir kembali akhirnya dia sadar bahwa solusi yang dia berikan memanglah baru dan kemungkinan belum pernah ditemukan di jaman seperti ini.
"Itu akan berhasil, kalo gege tidak percaya akan lebih baik kalau kita langsung melihat bagaimana pembuatannya dan hasilnya nanti".
Xiao Chen mengangguk walaupun masih bingung, dia memang membutuhkan masukan tapi masukan yang dia terima membuatnya bingung karena belum pernah melihat yang seperti ini.
Di dalam gulungan yang dia baca terdapat cara-cara mudah menanggulangi dan mencegah terjadinya tanah longsor dari daerah yang berbukit, seperti pembuatan penyangga dan melakukan sistem terasering atau menanaminya dengan berbagai macam sayur dan bahan-bahan makanan lainnya agar air yang meresap di tanah-tanah itu terserap oleh tanaman sehingga akan meminimalkan resiko terjadinya tanah longsor akibat hujan maupun yang lainnya.
"Chen gege, apa kamu meragukanku?" Xiao Chen tersentak dan langsung menatap empunya suara, dilihatnya Suja tengah menatapnya tenang tapi matanya mengeluarkan aura kedewasaan dan kebijaksanaan yang tidak mampu diukur oleh Xiao Chen sendiri.
"Sebenarnya iya, aku masih sedikit ragu. Bukan karena tidak percaya akan kecerdasanmu tapi cara ini belum pernah digunakan sejak berdirinya kekaisaran kita, solusi ini akan menggantikan semua sistem pertanian yang ada di kekaisaran. Jika ada jaminan sistem pertanian ini bisa menghasilkan dengan lebih baik, maka mungkin semua rakyat kita yang bertani akan menggunakan sistem ini dan kita akan memiliki simpanan pangan jika mengalami bencana atau terkena dampak perang para cultivator?".
"Hmmm? Gege aku jamin sistem yang kusarankan ini akan menghasilkan yang lebih baik dari sistem lama, bahkan aku memiliki beberapa komoditas bahan pangan yang bisa dijadikan alternatif seperti jagung, ketela, bawang, merica, dll".
Xiao Chen tersenyum canggung, dia sadar sepupunya itu sedikit tersinggung dengan perkataannya tapi saat melihat Xi Suja tidak membahasnya lebih jauh membuatnya menyingkirkan kecanggungannya.
Satu-persatu gulungan laporan mereka periksa bersama-sama, Xiao Chen menunjukkan kekaguman akan kecerdasan sepupunya yang bisa memberikannya solusi yang baik dan bahkan beberapa lagi memberikannya pemahaman baru tentang bagaimana cara mengatur pemerintahan dengan baik yang akan membuat rakyat menjadi makmur.
Selama beberapa batang dupa mereka berbincang dan saling berbagi pemahaman baik itu dalam pemerintahan maupun dalam kehidupan sehari-hari, beberapa pemahaman baru didapatkan oleh Xiao Chen yang membuatnya semakin memahami luasnya dunia.
"Oh iya, kalo kamu mengganti margamu menjadi Xi lalu bagaimana denganku?".
Suja menatap sang sepupu bingung "Memangnya kenapa kalau aku mengganti margaku ge?".
"Yah kan kita berdua ini sama-sama dari lahir dari ayah yang dari klan Xiao meskipun aku hanya dari keluarga cabang tapi klan kita sama, kalo kamu mengganti marga apakah aku tidak apa-apa tetap memakai nama marga klan kita?".
Dengan anggukan pelan Suja memberikan jawaban "Memangnya untuk apa gege harus mengganti marga? Pakai saja nama marga kita sampai kapanpun, itu juga akan membuat rencana yang kususun bisa berjalan tanpa harus takut terganggu".
"Memangnya kamu mau melakukan apa?".
Xiao Chen selalu mengganti ekspresinya saat mendengarkan cerita sepupunya, kadang dia tertawa, kadang sedih, dan kadang dia menunjukkan kekaguman mendengar begitu banyak kisah-kisah masa lalu sepupunya di kehidupan pertamanya.
"Baiklah didi, aku mengerti. Kamu tenang saja, saat Asosiasi yang kamu bangun sudah berdiri kekaisaran akan memberikan perlindungan dari bayang-bayang dan saat Asosiasi bisa berdiri sendiri aku akan memberikan kota Chang An menjadi wilayah kekuasaan klan baru kita. Tapi bisakah aku meminta sesuatu?".
Suja mengangguk "Apa yang gege inginkan".
Mendengar permintaannya dikabulkan membuatnya merasa senang, dengan segera dia mengambil sebuah gulungan kulit yang kosong dan menuliskan permintaannya sedangkan Suja menatapnya santai sembari meminum tehnya.
"Ini" di dalam gulungan itu dituliskan beberapa sumberdaya yang dibutuhkan oleh kekaisaran untuk mengembangkan pasukan darah besi yang merupakan sekumpulan rogue cultivator yang direkrut untuk mengurus berbagai permasalahan yang menyangkut dunia persilatan dan berada di bawah perintah langsung sang kaisar Han.
Suja mengangguk-angguk menyetujui berbagai permintan sumberdaya yang tertulis di sana "Gege, karena ini untuk mengembangkan pasukan kekaisaran maka aku akan memberikan diskon 25% untuk setiap jenis sumberdaya yang dibeli dengan borongan. Sementara untuk sumberdaya yang akan gege dan juga iparku gunakan aku akan memberikannya secara gratis untuk saat ini, tentunya nanti kalau Asosiasi sudah berdiri gege harus membelinya dan akan kuberikan diskon 10% setiap pembelian dalam jumlah besar".
Xiao Chen tersenyum lebar, meskipun potongan 25% untuk pengembangan pasukan dan 10% untuk pribadi terbilang kecil tapi jika kekaisaran membeli sumberdaya dalam jumlah besar itu akan menjadi jumlah yang sangat signifikan dan uang yang tersisa bisa digunakan untuk mengembangkan banyak sektor di kekaisaran Han saat ini.
"Ngomong-ngomong ge, apakah gege sudah membuatkanku keponakan?".
Pertanyaan itu berhasil mengundang rona merah di wajah sang kaisar, dengan gugup dia memalingkan pandangannya tanpa menjawab pertanyaan sang sepupu membuat Suja memandangnya curiga yang membuatnya semakin salah tingkah.
"Hmm sepertinya aku belum mendapatkan keponakan, lalu kapan gege akan membuatkan putra mahkota untuk rakyat? Jangan sampai nanti terjadi perebutan kekuasaan jika tidak ada seorang putra mahkota yang akan meneruskan kepemimpinanmu, ingat ge banyak orang yang mengincar tahta kekaisaran karena semua yang telah dicapai kedua pendiri klan maupun kekaisaran kita ini".
Xiao Chen merasa murung mendengarnya, tidak pernah dia menyangka akan mendapatkan nasehat dari seorang bocah kecil yang merupakan adik sepupunya dan itu malah membuatnya semakin malu dan bertambah pusing.
"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan yang penting gege dan permaisuri selalu berusaha, sekarang ayo kita temui bibi kekaisaran supaya mereka tidak memarahi kita nantinya".
Xiao Chen langsung panik mendengar kata 'dimarahi', sepertinya dia sedikit mendapat trauma entah karena hal apa.
.
.
,
,
.
.
.
.
jangan lupa berikan vote dan komentar.