My Journey to Immortality

My Journey to Immortality
Ch 94 . . . . ..



Dua minggu sudah berlalu sejak pembuangan Xiao Suja dan mantan Permaisuri Kekaisaran Han ke dalam Hutan Neraka, di kedalaman Hutan Neraka saat ini terlihat seorang pemuda belasan tahun tengah bertarung dengan seekor Demonic Beast yang berupa **** hutan, kondisi tubuh pemuda itu sudah terluka dengan banyak darah di pakaiannya yang rusak, sementara **** hutan itu sendiri tidak kalah buruk bahkan lebih buruk kondisinya.


"Hah, sebenarnya aku tidak mau memakanmu **** hutan sialan…!!! Tapi sejauh ini hanya kaulah yang kutemui, jadi bersiaplah menjadi santapanku….!!!."


**** hutan yang seperti mengerti semua perkataan Suja memperlihatkan wajah marah dan kebencian di matanya, dia kemudian maju dengan cepat dan mencoba menyerang Suja yang sedang berdiri dengan tanduk di hidungnya.


"Mana Control : Fire Sword….!!!!"


Energi alam terkumpul di tangan kanan pemuda itu, energi itu merupakan Mana alam yang lebih kuat dari Qi sekalipun, sebuah pedang dengan api yang berkobar terbentuk di tangannya, saat **** itu sudah memasuki jangkauan serangannya pemuda itu menebaskan pedangnya.


DUK…..!!!!


Sebuah kepala berbentuk lonjong milik **** hutan jatuh meninggalkan tubuhnya, tubuh **** hutan itu sendiri mulai oleng dan terkapar di tanah setelah kehilangan kepalanya, sebuah permata hitam yang merupakan Demonic Core terlihat di dalam tubuh **** hutan itu tepat di sebelah bekas tebasan pedang.


"Haih, jika saja aku menemukan sungai atau pohon buah-buahan, tidak akan pernah aku mau menyantap daging **** menjijikkan seperti ini."


Pemuda itu menggeleng sembari mengambil core siluman itu, kemudian menarik kaki belakang mayat **** hutan yang dia bunuh dan membawanya ke suatu arah.


Sepanjang perjalanan si pemuda melihat sekelilingnya, dia berharap akan menemukan setidaknya satu pohon buah-buahan yang bisa dia makan, tapi saat dia sampai di sebuah rumah sederhana setelah berjalan beberapa saat dia tetap tidak menemukan satupun pohon buah-buahan.


"Xiao'er, apa kamu membunuh **** itu sendirian lagi?"


Suara itu mengalihkan pandangan Suja pada sesosok perempuan muda yang sangat cantik, meskipun pakaian yang dia gunakan hanyalah pakaian sederhana yang dia bli di kota dekat perbatasan Hutan Neraka, tapi pakaian itu tidak bisa menutupi kecantikan perempuan muda itu.


"Kalau aku tidak melakukannya, ibunda mau makan apa? Dan juga tolong berhenti memanggilku dengan nama sialan itu, bukankah sudah kukatakan bahwa aku sudah membuang nama itu? Namaku sekarang adalah Suja, Xi Suja."


Perkataan Suja membuat perempuan muda yang melihat protesan pemuda di depannya tersenyum manis, senyum yang ditampilkan perempuan itu membuat debaran aneh di dada pemuda itu.


'Jika saja umurku bukan lima belas tahun saat ini, sudah ku hamili kau bibi'.


"Tidak Xiao'er, aku akan tetap memanggilmu seperti itu, karena kamu adalah putraku, kamu mau mengubah namamu sekalipun, kau tetaplah putraku yang bernama Xiao Suja," Pemuda itu hanya menggeleng mendengar itu.


"Tunggu saja lima tahun lagi, jika aku sudah berumur dua puluh tahun, akan kupastikan kau mengubah panggilanmu itu."


"Hmmm, apa maksudmu?"


"Tidak ada."


Setelah mengolah daging **** hutan yang dia dapat mereka kemudian makan bersama, Suja hanya mengambil sedikit saja daging **** bakar itu karena dia hanya ingin mengganjal perutnya, berbeda dengan Lu Yue yang makan dengan lahap bahkan menghabiskan dua paha bakar membuat Suja hanya menggeleng pelan.


.


.


.


.


Sudah dua minggu Suja menjalani kehidupan ketiganya di dunianya yang baru, selama itu juga dia terus saja menggali semua ingatan yang dimiliki tubuh yang sekarang dia miliki.


Dunia tempatnya tinggal saat ini disebut sebagai dunia Naga Hitam, itu karena dalam sejarahnya ada seekor Naga yang mampu menjadi salah satu Naga Surgawi yang berasal dari dunia ini.


Dunia Naga Hitam terbagi menjadi tiga Benua yaitu Benua Timur, Benua Tengah, dan Benua Selatan, Suja saat ini tinggal di Benua Selatan yang mana merupakan Benua terlemah dari dua Benua lainnya.


Dari ingatan pemilik tubuh sebelumnya dia juga mengetahui tingkatan-tingkatan kultivasi di dunia ini, pada dasarnya tingkatan kultivasi di dunia ini sama dengan dunia sebelumnya, mereka akan memulai dari tingkat Forging Qi, kemudian memasuki alam pondasi atau Foundation Realm, untuk jelasnya maka begini.


Forging Qi (tingkat 1 sampai 15).


Foundation Realm (1-5)


Core Formation (First-stage, Middle-stage, Late-stage, dan Peak-stage)


Nascent Soul (First-stage sampai Great Circle-stage).


Nascent Great Soul (First-stage sampai Peak-stage).


Sementara untuk tingkatan kultivasi tahap kedua dianggap tidak ada atau hanya mitos, itu karena tidak ada yang diketahui pernah mencapai tahap kedua, hanya saja ada beberapa orang yang sebenarnya mencapai tahap kedua dan memilih untuk bersembunyi.


.


.


.


.


.


Keesokan harinya Suja kembali menjelajahi Hutan Neraka, selama dua minggu ini dia hanya menjelajahi Hutan Neraka sembari melatih fisiknya, setiap dia keluar dari rumah dia pastinya akan memanggul sebuah batang pohon yang beratnya mencapai lima kilo setiap harinya.


Namun saat ini dia tidak melakukan hal itu lagi, itu dikarenakan dia ingin mencoba merasakan kembali Qi dan mencoba berkultivasi, selama dua minggu ini dia hanya baru bisa menggunakan Mana meskipun hanya sedikit karena kapasitas Mana miliknya berkurang hampir 95 persen dari sebelumnya, selain itu dia juga ingin mencoba mengakses kembali dunia jiwa miliknya yang tidak bisa dia akses dua minggu ini.


"Hmm, sepertinya di sini saja sudah cukup."


Setelah menemukan sebuah gua yang cukup jauh dari rumahnya Suja mulai duduk bermeditasi, dia mencoba merasakan Qi yang ada di udara dan menyerapnya dengan menggunakan Heaven Dragon Emperor Manual yang masih dia ingat langkah-langkahnya, perlahan-lahan dia mulai bisa merasakan Qi yang cukup tebal di sekitarnya.


Saat Suja menyerap Qi yang ada di udara dan menyalurkannya melalui meridian, semua Qi itu malah berpencar ke seluruh tubuhnya dan membuat setiap inci tubuhnya terasa ringan dan nyaman, saat dia mencari tahu kenapa itu bisa terjadi, dia menemukan kalau dia tidak memiliki Spirit Root.


Dengan perasaan kecewa dia membuka mata dan tersenyum pahit, seorang manusia yang ingin menjadi kultivator membutuhkan dua hal, satu adalah Dantian sementara yang satu lagi merupakan Spirit Root.


Saat dia memeriksa tubuh barunya dia bisa merasakan keberadaan Dantian di dalam tubuhnya, namun dia sama sekali tidak bisa merasakan keberadaan Spirit Rootnya, dengan kata lain dia hanyalah sampah kultivasi.


Tanpa keberadaan Dantian, seorang kultivator masih memiliki harapan karena di dunia ini sudah ditemukan pil yang mampu membentuk Dantian seseorang, tapi jika memiliki Dantian tapi tidak memiliki Spirit Root, itu sama saja dia hanyalah manusia biasa tanpa mampu berkultivasi karena tidak bisa memenuhi dua syarat utama untuk berkultivasi.


"Yah, meskipun aku tidak bisa berkultivasi tapi aku masih bisa menggunakan Mana dan itu patut disyukuri, siapa tahu nanti aku mendapatkan sesuatu ataupun cara untuk membentuk Spirit Root, atau bahkan setelah aku bisa mengakses dunia jiwaku aku bisa membentuk Spirit Root menggunakan manual pemberian Cruelest Immortal."


Setelah itu dia melatih fisiknya, saat ini dia memiliki Mana sebanyak 200 bola Mana, setidaknya itu cukup untuknya membuat pemberat sampai lima jam ke depan.


.


.


.


.


.