My Journey to Immortality

My Journey to Immortality
Ch 63



Suasana aula persidangan istana kekaisaran Han tampak tegang, para pejabat dan menteri serta para jenderal menunggu Kaisar Xiao Chen berbicara dengan gelisah.


"Baiklah, pertemuan akan kita mulai. Untuk itu mari kita dengarkan kabar yang dibawa senior Suqian, silahkan senior!".


Suqian berdiri dari kursinya dan menuju ke tempat khusus bagi mereka yang biasanya diduduki para penjahat kekaisaran seperti pejabat dan menteri namun kali ini diduduki oleh Suqian, meskipun dia duduk di kursi panas tapi Suqian tampak tenang karena dia didukung oleh Tang Yue sebagai nyonya yang dilayani (jangan salah paham, maksudnya dilayani ya karena memang dia dan anggota Asosiasi itu bawahannya Suja semua jadi ya sudah sewajarnya mereka melayani ibundanya Suja dengan baik).


"Seperti yang kalian baca dari surat yang dikirimkan Kaisar, saat ini situasi sangat tidak menguntungkan bagi kekaisaran Han karena aliansi aliran hitam telah bergerak dan dari apa yang saya dapat mereka berencana untuk menyerang kekaisaran Han.


Jumlah pasukan mereka sendiri bisa dipastikan tidak kurang dari satu juta pasukan bahkan kemungkinan masih ada yang lainnya belum lagi pasukan kekaisaran Wei tang mereka perbudak, dari mereka sendiri jumlah yang diketahui sementara ini hanyalah satu juta pasukan utama yang terdiri dari pasukan Bendera Tiga Warna, Black Tiger Sect, Black Mountain Bat, Sekte Kabut Kematian, dan juga puluhan sekte menengah bawahan mereka.


Saat ini mereka telah berada di kota yang berada di dekat perbatasan ketiga kekaisaran, informasi dari pengurus Asosiasi yang berada di kota Lingko mengatakan mereka saat ini telah selesai berbenah dan akan berangkat secepatnya ke Ibukota atau kota Xudong.


Namun ada satu hal yang sangat penting lainnya yang perlu kalian ketahui, dan kemungkinan hal ini akan membuat kita tidak memiliki kesempatan untuk bertahan terlalu lama sebelum kekaisaran dikuasai sepenuhnya".


Kaisar Xiao Chen tampak tegang mendengar semua yang dikatakan Suqian, para jenderal dan pejabat serta menteri juga tidak kalah tegang bahkan ada dari mereka yang telah gemetaran mendengar jumlah pasukan yang akan menyerang.


"Hal apa itu senior?" Pertanyaan salah satu jenderal yang tergabung dalam Pasukan Darah Besi menyadarkan semua orang yang ada di sana.


"Benar senior, hal apa itu?".


"Para bawahanku yang memata-matai mereka mengatakan bahwa mereka merasakan ada sebuah aura yang luar biasa kuat berada di antara pasukan aliansi aliran hitam, aura itu terlalu kuat sehingga membuat mereka tidak bisa terlalu lama mengintai musuh sebelum kembali ke kota Lingko karena mereka mendapatkan luka dalam serius hanya karena mendapatkan tekanan dari aura itu.


Aku merasa siapapun sosok yang memiliki kekuatan itu adalah sosok yang sangat kuat, karena bahkan menurut senior Pilar Tombak yang juga berada di sana tekanan aura itu adalah tekanan aura yang hanya dimiliki oleh mereka yang telah menerobos ke ranah kultivasi yang lebih tinggi dari Nascent karena senior Pilar Tombak pun juga sampai mengalami luka dalam sama seriusnya dengan mereka".


Kaisar dan para pejabat yang hadir termasuk Tang Yue menghirup udara dingin, mereka bisa merasakan tubuh mereka yang bergetar ketakutan akan sosok yang dikatakan oleh Suqian.


"A-apa?! Bahkan senior Pilar Tombak juga mengalami luka serius?!" Pekikan Tang Yue membuat semua hadirin sidang semakin tercekat.


"Jenderal! Segera persiapkan pasukan! Persiapkan juga Pasukan Darah Besi untuk menghadapi musuh saat mereka telah mendekati Ibukota!" Perintah Kaisar Xiao Chen segera direspon para jenderal yang segera keluar mempersiapkan pasukan mereka.


"Untuk para menteri dan pejabat! Segera umumkan kondisi darurat! Lakukan evakuasi penduduk secepatnya, apa kalian mengerti!?".


"""Dimengerti Yang Mulia!""".


Setelah itu para pejabat dan menteri juga meninggalkan ruang sidang menyisakan Tang Yue, Kaisar Xiao Chen, dan juga Suqian yang masih berada di sana.


"Senior Suqian, di mana keberadaan sepupuku?" Tang Yue ikut menatap Suqian dengan pandangan bertanya saat Xiao Chen menanyakan sepupunya.


"Saat ini tuan muda Xi Suja berada di kota Api, menurut informasi dari Liang bersaudara tuan muda tengah mengikuti sebuah acara lelang yang diadakan Persatuan Alchemist yang berada di sana".


Tang Yue merasa sangat lega saat mendengar putranya baik-baik saja, jujur dia sangat mengkhawatirkan kondisi putranya itu semenjak Suqian menjelaskan asal aura kuat yang mereka rasakan beberapa waktu lalu.


Setelah merasa semua yang ingin dilaporkan telah disampaikan, Suqian pergi meninggalkan ruang sidang dengan mengatakan bahwa dia akan menyiapkan para pasukan rahasia Asosiasi Batik Biru yang selama ini telah dirahasiakan dengan baik yang bahkan Kaisar dan Tang Yue selaku nyonya besar sendiri tidak mengetahui berapa banyak jumlah pasti kekuatan yang dimiliki Asosiasi.


Di kota Lingko sendiri saat ini suasana sangat gaduh dan kacau balau, para warga biasa tampak meninggalkan kota untuk menyelamatkan diri dan harta mereka mencoba mencari keselamatan di kekaisaran Lin dan juga ke dekat Ibukota kekaisaran Han.


Di salah satu ruangan yang ada di gedung Asosiasi cabang kota Lingko seorang perempuan muda tengah memulihkan kondisinya, di dekatnya ada sebuah tombak yang telah patah menjadi dua terletak di meja.


"Siapa sosok yang memiliki aura yang sangat kuat seperti itu? Pastinya dia bukanlah sosok sembarangan, sepertinya aku harus memanggil semua kakak dan adikku. Jangan sampai kekaisaran yang telah dijaga ayah kami jatuh ke tangan mereka, lagipula di mana pemuda itu!?".


Pilar Tombak, itulah gelar yang disandang oleh perempuan itu. Pilar Tombak adalah salah satu dari beberapa perempuan yang akan menjadi istri Xi Suja atas permintaan Cruelest Immortal, paras Pilar Tombak sendiri tidak terlalu jauh berbeda dengan para kakak dan adik seperguruannya yang juga memiliki gelar mereka sendiri.


Pilar Tombak mengeluarkan sebuah kertas berwarna putih gading dan sebuah pena, setelah menuliskan pesan yang ingin dia sampaikan dia menggandakan kertas berisi pesan itu kemudian mengirimkannya menggunakan burung pos berupa gagak hitam yang masih belum menjadi Demonic Beast.


Di tempat di mana pasukan aliansi aliran hitam berada para pasukan itu terlihat berpesta pora meskipun sebelumnya hampir seluruhnya dari mereka yang tidak sadarkan diri saat mereka ditekan oleh aura kuat dari tenda yang digunakan para pemimpin mereka untuk mengatur strategi, mereka tidak mengetahui siapa sosok yang memiliki aura mengerikan seperti itu namun yang jelas mereka tahu kalau sosok itu adalah sosok yang tidak seharusnya mereka singgung semau mereka.


Patriark Ding terlihat menyendiri di tenda miliknya, di tangannya terlihat sebuah liontin giok berwarna hijau yang digenggamnya erat.


"Istriku, tunggulah aku di sana. Jika nanti aku tewas di tempat ini maka kita akan bertemu lagi, doakan aku agar aku bisa melenyapkan Ibu Suri kekaisaran sialan ini yang telah memisahkan kita berdua belasan tahun lalu".


Setitik air mata menetes dari mata Patriark Ding, dia tampak melamun membayangkan wajah seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya namun berada di dunia yang berbeda dengannya akibat peperangan yang terjadi beberapa belas tahun lalu.


"Ibu Suri kekaisaran sialan! Tunggulah pembalasanku! Akan kubuat mayatmu menjadi hadiah untuk ulang tahun mendiang istriku yang telah kau bunuh dan pisahkan dariku, tunggu kedatanganku perempuan sialan!" Patriark Ding menggenggam erat liontin itu sampai membuat tangannya terluka karena terbayang wajah seorang perempuan yang telah memisahkannya dengan istrinya.