My Journey to Immortality

My Journey to Immortality
Ch 54 - Perempuan Menyebalkan.



Di sebuah gang sempit yang ada di kota Api Suja berdiri menunggu siapapun yang mengikutinya untuk menunjukkan diri, dia sadar ada yang sedang mengikutinya sejak dia keliar dari gedung Persatuan Alchemist itu sebabnya dia memasuki gang sempit yang tidak ada siapapun yang melewatinya.


"Siapapun kamu segera tunjukkan dirimu!" Dengan nada dingin Suja menatap ke depan.


Di depannya gejolak ruang tercipta, dari dalam ruang kosong itu muncul seorang perempuan menyebalkan yang telah membentaknya beberapa minggu yang lalu yang tidak lain adalah Liuyun.


"Hooo, ternyata perempuan menyebalkan ini yang mengikutiku. Apa maumu Liuyun!?" Liuyun menatap Suja tajam saat mendengar nada dingin itu diarahkan padanya.


"Tentu saja untuk memintamu menikahi kami segera! Apa kamu lupa dengan permintaan ayah kami?! Ayo pulang ke Chang An!".


"Tidak!".


"Apa?".


"Tidak!".


"Pulang!".


"Tidak!".


"Kamu mau ikut pulang denganku, atau akan kubuat kamu tidak bisa bergerak!".


"Hehehe, memangnya kamu bisa melakukannya? Jangan menggertakku perempuan menyebalkan!".


"Jangan panggil aku perempuan menyebalkan! Dasar bocah sialan!".


"Menyebalkan, menyebalkan, menyebalkan! Dasar perempuan menyebalkan!".


"Kamuuu…!!!! Fire Sword!".


Sebuah pedang hitam membara melesat menyerang Suja yang masih saja mengejek Liuyun, Suja segera menangkis pedang itu menggunakan salah satu katana namun saat kedua pedang itu bertabrakan katana yang digunakannya untuk menangkis hancur membuat Suja refleks menghindar ke kanan namun masih tergores pedang yang membara itu.


"Kamu, dasar perempuan menyebalkan!".


Suja mengeluarkan sebuah pedang panjang berukiran naga, pedang itu merupakan pedang tingkat Earth-grade Mid-tier.


"Pedang yang bagus, sayang itu tidak cukup untuk melawanku! Serang dia!".


Sebuah pedang Sky-grade High-tier berelemen api berwarna biru menyerang Suja dengan ganas, Suja menangkis serangan itu dan berhasil menghindar dari serangan pedang yang mengandung api yang bisa dibilang cukup panas itu dan membentuk kuda-kuda pencak silat.


Liuyun kembali menyerang Suja dengan pedangnya, kali ini dia melesat menghilangkan jarak dengan Suja dan mulai memberikan tebasan-tebasan dengan cepat dan kuat.


Suja dengan cekatan menangkis dan menghindari tebasan-tebasan itu meskipun sedikit kesulitan, meskipun dia memiliki tingkat kultivasi yang sangat tinggi tapi dia tetaplah tidak memiliki pengalaman dalam bertarung menggunakan pedang seperti itu karena dia hanya memiliki pengalaman dalam bertarung sebagai seorang Samurai asing dan juga ahli tongkat dan golok.


Selain karena dia tidak memiliki banyak pengalaman selain saat dia berada di dalam hutan beberapa waktu lalu, dia tetaplah masih kekurangan pengalaman karena saat itu dia dijaga oleh banyak pengawalnya.


Satu hal lagi yang membuatnya rentan diserang, dia tidak punya banyak teknik-teknik menggunakan pedang yang kuat.


Keahlian yang dia tunjukkan selama ini hanyalah keahlian yang dia kuasai karena dia menguasai banyak macam beladiri pencak silat, pengalaman-pengalamannya dalam pertempuran lebih banyak dalam pertempuran hidup dan mati menggunakan senjata modern seperti senjata api dan pertarungan tangan kosong.


Meskipun begitu dia tetap bisa menunjukkan pertahanan yang kuat walaupun berada dalam kondisi terdesak seperti saat ini, jangan remehkan isi kepala seorang mantan Letnan Kolonel Infanteri yang tergabung dalam Korps Paspampres.


"Apa kamu hanya bisa menghindar saja sayang? Bukankah kamu mencapai tingkat 500 dalam Forging Qi? Atau memang hanya segini saja kemampuan pemuda yang diberikan warisan oleh ayah kami heh?" Suja mulai terganggu dengan cara Liuyun meremehkannya, digantinya pedangnya dengan tongkat kayu sepanjang dua meter dan kali ini membentuk kuda-kuda menyerang.


"Kekuatanmu memang luar biasa gadis menyebalkan! Tapi aku tidaklah selemah itu, jangan pernah meremehkan seorang Letkol dari Paspampres sepertiku!".


Suja memutar tongkatnya dan membentuk ilusi berupa tongkat bercorak naga, Liuyun hanya menatap aksi Suja dengan datar dan menunggu serangan seperti apa yang akan dilakukan oleh Suja.


"Botomusuīpu!".


Sebuah sapuan tongkat dari bawah melesat namun berhasil dihindari Liuyun, tapi tongkat itu kembali menyerang dan kali ini menyerang dari atas dalam keadan berputar.


KRAK!.


Tongkat itu hancur saat terkena tebasan pedang api Liuyun, Suja hanya bisa menatap tongkatnya yang terpotong menjadi empat bagian itu dengan nanar.


"Tongkatku, tongkat kesayanganku" Liuyun menganga saat melihat Suja meratapi tongkat yang sudah dibelah empat itu, dalam penglihatannya Suja saat ini tidak lebih dari seorang bocah yang melihat mainannya dirusak orang lain.


"Tunggu pembalasanku Liuyun menyebalkan!".


Suja menggunakan teknik melarikan diri yang dia pelajari dari God Manual, teknik itu bernama seribu langkah naga di mana setiap langkahnya sangat cepat dan mampu membuatnya melarikan diri jika ingin.


"Hei tunggu! Jangan lari kamu! Ayo pulang!" Liuyun dengan cepat terbang mengejar Suja, tapi sayang dia kehilangan jejak karena teknik yang digunakan Suja adalah salah satu teknik tingkat tinggi yang ada di dalam God Manual.


"Sialan! Kemana lagi dia pergi, awas saja kalau ketemu! Jika sampai dia ketemu, akan kujadikan rempeyek dia huh!".


Di tempat lain Suja menghentikan langkahnya saat memasuki sebuah penginapan sederhana, dia hanya bisa tersenyum pahit saat teringat tongkat kesayangannya yang hancur karena tebasan Liuyun.


Setelah memesan sebuah kamar untuk dua hari dia segera memasuki ruangannya dan menyedot semua auranya yang keluar selama mereka bertarung, selama ini memang auranya tidak pernah disembunyikan kecuali aura dari pencapaian kultivasi miliknya.


Aura yang dimaksud adalah aura khusus akibat bersatunya Mana dan Qi yang ada di dalam tubuhnya ke dalam Dantian, aura yang dihasilkan oleh penyatuan kedua energi itu menghasilkan aura yang sangat nyaman bahkan jika ada orang yang berada di dekatnya merasakan aura itu orang itu akan merasa nyaman seperti berada di sebuah padang rumput yang sangat indah.


"Hmm, semoga saja Liuyun menyebalkan itu tidak menemukanku lagi atau setidaknya dia akan kesusahan untuk menemukanku. Sekarang lebih baik aku mempelajari lagi Heaven Dragon Emperor Manual pemberian si jiwa paralel itu".


Suja mengeluarkan sebuah buku bersampul warna biru langit yang sangat elegan, buku itu memiliki ukiran batik dan juga beberapa bagiannya memiliki ukiran lambang-lambang TNI dan BIN dalam ukuran kecil.


Suja belum pernah membaca dan memahami buku manual ini, selain karena dia selama ini masih menggunakan manual pemberian Heaven Seal dia juga melupakan manual itu dan hampir tidak akan pernah  membukanya jika saja dia tidak mengingatnya saat melawan Liuyun beberapa saat lalu.


"Tebal sekali, ini buku novel atau manual kultivasi? Berapa banyak buku setebal ini yang dia berikan padaku? Kenapa tidak ditulis di dalam gulungan saja sih?"  Heaven Dragon Emperor Manual memang dicatat di dalam sebuah buku setebal 10 cm yang memiliki ratusan halaman di dalamnya dan menurut Cruelest Immortal sendiri di dalamnya bukan hanya berisi manual kultivasi tapi juga manual Body Refining dan juga beberapa teknik pedang yang dia buat.


Suja membuka buku itu dan menemukan kata pengantar yang sangat lucu, dibukanya halaman selanjutnya yang mana berisi daftar isi yang bisa Suja lihat apa saja nama dan juga isi dari buku itu.


.


.


.


.


.