My Journey to Immortality

My Journey to Immortality
Ch 26 - Lu Cai II



Lu Cai dan pengikutnya berada dalam kondisi terjepit, di satu sisi dia menghadapi belasan cultivator pengawal Suja tapi di sisi lain dia juga berhadapan dengan cultivator milik Blue Scale Restaurant yang dipanggil manager tempat itu.


Pria sepuh dan beberapa pengikut Lu Cai sudah kewalahan menahan aura yang membuat mereka tertekan, mereka tidak menyangka akan menghadapi banyak cultivator tingkat tinggi sekaligus.


"Senior, apakah junior ini telah menyinggung senior? Jika iya mohon berikan muka untuk junior ini, junior berjanji akan meminta Patriark keluarga Lu agar memberikan beberapa sumber daya berharga untuk senior sekalian" Lu Cai menganggap para pengawal Suja hanya melindunginya karena sumber daya oleh karena itu dia berusaha bernegosiasi dengan Suqian dan yang lainnya.


"Hmm! Berani sekali kamu menyogok kami! Memangnya apa yang dapat keluargamu berikan pada kami!?" Cing Cia membalas dengan nada dingin.


Lu Cai semakin gugup, diam-diam dia memberikan kode pada pengikutnya untuk memanggil bantuan.


"Mau memanggil bantuan heh? Baik, mari kita lihat siapa yang akan menolongmu!" Lu Cai semakin berkeringat saat mendengar Suqian berkata begitu.


"Manager, siapa namamu?" Manager restoran bersama dengan lima orang cultivator Core Formation Peak-stage mendekati Suja dan Wu Dao.


"Nama saya Lim tuan muda, apakah ada yang bisa saya bantu?".


"Aku ingin bertanya, apakah kamu mengetahui sepak terjang semut ini?" Manager Lim menoleh melihat Lu Cai yang tampak marah saat dikatai sebagi semut.


"Dia adalah Lu Cai tuan muda, anak sulung keluarga bangsawan Lu. Mereka murid dari sekte bambu hitam, sekte bintang delapan di lembah giok" Suja mengangguk paham.


Wu Dao sendiri sudah hampir tidak tahan berada dalam situasi seperti itu, meskipun dia tidak pernah keluar kuil tapi dia mengetahui banyak hal dari cerita yang didengarnya dari para seniornya.


Sekte Bambu Hitam adalah sekte aliran netral, sekte itu baru berdiri sekitar 200 tahun lalu namun berkembang pesat 30 tahun terakhir.


Sekte ini terkenal dengan ilmu tangan kosong milik mereka, namun banyak yang menduga mereka adalah sekte aliran hitam yang menyamar karena kebanyakan murid dan anggota sekte menggunakan Demon Core untuk meningkatkan praktik mereka.


Sementara keluarga Lu adalah keluarga bangsawan kelas dua, mereka adalah keluarga bangsawan yang awalnya berasal dari Kekaisaran Lin.


Salah satu keturunan keluarga Lin menikah dengan seorang gadis bangsawan kelas satu di Ibukota kekaisaran Han, karena kedua pengantin adalah keturunan bangsawan maka Kaisar Han semasa dikuasai klan Xiao yaitu Xiao Yin memberikan mereka gelar sebagai bangsawan kelas tiga.


"Qiang!" Seorang pengawal bayangan keluar dari persembunyiannya.


"Salam tuan muda!" Lu Cai semakin pucat saat menyadari penjaga bayangan itu keluar dari persembunyiannya.


"Laporkan semua tentang keluarga Lu yang kalian temukan sejauh ini!" Qiang mengeluarkan segulung kertas yang telah berisi beberapa catatan.


Suja membaca semua yang tertulis di sana, beberapa informasi bisa dia ketahui terutama informasi yang dirahasiakan Patriark keluarga Lu.


"Waaah waaah waahh, ternyata keluarga sampah Lu benar-benar memiliki keturunan yang luar biasa. Dengan sumber saya seperti ini, juga dengan puluhan gadis perawan yang kalian rusak setiap bulan kalian mampu menaikkan tingkat praktik kalian. Benar-benar mengagumkan, sepertinya kekaisaran perlu memberikan hukuman pada keluarga busuk ini".


"Apa maksudmu?! Kami adalah keluarga terhormat! Jika kami mau, kekaisaran rendah ini bisa kami lenyapkan saat ini juga!" Raut wajah Suja berubah mendengar keangkuhan Lu Cai.


"Kalian berani melakukannya?!" Lu Cai dengan wajah penuh keangkuhan menatap remeh pada mereka meskipun ada beberapa cultivator Nascent Soul di dekatnya.


"Apa yang perlu kami takutkan?! Kalian hanya kekaisaran rendah! Semua prajurit Kekaisaran ini tidak akan mampu melawan kekuatan Kekaisaran Lin!" Sekarang bukan hanya Suja yang menahan amarah, manager Lim juga tampak berusaha menahan kepalannya tidak melayang ke kepala Lu Cai.


"Hooo, baiklah. Kalau kau mampu menang dariku, silahkan lakukan apapun yang kau inginkan".


Wu Dao, Suqian dan yang lain, serta manager Lim terkejut mendengarnya. Lu Cai menunjukkan tawa meremehkan, dia merasa di atas angin karena ditantang oleh cultivator Forging Qi yang jelas lebih lemah darinya.


"Baik, aku akan melawanmu! Jangan menyesal jika serangga sepertimu tidak bisa melihat hari esok!" Lu Cai tertawa seolah kemenangan sudah berada di tangannya.


Suja tidak terlalu memperdulikan itu, dia dengan tenang meminum arak meskipun suasana di sekitarnya kurang nyaman untuk Wu Dao dan yang lain.


"Saudaraku, apakah kamu tidak terlalu gegabah?" Wu Dao cukup khawatir dia akan terlibat dalam urusan yang tidak berkaitan dengannya.


Asosiasi Batik Biru telah memiliki lebih dari dua ratus cultivator Core Formation dan Foundation Realm, di antara mereka juga ada lima puluh cultivator Nascent Soul dari tingkat Low-stage sampai Peak-stage.


Pada dasarnya, kekuatan penuh milik Asosiasi mampu untuk menahan gempuran kekaisaran lain dan mengambil alih beberapa sekte bintang sepuluh sekalipun.


Suja beranjak keluar dari restoran setelah membayar semua pesanannya, manager Lim membawa Suja dan rombongannya ke sebuah lapangan luas yang biasa digunakan berlatih oleh prajurit penjaga kota.


Di lapangan itu, Lu Cai sudah menunggu mereka bersama dengan banyak orang di dekatnya.


Dari penglihatan Suja, setidaknya ada sepuluh cultivator Nascent Soul dan belasan cultivator Core Formation yang berada di sana.


"Wah wah waah, ternyata ada senior tengkorak di sini. Bagaimana kabarmu senior? Kenapa kamu tidak mati saja setelah terkena racun bawahanku?" Suqian tampak marah saat melihat seorang cultivator Nascent Soul yang ada di dekat Lu Cai, dari perkataan orang itu Suja mengerti bahwa mereka pernah memiliki perselisihan di masa lalu.


"Heh, simpan omong kosongmu celurit kematian! Dulu aku memang terkena racun dari sektemu! Tapi sekarang, aku sudah sembuh bahkan semakin kuat atas kemurahan tuanku! Kuberi kau peringatan! Pergi dari sini! Atau kau akan menerima akibatnya!" Orang itu tertawa mendengar ancaman Suqian.


"Senior tengkorak, ancamanmu tidak akan mempengaruhiku! Lebih baik kau sendiri yang memohon ampun padaku karena hari ini! Aku akan melenyapkanmu dari dunia ini hahahaaa!!!".


Suja dan Wu Dao memperhatikan dua orang itu, menurut Wu Dao sendiri perselisihan keduanya akan membawa sesuatu yang buruk jika tidak segera diselesaikan.


"Hei pemuda sombong! Apa kau sudah siap menghadapiku?" Lu Cai mencemooh ucapan percaya diri yang dilontarkan oleh Suja.


"Lu'er, apakah semut ini yang sudah menantangmu?" Suja memperhatikan seorang pria sepuh di dekat Lu Cai.


Dari penglihatannya pria sepuh itu setidaknya memiliki kekuatan Nascent Soul Peak-stage yang memiliki kemungkinan besar untuk menerobos ke Deva Realm, selain itu beberapa cultivator di dekat mereka juga memiliki kesempatan yang cukup besar menerobos ke Deva Realm jika dibiarkan hidup hingga mencapai usia 1000 tahun.


"Benar ayah, pemuda dengan tingkat Forging Qi tingkat 6 ini yang sudah menantangku. Saat ini aku akan membuatnya menelan kembali ucapannya!" Pria itu tertawa mendengar ucapan anaknya.


"Memang sudah seharusnya kamu melakukannya, membiarkan semut seperti dia hidup akan memperlambat rencana kita mengambil alih tahta kekaisaran lemah ini!".


Suja tersenyum mendengar itu, dia kemudian mengeluarkan sarung tangan kulit dan sebatang tongkat miliknya.


"Keluarga Lu, kalian adalah pengkhianat Kekaisaran dan mencoba mengambil alih tahta milik kakakku! Hari ini! Atas nama klan Xiao dan klan Tang! Aku, Xiao Suja keturunan terakhir kedua klan akan menghapus keluarga Lu dari tanah kekaisaran Han!".


Lu Cai maju dan mengeluarkan pedang miliknya, meskipun dia menguasai seni pedang tapi keahlian utamanya tetaplah seni tangan kosong. Pedang yang dia gunakan hanya untuk pamer saja, Suja dan Lu Cai saling berhadapan dan mengukur kekuatan masing-masing lawan.


Lu Cai menganggap melawan Suja hanyalah seperti melawan seekor semut, sementara Suja menganggap Lu Cai tidak lebih dari tikus dalam kandang.


"Seni Tongkat Kawah Candradimuka! Tongkat Penghancur Tanah!".


.


.


.


.


.


.


,