
.
.
.
.
.
.
Pertempuran antara para pasukan aliansi hitam melawan Pasukan Darah Besi yang dibawa oleh Jenderal Wei berlangsung semakin sengit dan panas, Pasukan Darah Besi yang berjumlah 250 orang telah banyak yang gugur menyisakan 200 orang saja termasuk Jenderal Wei dan empat orang jagoan Nascent Soul yang tersisa di pihak kekaisaran sementara pasukan musuh tersisa sekitar 86 orang.
Jenderal Wei dengan kondisinya yang telah terluka parah dan luka internal yang serius berjuang mati-matian melawan dan menghabisi satu persatu musuh kekaisaran Han, pasukan musuh yang terus diserang oleh 200 orang pasukan kekaisaran mau tak mau harus mundur namun jalan mundur mereka ditutup membuat pasukan musuh satu-persatu dihabisi.
"Sial! Kalau begini terus kita bisa mati! Tidak ada cara lain, sepertinya hanya itu saja yang tersisa untuk melawan mereka!" Salah satu komandan musuh kesal saat melihat pasukannya hanya tersisa dua puluh lima orang saja termasuk mereka.
Salah satu pemimpin pasukan musuh yakni jagoan Nascent Soul yang tengah dihadapi oleh Jenderal Wei berdecak dan langsung terbang sampai akhirnya dia terlepas dari jangkauan serangan Jenderal Wei yang tengah fokus melawan satu orang temannya, orang itu membentuk segel tangan yang sangat rumit selama beberapa waktu sebelum melepaskannya ke daratan.
Langit berubah warna menjadi hitam kemerahan disertai dengan guntur yang sesekali menyambar beberapa Pasukan Darah Besi, dari segel yang tertanam di tanah terlihat sinar berwarna merah yang cukup terang sehingga pasukan kekaisaran harus menutup mata begitu juga pasukan musuh.
Saat sinar merah itu telah redup samar-samar terlihat ada sebuah lubang besar berdiameter 10x15 yang terbuka tepat di mana sinar merah itu berada, dari lubang itu keluar tangan-tangan mengerikan yang mencoba merangkak naik ke daratan.
Satu-persatu tangan-tangan itu akhirnya menampakkan tubuhnya yang ternyata berwujud mayat-mayat mengerikan yang tidak memiliki mata, mayat-mayat yang sudah berhasil naik ke daratan mulai menyerang pasukan kekaisaran.
Pasukan kekaisaran yang diserang mayat-mayat itu terlihat kewalahan karena kekuatan satu orang saja berada Nascent Soul First-stage apalagi saat ini telah lebih dari enam puluh mayat yang naik dan menyerang para pasukan kekaisaran.
"Mereka Corpse Cultivator! Serang semua mayat ini dengan api!" Komando dari salah satu komandan pasukan kekaisaran segera diikuti oleh prajurit yang lain.
Mereka yang memiliki elemen api menggunakan kekuatan mereka untuk membakar mayat-mayat yang berada di dekat mereka, yang memiliki elemen tanah menggunakan kekuatannya untuk membentuk boneka tanah dan batu yang digunakan untuk menghantam mayat-mayat itu, mereka yang memiliki elemen petir menggunakan kekuatan mereka untuk membentuk dan memanggil petir-petir penghancur yang langsung saja menyambar mayat-mayat itu bersama dengan pasukan aliansi hitam yang berada di dekat pasukan mayat milik komandan mereka.
Pertarungan sengit kembali terjadi, kali ini situasi berubah drastis di mana awalnya pasukan kekaisaran mendominasi sekarang mereka ditekan oleh pasukan aliansi hitam yang hanya tersisa dua puluh lima orang namun memiliki ratusan pasukan mayat yang menyusahkan dan membantai banyak anggota Pasukan Darah Besi dan juga prajurit kekaisaran yang lainnya.
"Jenderal! Mayat-mayat ini terlalu banyak! Apakah sekarang sudah saatnya kita menggunakan benda 'itu'?!".
Jenderal Wei tersentak mendengar perkataan salah satu komandan pasukannya, ditatapnya para pasukannya yang tersisa seratus lima puluhan orang sedangkan pasukan musuh hanya tersisa lima belas orang namun pasukan mayat hidup musuh jumlahnya lebih dari lima ratus mayat hidup dan itu pun masih terus bertambah.
"Kenapa tidak ada yang bilang dari tadi!? Keluarkan benda 'itu' dan gunakan untuk menyerang musuh!" Bentakan Jenderal Wei menyadarkan para Pasukan Darah Besi tentang senjata anehnyang dibekalkan pada mereka oleh Suqian selaku kepala pengawal Xi Suja.
"Baik Jenderal!".
"Pasukan! Keluarkan benda 'itu'!".
"""""HA….!!!!!""""".
Semua prajurit kekaisaran dan anggota Pasukan Darah Besi segera mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanan mereka bersamaan, barang atau benda yang mereka keluarkan adalah senapan panjang dan juga sebuah tabung 50 cm yang jika kalian menyukai hal berbau militer kalian akan mengerti.
Senjata yang mereka keluarkan adalah senapan SS1 dan juga Bazooka namun perbedaannya senapan yang mereka gunakan tidak perlu mengganti magazen terlalu sering karena magazen yang mereka gunakan adalah pemberian Cruelest Immortal yang mana satu magazen mampu menampung sepuluh ribu peluru, berbeda dengan Bazooka yang dikeluarkan sebagian kecil Pasukan Darah Besi menggunakan energi Qi sebagai pelurunya.
"Tembaaakk…..!!!!!!".
DRRRRREEEEEETTTTTTTT………..!!!!!!!
DRRRRREEEEEETTTTTTTT………..!!!!!!!
DRRRRREEEEEETTTTTTTT………..!!!!!!!
DRRRRREEEEEETTTTTTTT………..!!!!!!!
SYYYUUUUUUUUTTTTTT……..!!!!!!!
DDUUUUUUAAAAAARRRRRRRRR……..!!!!!!!!!
SYYYUUUUUUUUTTTTTT……..!!!!!!!
DDUUUUUUAAAAAARRRRRRRRR……..!!!!!!!!!
SYYYUUUUUUUUTTTTTT……..!!!!!!!
DDUUUUUUAAAAAARRRRRRRRR……..!!!!!!!!!
DDUUUUUUAAAAAARRRRRRRRR……..!!!!!!!!!
DDUUUUUUAAAAAARRRRRRRRR……..!!!!!!!!!
Suara ledakan yang sangat keras terdengar bergantian dari tempat di mana pasukan musuh berdiri mencengangkan para Pasukan Darah Besi yang memegang Bazooka begitu juga dengan yang lainnya terutama pasukan kekaisaran, saat debu-debu akibat ledakan telah sirna semua pasukan kekaisaran Han dapat melihat potongan-potongan tubuh pasukan mayat hidup musuh mereka dan juga yang tersisa dari musuh mereka hanyalah lima jagoan Nascent Soul dan ratusan pasukan mayat hidup saja.
"Anjing senjata apa itu!? Senjata itu bisa mengeluarkan api yang bisa meledak! Kalian! Jangan biarkan mereka menggunakan senjata aneh itu lagi!".
"Baik!".
Komandan pasukan musuh hanya bisa menahan sakit di hatinya melihat sembilan puluh lima orang pasukannya yang delapan puluh lima diantaranya adalah jagoan Core Formation Mid-stage bahkan ada dua puluh lima orang yang berada di ranah Core Formation Peak-stage yang hanya membutuhkan sedikit dorongan bantuan sumber daya saja sudah akan menembus ranah Nascent Soul, lima orang pasukan musuh yang tersisa menatap para pasukan kekaisaran dengan tatapan penuh kebencian dan kemarahan serta permusuhan yang sangat jelas.
"Serang mereka!".
"Pasukan! Habisi sisanya! Biarkan kami yang mengurus lima orang itu!".
Jenderal Wei dan empat jagoan Nascent Soul bawahannya maju melesat dengan senjata terayun menyerang musuh yang juga mendekati mereka, para pasukan kekaisaran melepaskan tembakan dari senapan dan bazooka yang mereka pegang membuat lebih banyak lagi mayat hidup menghilang tapi meskipun begitu lubang asal mereka keluar masih terbuka dan dari sana masih keluar belasan hingga puluhan mayat hidup lainnya.
Serangan pedang Jenderal Wei melesat dan mengenai satu jagoan musuh yang melawannya namun tidak memberikan kerusakan yang cukup seperti serangan pertamanya karena Jenderal Wei telah kelelahan dan juga kekurangan Qi setelah pertarungan sengit beberapa saat lalu, musuhnya sendiri tidak bisa mempercayai bahwa dia terkena serangan meskipun luka yang ditimbulkan dipermukaan tidaklah besar tapi luka dalam yang dia terima begitu serius.
"Sialan! Berani sekali kau melukaiku jenderal rendahan! Terima ini!
Jurus elemen racun : seribu racun kalajengking….!!!!!".
Sebuah energi hitam keluar dan menyatu di udara kemudian bergerak ke arah Jenderal Wei, energi hitam yang menyatu itu adalah sebuah jurus dari salah satu tetua Sekte Kabut Kematian yang juga merupakan ahli racun dan racun yang digunakan adalah racun kalajengking yang diambil dari kalajengking merah yang setara dengan racun tingkat sembilan.
Jenderal Wei yang berada sangat dekat dengan musuhnya saat musung mengeluarkan jurus racunnya tidak sempat menghindar dan terkena racun yang terhirup dan memasuki tubuhnya melalui pori-pori, racun yang memasuki tubuhnya membuat Jenderal Wei menjadi melemah apalagi racun itu menyerang dan menghambat meridiannya membuatnya tidak bisa mengalirkan Qi.
"Sekarang tamatlah riwayatmu jenderal rendahan!
Pedang Racun Kematian...!".
Tepat saat pedang itu akan memotong leher Jenderal Wei pedang itu dihempaskan oleh seseorang yang menolong Jenderal Wei, musuh yang tadinya hendak membunuh Jenderal Wei merinding ketakutan saat melihat siapa yang menolong Jenderal Wei dari serangannya.
"Pi-pilar Tombak..!!!".
Yaa, orang yang menolong Jenderal Wei adalah seorang perempuan bernama Jiao Xin yang bergelar Pilar Tombak dari Heaven Mountain Sect dan salah satu dari lima orang putri angkat Cruelest Immortal yang akan menjadi istri dari Xi Suja.
Sebelumnya Pilar Tombak mengalami luka dalam yang sangat serius saat mengintai musuh di kota Lingko namun berkat Air Surgawi yang dimiliki Asosiasi Batik Biru cabang kota Lingko dia berhasil memulihkan diri dan menjaga para penduduk yang mengungsi dari kota Lingko, beberapa saat lalu dia tengah bersama dengan 14 saudaranya yang lain tengah mencari kakak pertama mereka Liuyun dan juga Xi Suja namun mereka malah menemukan pasukan kekaisaran Han terutama Jenderal Wei yang telah terluka parah jadi mereka berhenti dan membantu Jenderal Wei.
Pilar Tombak menatap tajam lima orang jagoan musuh sebelum menatap salah satu adiknya, dia menatap salah satu dari enam orang bergelar Raja di antara adiknya.
"Xinyu, kamu Raja Seribu Racun! Habisi mereka!".
Raja Seribu Racun atau Xinyu mengangguk pelan, tanpa ekspresi selain datar di wajahnya dia maju menghadapi kelima musuh kekaisaran Han sekaligus.
Lima orang musuh kekaisaran Han yang tersisa dalam pasukan yang akan menyerang kota Berlian menatap Xinyu dengan penuh ketakutan, dalam benak mereka mengalir banyak pertanyaan tentang mengapa Xinyu yang memiliki gelar Raja Seribu Racun Five Poison Valley malah membantu musuh aliran hitam.
"Se-senior! Kenapa senior membantu orang-orang naif dan rendah ini!?".
"Ini adalah perintah dari ayahandaku Cruelest Immortal! Kami Lima Pilar, Enam Raja, dan Empat Penjaga Mata Angin adalah anak dari Cruelest Immortal! Dan ayah kami meminta kami untuk menjaga kekaisaran Han yang juga telah dijaga selama dua ribu tahun oleh ayah kami!
Sekarang karena kalian telah berani menyerang kekaisaran Han ini, maka ucapkan selamat datang pada kematian kalian!".
Kelima musuh Jenderal Wei dari pasukan aliansi hitam menatap Xinyu dengan tatapan tak percaya dan penuh kemarahan, mereka mengira Xinyu sang Raja Seribu Racun akan memihak dan membantu mereka aliran hitam untuk menyerang dan menguasai kekaisaran Han tapi ternyata Xinyu malah menjaga kekaisaran Han.
Xinyu tidak berbicara lebih jauh lagi, dia hanya menebaskan pedangnya tanpa jurus apapun namun dari tebasannya itu muncul pedang-pedang angin yang sangat tajam memotong tubuh kelima orang itu dengan mudah seperti memotong tahu.
Melihat bagaimana lima orang jagoan Nascent Soul terpotong begitu saja seperti tahu hanya dengan serangan tunggal tanpa Qi dan juga jurus-jurus pedang mematikan membuat Jenderal Wei dan semua pasukan kekaisaran termasuk Pasukan Darah Besi bergidik ngeri, membayangkan Raja Seribu Racun dan juga semua orang-orang kuat yang telah mencapai puncak tertinggi kultivasi menjadi musuh mereka membuat semua pasukan kekaisaran tidak bisa tidak gemetar ketakutan.
Jenderal Wei sendiri terperangah melihat bagaimana musuhnya mati hanya karena serangan tunggal tanpa tenaga itu, tidak diragukan lagi kekuatan seorang jagoan Nascent Soul Great Circle-stage yang telah berada di sana selama ratusan tahun ditunjang dengan pengalaman-pengalamannya yang luar biasa banyak akan sangat menakutkan.
Perbandingan kekuatan seseorang tidak hanya diukur dari tingkat pencapaiannya dalam kultivasi, namun juga diukur dari pengalaman dan teknik-teknik yang dikuasai.
Seorang jagoan Nascent Soul First-stage yang tidak memiliki pengalaman bertarung akan dengan mudah dikalahkan oleh jagoan Core Formation First-stage sekalipun jika dia memiliki pengalaman bertempur yang banyak.
Jika Jenderal Wei yang baru saja memasuki Nascent Soul Peak-stage beberapa waktu lalu melawan yang setingkat dengannya tapi memiliki pengalaman jauh lebih banyak dalam waktu yang lebih lama, maka sekuat apapun pertahanan dan kekuatannya dia akan tetap dikalahkan oleh lawannya.
Xinyu sang Raja Seribu Racun kembali ke dekat saudaranya setelah melenyapkan semua musuh yang bertempur melawan Jenderal Wei tadi, Jiao Xin sang kakak kedua setelah Liuyun menatap Jenderal Wei sebelum berbicara padanya.
"Junior Wei, sekarang kalian sudah aman. Pulihkan diri kalian karena musuh pastinya akan menyerang kembali dengan kekuatan yang jauh lebih besar dari sekarang, kami titipkan keamanan kota-kota milik leluhur calon mertua kami padamu".
"Terima kasih atas bantuannya senior sekalian, junior ini akan memastikan keamanan para penduduk dan kami akan berjuang sekuat tenaga memperjuangkan keamanan semua daerah kekuasaan kekaisaran Han!" Jiao Xin mengangguk pelan.
"Bagus, kalau begitu kami pamit karena ingin mencari kakak kami dulu sekaligus mencari Xi Suja!".
"Tunggu dulu senior!" Saat Jiao Xin dan yang lainnya akan terbang Jenderal Wei menghentikan mereka.
"Ada apa?".
"Maaf sebelumnya senior, tapi dari yang junior ini tahu tuan muda Xi Suja saat tengah dalam perjalanan menuju Kuil Utama Light Thunder Tempel dan kemungkinan tuan muda akan segera sampai tapi….".
Jenderal Wei ragu untuk melanjutkan ucapannya membuat Jiao Xin dan yang lainnya bingung.
"Tapi apa?".
"Be-begini senior, menurut laporan salah satu Jenderal Pasukan Darah Besi bawahan saya saat ini di Kota Lingko ada seseorang yang memiliki kekuatan yang sangat besar dan menakutkan. Jadi, junior ini sarankan agar senior sekalian tidak melewati kota Lingko".
Perkataan Jenderal Wei membuat empat belas orang terkuat Benua Bintang Timur itu bingung dan saling pandang, berbeda dengan Jiao Xin yang menegang dan gemetar ketakutan karena teringat dengan aura kuat yang membuatnya mengalami luka internal yang sangat parah beberapa hari yang lalu.
"Terima kasih junior karena kamu telah mengingatkan kami, untung saja kamu memberitahu kami tentang itu jika tidak entah apakah kami masih hidup atau tidak karena memang siapapun yang berada di sisi musuh kekuatannya sangat kuat dan hanya ayah kami Cruelest Immortal yang bisa menghadapinya.
Sayangnya saat ini ayah kami sudah meninggalkan dunia ini, tapi kalian tenang saja karena saat ini ada seseorang yang tengah menaikkan kekuatannya agar bisa menghalau semua musuh yang datang dari benua lain itu".
Ucapan Jiao Xin menyadarkan adik-adiknya akan apa yang pernah diceritakan ayah mereka, Jenderal Wei juga mengetahui perihal benua lain dan penduduknya yang lebih kuat dari Benua Bintang Timur dari cerita Xi Suja.
Setelah itu Jiao Xin membawa adik-adiknya untuk pergi dari sana, Jenderal Wei dan semua pasukannya yang tersisa tidak lebih dari sembilan puluh orang hanya menatap kepergian mereka dan mulai menumpuk mayat musuh sementara mayat pasukan kekaisaran dikumpulkan untuk dibawa ke Ibukota sebelum diserahkan pada keluarga mereka dan dimakamkan oleh pasukan kekaisaran yang lain.
.
.
.
.