
Setelah puas membaca dan memahami bagian kekuatan jiwa dan energi jiwa Suja membalikkan beberapa halaman sekaligus sampai akhirnya menemukan yang dia cari, bagian yang ingin dibaca olehnya ada di halam ke-25 yang membahas tentang Seni Naga.
Sesuai namanya seni naga adalah sebuah teknik beladiri tangan kosong yang mendalami serangan menggunakan bagian-bagian tubuh naga seperti cakar, kibasan ekor, sisik, dan sayapnya.
Seni Naga adalah bagian penting dalam Heaven Dragon Emperor Manual karena jika seseorang hanya mempelajari manual ini untuk meningkatkan praktik semata tanpa mendalami juga bagian Seni Naga maka dia bisa dikatakan tidaklah menjadi pengguna manual ini secara resmi dan selain itu juga pencapaiannya akan terhambat, dengan mempelajari Seni Naga akan membantu pencapaian praktik penggunanya secara cepat dan juga Qi yang dihasilkan juga akan sangat murni sekali walaupun kemurniannya tidak bisa menyamai kemurnian Mana tapi setidaknya kekuatannya hampir sedikit lagi akan mencapai tingkat kemurnian Mana dan kekuatannya juga sangatlah besar yang mana lebih besar dari Qi murni yang dia dapatkan saat menggunakan God Manual untuk berkultivasi beberapa minggu lalu.
"Hmm, Mata Kaisar Naga Surgawi. Seni seperti apa ini ya?".
Bagian pertama dalam seni naga itu adalah Seni Mata Kaisar Naga Surgawi yang merupakan sebuah kemampuan untuk melihat menggunakan visi yang jauh dan luas, seni mata kaisar naga ini membutuhkan konsumsi Qi yang cukup banyak jika seni ini digunakan oleh cultivator Forging Qi karena seni ini memang dikhususkan pada mereka yang sudah memasuki Foundation Realm.
Seni Mata Kaisar Naga Surgawi menggunakan visi mata naga untuk melihat wilayah yang diinginkan oleh pengguna seni ini, semakin tinggi tingkat praktik pengguna maka semakin luas pula jangkauan luas yang dapat dilihat dan tidak terbatas pada satu arah saja karena seni mata naga ini mampu melihat lima arah sekaligus yaitu depan, kiri, kanan, bawah, dan atas yang mana akan sangat berguna sekali jika digunakan dalam pertempuran.
Selain kegunaan untuk melihat area luas Seni Mata Kaisar Naga Surgawi juga bisa digunakan untuk melihat sisi terdalam tubuh lawan seperti tempat tulang-tulang, jenis tubuh apa yang dimiliki, manual tingkat apa yang digunakan oleh lawan atau kawan dengan cara menelisik aura pencapaiannya, dan yang paling penting adalah mata ini bisa melihat sebesar apa pencapaian kultivasi seseorang walaupun pencapaian itu telah disembunyikan dengan teknik atau segel tingkat Immortal sekalipun.
Selain beberapa kegunaan di atas Seni Mata Kaisar Naga juga bisa digunakan untuk menyerang dan melenyapkan musuh tanpa diketahui, kegunaan ini sama seperti kegunaan aura atau menggunakan Divine Sense untuk menyerang lawan tapi Seni Mata Kaisar Naga ini memiliki keunggulan dalam hal luas dan jumlah lawan yang bisa diserang.
"Hah sayang sekali aku belum bisa memiliki Mata Kaisar Naga ini, tapi kan aku juga punya mata Dewa Naga. Hmm, mata mana yang lebih kuat yaa?".
Yaa, Xi Suja memiliki sebuah kondisi khusus yaitu dia memiliki Mata Dewa Naga.
Mata Dewa Naga hampir sama dengan Mata Kaisar Naga Surgawi, hanya saja Mata Kaisar Naga Surgawi berasal dari mata Naga Azure yang sangat langka sedangkan Mata Dewa Naga berasal dari Naga penguasa yang mana tingkatannya lebih rendah dari naga azure.
"Hmm? Seni api naga?".
Seni Api Naga bukanlah sebuah seni tunggal melainkan teknik serangan yang memiliki banyak cabang sesuai elemen yang dimiliki oleh pengguna, dengan kata lain semakin banyak elemen yang dimiliki pengguna maka Seni Naga ini akan memiliki banyak kekuatan lainnya misalnya serangan naga angin, serangan naga logam, dan banyak serangan dari elemen lainnya.
Seni Naga yang mengkhususkan diri dalam serangan ini ada banyak macamnya, ada yang khusus untuk serangan jarak dekat tanpa senjata, ada yang khusus dengan menggunakan senjata, ada juga serangan yang menggabungkan keduanya misalnya saja jurus penghancur tulang.
Jurus Penghancur Tulang adalah sebuah jurus gabungan dari serangan tapak dan juga tebasan pedang atau tombak, serangan ini akan diawali dengan sebuah tamparan tapak pada bagian tubuh lawan seperti tubuh, dada, atau perut lalu dilanjutkan dengan serangan tebasan yang akan membuat tulang-tulang lawan retak lalu hancur yang akan menyebabkan rasa sakit pada lawan itu sendiri.
Selain Jurus Penghancur Tulang masih ada banyak lagi jurus-jurus di dalam Seni Kaisar Naga Surgawi, namun karena Suja sendiri masih belum membentuk pondasi Holy Monarch Emperor maka dia belum bisa mempelajarinya atau meskipun dia sudah mempelajari semuanya dia masih belum bisa memperagakannya karena jika dia memaksa maka dia hanya akan menghancurkan Dantian dan Spirit Rootnya sendiri.
"Ha~h, sayang sekali aku masih belum bisa membentuk pondasi karena tidak adanya pil itu. Sepertinya aku harus berlatih lagi agar tingkatan Alchemy milikku semakin meningkat, tapi bahan-bahannya juga mau cari di mana!!!!!???".
Suja menutup buku manual itu dan menyimpannya kemudian berbaring dengan rasa frustasi, dia sudah berada di tingkat 500 Forging Qi tapi tidak bisa membentuk pondasi karena dia tidak memiliki pil yang bernama Monarch Forging Pill yang mana adalah pil yang khusus untuk membentuk Holy Monarch Emperor Foundation.
Mudah saja sebenarnya baginya untuk membuat pil itu meskipun dia masih berada di tingkat Senior Alchemist dengan mengandalkan Mana miliknya, tapi bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menyulingnya sangatlah langka karena terkait dengan umur bahan pil itu sendiri.
Untuk membuat Monarch Forging Pill setidaknya dia membutuhkan Azure Dragon Fruit, Rumput Naga Langit, esensi darah Naga, Air Surgawi dan Air Kehidupan, dan terakhir Alang-Alang Raja.
Memang semua bahan itu mudah ditemukan karena dia juga sudah memiliki bahan-bahan itu yang ditanam di ruang dimensinya, sayangnya semua bahan yang dibutuhkan kecuali haruslah berusia setidaknya satu juta tahun esensi darah Naga, Air Surgawi, dan air Kehidupan sementara meskipun dia mempercepat waktu di ruang dimensinya itu masihlah membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga tahun di dunia nyata.
Saat dia hendak merubah posisi tidurnya menjadi menyamping, tangan kanannya menyentuh sebuah gumpalan lembut yang berada di sampingnya.
"Hmm apa ini? Rasanya kok lembut-lembut gitu ya?".
Suja menggerakkan tangan kanannya meremas-remas benda itu, benda yang dia sentuh terasa sangat lembut sekali dengan kekenyalan yang pas dan ukurannya juga tidak terlalu besar sehingga bisa dia genggam dengan telapak tangannya.
"Eh tapi tunggu dulu! Kok rasanya ini kayak daging yak? Hmm, mari kita liha~t".
"Sudah puas meraba dadaku sayang?".
Suja merinding mendengar suara seseorang itu, dengan perlahan dia menengok ke arah sisi kanannya dan mendapati Liuyun yang tengah berbaring di sebelahnya dengan posisi menyamping dan salah satu gunungnya yang tengah diremas-remas oleh Suja.
"Oh hai Liuyun, sejak kapan kamu di sini?".
"Hmm? Sejak kapan yaaa, kayaknya baru satu menit deh".
Suja bisa merasakan nada suara Liuyun yang begitu dingin, dengan pelan dia bangun dan berusaha untuk kabur tapi belum sempat dia bangkit dari ranjang tangan Liuyun menariknya membuatnya kembali berbaring di ranjang.
"Hehe jangan lari yaa, aku mau nampar kamu dulu".
"Hiiiiii!!!!! Ti-tidak tunggu dulu! Tolong maafkan aku!".
"Iya aku maafkan kok, tapi ku tampar dulu yaa".
"Ja-jangan!".
PLAK!.
.
.
.
.
.