
Saat Putri Teratai Api dan semua yang berada di dekatnya merasa tertekan karena aura yang dilepaskan Xi Suja, suasana kota Xudong secara khusus dan seluruh wilayah Kekaisaran Han sampai Kekaisaran Lin secara umum juga juga terkena dampak dari aura itu meskipun tidak sekuat yang dirasakan oleh mereka yang berada di kota Xudong.
Di Istana Kekaisaran Lin, Kaisar Lin Kaishan yang bergelar Kaisar Air mendadak terdiam karena merasakan tekanan aura asing yang tiba-tiba saja memenuhi aula rapat Kekaisaran meskipun tidak terlalu kuat namun masih bisa dirasakan bahkan oleh orang biasa.
"Tekanan aura dari mana ini? Tekanan ini sangat besar, tidak mungkin tekanan ini dimiliki seorang jagoan Nascent Soul tingkat puncak. Apa kalian tahu siapa cultivator yang memiliki aura sekuat ini?" Kaisar Lin Kaishan menatap para menteri dan perwakilan sekte besar dan menengah aliran putih yang ada di dalam ruang aula rapat Kekaisaran.
"Tidak Yang Mulia, setau hamba tidak ada seorangpun cultivator yang memiliki aura sekuat ini. Aura ini juga tidak mungkin dimiliki oleh cultivator dari aliran manapun, bahkan cultivator tingkat puncak Nascent Soul juga tidak ada satupun yang memiliki aura seperti ini".
Perwakilan sekte lainnya mengangguk setuju, sebagian besar menteri yang juga cultivator yang kebanyakan di bawah Nascent Soul juga ikut mengangguk dengan rasa penasaran meskipun mereka juga sedikit tertekan karena aura itu.
Satu hal yang disyukuri Kaisar Lin Kaishan, perwakilan sekte, dan menteri yang memiliki tingkat praktik adalah keberadaan pusat tekanan aura itu berada jauh dari mereka.
Jika mereka berada lebih dekat lagi kemungkinan mereka tidak akan mungkin bisa menahan diri mereka untuk tidak muntah darah dan mengalami luka internal, merasakan sedikit tekanannya saja sudah membuat mereka tahu bahwa orang yang memiliki aura itu sangat kuat.
Entah apa yang akan mereka alami jika mereka berada lebih dekat atau mungkin berada di pusat tekanan aura itu, dan itu adalah sesuatu yang sangat disyukuri oleh mereka.
.
.
.
Di tempat lain, di sebuah lembah gelap yang berada di antara dua gunung di Kekaisaran Wei ada seseorang yang juga merasakan aura itu dalam kultivasinya.
Orang itu mengerut dan menghentikan praktik yang sedang dia lakukan dan keluar dari ruangan, di luar ruangannya dia menemukan ada empat orang berjubah hitam dan memiliki satu tanduk berwarna hitam di kening mereka tengah menunggunya.
"Apa kalian juga merasakan tekanan aura ini?" Empat orang yang menunggunya itu mengangguk pelan, salah satunya menjawab pertanyaan orang itu.
"Patriark Ding, tekanan dari aura ini sangat kuat sekali. Dari tekanan ini aku merasakan ada seseorang yang mungkin telah mencapai ranah Deva Lord Realm seperti para Jenderal Demon di Benua Matahari Hitam. Tekanan aura yang kita rasakan ini, setidaknya sedikit lebih kuat dari Jenderal Iblis merah yang pernah kurasakan. Bukankah di Benua ini tidak ada yang tahu tentang ranah di atas Nascent Soul? Tapi kenapa sekarang ada aura seorang Deva General Realm di Benua terlemah seperti ini?".
Orang yang dia panggil sebagai Patriark Ding mengerut pelan begitu juga dengan tiga orang lainnya, mereka juga sama terkejutnya seperti orang itu dan tidak menyangka akan ada seseorang yang memiliki aura yang sangat kuat seperti ini.
"Entah siapa orang yang berhasil mengetahui ranah diatas Nascent Soul dan berhasil mencapai tingkat praktik setinggi itu, namun yang pasti dia bukanlah seseorang yang patut untuk kita remehkan sama seperti Cruelest Immortal. Hanya dengan keberadaan Cruelest Immortal saja kita sudah tidak bisa bergerak leluasa untuk menguasai Benua ini, jika orang ini juga berhubungan dengan Cruelest Immortal maka kita hanya bisa menunggu para Jenderal Demon untuk datang ke sini dan menghadapi orang itu selama kita tidak berhadapan dengan Cruelest Immortal secara langsung.
Untuk saat ini lebih baik aku memberitahu para Jenderal, kalian sekarang gerakkan para murid untuk mencari informasi siapa orang yang sudah menembus ke ranah Deva Realm dan mempunyai aura sekuat ini!".
"Baik Patriark!".
Keempat orang itu termasuk Patriark Ding dengan cepat menghubungi siapapun yang mereka bisa hubungi, Patriark Ding sendiri merasa hatinya sangat gelisah karena kemunculan seorang jenius yang sudah menembus alam yang lebih tinggi dari Nascent Soul di Benua Bintang Timur.
"Siapapun yang memiliki aura ini, itu berarti dia sudah menerobos ke Deva General Realm. Jika dia dari aliran putih, maka dia harus secepatnya disingkirkan sebelum dia menjadi penghalang rencana kami bangsa Demon Benua Matahari Hitam untuk menguasai Benua lemah seperti ini!".
Patriark Ding terus saja memikirkan setiap kemungkinan yang akan terjadi kedepannya, selain itu dia sangat berharap sekali kalau orang dengan aura itu adalah orang aliran hitam yang bisa mereka ajak bekerja sama untuk menguasai Benua Bintang Timur.
.
.
.
Di Istana Kekaisaran Wei, Kaisar Wei juga dapat merasakan tekanan aura yang bahkan lebih kuat dari yang dirasakan Kaisar Lin Kaishan, aura yang mereka rasakan adalah aura yang dilepaskan Suja dan menyebar ke seluruh daratan Benua Bintang Timur.
Kaisar Wei dengan cepat keluar dari ruang kerjanya dan menuju ke salah satu ruangan yang ada di sana, saat sampai dia menemukan seseorang yang tengah menutup mata merasakan aura yang menyebar di udara.
"Senior, apakah senior juga merasakan tekanan aura yang kurasakan saat ini?" Orang itu membuka mata, sosoknya yang sudah sepuh dengan sedikit keriput di wajahnya itu mengangguk pelan membuat Kaisar Wei merasa gelisah.
"Apakah senior tahu siapa yang memiliki aura sekuat ini? Apakah orang itu senior Cruelest Immortal?" Pria sepuh itu menggeleng pelan.
"Bukan, orang yang memiliki aura sekuat ini bukanlah senior Cruelest Immortal. Aura ini meskipun sangat menindas kita, tapi aura ini tidak bisa mencapai satu persen dari aura yang dimiliki senior Cruelest Immortal.
Yang jelas, siapapun orang itu dia pastinya adalah jenius tersembunyi yang kemungkinan besar adalah murid senior Cruelest Immortal" Kaisar Wei tersenyum cerah mendengar itu.
"Kalau begitu, apakah memungkinkan jika kita meminta bantuannya untuk menekan semua aliran hitam di Kekaisaran?" Pria sepuh itu menatapnya dalam.
"Untuk masalah itu, aku sarankan agar kamu lebih baik segera bergerak untuk membuatnya membantu kita menekan aliran hitam. Jangan sampai kamu bergerak terlambat, jika kamu terlambat aku takut jenius ini akan berpihak dan bergabung dengan aliran hitam.
Dengan adanya Enam Raja saja kita sudah sangat kesusahan, sekutu kita dari aliran putih dan netral juga mengalami hal yang sama dengan kita.
Dan juga jika memang benar jenius ini adalah murid senior Cruelest Immortal, jangan sampai kita menyinggungnya yang membuatnya sampai memilih bergabung dengan aliran hitam sama seperti beberapa murid senior Cruelest Immortal yang lain".
"Hmm?" Kaisar Wei bingung saat mendengar ada murid Cruelest Immortal yang bergabung dengan aliran hitam, pria sepuh itu menyadari kebingungan Kaisar Wei tapi hanya diam saja.
"Senior, kalau junior ini boleh tahu berapa murid senior Cruelest Immortal yang bergabung dengan aliran hitam?" Pria sepuh itu hanya membuang nafas kasar sembari mengingat masa lalu.
"Sebenarnya ada sebuah kisah kenapa murid senior Cruelest Immortal sampai bergabung dengan aliran hitam, apa kau mau mendengarnya?" Kaisar Wei mengangguk dan memperbaiki duduknya.
Entah dari mana asalnya, tiba-tiba saja ada enam belas orang pemuda dan pemudi yang tiba-tiba saja muncul di dunia cultivator. Kekuatan mereka semua setidaknya berada di ranah Foundation Realm Peak-stage dan beberapa di ranah Core Formation, mereka muncul di Kekaisaran Lin dan menjadi idola serta rebutan banyak lelaki maupun para gadis entah itu cultivator maupun manusia biasa karena paras mereka yang sangat cantik dan tampan.
Salah satu gadis dalam kelompok pemuda dan pemudi itu bernama Nala, parasnya sangat cantik meskipun tidak bisa menyamai paras empat gadis lainnya dalam kelompoknya. Namun karena parasnya itu juga dua orang pangeran Kekaisaran Lin mengincarnya dan ada juga dua orang dari salah satu sekte besar aliran putih, entah bagaimana ceritanya salah satu pangeran ini berhasil menculiknya dan menyekapnya di dalam kediamannya dan berusaha memperkosa gadis bernama Nala itu.
Saat itu, Kekaisaran Lin gempar karena ada beberapa orang pemuda yang berada di ranah Core Formation Mid-stage sampai Late-stage dan seorang gadis yang berada di ranah Core Formation Peak-stage yang mengacau di Istana Kekaisaran Lin.
Kaisar Lin saat itu yang juga jagoan Nascent Soul berhasil menahan mereka meskipun mengalami luka dalam yang luar biasa, meskipun lawannya hanyalah sekumpulan orang dengan ranah Core Formation tapi mereka memiliki teknik dan juga pengalaman yang entah seberapa banyak sehingga mampu menekan dan melukai Kaisar Lin.
Setelah berhasil ditahan oleh Kaisar, salah satu gadis dalam kelompok mereka berhasil lepas dan menyisir Istana Kekaisaran tanpa bisa dicegah karena dia bisa dengan mudah melumpuhkan para pengawal yang hanya memiliki kekuatan setara dengan jagoan Core Formation.
Gadis itu berhasil menemukan saudarinya tepat saat pangeran kekaisaran Lin itu akan menidurinya, karena marah melihat saudarinya hendak diperkosa gadis itu menyerang dan membunuh pangeran itu dengan memisahkan kepala, kaki, tangan, dan *********** lalu membawa pergi saudarinya.
Saat Kaisar Lin mengetahui salah satu putranya terbunuh dia sangat marah dan memerintahkan banyak pengawal dan sekte besar aliran putih untuk memburu keenam belas pemuda pemudi ini, selama beberapa bulan mereka mencarinya namun tidak membuahkan hasil sama sekali seolah mereka menghilang entah kemana.
Satu tahun kemudian, salah satu orang dari Heaven Mountain Sect berpapasan dengan mereka di perbatasan Kekaisaran Lin dan Kekaisaran Han lalu melaporkannya kepada Kaisar Lin.
Kaisar Lin yang mendengarnya lalu mengutus puluhan orang cultivator Core Formation dan berhasil menangkap mereka semua, para pemuda dalam kelompok ini dipishkan dan digantung di tengah kota sementara para perempuannya dikurung di Istana dan hendak diperkosa dan diberikan pada pada prajuritnya oleh Kaisar Lin.
Namun sayangnya Kaisar Lin telah salah menyinggung orang, ternyata para pemuda dan pemudi itu adalah murid dan anak angkat senior Cruelest Immortal.
Saat Kaisar Lin akan menodai salah satu gadis yang paling kuat yang membunuh putranya itu, senior Cruelest Immortal datang dan mengacau di ibukota kekaisaran Lin.
Puluhan cultivator Core Formation, ratusan cultivator Foundation Realm, dan ratusan lainnya cultivator Forging Qi dihabisinya begitu juga dengan hampir setengah ibukota kekaisaran Lin diratakan dengan tanah.
Kaisar Lin sendiri terbunuh karena saat hendak menodai gadis itu senior Cruelest Immortal telah berada di luar kamar yang digunakan untuk menyekap para gadis murid senior Cruelest Immortal, selain membunuh Kaisar Lin senior Cruelest Immortal juga menghancurkan Istana kekaisaran sampai rata dengan dengan tanah dan Permaisuri serta satu orang pangeran ikut dibunuh menyisakan Pangeran Mahkota dan dua orang Pangeran bungsu.
Banyak sekte aliran putih yang marah karena itu, mereka mengerahkan banyak murid dan pasukan mereka untuk melawan senior Cruelest Immortal.
Namun bukannya berhasil melawan, pasukan itu justru dilenyapkan tanpa sisa begitu juga dengan sekte-sekte yang mengirimnya juga ikut menyusul bahkan tanpa menyisakan satupun dari tempat di mana sekte-sekte itu berdiri".
Kaisar Wei terus saja merinding selama mendengar kisah itu meskipun dia sudah beberapa kali mendengar sepak terjang Cruelest Immortal dari si pria sepuh, sedangkan si pria sepuh itu sendiri selama bercerita selalu menunjukkan raut kesedihan dan juga perasaan bersalah.
"Senior, bukankah di beberapa cerita senior tentang senior Cruelest Immortal senior selalu mengatakan ada yang tersisa dari setiap sekte yang dihancurkan senior Cruelest Immortal? Dan juga, kenapa senior sepertinya memendam kesedihan dan rasa bersalah selama menceritakan kisah ini?".
Pria sepuh itu menatap Kaisar Wei dan membuang nafas lebih kasar dari sebelumnya, dia menatap langit-langit ruangannya sebelum menjawab.
"Senior Cruelest Immortal memang selalu menyisakan satu orang manusia biasa jika menghancurkan suatu sekte atau Klan, tapi itu hanya berlaku bagi mereka yang berasal dari aliran hitam bukan aliran putih ataupun netral.
Dan kenapa aku sedih dan merasa bersalah, itu karena aku adalah pangeran paling bungsu kekaisaran Lin yang dibiarkan hidup oleh senior Cruelest Immortal".
Kaisar Wei terkejut mendengar itu, tapi dia tidak mengucapkan apa-apa lagi selain bertanya.
"Lalu, siapa saja nama murid-murid senior Cruelest Immortal ini?".
"Tidak ada yang mengetahui siapa nama mereka kecuali gadis bernama Nala, yang jelas saat mereka mencapai ranah Nascent Soul dan bergabung dengan beberapa sekte mereka mulai dikenal dengan gelar yang mereka dapatkan. Lima dari mereka tidak bergabung dengan sekte tapi mereka diberi gelar Putri Teratai Api dan 4 Penjaga Mata Angin yang dua diantaranya adalah perempuan termasuk gadis yang hendak dinodai kakakku, enam pemuda bergabung dengan aliran hitam dan mendapatkan gelar Enam Raja, Lima diantaranya bergabung dengan aliran putih dan mendapatkan gelar Lima Pilar Putih".
"Ja...jadi senior-senior itu adalah murid senior Cruelest Immortal?!" Pria sepuh itu mengangguk membiarkan Kaisar Wei yang terus saja terkejut selama dia bercerita.
.
.
.
.
.
Oke kita sudah terlalu jauh melenceng, jadi mari kita kembali ke Main Character novel ini heheheee…..
.
.
.
.
.
.