
Benua Bintang Timur adalah benua yang pertama kali jatuh ke tangan ras iblis setelah pecahnya pelindung yang mengurung keempat benua itu, setelah itu diikuti oleh Benua Bintang Selatan, dan terakhir Benua Bulan Biru.
Roh Xi Suja dan empat sosok yang menekannya melihat semua yang terjadi di masa depan setelah kematian Xi Suja, roh Suja melihat semua kilasan masa depan yang akan terjadi dengan tatapan sedih sekaligus ketakutan akan nasib keluarganya.
Perempuan pendiam yang ada di antara mereka melihat ekspresi Suja dan berhasil menebak apa yang dia pikirkan, perempuan itu mengulangi kembali kilasan masa depan yang akan terjadi tepatnya nasib keluarga Xi Suja.
Saat penyerbuan ras iblis pertama sebelum pecahnya pembatas empat benua Kekaisaran Han memang masih baik-baik saja meskipun mendapatkan banyak gejolak, namun saat penyerangan kedua ras iblis setelah hancurnya pembatas kondisi Kekaisaran Han sama dengan dua Kekaisaran lainnya bahkan mungkin lebih buruk.
Di bangunan besar yang dulunya sangat megah dan memukau karena menjadi Istana Kekaisaran Han, kondisi bangunan itu sangat buruk karena banyaknya kerusakan yang diakibatkan oleh pertarungan para cultivator yang menjaga istana.
Di salah satu sisi terlihat rombongan keluarga Kekaisaran yang tengah berjuang mempertahankan nyawa mereka saat diserang oleh satu iblis, Tang Yue, Tang Nie, Ibu Suri Kekaisaran, Permaisuri, Kaisar Xiao Chen, dan juga keluarga mereka yang lainnya terlihat terpojok oleh serangan iblis itu.
Mereka semua hanya bisa berdiri dengan tubuh gemetar ketakutan melihat para jagoan Asosiasi Batik Biru yang dibantai satu-persatu demi menyelamatkan mereka, Tang Yue sendiri terlihat sedih dan marah melihat banyaknya jagoan-jagoan yang merupakan bawahan putranya harus tewas dengan cara mengenaskan.
Iblis yang tengah membantai jagoan Asosiasi mungkin hanya satu orang saja, namun kekuatannya berada di ranah Deva King Realm membuatnya terlihat bagaikan harimau yang tengah memainkan seekor kelinci.
"Hahahaha…..!!!!! Ayo serang aku…!!! Berikan aku lebih banyak….!!! Keluarkan semua kemampuan kalian semut-semut lemah….!!!".
Iblis itu terlihat sangat menikmati melihat orang-orang Asosiasi yang terlihat kesulitan melawannya, jagoan dari Asosiasi yang tengah melawannya mungkin sekitar dua ratus orang dengan kebanyakan berada di ranah Nascent Soul Late-stage dan sebagian di Peak-stage, namun kekuatan iblis itu sendiri bagaikan sebuah batu yang sulit untuk ditembus menggunakan sebuah jarum.
"Senior, bagaimana ini…!!!??? Jika seperti ini terus, kita tidak akan bisa selamat…!!!".
Salah satu jagoan yang paling tenang dalam rombongan jagoan Asosiasi pun terlihat panik, sementara senior yang dimintai pendapatnya juga tidak kalah panik.
"Sepertinya kita tidak akan bisa selamat, apapun yang kita lakukan untuk menyerangnya tidak pernah meninggalkan luka sedikitpun. Tapi biarpun seperti itu yang penting nyonya Tang Yue dan keluarganya selamat, aku akan menyerahkan semuanya bahkan nyawaku sekalipun untuk membalas semua kebaikan tuan muda Xi Suja….!!!".
Tanpa mengatakan lebih jauh lagi senior itu maju seorang diri, dia melepaskan sebuah sihir elemen kayu yang membuat beberapa bunga-bunga di sekitar pertarungan mereka berubah menjadi senjata yang cukup mematikan.
"Bunga Kematian : Bunga Pelahap Jiwa….!!!!!".
Bunga-bunga yang sebelumnya merupakan bunga yang indah berubah menjadi mengerikan saat senior itu mengucapkan nama jurusnya, bunga-bunga yang awalnya biasa perlahan menjadi besar dan berubah menjadi bunga pemangsa, ada sepuluh bunga yang berubah menjadi bunga pemangsa dengan mulut besar dan taring-taring yang terbuat dari kayu dan terlihat sangat tajam.
"Serang dia….!!!".
"Nyonya…!!! Cepat kalian tinggalkan tempat ini…!!! Biarkan kami menghadapinya, nyonya harus pergi ke tempat aman bersama mereka….!!!".
Saat iblis itu terlihat disibukkan oleh bunga-bunga pemangsa yang menyerangnya, salah satu jagoan Asosiasi meminta agar keluarga Kekaisaran segera meninggalkan mereka, Tang Yue menatap semua bawahan putranya sebelum dengan berat hati meninggalkan mereka yang mengorbankan nyawa untuk melindunginya dan keluarganya.
Saat melihat para anggota Keluarga Kekaisaran telah pergi menyelamatkan diri diikuti tiga puluh jagoan Asosiasi, para jagoan Asosiasi yang tersisa mulai memusatkan perhatian mereka pada iblis yang mereka halangi, meskipun tubuh mereka bergetar ketakutan dan wajah mereka pucat seolah kehabisan darah namun tekad untuk membalas kebaikan Suja sangat besar membuat mereka mengorbankan diri.
Salah satu dari mereka yang paling senior mengucapkan kata-kata terakhirnya sebelum maju menyerang iblis itu, para jagoan Asosiasi yang mendengar ucapan orang paling senior di antara mereka juga ikut maju, mereka setuju dengan ucapan senior mereka, semua kebaikan yang telah diberikan oleh Xi Suja sejak mereka bergabung dengan Asosiasi pantas dibalas dengan nyawa mereka.
"Hahahaha……!!!! Datanglah kalian para semut, serang aku sebanyak yang kalian bisa lakukan hahahaha…..!!!!".
Iblis yang melihat para jagoan Asosiasi menyerbunya tertawa lantang sembari menerima beberapa serangan sihir, meskipun ada belasan sihir yang terlihat sangat kuat dan merupakan Daoist Magic tingkat tinggi mengenai tubuhnya, namun iblis itu tidak terlihat terluka bahkan tidak ada sedikitpun goresan terlihat di pakaiannya yang serba hitam.
Para jagoan Asosiasi mengeluarkan senjata-senjata terbaik mereka yang merupakan pemberian Xi Suja melalui pemimpin Asosiasi, senjata-senjata yang mereka keluarkan sangat beragam karena ada juga diantara mereka yang selain menguasai ilmu pedang juga ilmu tombak, ada salah satu diantara mereka menggunakan musik sebagai media untuk mengeluarkan jurus-jurusnya, dan sebagian lagi menggunakan parang, tombak, tongkat, pisau, kapak, dan ada juga seseorang yang menggunakan palu, meskipun mereka menggunakan senjata yang beragam namun semua senjata mereka adalah senjata Sky-Grade Top-tier.
"Serang dia bersamaan….!!!! Jurus Tongkat Api : Tongkat Api Pembakar Gunung…..!!!!".
Sebuah serangan tongkat tingkat tinggi dengan elemen api dikeluarkan oleh salah satu dari sekian jagoan Nascent Soul Late-stage, jurus tongkat itu membentuk sebuah tongkat yang terbuat dari api yang membara, tongkat api yang sudah terbentuk sempurna melesat menuju iblis yang menunggu serangan para Jagoan Asosiasi.
Saat tongkat api yang menyerangnya mengenai tubuhnya secara telak, iblis yang awalnya tersenyum angkuh dengan meremehkan sedikit mengerutkan dahinya, tongkat api itu memang tidak bisa melukainya bahkan menggores pakaiannya saja tidak bisa, tapi ternyata bukan itu yang membuatnya berganti ekspresi melainkan luka dalam yang dia dapatkan dari tongkat api itu.
Meskipun luka dalam yang dia dapatkan tidak terlalu serius karena tidak mengenai organ dalamnya, namun tongkat api itu membuat kulit dan tulangnya terasa terbakar dalam lava, sang iblis mengalirkan Qi untuk menghentikan rasa sakit yang dia rasakan dan menghilangkan luka dalam yang dia dapatkan.
Pada saat si iblis tengah menyembuhkan dirinya, kesempatan itu digunakan oleh para jagoan Asosiasi untuk menyerangnya bersamaan. Berbagai jenis jurus untuk serangan jarak jauh maupun menengah dikeluarkan oleh mereka, semua jurus-jurus yang mereka keluarkan membentuk senjata-senjata energi yang mewakili elemen mereka.
Salah satu jagoan Asosiasi bahkan membentuk pedang angin transparan yang sangat kuat, begitu pedang angin itu bersama dengan berbagai serangan lainnya mendarat di tubuh si iblis, sebuah ledakan besar terjadi.
Ledakan itu terjadi akibat bertabrakannya semua serangan itu dengan tubuh si iblis membuat debu-debu menutupi pandangan para jagoan Asosiasi, beberapa detik kemudian sebuah lesatan membuyarkan semua debu-debu itu.
Para jagoan Asosiasi yang melihat lesatan itu mengeluarkan ekspresi yang sangat buruk, saat semua debu itu telah hilang mereka dapat melihat kondisi musuh mereka.
Iblis itu ternyata masih baik-baik saja, meskipun begitu pakaiannya sudah acak-acakan bahkan di beberapa bagian terlihat robekan dan juga beberapa lagi bekas terbakar.
.
.
.
.
.