My Journey to Immortality

My Journey to Immortality
Ch 78 - Pertarungan Suja.



Kembali ke kota Lingko di mana saat ini tubuh utama Suja tengah berhadapan dengan musuh paling kuat di pihak musuh yakni seorang Demon General, Suja masih bergetar ketakutan karena saat ini dia berada di dalam ilusi yang diciptakan oleh si iblis itu.


Jauh di dalam kesadaran spiritualnya empat Dao Beast merasakan tuan mereka terkena ilusi mematikan menyadarkan Suja dengan cara memberikan energi kehidupan mereka, saat energi kehidupan yang sangat besar dari empat Dao Beast itu menyatu dengan lautan Qin di dalam Dantiannya Suja tersadar secara paksa.


Suja hanya bisa mengerjap-ngerjap kebingungan sambil menoleh kesana kemari dengan pandangan bingung, saat dia akhirnya menyadari keberadaan si iblis yang tengah tersenyum padanya akhirnya dia menyadari apa yang tengah menimpanya.


"Hooo jadi tadi kau menyerangku dengan ilusi tingkat tinggi, hebat juga kau iblis sialan! Tidak salah kau menjadi jenderal iblis, kekuatanmu cukup besar juga".


Iblis itu tersenyum tipis, dia tidak menyangka Suja bisa meraih kesadarannya setelah terkena sihir ilusi miliknya.


"Bocah, kau lumayan kuat juga. Tapi jangan berharap bisa menikmati hangatnya matahari setelah ini, karena sekarang kau akan ku bunuh di tempat ini dan membawa kepalamu itu sebagai hadiah untuk Kaisar kami sang Demon Emperor hahahaha…….!!!!!".


Suja menatap si iblis dengan tatapan bodoh dan juga penuh penghinaan, meskipun dia terluka parah oleh iblis itu tapi dia memiliki empat Dao Beast dari alam cultivator yang lebih tinggi dan lima hewan tingkat tinggi lainnya.


Satu hewan tingkat tingginya saja misalnya Shen Tian sang Phoeniks dari alam para penyihir yang melawan si iblis, sudah pasti Shen Tian lah yang akan menang selain karena dia memiliki Mana Shen Tian juga memiliki Qi.


"Tertawalah sepuasmu iblis anjing! Karena meskipun aku terluka parah, aku tidak akan pernah bisa kau bunuh karena empat Dao Beast milikku tidak akan membiarkanmu hidup tenang jika kau melukaiku!".


"Hahahaha…….!!!! Apa..!? Dao Beast kau bilang!? Dao Beast itu hanyalah mitos manusia rendahan! 


Tidak ada yang namanya Dao Beast di dunia ini, meskipun Dao Beast memang benar-benar ada di mana mereka? 


Mereka hanyalah binatang-binatang pengecut yang hanya bisa bersembunyi hahahahaa…….!!!!!!!".


"Berani sekali semut rendahan itu menghina kami! Tuan! Biarkan kami keluar dari sini, kami ingin melenyapkan semut tak tau diri itu!".


Suara kemarahan Radit dari dalam ruang jiwa Suja membuat Suja sedikit kesakitan, itu karena Radit berbicara dengan Qi sehingga lautan Qin yang ada di Dantiannya bergejolak panas.


Aura panas dan luar biasa menguar dari tubuh Suja akibat kemarahan empat Dao Beast miliknya, jendral iblis yang merasakan aura di sekitarnya berubah dan terasa panas menoleh menatap Suja.


"Hei bocah, lebih baik kau menyerah saja dan biarkan aku memenggak kepalamu itu!".


"Hah? Apa kau bilang tadi?" Suja dengan bodohnya bertanya.


"Kubilang menyerah menyerah sajalah, biarkan aku memenggal kepalamu itu. Aku sudah tahan berada di tanah lemah ini, aku ingin kembali ke tempat asalku!".


Suja menatap si iblis datar, sebelum si iblis bisa berkata lagi Suja sudah melesat dengan sebuah tongkat di tangannya.


"Siapa juga yang mau menyerah dan mati begitu saja setan….!!!! Mari bertarung iblis sialan….!!!!!".


Dengan menggunakan elemen cahaya dipadukan dengan pedang terbangnya Suja melesat sangat cepat dan muncuk di belakang si jenderal iblis, dengan gerakan cepat dia melakukan serangan baik itu menghantam, menusuk, dan memukul tubuh si iblis.


Sayang sekali serangan apapun yang dia lakukan tidak ada satupun yang berhasil memberikan luka atau goresan pada iblis itu, meskipun semua serangannya dengan telak mengenai sasarannya tapi iblis itu seperti mempunyai tubuh yang sangat keras dan kuat karena tidak ada satupun goresan atau luka di tubuhnya.


"Hoo kecepatanmu cukup besar, tapi sayang seranganmu tidak ada yang cukup kuat.


Elemen Kegelapan : Serangan Lima Jari Iblis…!!!!".


Jendral iblis itu menggerakkan tangan kirinya seolah-olah hendak menepuk lalat dengan kelima jarinya yang merenggang, tapi dari tangan itu terutama kelima jarinya terasa aura kegelapan dan Qi jahat yang sangat kuat sehingga Suja membuat pelindung Qin untuk melindungi dirinya dan berusaha mengarahkan serangan si iblis itu ke pasukan aliansi hitam.


Dari ayunan tangan si jenderal iblis terbentuk sebuah tapak tangan dengan lima jari yang sangat gelap dan menakutkan, serangan tapak itu ditahan oleh Suja dengan pelindung yang dia buat namun tidak bisa bertahan lama karena serangan tapak lima jari itu sangat kuat karena memiliki energi dari elemen kegelapan yang sangat kuat.


"Uhuk….uhuk…..!!!!".


"Huh dasar lemah!".


Suja menatap si iblis yang menghinanya sambil sesekali memuntahkan darah segar, energi kegelapan yang menyerangnya sangat kuat membuatnya mengalami luka dalam yang serius.


Sebelum Suja bisa menekan efek luka dalam itu dan juga menyembuhkannya iblis itu kembali menyerang Suja, kali ini dia mendekat dengan sebuah cakram bergerigi yang besarnya seperti bola sepak.


Setiap serangan yang dilancarkan si jendral iblis itu sangat cepat dan kuat, Suja yang berada di dalam area serangan jendral iblis sesekali bisa menghindar namun kebanyakan dia mendapatkan serangan telak.


Dari setiap serangan cakram itu Suja mendapatkan banyak sekali goresan di tubuhnya, meskipun pakaian yang dia kenakan merupakan Spirit Tool Sky-grade Low-tier tapi dia tetap mendapatkan luka yang serius.


Spirit Tool Sky-grade Low-tier sendiri apapun bentuk dan kegunaannya adalah sesuatu yang sangat langka sekali di Benua Bintang Timur dan jikapun ada maka itu akan dijadikan harta berharga sekte ataupun klan, namun meskipun begitu nampaknya cakram yang dimiliki oleh si jendral iblis berada satu tingkat di atas Spirit Tool pakaian milik Suja atau karena si jendral iblis yang mampu mengkombinasikan serangannya.


Suja mengeluarkan sebuah katana setelah tongkatnya patah terkena cakram jendral iblis, menggunakan katana itu dia menebas cakram yang hendak memotong lehernya kemudian mengambil jarak yang cukup jauh dari lawannya.


Suja melesat meenyerang musuhnya yang hanya berdiri menunggunya maju menyerang, meskipun mengetahui musuhnya meremehkannya namun Suja tetap maju menyerang karena dia belum mengeluarkan kemampuannya sepenuhnya yang tersegel dengan segel pemberat yang dia pasang.


Dalam beberapa kali pertukaran serangan Suja terus saja menyerang dengan cepat dengan memadukan seni pedang Karate dan Kenjutsu yang masih dia kuasai dengan Qin, jendral iblis yang menjadi musuhnya terus saja mampu menepis semua serangan yang dilancarkan oleh Suja tanpa terluka sedikitpun.


”sial……!!!! Kenapa kau kuat sekali dasar iblis…!!!! Kenapa semua seranganku tidak ada yang kena dan melukaimu sedikitpun…..!!!!???”.


Suja sangat frustasi saat menyadari dari semua serangan yang telah dia lakukan tidak ada satupun yang mampu mengenai sasarannya bahkan meninggalkan goresan sedikitpun juga tidak ada, si jendral iblis yang melihat Suja frustasi karena dia tidak terluka sedikitpun menyeringai menikmati rasa putus asa yang dirasakan oleh Suja.


“ Hahahahahahaaaa….!!!!! Sampai kapanpun dan berapa kalipun kau mencoba melukaiku itu tidak akan terjadi bocah sialan…..!!!! majulah..!! akan kuladeni semua seranganmu sampai kau kehabisan energi, di saat itulah aku akan mencabut kepalamu itu dan menjadikannya sebagai oleh-oleh untuk Yang Mulia Kaisar para iblis….!!!!”.


Suja menatap jendral iblis itu dengan tatapan penuh rasa ketakutan, dia saat ini telah mencapai tingkat lima ratus dalam Forging Qi dan hanya perlu menunggu sampai lusa saja sebelum bisa membuat Holy Monarch Forging Pill untuk memasuki ranah Foundation Realm.


“kenapa bocah? Apakah kau sudah merasa putus asa? Kalau beggitu kenapa kau tidak menyerah saja dan biarkan aku memenggal kepalamu untuk menjadi hadiah bagi Kaisar kami, oh iya aku lupa memberitahumu satu hal”.


Si jendral iblis menatap Suja dengan seringaiannya yang menyeramkan membuat Suja tiba-tiba saja teringat akan keluarganya, Asosiasi yang dia bentuk, semua bawahannya, dan juga semua calon istrinya termasuk Liuyun atau Azkia istrinya di kehidupan pertama mereka dan akan menjadi istri sahnya juga di kehidupan kedua mereka saat ini.


Tiba-tiba dia  mendapatkan visi atau penglihatan akan keadaan Mahaguru Wu Yun sang Great Monk Guru Besar sekaligus pemimpin tertinggi Light Thunder Temple saat ini, dari penglihatan yang dikirimkan oleh klon miliknya dia melihat sang Great Monk telah memasuki pintu untuk mengkonsumsi pil yang diberikan oleh klon miliknya dan akan segera menembus ranah Deva Realm.


‘aku harus bertahan! Iblis sialan itu tidak boleh sampai mengetahui tentang Mahaguru Wu Yun yang akan segera memasuki ranah Deva Realm, jika dia sampai mengetahuinya maka kesempatan Benua Bintang Timur untuk memiliki seorang jagoan Deva Realm akan musnah!’.


“iblis sialan, aku tidak akan pernah membiarkanmu dan juga seluruh rasmu ataupun sekutumu menguasai Benua ini……!!! Selama aku masih hidup…!!! AKU XI SUJA, KETURUNAN KLAN XIAO DAN KLAN TANG AKAN MENJADI PENGHALANG DAN PENGHANCUR SEMUA RENCANA KALIAN UNTUK MENGUASAI BENUA BINTANG TIMUR INI……!!!!!!!”.


JJJDDDEEEEERRRRRRRRRRR………!!!!!


JJJDDDEEEEERRRRRRRRRRR………!!!!!


JJJDDDEEEEERRRRRRRRRRR………!!!!!


DUUUUUAAAAARRRRRR…….!!!!!!!!!!!


DUUUUUUUUUAAAAAAARRRRRRRR………!!!!!!!


DUUUUUAAAAARRRRRR…….!!!!!!!!!!!


DUUUUUUUUUAAAAAAARRRRRRRR………!!!!!!!


DUUUUUAAAAARRRRRR…….!!!!!!!!!!!


DUUUUUUUUUAAAAAAARRRRRRRR………!!!!!!!


Suara gemuruh petir terdengar keras sampai mengagetkan jendral iblis itu dan mentap Suja dengan tatapan takut, benci,. Marah, kesal, dan berbagai emosi negative lainnya.


Petir-petir yang terdengar itu adalah tanda bahwa langit menyetujui dan mengabulkan sumpah yang telah diucapkan    oleh Suja, petir-petir itu juga membuat lokasi perkemahan para pasukan aliansi hitam porak poranda karena entah karena alasan apa ada beberapa petir yang menyambar dan melenyapkan hampir seratus orang pasukan mereka.


Kembali ke Suja dan musuhnya si Jendral Iblis itu yang saat ini tengah bersiap untuk saling menyerang musuh mereka masing-masing, Suja dengan pedang katana di tangan kanan dan kirinya sedangkan musuhnya mengguinakan sebuah cakram sabesar lubang sebuah sumur dan juga tombak hitam yang mengeluarkan aura kematian yang sangat luar biasa pekat.


"Pergilah dari Benua ini iblis sialan….!!!!”.


Suja menerjang maju dengan langsung menebaskan kedua katana miliknya di udar yang langsung membentuk energy pekat berwarna merah kehijauan yang merupakan energy kehidupan dan juga energy api.


Suja membentuk sebuah pedang energy dari kedua energy elemen yang dia tunjukkan sebanyak mungkin dan menggunakan kekuatan jiwa miliknya untuk mengendalikan semua pedang itu, ratusan pedang besar dengan dua mata pedang terlihat terbang di dekat Suja yang juga mulai mengeluarkan jurus yang dia kuasai.


“Jurus pedang rahasia : Pedang Pembasmi Iblis…!!!!!”.


Sebuah gerakan tarian pedang yang terlihat sangat memukau ditunjukkan oleh Suja saat dia menggunakan sebuah jurus rahasia milik klan Tang yang dia pelajari dari pamannya Patriark Klan Tang, saat si iblis itu terlihat terpukau dengan tarian pedang yang dia lakukan Suja mengarahkan telunjutknya ke arah si iblis yang membuat pedang-pedang energy itu langsung saja terbang mendekati si jendral iblis dan menyerang jendral iblis yang tengah lengah itu.


Jendral iblis yang tidak sudah menduga akan mendapatkan serangan berupa energy berbentuk senjata seperti sebelumnya sudah mempersiapkan dirinya, dia sangat terpukau dengan gerakan tarian pedang yang ditunjukkan oleh Suja namun masih mampu menganalisa dan juga menerka apa yang akan dilakukan lawannya untuk menyerangnya.


Semua serangan Suja ada yang mampu mengenai target ada juga yang ditepis dan dihancurkan oleh si jendral iblis, namun meskipun tahu semua serangannya tidak akan mampu membuat musuhnya terluka namun Suja terus saja melawan si jendral iblis untuk menahan pergerakan gerak maju pasukan aliansi hitam yang ingibn menyerang Kekaisaran Han.


Setelah berbagi serangan selama beberapa saat lagi, Suja membuat jarak di antara mereka.


"Haaah haaah……!!!! Kau kuat, sangat kuat…!!! Tapi meskipun begitu aku tidak akan menyerah begitu saja…..!!!


Buka pemberat seratus persen!.


Seni Pedang Candradimuka : Pedang Penebas Udara…!!!".


Suja melesat mendekati si jendral iblis dengan sebuah katana teracung hendak melakukan tebasan dari arah atas, saat jarak mereka terpaut lima meter Suja menebaskan katananya kea rah si jendral iblis tapi itu ternyata adalah sebuah serangan tipuan.


Saat si jendral iblis hendak menahan tebasan yang hendak menebas kepalanya dari atas itu Suja membelokkan serangannya sehingga serangan itu membentuk tebasan miring dan kembali menyerang dari samping, rangkaian serangan yang dilakukan oleh Suja tidak bisa diikuti oleh si jendral iblis selain karena dia tidak bisa membaca mana serangan tipuan dan mana yang asli gerakan yang ditunjukkan oleh Suja juga terbilang sangat cepat yang mana hanya bisa dilakukan oleh cultivator Deva King Realm.


Hanya dalam waktu sepuluh kali tarikan nafas saja Suja sudah melakukan lebih dari dua puluh lima gerakan tebasan tipuan dan empat puluh kali tebasan yang mampu memberikan luka sayatan dan juga tusukan pada musuhnya, selama Suja menyerangnya si jendral iblis hanya bisa bertahan karena kecepatan gerakan Suja terlalu cepat untuknya yang hanya menggunakan cakram sebagai senjata sedangkan Suja menggunakan pedang untuk menyerangnya.


“kau…!!! Bagaimana mungkin kau bisa melukaiku…!!!???”.


Jendral iblis itu terkejut saat melihat tubuhnya telah dipenuhi dengan sayatan-sayatan pedang belum lagi cakram miliknya yang sebelumnya dia gunakan untuk bertahan kini telah mengalami keretakan di beberapa sisinya.


“jadi bagaimana rasanya terluka karena serangan bocah yang kau bilang lemah ini, Demon General?”.


Suja tidak bisa menahan senyum girangnya saat melihat sang jendral iblisn bisa dia lukai dengan katana pemberian Cruelest Immortal, dia awalnya sudah merasa tidak memiliki harapan untuk memenangkan pertarungan mereka karena kekuatan si jendral iblis jauh di atasnya dan mencoba meencari kesempatan untuk melarikan diri.


Siapa sangka dia bisa melukai musuhnya menggunakan katana pemberian Cruelest Immortal, namun senyum girangnya tidak bertahan lama karena musuhnya ternyata memiliki kemampuan penyembuhan yang besar karena semua bekas sayatan di tubuhnya bisa dia sembuhkan dengan  cepat. 


“kuakui kau cukup kuat bocah, tak kusangka kamu bisa memperkuat dirimu dalam beberapa saat seperti tadi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Kembali ke kota Lingko di mana saat ini tubuh utama Suja tengah berhadapan dengan musuh paling kuat di pihak musuh yakni seorang Demon General, Suja masih bergetar ketakutan karena saat ini dia berada di dalam ilusi yang diciptakan oleh si iblis itu.


Jauh di dalam kesadaran spiritualnya empat Dao Beast merasakan tuan mereka terkena ilusi mematikan menyadarkan Suja dengan cara memberikan energi kehidupan mereka, saat energi kehidupan yang sangat besar dari empat Dao Beast itu menyatu dengan lautan Qin di dalam Dantiannya Suja tersadar secara paksa.


Suja hanya bisa mengerjap-ngerjap kebingungan sambil menoleh kesana kemari dengan pandangan bingung, saat dia akhirnya menyadari keberadaan si iblis yang tengah tersenyum padanya akhirnya dia menyadari apa yang tengah menimpanya.


"Hooo jadi tadi kau menyerangku dengan ilusi tingkat tinggi, hebat juga kau iblis sialan! Tidak salah kau menjadi jenderal iblis, kekuatanmu cukup besar juga".


Iblis itu tersenyum tipis, dia tidak menyangka Suja bisa meraih kesadarannya setelah terkena sihir ilusi miliknya.


"Bocah, kau lumayan kuat juga. Tapi jangan berharap bisa menikmati hangatnya matahari setelah ini, karena sekarang kau akan ku bunuh di tempat ini dan membawa kepalamu itu sebagai hadiah untuk Kaisar kami sang Demon Emperor hahahaha…….!!!!!".


Suja menatap si iblis dengan tatapan bodoh dan juga penuh penghinaan, meskipun dia terluka parah oleh iblis itu tapi dia memiliki empat Dao Beast dari alam cultivator yang lebih tinggi dan lima hewan tingkat tinggi lainnya.


Satu hewan tingkat tingginya saja misalnya Shen Tian sang Phoeniks dari alam para penyihir yang melawan si iblis, sudah pasti Shen Tian lah yang akan menang selain karena dia memiliki Mana Shen Tian juga memiliki Qi.


"Tertawalah sepuasmu iblis anjing! Karena meskipun aku terluka parah, aku tidak akan pernah bisa kau bunuh karena empat Dao Beast milikku tidak akan membiarkanmu hidup tenang jika kau melukaiku!".


"Hahahaha…….!!!! Apa..!? Dao Beast kau bilang!? Dao Beast itu hanyalah mitos manusia rendahan! 


Tidak ada yang namanya Dao Beast di dunia ini, meskipun Dao Beast memang benar-benar ada di mana mereka? 


Mereka hanyalah binatang-binatang pengecut yang hanya bisa bersembunyi hahahahaa…….!!!!!!!".


"Berani sekali semut rendahan itu menghina kami! Tuan! Biarkan kami keluar dari sini, kami ingin melenyapkan semut tak tau diri itu!".


Suara kemarahan Radit dari dalam ruang jiwa Suja membuat Suja sedikit kesakitan, itu karena Radit berbicara dengan Qi sehingga lautan Qin yang ada di Dantiannya bergejolak panas.


Aura panas dan luar biasa menguar dari tubuh Suja akibat kemarahan empat Dao Beast miliknya, jendral iblis yang merasakan aura di sekitarnya berubah dan terasa panas menoleh menatap Suja.


"Hei bocah, lebih baik kau menyerah saja dan biarkan aku memenggak kepalamu itu!".


"Hah? Apa kau bilang tadi?" Suja dengan bodohnya bertanya.


"Kubilang menyerah menyerah sajalah, biarkan aku memenggal kepalamu itu. Aku sudah tahan berada di tanah lemah ini, aku ingin kembali ke tempat asalku!".


Suja menatap si iblis datar, sebelum si iblis bisa berkata lagi Suja sudah melesat dengan sebuah tongkat di tangannya.


"Siapa juga yang mau menyerah dan mati begitu saja setan….!!!! Mari bertarung iblis sialan….!!!!!".


Dengan menggunakan elemen cahaya dipadukan dengan pedang terbangnya Suja melesat sangat cepat dan muncuk di belakang si jenderal iblis, dengan gerakan cepat dia melakukan serangan baik itu menghantam, menusuk, dan memukul tubuh si iblis.


Sayang sekali serangan apapun yang dia lakukan tidak ada satupun yang berhasil memberikan luka atau goresan pada iblis itu, meskipun semua serangannya dengan telak mengenai sasarannya tapi iblis itu seperti mempunyai tubuh yang sangat keras dan kuat karena tidak ada satupun goresan atau luka di tubuhnya.


"Hoo kecepatanmu cukup besar, tapi sayang seranganmu tidak ada yang cukup kuat.


Elemen Kegelapan : Serangan Lima Jari Iblis…!!!!".


Jendral iblis itu menggerakkan tangan kirinya seolah-olah hendak menepuk lalat dengan kelima jarinya yang merenggang, tapi dari tangan itu terutama kelima jarinya terasa aura kegelapan dan Qi jahat yang sangat kuat sehingga Suja membuat pelindung Qin untuk melindungi dirinya dan berusaha mengarahkan serangan si iblis itu ke pasukan aliansi hitam.


Dari ayunan tangan si jenderal iblis terbentuk sebuah tapak tangan dengan lima jari yang sangat gelap dan menakutkan, serangan tapak itu ditahan oleh Suja dengan pelindung yang dia buat namun tidak bisa bertahan lama karena serangan tapak lima jari itu sangat kuat karena memiliki energi dari elemen kegelapan yang sangat kuat.


"Uhuk….uhuk…..!!!!".


"Huh dasar lemah!".


Suja menatap si iblis yang menghinanya sambil sesekali memuntahkan darah segar, energi kegelapan yang menyerangnya sangat kuat membuatnya mengalami luka dalam yang serius.


Sebelum Suja bisa menekan efek luka dalam itu dan juga menyembuhkannya iblis itu kembali menyerang Suja, kali ini dia mendekat dengan sebuah cakram bergerigi yang besarnya seperti bola sepak.


Setiap serangan yang dilancarkan si jendral iblis itu sangat cepat dan kuat, Suja yang berada di dalam area serangan jendral iblis sesekali bisa menghindar namun kebanyakan dia mendapatkan serangan telak.


Dari setiap serangan cakram itu Suja mendapatkan banyak sekali goresan di tubuhnya, meskipun pakaian yang dia kenakan merupakan Spirit Tool Sky-grade Low-tier tapi dia tetap mendapatkan luka yang serius.


Spirit Tool Sky-grade Low-tier sendiri apapun bentuk dan kegunaannya adalah sesuatu yang sangat langka sekali di Benua Bintang Timur dan jikapun ada maka itu akan dijadikan harta berharga sekte ataupun klan, namun meskipun begitu nampaknya cakram yang dimiliki oleh si jendral iblis berada satu tingkat di atas Spirit Tool pakaian milik Suja atau karena si jendral iblis yang mampu mengkombinasikan serangannya.


Suja mengeluarkan sebuah katana setelah tongkatnya patah terkena cakram jendral iblis, menggunakan katana itu dia menebas cakram yang hendak memotong lehernya kemudian mengambil jarak yang cukup jauh dari lawannya.


Suja melesat meenyerang musuhnya yang hanya berdiri menunggunya maju menyerang, meskipun mengetahui musuhnya meremehkannya namun Suja tetap maju menyerang karena dia belum mengeluarkan kemampuannya sepenuhnya yang tersegel dengan segel pemberat yang dia pasang.


Dalam beberapa kali pertukaran serangan Suja terus saja menyerang dengan cepat dengan memadukan seni pedang Karate dan Kenjutsu yang masih dia kuasai dengan Qin, jendral iblis yang menjadi musuhnya terus saja mampu menepis semua serangan yang dilancarkan oleh Suja tanpa terluka sedikitpun.


”sial……!!!! Kenapa kau kuat sekali dasar iblis…!!!! Kenapa semua seranganku tidak ada yang kena dan melukaimu sedikitpun…..!!!!???”.


Suja sangat frustasi saat menyadari dari semua serangan yang telah dia lakukan tidak ada satupun yang mampu mengenai sasarannya bahkan meninggalkan goresan sedikitpun juga tidak ada, si jendral iblis yang melihat Suja frustasi karena dia tidak terluka sedikitpun menyeringai menikmati rasa putus asa yang dirasakan oleh Suja.


“ Hahahahahahaaaa….!!!!! Sampai kapanpun dan berapa kalipun kau mencoba melukaiku itu tidak akan terjadi bocah sialan…..!!!! majulah..!! akan kuladeni semua seranganmu sampai kau kehabisan energi, di saat itulah aku akan mencabut kepalamu itu dan menjadikannya sebagai oleh-oleh untuk Yang Mulia Kaisar para iblis….!!!!”.


Suja menatap jendral iblis itu dengan tatapan penuh rasa ketakutan, dia saat ini telah mencapai tingkat lima ratus dalam Forging Qi dan hanya perlu menunggu sampai lusa saja sebelum bisa membuat Holy Monarch Forging Pill untuk memasuki ranah Foundation Realm.


“kenapa bocah? Apakah kau sudah merasa putus asa? Kalau beggitu kenapa kau tidak menyerah saja dan biarkan aku memenggal kepalamu untuk menjadi hadiah bagi Kaisar kami, oh iya aku lupa memberitahumu satu hal”.


Si jendral iblis menatap Suja dengan seringaiannya yang menyeramkan membuat Suja tiba-tiba saja teringat akan keluarganya, Asosiasi yang dia bentuk, semua bawahannya, dan juga semua calon istrinya termasuk Liuyun atau Azkia istrinya di kehidupan pertama mereka dan akan menjadi istri sahnya juga di kehidupan kedua mereka saat ini.


Tiba-tiba dia  mendapatkan visi atau penglihatan akan keadaan Mahaguru Wu Yun sang Great Monk Guru Besar sekaligus pemimpin tertinggi Light Thunder Temple saat ini, dari penglihatan yang dikirimkan oleh klon miliknya dia melihat sang Great Monk telah memasuki pintu untuk mengkonsumsi pil yang diberikan oleh klon miliknya dan akan segera menembus ranah Deva Realm.


‘aku harus bertahan! Iblis sialan itu tidak boleh sampai mengetahui tentang Mahaguru Wu Yun yang akan segera memasuki ranah Deva Realm, jika dia sampai mengetahuinya maka kesempatan Benua Bintang Timur untuk memiliki seorang jagoan Deva Realm akan musnah!’.


“iblis sialan, aku tidak akan pernah membiarkanmu dan juga seluruh rasmu ataupun sekutumu menguasai Benua ini……!!! Selama aku masih hidup…!!! AKU XI SUJA, KETURUNAN KLAN XIAO DAN KLAN TANG AKAN MENJADI PENGHALANG DAN PENGHANCUR SEMUA RENCANA KALIAN UNTUK MENGUASAI BENUA BINTANG TIMUR INI……!!!!!!!”.


JJJDDDEEEEERRRRRRRRRRR………!!!!!


JJJDDDEEEEERRRRRRRRRRR………!!!!!


JJJDDDEEEEERRRRRRRRRRR………!!!!!


DUUUUUAAAAARRRRRR…….!!!!!!!!!!!


DUUUUUUUUUAAAAAAARRRRRRRR………!!!!!!!


DUUUUUAAAAARRRRRR…….!!!!!!!!!!!


DUUUUUUUUUAAAAAAARRRRRRRR………!!!!!!!


DUUUUUAAAAARRRRRR…….!!!!!!!!!!!


DUUUUUUUUUAAAAAAARRRRRRRR………!!!!!!!


Suara gemuruh petir terdengar keras sampai mengagetkan jendral iblis itu dan mentap Suja dengan tatapan takut, benci,. Marah, kesal, dan berbagai emosi negative lainnya.


Petir-petir yang terdengar itu adalah tanda bahwa langit menyetujui dan mengabulkan sumpah yang telah diucapkan    oleh Suja, petir-petir itu juga membuat lokasi perkemahan para pasukan aliansi hitam porak poranda karena entah karena alasan apa ada beberapa petir yang menyambar dan melenyapkan hampir seratus orang pasukan mereka.


Kembali ke Suja dan musuhnya si Jendral Iblis itu yang saat ini tengah bersiap untuk saling menyerang musuh mereka masing-masing, Suja dengan pedang katana di tangan kanan dan kirinya sedangkan musuhnya mengguinakan sebuah cakram sabesar lubang sebuah sumur dan juga tombak hitam yang mengeluarkan aura kematian yang sangat luar biasa pekat.


“pergilah dari Benua ini iblis sialan….!!!!”.


Suja menerjang maju dengan langsung menebaskan kedua katana miliknya di udar yang langsung membentuk energy pekat berwarna merah kehijauan yang merupakan energy kehidupan dan juga energy api.


Suja membentuk sebuah pedang energy dari kedua energy elemen yang dia tunjukkan sebanyak mungkin dan menggunakan kekuatan jiwa miliknya untuk mengendalikan semua pedang itu, ratusan pedang besar dengan dua mata pedang terlihat terbang di dekat Suja yang juga mulai mengeluarkan jurus yang dia kuasai.


“Jurus pedang rahasia : Pedang Pembasmi Iblis…!!!!!”.


Sebuah gerakan tarian pedang yang terlihat sangat memukau ditunjukkan oleh Suja saat dia menggunakan sebuah jurus rahasia milik klan Tang yang dia pelajari dari pamannya Patriark Klan Tang, saat si iblis itu terlihat terpukau dengan tarian pedang yang dia lakukan Suja mengarahkan telunjutknya ke arah si iblis yang membuat pedang-pedang energy itu langsung saja terbang mendekati si jendral iblis dan menyerang jendral iblis yang tengah lengah itu.


Jendral iblis yang tidak sudah menduga akan mendapatkan serangan berupa energy berbentuk senjata seperti sebelumnya sudah mempersiapkan dirinya, dia sangat terpukau dengan gerakan tarian pedang yang ditunjukkan oleh Suja namun masih mampu menganalisa dan juga menerka apa yang akan dilakukan lawannya untuk menyerangnya.


Semua serangan Suja ada yang mampu mengenai target ada juga yang ditepis dan dihancurkan oleh si jendral iblis, namun meskipun tahu semua serangannya tidak akan mampu membuat musuhnya terluka namun Suja terus saja melawan si jendral iblis untuk menahan pergerakan gerak maju pasukan aliansi hitam yang ingibn menyerang Kekaisaran Han.


"Haaah haaah……!!!! Kau kuat, sangat kuat…!!! Tapi meskipun begitu aku tidak akan menyerah begitu saja…..!!!


Buka pemberat seratus persen!.


Seni Pedang Candradimuka : Pedang Penebas Udara…!!!".


Suja melesat mendekati si jendral iblis dengan sebuah katana teracung hendak melakukan tebasan dari arah atas, saat jarak mereka terpaut lima meter Suja menebaskan katananya kea rah si jendral iblis tapi itu ternyata adalah sebuah serangan tipuan.


Saat si jendral iblis hendak menahan tebasan yang hendak menebas kepalanya dari atas itu Suja membelokkan serangannya sehingga serangan itu membentuk tebasan miring dan kembali menyerang dari samping, rangkaian serangan yang dilakukan oleh Suja tidak bisa diikuti oleh si jendral iblis selain karena dia tidak bisa membaca mana serangan tipuan dan mana yang asli gerakan yang ditunjukkan oleh Suja juga terbilang sangat cepat yang mana hanya bisa dilakukan oleh cultivator Deva King Realm.


Hanya dalam waktu sepuluh kali tarikan nafas saja Suja sudah melakukan lebih dari dua puluh lima gerakan tebasan tipuan dan empat puluh kali tebasan yang mampu memberikan luka sayatan dan juga tusukan pada musuhnya, selama Suja menyerangnya si jendral iblis hanya bisa bertahan karena kecepatan gerakan Suja terlalu cepat untuknya yang hanya menggunakan cakram sebagai senjata sedangkan Suja menggunakan pedang untuk menyerangnya.


“kau…!!! Bagaimana mungkin kau bisa melukaiku…!!!???”.


Jendral iblis itu terkejut saat melihat tubuhnya telah dipenuhi dengan sayatan-sayatan pedang belum lagi cakram miliknya yang sebelumnya dia gunakan untuk bertahan kini telah mengalami keretakan di beberapa sisinya.


“jadi bagaimana rasanya terluka karena serangan bocah yang kau bilang lemah ini, Demon General?”.


Suja tidak bisa menahan senyum girangnya saat melihat sang jendral iblisn bisa dia lukai dengan katana pemberian Cruelest Immortal, dia awalnya sudah merasa tidak memiliki harapan untuk memenangkan pertarungan mereka karena kekuatan si jendral iblis jauh di atasnya dan mencoba meencari kesempatan untuk melarikan diri.


Siapa sangka dia bisa melukai musuhnya menggunakan katana pemberian Cruelest Immortal, namun senyum girangnya tidak bertahan lama karena musuhnya ternyata memiliki kemampuan penyembuhan yang besar karena semua bekas sayatan di tubuhnya bisa dia sembuhkan dengan  cepat. 


“kuakui kau cukup kuat bocah, tak kusangka kamu bisa memperkuat dirimu dalam beberapa saat seperti tadi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.