My Journey to Immortality

My Journey to Immortality
Ch 23 - Menuju Kuil Utama Light Thunder Temple.



Suja dan Wu Dao berbincang selama beberapa jam, Suja menanyakan banyak hal yang dijawab dengan baik oleh Wu Dao.


"Saudara Wu, aku sudah mengerti semuanya. Sekarang mari kita bahas apa yang saudara Wu inginkan dari Asosiasi, aku bisa membantu saudara" Wu Dao tampak heran mendengar perkataan Suja.


Suja paham bahwa Wu Dao meragukan ucapannya, mau bagaimanapun dia masihlah seorang bocah 10 tahun bertubuh pemuda 20 tahunan.


Memang saat dia belum memasuki Forging Qi tubuhnya sudah terbentuk dan menyerupai seorang pemuda 15 tahunan, tapi setelah dia memasuki Forging Qi dan semua kotoran yang ada di tubuhnya menghilang parasnya semakin rupawan.


Bukan hanya parasnya saja yang bertambah rupawan, tubuhnyapun semakin tinggi hingga membuatnya tampak seperti seorang pemuda berumur 20 tahunan. 


Jika seseorang tidak mengenalnya dengan baik, maka mereka akan menganggapnya sebagai seorang pemuda bangsawan yang memiliki wajah seperti giok meskipun pada kenyataannya dia masihlah berumur 10 tahun saat ini.


"Saudara Wu, tolong jangan ragukan aku. Aku bisa menghubungkan saudara dengan pemilik dari Asosiasi Batik Biru, aku memiliki sedikit koneksi dengan mereka" Wu Dao memikirkan kembali keuntungan dan kerugian yang akan dia alami jika memberitaukan tujuannya mencari Asosiasi Batik Biru.


Sementara itu Suqian dan lainnya batuk darah mendengar perkataan Suja, mereka rasanya ingin memukul kepala sang tuan muda yang berkata dengan mudahnya seperti itu.


Memiliki sedikit hubungan dengan pemilik Asosiasi?.


'''Bukannya tuan muda adalah pemilik Asosiasi itu sendiri!?"''.


Mereka heran dengan pola pikir milik Suja, jika dia mau maka Luye bisa saja melebarkan sayap Asosiasi ke seluruh Kekaisaran seperti Kekaisaran Wei dan Kekaisaran Lin untuk mendapatkan keuntungan.


Hei, Asosiasi Batik Biru adalah surga sumber daya!.


Meskipun Asosiasi itu baru berdiri beberapa bulan saja, tapi mereka memiliki entah berapa banyak sumber daya, pil, dan berbagai Spirit Tool dari Mortal tier, Earth tier, bahkan Heaven tier yang entah bagaimana cara mereka mendapatkannya!.


Mendengar pemilik asli Asosiasi mengatakan memiliki sedikit hubungan dengan pemilik Asosiasi benar-benar membuat mereka tidak habis pikir, andai saja mereka berani memukul kepala Suja maka sudah mereka lakukan sejak tadi.


"Baiklah Penderma, biksu ini meminta sedikit bantuan dari saudara…..".


Wu Dao kemudian menceritakan masalah kekurangan sumber daya berupa pil dan sumber daya yang lain yang tengah dialami oleh kuil Light Thunder Temple, mereka telah mencari pihak yang bisa memasok sumber daya secara berkala kepada mereka.


Selama ini kuil selalu berusaha mendapatkan banyak sumber daya untuk menunjang kultivasi para biksu maupun muridnya, semua itu demi melindungi dan melestarikan ajaran Budha yang mereka sebarkan.


Kenaikan Great Monk sebagai Guru Besar dan pemimpin tertinggi kuil beberapa minggu lalu sebenarnya juga untuk mengatasi masalah sumber daya yang dialami kuil selama ini, Guru Besar sebelumnya tidak mampu mendapatkan solusi terkait sumber daya untuk kuil mereka.


Suja mendengarkan dengan serius semua perkataan Wu Dao, dia mengangguk-angguk beberapa kali selama Wu Dao menjelaskan tujuannya.


Raut wajahnya berubah saat mendengar misi lain yang dilakukan oleh Wu Dao, Wu Dao menceritakan kondisi gurunya yang mengalami luka dalam serius saat mencoba menerobos ke ranah yang lebih tinggi dari Nascent Soul.


Raut wajah para cultivator bawahan Suja juga berubah terutama Suqian, dia sebagai cultivator Nascent Soul Great Circle-stage tidak pernah berusaha lagi untuk menembus alam selanjutnya.


Bagi sebagian besar cultivator puncak kultivasi hanya sampai Nascent Soul Great Circle-stage, mereka tidak pernah mendengar ataupun mengetahui ada alam yang lebih tinggi dari itu.


"Hei biksu botak! Gurumu mendapatkan akibatnya sendiri! Tidak ada alam lain di atas Nascent Soul, semua itu hanya karangan orang-orang gila yang terlalu lama mencapai batasnya!" Seorang cultivator Core Formation mencemooh Wu Dao.


Wu Dao terlihat menahan amarah saat mendengar Guru Besarnya dihina seperti itu, meskipun begitu dia tidak mencoba membalas karena tau dia tidak akan menang karena dia hanyalah praktisi Forging Qi tingkat 10 sedangkan mereka sebagian besar cultivator Core Formation dan Nascent Soul.


Suja menghela nafas pelan, perkataan salah satu pengawalnya membuatnya merasa jengkel.


Tanpa pemberitahuan dia mengirimkan pengetahuannya akan alam setelah Nascent Soul menggunakan mana miliknya, raut wajah para cultivator terutama Wu Dao dan Suqian langsung berubah saat beberapa pengetahuan masuk secara tiba-tiba ke dalam otak mereka.


Wu Dao yang paling bereaksi cepat, raut wajahnya mengerut karena salah satu pengetahuan yang dia terima adalah resiko jika seorang cultivator Nascent Soul berusaha menembus ranah Deva Realm jika tidak memenuhi syarat yang dibutuhkan.


Suqian dan yang lainnya juga mulai menunjukkan reaksi, mereka tidak pernah menduga bahwa ranah kultivasi di atas Nascent Soul benar-benar ada!.


Mereka semua menoleh ke arah Suja, mereka semua memiliki pikiran yang sama bahwa Suja adalah pelaku yang mengirimkan semua pengetahuan tentang kultivasi kepada mereka.


"Tu….tuan muda, apakah Deva Realm itu benar-benar ada?" Cing Cia bertanya setelah memahami sekua pengetahuan yang dia terima.


"Benar, alam kultivasi atau ranah di atas Nascent Soul benar-benar ada. Puncak kultivasi adalah ketika seorang individu berhasil mencapai ranah Reinkarnasi, ketika mencapai ranah Reinkarnasi maka individu ini bisa dikatakan telah melampaui semua ranah kultivasi yang yang ada di dunia ini".


Penjelasan Suja benar-benar sulit mereka terima, pola pikir mereka selama ini hanya sampai pada ranah Nascent Soul. 


Mereka tidak pernah berpikir ada ranah kultivasi di atas Nascent Soul, meskipun pikiran itu terlintas mereka hanya menganggapnya lelucon karena tidak pernah ada cerita yang mengatakan ada ranah kultivasi di atas Nascent Soul.


"Penderma Xi, apakah semua itu memang bisa dicapai? Selama ini peperangan di dunia cultivator kebanyakan hanya karena perselisihan antar sekte, tapi pada akhirnya mereka hanya ingin menunjukkan siapa yang terkuat di antara mereka. Jika memang Deva Realm ini mampu ditembus, bukankah kedamaian akan semakin jauh dan sulit di capai?" Pertanyaan Wu Dao membuat Suja merenung mengingat semua sejarah negaranya dan Bumi pada umumnya.


Memang kedamaian adalah suatu hal yang sangat diinginkan oleh semua manusia, entah di dunia ini, di Bumi, ataupun di dunia lainnya semua manusia menginginkan sesuatu yang dinamakan sebagai 'Kedamaian'.


Namun, tidak banyak yang menyadari jalan yang harus ditempuh untuk mencapai kedamaian yang diidamkan semua orang, kedamaian tanpa peperangan adalah hal semu dan merupakan lelucon alam semesta.


Di Bumi, sudah tidak terhitung berapa banyak peperangan berlangsung hanya untuk mendapatkan apa yang disebut sebagai kedamaian. Banyak Negara yang hancur untuk mendapatkan perdamaian yang mereka mimpikan, kedamaian adalah sesuatu yang harus diperjuangkan dengan darah dan airmata untuk mendapatkannya.


Perdamaian yang terjadi di Bumi ketika dia masih hidup di sana hanyalah perdamaian semu yang berlangsung sementara, dia menyadari bahwa perdamaian yang terjadi di Bumi masihlah memiliki banyak celah yang akan menjerumuskan dunianya dulu menuju perang dunia ketiga atau World War III bahkan mungkin sampai World War IV.


Hal itu tidak berbeda terlalu jauh dengan apa yang terjadi dengan dunia tempatnya hidup saat ini, para culitvator aliran putih dan netral bahkan para manusia biasa mendambakan kedamaian.


Namun dengan praktik keabadian yang mereka agungkan, kedamaian adalah hal yang sangat sulit dicapai jika semua pihak tidak memiliki pemahaman dan juga pemikiran yang sama.


Dunia cultivator adalah dunia yang kejam, tidak terlalu berbeda dengan dunianya dulu.


Yang kuat yang berkuasa, yang lemah akan ditindas.


Hukum itu adalah hukum yang berlaku di dunia cultivator ini, bahkan di Bumi hukum ini juga masih berlaku di beberapa tempat dan disebut sebagai 'hukum rimba'.


Wu Dao, dan semua orang menatap Suja menanti apa yang akan dikatakan oleh pemuda itu, Suqian dan yang lainnya juga menantikan apa yang akan dikatakan oleh tuan muda mereka.


"Saudara Wu, kedamaian itu memang sangat sulit untuk dicapai. Jika semua orang tidak memiliki pemikiran dan pemahaman yang berbeda, perdamaian hanyalah angan-angan semata. Jika semua orang memiliki pemahaman, pemikiran, dan dipimpin oleh orang yang memiliki pemikiran dan pemahaman seperti itu maka perdamaian sangat mungkin dicapai.


Tapi, untuk sekarang ini mungkin itu hanyalah angan-angan semata. Sangat sulit untuk mencapai hal itu jika kita tidak memiliki pemimpi  yang mengerti hal itu, kecuali jika tuhan berkata lain maka perdamaian bisa kita dapatkan".


Wu Dao dan yang lainnya menatap Suja tidak mengerti, mereka tidak paham dengan pola pikir pemuda yang mereka lihat karena sangat berbeda dengan pola pikir kebanyakan manusia di dunia ini.


"Penderma Xi, ucapanmu sangat berat sekali. Seolah-olah kamu adalah orang yang telah menjalani kehidupan di dunia yang keras, dunia yang berbeda dengan dunia ini" Suja hanya tersenyum mendengarnya.


"Saudara Wu, aku memang telah menjalani kehidupan pertama di dunia yang lain. Dunia yang sama kejamnya dengan dunia ini meskipun dengan cara yang jauh berbeda, jika di dunia ini kekuatan spiritual adalah kekuatan semua orang maka duniaku dulu pengetahuan adalah jalan menuju puncak kejayaan" lagi-lagi Wu Dao dan yang lainnya tidak mengerti.


Suja mengirimkan semua perjalanan hidupnya di Bumi menggunakan mana, sekali lagi semua orang yang mendapatkan pengetahuan itu terperanjat.


Suqian dan sepuluh cultivator Core Formation menegang dan sebagian memuntahkan darah saat melihat kilasan-kilasan yang mereka dapatkan, pembantaian, pemerkosaan, penculikan, peperangan, pembumihangusan, dan banyak kejahatan lainnya yang terjadi di Bumi dapat mereka lihat melalui kilasan-kilasan yang mereka dapatkan.


Dengan berlinang airmata Wu Dao menatap Suja, kesannya kepada Suja berubah menjadi simpati dan penghormatan.


Semua pengikutnya juga mulai melihat Suja dengan sudut pandang berbeda dari sebelumnya, awalnya mereka melihat tuan muda mereka hanyalah anak jenius yang diturunkan oleh surga. Mereka tidak pernah menyangka akan mengetahui kisah lain dari tuan muda mereka, mereka semua menangis dan memeluk Suja erat menyalurkan kehangatan seorang teman dan seorang sahabat.


Selama beberapa waktu mereka semua menumpahkan kesedihan mereka, Tasya yang juga mendapatkan semua kilasan ingatan itu juga tersedu dan melingkarkan tubuhnya di tubuh sang tuan.


Leon, Garuda, Shen Huan, Shen Tian, Genta, Radit, Long, dan Nata juga menangis di dalan ruang dimensi setelah melihat semua kilasan ingatan tuan mereka.


Setelah matahari menunjukkan akan kembali ke peraduannya, barulah mereka semua selesai menangis.


Wu Dao bahkan harus bermeditasi dan melantunkan syair sutra untuk menenangkan hatinya, dia tidak pernah menyangka akan bertemu dengan sosok seorang manusia yang telah menjalani kehidupan yang begitu kejam sebelumnya.


*********


Keesokan harinya mereka memutuskan untuk menuju ke kuil utama Light Thunder Temple setelah Suja mengatakan dia mampu menyembuhkan sang Great Monk, Wu Dao menjadi penunjuk jalan menuju kuilnya dan menemani Suja untuk berbincang dan sesekali juga ikut melawan Demonic Beast dan kadang Spirit Beast yang digunakan sebagai lawan tanding oleh Suja.


Pengalaman kedua pemuda berbeda generasi itu membuat keduanya mulai semakin dekat, Wu Dao bahkan mengangkat Suja sebagai adik angkatnya menggunakan ritual minum air bersama.


Perjalanan mereka semakin hari semakin menegangkan, terutama saat mereka bertemu dengan seekor Demonic King Beast berwujud kalajengking di tengah perjalanan.


Dua cultivator Nascent Soul Late-stage yang mengawal Suja berhasil menghabisi Demonic King Beast itu meskipun dibayar dengan mahal, Suja memberikan mereka beberapa tetes air Surgawi untuk memulihkan keadaan mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


,