My Journey to Immortality

My Journey to Immortality
Ch 53 - Melelang Harta.



"Kalau begitu, bisakah aku melihat barang yang tuan muda ingin lelang?".


"Oh tentu, sebentar".


Suja mengeluarkan tiga buah pedang berwarna hitam dan sedikit putih, pedang-pedang itu dia dapatkan dari Cruelest Immortal dan merupakan pedang Sky-grade Top-tier.


Ketua Baiyi terbelalak melihat ketiga pedang itu, dengan tangan gemetar dia mengangkat salah satunya dan mendekatkannya ke depan kepalanya.


"I….ini…!!! Apa tuan muda benar-benar akan melelang ketiga pedang ini?!" Suja hanya mengangguk pelan.


"Benar, sebenarnya awalnya aku tidak ingin menjualnya tapi karena aku ingin mendapatkan ruangan khusus saat lelang nanti mau tidak mau aku harus menjual sesuatu bukan? Lagipula itu hanya pedang biasa yang levelnya cuma Sky-grade Top-tier, aku punya banyak jadi lebih baik membuang tiga atau empat tidak masalah".


Ketua Baiyi melotot tidak terima saat mendengar ucapan acuh Suja, ingin rasanya dia memberikan Suja seratus cabai hitam neraka karena menganggap pedang dengan level Sky-grade Top-tier seonggok sampah tidak berguna.


'Entah aku harus menangis atau bagaimana, tuan muda ini sungguh kaya. Pedang sehebat ini saja dianggap seperti sampah, lalu pedang Heaven-grade dia anggap apa? Pedang mainan?'.


"Baiklah tuan muda, kami akan melelang ketiga pedang ini untuk anda. Berapa harga awal yang tuan muda inginkan?".


"Terserah anda Ketua Baiyi, kuserahkan sepenuhnya pada anda".


Ketua Baiyi membuka sebuah gulungan dan menulis sesuatu sembari berpikir, setelah beberapa saat dia mengangguk pelan dan meletakkan kembali gulungan itu.


"Baiklah tuan muda, kami akan menempatkan ketiga pedang ini di sepuluh barang terakhir. Harga awalnya satu juta Spirit Stone tingkat rendah, kami akan mengambil 25 persen hasil penjualan sebagai keuntungan kami. Apa tuan muda tidak keberatan?".


"Tentu tidak, baiklah kalau begitu aku ingin menjual dua barang lagi".


Suja mengeluarkan satu giok cukup besar dan sepuluh lagi ukuran kecil, ketua Baiyi cukup penasaran sepertinya dengan isinya.


"Di dalam botol giok kecil ini ada teh Rumput Naga hasil racikan sendiri, seperti namanya Rumput Naga adalah sumber daya berupa rumput yang memiliki khasiat lebih sedikit daripada Azure Dragon Fruit tapi meskipun begitu teh ini masih mampu untuk meningkatkan praktik seorang cultivator Core Formation Peak-stage ke ranah Nascent Soul dengan meminumnya sekali. 


Cultivator Nascent Soul juga bisa meminumnya, dengan meminum teh ini setidaknya mereka bisa meningkatkan praktik mereka meskipun tidak sampai naik tingkat tapi cukup besar peningkatannya".


Ketua Baiyi terkejut dan muntah darah mendengarnya dan dengan cepat dia mengambil salah satu botol giok kecil itu dan menghirup aromanya, seorang cultivator Nascent Soul seperti dirinya bisa sangat mudah membedakan sumber daya berupa rumput dengan sumber daya Rumput Naga hanya dari aroma dan kepekatan energi Qi yang terkandung di dalamnya.


Ketua Baiyi semakin terkejut saat menyadari aroma dan juga kepekatan energi Qi di dalam botol itu sangat kuat, setidaknya itu hanya sedikit lebih lemah dari Qi yang terkandung di Azure Dragon Fruit tapi itu sudah membuktikan kalau bubuk teh yang ada dalam botol giok itu memang dibuat menggunakan Rumput Naga.


"Tuan muda, kamu benar-benar membuatku terkejut. Teh ini pastinya akan sangat diperebutkan dalam lelang nanti, kuharap aku bisa mendapatkan satu botol saja untuk diriku ini. Apakah bisa?".


"Oh tentu saja, ini" Suja mengeluarkan satu botol kecil lainnya yang disambut tangan gemetar ketua Baiyi, dia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan sesuatu yang begitu berharga dari seorang pemuda yang berada di depannya itu yang sebelumnya dia kira hanya akan memperlihatkannya sesuatu yang sudah biasa dia lihat seperti pedang Earth-grade Low-tier tapi ternyata semua yang dia perlihatkan adalah harta karun yang sangat berharga.


"Terima kasih tuan muda, saya sangat menghargai pemberian anda. Tapi mohon maafkan orang tua ini, untuk teh ini setidaknya saya harus memberitahukannya dulu ke atasan saya untuk menentukan harganya terlebih dahulu karena saya tidak berani menentukannya sekarang. Apakah tidak apa-apa?" Suja mengangguk pelan membuat ketua Baiyi menghela nafas lega.


"Kalau boleh tahu, apa isi botol giok yang besar ini tuan muda?".


"Di dalam botol giok ini ada sepuluh cangkir Air Kehidupan, khasiatnya bisa menambah kekuatan jiwa seseorang beberapa persen dan bisa menghilangkan racun sampai tingkat enam".


"APA!?".


"Memangnya kenapa?".


"Tuan muda! Apa anda sedang bercanda!? Jika khasiatnya seperti itu bukankah itu berarti air ini adalah Air Surgawi? Dari yang kudengar Air Surgawi bahkan bisa menyembuhkan racun tingkat sepuluh jika diminum sesuai takaran, apa jangan-jangan ini adalah Air Surgawi yang diceritakan itu?" Suja mengangguk paham kemudian menjelaskan.


"Bukan, Air Surgawi memang memiliki khasiat seperti itu tapi ini bukan Air Surgawi. Air Surgawi berada di level yang lebih tinggi dari air ini, air ini adalah Air Kehidupan yang khasiatnya setengah dari khasiat Air Surgawi tapi khasiatnya sendiri berbeda dengan Air Surgawi karena air ini bisa meningkatkan kekuatan jiwa seseorang".


"Benarkah?!".


"Benar, kalau anda tidak percaya silahkan minum sedikit. Tapi tentunya anda harus membayarnya jika kekuatan jiwa anda meningkat, bagaimana?".


"Tentu tentu! Tentu saja tuan muda, saya akan mencobanya terlebih dahulu!".


Ketua Baiyi mengambil sedikit Air Kehidupan dan meminumnya menggunakan sebuah cangkir, saat dia selesai meneguk air itu matanya terbelalak kaget.


Aliran energi di tubuhnya mengalir cepat namun terasa nyaman untuknya, selain itu dia bisa merasakan kekuatan jiwa miliknya meningkat beberapa persen dan hampir meningkat ke tingkat selanjutnya jika saja dia minum beberapa cangkir lagi.


Wajah ketua Baiyi sangat berseri, dia hendak minum lagi air itu tapi Suja menghalanginya membuatnya tersenyum malu.


"Maaf tuan muda, saya akan membayar air istimewa ini. Berapa yang tuan muda inginkan?".


"Hmmm, karena air ini memiliki khasiat meningkatkan kekuatan jiwa yang mana sangat sulit untuk ditingkatkan maka harga yang kuinginkan juga akan tinggi. Setidaknya aku ingin anda membayarnya seharga sepuluh Spirit Stone tingkat menengah untuk semuanya, jika membayar per cangkir maka harganya seratus ribu Spirit Stone. Bagaimana?".


"Oh tentu, sebentar!".


Meskipun ketua Baiyi ingin mengumpat saat mendengar harga yang diinginkan Suja dia tidak bisa melakukannya, siapapun itu sangat menyadari betapa sulitnya meningkatkan kekuatan jiwa ke tingkat selanjutnya jika hanya dengan berkultivasi biasa.


'Setidaknya harganya sepadan, dengan ini aku bisa meningkatkan kekuatan jiwaku setidaknya satu atau dua tingkat'.


Setelah membayar air itu ketua Baiyi juga memberikan Suja sebuah plakat berwarna emas, Suja tampak kebingungan karena dia menerima plakat itu padahal dia tidak mencari sebuah benda seperti itu.


"Tuan muda, ini adalah tanda khusus untuk anda yang menandakan anda adalah pelanggan VVIP. Dengan plakat ini anda bisa mendapatkan potongan 10 persen jika anda berbelanja di cabang manapun toko kami di seluruh Kekaisaran Lin ini".


"Ahh aku paham, baiklah kalau begitu. Terima kasih ketua Baiyi, aku akan mencari penginapan dulu untuk menunggu lelang dimulai".


"Oh tentu, silahkan tuan muda!".


Ketua Baiyi mengantar Suja sampai ke pintu depan gedung Persatuan Alchemist dengan wajah bahagia, saat Suja sudah tidak terlihat lagi ketua Baiyi kembali masuk dengan bersiul-siul bahagia membuat orang-orang yang melihatnya merasa heran dengan tingkah pria paruh baya itu.


.


.


.


.