My Journey to Immortality

My Journey to Immortality
Ch 62 - Aliansi Aliran Hitam . . . .



Enjoy Read.


Di saat Suja tengah mengikuti pelelangan di kekaisaran Lin, sebuah pasukan besar bergerak menuju kekaisaran Han dari kekaisaran Wei.


Pasukan besar itu adalah gabungan dari pasukan aliansi antara Black Tiger Sect, Black Mountain Bat, Sekte Kabut Kematian, dan juga puluhan sekte menengah bawahan mereka.


Pasukan aliansi aliran hitam itu dipimpin oleh Patriark Ding dari bendera tiga warna, bendera tiga warna sendiri adalah sebuah kekuatan yang sangat kuat menyamai kekuatan Black Tiger Sect dan merek termasuk sekte bintang 10.


Bendera Tiga Warna sangat jarang terlibat dalam peperangan antara aliran hitam melawan aliran putih, terakhir kali mereka terlibat sekitar dua ratus tahun lalu.


Banyak cultivator yang mengenal Bendera Tiga Warna sebagai sekumpulan orang-orang aneh karena mereka yang jarang terlibat peperangan dan tidak banyak yang mendengar kabar tentang mereka, jika ada peperangan yang diikuti oleh Bendera Tiga Warna maka itu akan menjadi topik panas yang diperbincangkan semua kalangan.


Saat ini pasukan aliansi aliran hitam telah berada di kota yang berada di dekat perbatasan tiga kekaisaran, para pasukan aliansi tengah beristirahat sedangkan para pemimpin sekte besar dan menengah aliansi tengah mengadakan rapat.


Di dalam sebuah tenda berukuran besar terlihat ada puluhan orang berkekuatan paling tinggi Nascent Soul Peak-stage dan paling rendah Nascent Soul First-stage, ada satu sosok yang terlihat asing bagi mereka tengah duduk di kursi paling mewah di sana dengan aura yang sangat menekan mereka semua.


"Senior Ding, jadi apakah kita akan menyerang malam ini atau besok? Dengan pasukan sebesar yang kita bawa sekarang bukan tidak mungkin kabar pergerakan kita semua sudah menyebar, menurutku akan sangat sulit jika kita menunda penyerangan terlalu lama karena besar kemungkinan sekte-sekte aliran netral di kekaisaran Han sudah mempersiapkan pasukan mereka untuk melawan kita" Xu Yi yang saat itu tengah berada di dekat Patriark Ding tampak menikmati arak sembari bertanya pada Patriark Ding.


"Xu Yi dan kalian semua tenang saja, meskipun kabar pergerakan kita menyebar dan diketahui oleh mereka kita tetap akan menyerang.


Dengan kekuatan kita saat ini kita bisa mengambil alih banyak wilayah kekaisaran Han yang sudah demikian melemah sejak serangan yang kamu lakukan hingga melenyapkan dua klan utama mereka, aku yakin meskipun mereka melawan kita mereka akan tetap bisa kita kalahkan.


Lagipula sebanyak apapun sekte aliran netral yang mempertahankan kekaisaran itu mereka tidak akan bisa bertahan melawan kekuatan yang kita bawa, tapi jika Light Thunder Temple bergerak untuk membantu kekaisaran itu maka kita memang akan tertahan namun itu tidak akan terlalu lama sampai mereka sendiri menyerah".


Xu Yi menatap Patriark Ding sebelum menatap para Patriark dan Matriark sekte lainnya, meskipun saat ini mereka berbicara dengan tenang namun mereka tetap berkeringat dingin karena aura yang mereka rasakan dari orang yang tengah duduk di kursi termewah di tenda itu.


"Kalau begitu senior Ding, kami akan kembali ke tenda kami dulu".


Patriark Ding hanya menatap kepergian mereka semua sebelum menatap orang yang tengah duduk dengan aura menekan yang dia rasakan sejak awal itu, orang itu sendiri tampak sangat acuh dan bosan melihat diskusi para pemimpin sekte yang berlangsung di depannya.


"Jenderal, bisakah anda menarik aura anda? Saya sedikit tidak nyaman, dan juga bukankah anda baru saja sampai dari Benua Matahari Hitam kenapa anda tidak istirahat dulu untuk memulihkan kekuatan anda?" Orang itu menatap Patriark Ding sebelum menatap ke depan dengan malas.


"Saudara Ding, aku tidak mau istirahat jika belum melaksanakan tugas yang diberikan oleh Yang Mulia.


Lagipula kenapa aku harus ke sini? Benua ini hanyalah benua yang sangat lemah sekali! Andai saja kita tidak memerlukan banyak pengorbanan hanya untuk mengirimkan satu jendral iblis sepertimu, sudah sejak lama benua lemah ini kita kuasai" Patriark Ding hanya menatapnya datar.


"Jenderal, bukankah anda sudah mengetahui alasan kenapa anda dikirim ke sini? Jangan katakan anda melupakan apa yang dikatakan oleh Yang Mulia saat mengirim anda ke sini?" Orang itu menatap Patriark Ding Dong dengan tatapan malas lalu kembali menatap ke depan.


"Tentu saja aku masih ingat, aku dikirim kesini untuk melenyapkan seseorang yang kemungkinan besar bisa mengganggu rencana kita untuk menguasai benua ini.


Namun ada satu hal yang ingin kutanyakan saudara Ding, apakah kamu benar-benar yakin di benua lemah ini ada seseorang yang telah mencapai Deva King Realm?" Patriark Ding menatap orang itu sebelum menjawab.


"Aku yakin, aura yang kurasakan beberapa waktu lalu sangatlah kuat dan setara dengan kekuatan seseorang yang sudah mencapai Deva King Realm.


Jika kita membiarkannya untuk terus berada di dunia ini, dia bisa melenyapkan semua ras kita yang sudah dikirim ke benua ini dengan banyak pengorbanan bahkan kemungkinan dia akan menuju Benua kita untuk membalas dendam".


"Menurut informasi dari bawahanku dia berada di kekaisaran Han yang akan kita serang nanti, disinyalir dia adalah anggota keluarga kekaisaran sehingga kita harus menyerang istana kekaisaran Han saat kita telah berhasil mendapatkan beberapa wilayah mereka nantinya".


"Hmm baiklah, kalau begitu aku akan menyembuhkan kekuatanku dulu agar nantinya aku bisa melenyapkannya dengan cepat. Pergilah biarkan aku sendiri!".


"Baik jenderal, saya pergi dulu".


Patriark Ding meninggalkan tenda itu membiarkan orang yang dia panggil jenderal memulihkan kekuatannya, dia sendiri bergerak menuju tendanya sendiri.


"Menarik, benar-benar menarik! Tidak kusangka akan ada seseorang yang telah menembus ranah Deva Realm di benua lemah ini, tunggulah aku melenyapkanmu tikus sialan".


Aura berwarna merah kehitaman menguar dari tubuhnya, meskipun aura itu telah ditahan sampai tingkat Nascent Soul Great Circle-atage tapi aura itu tetaplah sangat kuat mereka yang berada di jarak 100 meter dari tenda yang ditempatinya tertekan hebat.


Orang itu menyerap Qi yang ada di sekitarnya dengan cepat menyebabkan Qi yang tadinya cukup tebal perlahan-lahan menipis karena terserap dengan cepat olehnya, aura yang dikeluarkannya juga semakin bertambah kuat dan menekan banyak pasukan yang berada di dekatnya bahkan ada yang sudah tidak sadarkan diri karena tidak mampu menahan aura yang menekan mereka.


DUUUAAARRRR……!!!!!


Sebuah ledakan keras terdengar membuat tenda yang dia tempati hancur berantakan begitu pula dengan tenda-tenda yang berjarak 20 meter dari tempatnya, karena ledakan itu juga semakin banyak pasukan mereka yang tidak sadarkan diri sementara para jagoan Nascent Soul telah terkapar tidak berdaya meskipun mereka masih tetap mampu menahan kesadaran mereka.


"HAHAHA…..!!!!! BAGUS BAGUS….!!! SEKARANG AKU SUDAH MEMASUKI DEVA KING REALM HAHAHAHAHAHA……..!!!!!".


Orang itu tertawa keras membuat suasana sekitarnya terasa sangat mencekam, tawa yang mengandung energi Qi itu sampai terdengar ke kota Lingko dan kota Api dan membuat suasana kedua kota itu sangat mencekam terlebih aura negatif yang juga dapat dirasakan penduduk kedua kota itu.


.


.


.


.


Di lain tempat tepatnya di istana kekaisaran Han, Suqian tampak berlari menuju kediaman nyonya Tang Yue yang merupakan ibunda dari tuan mudanya.


.


.


.


.


segini dulu, saya lagi nabung buat nyambut tanggal satu oktober hehehee semoga saja bisa update sepuluh chapter nanti.