My Journey to Immortality

My Journey to Immortality
Ch 96 - Terbukanya Dunia Jiwa. . . . .



Dengan mengerahkan seribu Mana tubuh miliknya Suja mencoba membuka akses dunia jiwanya, tapi saat seribu bola Mana tubuhnya mencoba mendorong sebuah pintu transparan di pusat jantungnya, semua Mana itu menghilang karena tersedot pintu transparan itu, pintu itu terlihat sedikit lebih jelas terlihat setelah menyedot semua Mana yang dia arahkan ke sana.


Saat dia merasa semua Mana yang dikerahkan disedot oleh pintu itu, Suja menggunakan semua Mana tubuh yang tersisa untuk mencoba membuka pintu itu kembali, sayang kejadian sebelumnya kembali terjadi saat semua Mana tubuh itu berada di depan pintu yang menutup dunia jiwa miliknya, semua Mana itu tersedot dan semakin membuat pintu itu sedikit jelas terlihat.


Dengan rasa terkejut Suja membuka mata dan menatap langit-langit kamar nya, pikirannya dipenuhi sebuah spekulasi.


"Dua ribu Mana tubuh milikku tersedot habis, akan membutuhkan setengah hari untuk mengisinya kembali, tapi jika dilihat pintu itu malah semakin jelas setelah menyedot semua Mana tubuh milikku, itu berarti aku memiliki harapan untuk membuka dunia jiwa," senyum senang tercetak di bibirnya.


"Jika itu benar, maka setelah dunia jiwaku kembali terbuka, aku bisa membentuk Spirit Root, jika pun aku tidak bisa melakukannya, setidaknya Dao Beast milikku bisa melakukannya, bukan tidak mungkin aku akan menjadi cultivator lagi, Hahahaha…..!!!!"


Tawa senangnya terdengar sampai kekuar rumah, Lu Yue yang mendengar suara tawa putranya terlihat heran.


"Sepertinya dia sedang bahagia sekali, apanyang membuatnya merasa seperti itu?"


Meskipun dia heran tapi Lu Yue lebih memilih melanjutkan aktivitasnya, saat ini dia tengah memanggang sepotong paha beruang yang telah dikuliti, ekspresinya sangat tidak sabar menunggu daging panggangnya matang.


Di dalam kamarnya Suja kembali mencoba membuka pintu dunia jiwa dengan mengerahkan seratus bola Mana jiwa, kejadian sebelumnya kembali terulang dan kali ini pintu itu semakin terlihat, merasa usahanya akan berhasil, Suja mengalirkan semua bola Mana jiwa miliknya yang tersisa untuk membuka paksa pintu itu.


Saat ribuan bola Mana jiwa berwarna putih diserap oleh pintu dunia jiwa miliknya, Suja merasakan suatu rasa sakit yang sangat hebat, itu karena pintu dunia jiwa miliknya telah terlihat sangat jelas bahkan ukurannya sekitar 3x3 meter dan terlihat sangat kokoh sekali.


"Uhuk uhuk uhuk…..!!!! Semua Mana jiwa milikku sudah habis, seharusnya pintu dunia jiwa sudah bisa kubuka lagi," dengan pelan dia mendekati pintu putih kokoh dan tebal di depannya.


KRRRIIIIEEEEETTTTT…!!!!


Perlahan-lahan pintu dunia jiwa miliknya terbuka saat tangan Suja mendorong pintu itu untuk terbuka, rasa senang yang sangat luar biasa dia rasakan saat pintu dunia jiwanya telah terbuka sepenuhnya dan memperlihatkan isi dunia jiwanya, dia bergegas memasuki dunia jiwa miliknya untuk mengetahui keadaan di sana.


"""""TUUUUAAAAAANNNNN………!!!!!!!"""""


Suara teriakan keras terdengar dari lima sosok makhluk yang berlari mendekati Suja saat dia masuk ke dalam sana, kelima sosok itu adalah lima makhluk tingkat tinggi yang dia miliki.


Shen Tian, Shen Huan, Nata, Leon, dan terakhir Garuda terlihat sangat luar biasa perkasa.


Sepertinya mereka tidak terpengaruh akan apa yang terjadi di luar sana, pertumbuhan mereka tetap berjalan bahkan lebih cepat, saat ini mereka telah terlihat seperti makhluk-makhluk dewasa yang sangat perkasa.


Shen Tian si Phoeniks Api sangat gagah dengan api biru yang indah, Shen Huan si Phoeniks Es terlihat sangat cantik apalagi dengan mahkota es di kepalanya, Leon dan Nata masing-masing terlihat sangat gagah dengan penampilan mereka, sementara itu Garuda bisa dibilang adalah yang paling indah di antara mereka dengan penampilannya yang sangat luar biasa.


Dari kelima makhluk itu, Shen Huan,  Nata, dan Garuda adalah makhluk betina, yaa bisa dikatakan mereka adalah para makhluk yang akan dipermainkan oleh Suja nantinya, tentu saja tubuh mereka yang akan dipermainkan, karena mau bagaimanapun Suja adalah seorang maniak dalam berhubungan intim.


Selama beberapa jam Suja berada di dalam ruang dimensinya untuk berbincang dengan semua hewan kontraknya, namun rasa senangnya karena bisa membuka kembali ruang dimensi miliknya harus hilang karena Radit, Genta, Long, dan Tasya harus pergi meninggalkannya.


Setelah itu dia mengetahui kalau ternyata keempat orang itu memberikan waktu untuk empat Dao Beast miliknya untuk berpamitan dan melakukan apapun yang mereka inginkan, keempat Dao Beast miliknya memberikan esensi darah mereka beserta semua ingatan dan pengetahuan mereka termasuk teknik-teknik tingkat tinggi kepadanya.


Setelah mendapatkan banyak sekali pengetahuan dan teknik-teknik dari keempat Dao Beastnya, Suja melepaskan kepergian mereka yang perlahan-lahan menghilang dari pandangannya, setelah kehilangan Dao Beastnya, Suja kini hanya memiliki lima binatang tingkat tinggi sebagai hewan kontraknya, namun kelima hewan itu pun bisa dibilang menjadi berkah untuknya karena mereka tidak ikut menghilang bersama dengan keempat Dao Beast miliknya.


Namun satu hal yang tidak disadari oleh Suja, dengan menyatunya Blood Essence yang diberikan keempat Dao Beast dengan tubuhnya, perlahan-lahan keempat esensi darah itu membentuk beberapa Spirit Root keemasan yang terdiri dari elemen Tanah, Api, Air, Angin, Petir, Racun, Logam, Cahaya, Kegelapan, dan terakhir elemen Ruang dan Waktu.


Saat kesepuluh Spirit Root itu terbentuk, tidak ada apapun yang dirasakan oleh Suja entah itu rasa sakit atau apapun sehingga dia tidak sadar kalau dia telah memiliki Spirit Root.


.


.


.


.


Saat ini Suja dan Lu Yue tengah berbincang-bincang setelah mereka selesai makan malam, Lu Yue tentu saja merasa senang karena mereka akan benar-benar meninggalkan Hutan Neraka karena setahun ini hanya dia saja yang keluar hutan untuk menjual semua sumber daya yang berhasil dia temukan.


"Benarkah…..!? Tapi kita akan pergi ke mana? Kita sudah tidak memiliki tempat di Kekaisaran Han," ekspresi murung Lu Yue membuat Suja tidak suka.


Suja sangat tidak suka melihat Lu Yue menampilkan ekspresi murung ataupun sedih seperti itu, oleh karena itulah selama setahun ini dia berusaha keras untuk membuat perempuan yang dia cintai terus tersenyum di depannya.


Ya, Suja mencintai Lu Yue, meskipun perbedaan umur mereka sekitar sebelas tahun karena saat ini Lu Yue berumur 26 tahun, tapi itu tidak bisa membuatnya membuang perasaan cintanya, perasaan yang sebenarnya dimiliki oleh Xiao Suja yang sudah mati namun juga dirasakan oleh Suja setelah mereka tinggal bersama selama satu tahun ini.


"Kau tenang saja, kita akan pindah ke Kekaisaran Tang, kita akan memulai hidup baru di sana."


Lu Yue terlihat bimbang saat mendengar nama Kekaisaran Tang, ekspresinya seakan mengatakan kalau dia keberatan pindah ke sana, Suja yang melihatnya mengerutkan dahi sebelum memilih untuk bertanya.


"Kau kenapa? Sepertinya kamu tidak ingin pindah ke sana?"


Lu Yue tersentak kaget mendengar Suja seakan bisa membaca pikirannya, setelah menimbang beberapa hal dia akhirnya mengutarakan apa isi pikirannya.


Suja hanya bisa mengangguk-angguk mendengarnya, dengan kata lain sebenarnya Lu Yue tidak keberatan pindah ke Kekaisaran Tang, hanya saja Kekaisaran Tang adalah pusatnya cultivator aliran putih jadi di sana  dia sedikit khawatir akan diejek karena bakatnya yang biasa-biasa saja, bahkan saat inipun dia masih berada di ranah Core Formation tahap puncak dengan Core berwarna hijau yang berada di tingkat menengah.


"Kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan pernah membiarkan siapapun melakukan sesuatu padamu," terlihat tekad yang kuat di mata Suja membuat Lu Yue akhirnya luluh juga.


Pada akhirnya Lu Yue setuju dengan ajakan Suja untuk pindah ke Kekaisaran Tang, setelah malam mulai sedikit larut dia memilih untuk masuk ke kamarnya meninggalkan Suja sendirian, hanya saja dia tidak memperhatikan senyuman Suja yang sedikit misterius.


"Malam ini, aku akan membuatmu menjadi milikku seutuhnya Yue'er, akan kuambil kesucianmu itu, akan kujadikan kamu sebagai wanitaku malam ini, hahahahahaaaaa……!!!!!"


Lu Yue tidak bisa mendengar perkataan Suja karena dia mengucapkannya dengan sangat pelan sekali, hanya saja tawanya yang terdengar sangat senang dan sedikit aneh membuat Lu Yue merasa sedikit curiga dan waspada, tapi pada akhirnya dia menepis kekhawatirannya dan memilih untuk tidur saja.


Saat malam sudah sangat larut, Suja dengan menggunakan Mana untuk menghilangkan hawa keberadaan dan langkah kakinya memasuki kamar Lu Yue, di atas ranjang tampak seorang perempuan yang sangat cantik seperti bidadari tengah tertidur pulas, perempuan itu tidur tanpa menggunakan sehelai benangpun membuat tubuhnya terlihat sangat indah dan menantang, Suja yang melihat semua itu semakin bergairah dan perlahan mendekati tubuh telanjang Lu Yue.


Perlahan-lahan Suja memainkan tangannya menjelajahi semua lekuk tubuh Lu Yue dengan penuh gairah, tangannya juga meremas lembut dua buah gunung kembar milik Lu Yue.


"Eeemmmmhhh….."


Entah kenapa suara lenguhan Lu Yue semakin membuat Suja bergairah, dia langsung saja melepas semua pakaiannya dan mulai melahap tiap jengkal tubuh Lu Yue.


"A-apa yang kau lakukan Xiao'er…!!!!"


Suja terkejut mendengar suara Lu Yue, dia membekap mulut perempuan cantik itu dan mulai menaiki tubuhnya, pandangannya menggelap karena telah dikuasai gairahnya.


"Lu Yue, ah tidak Yue'er, malam ini aku akan menjadikanmu wanitaku seutuhnya, nikmatilah semuanya sayangku."


Lu Yue hanya bisa menangis mendengar perkataan Suja, dia tidak menyangka kesuciannya akan diambil oleh anak angkat yang sangat dia sayangi itu, namun dengan pernainan Suja yang begitu lihai membuatnya menyerah dan ikut hanyut dalam penyatuan mereka malam itu.


.


.


.


.


***Maaf baru bisa update, ane sibuk ngerjain tugas-tugas sama belajar karena selama dua minggu ini dosen-dosen ngasih banyak tugas pengganti UTS, ada juga sih yang langsung ngasih soal UTS, jadinya ane perlu meluangkan banyak waktu untuk belajar.


maaf kalo buruk yaa chapter yang ini hehehee***...