
Sudah 15 hari lamanya Suja melakukan praktik tertutup, selama itu pula Wu Dao, Cing Cia, Suqian, dan para pengawalnya terus-terusan mengalami kecemasan akan kondisi sang tuan muda karena mau bagaimanapun Suja melakukan praktik tertutup bersamaan dengan hilangnya kabar ataupun tanda-tanda keberadaan Cruelest Immortal membuat mereka dilanda kecemasan yang luar biasa.
Di tempat lain, Li Hao Ren dan Ji Longshan dan juga semua perwakilan sekte-sekte yang mengawasi keadaan kota Xudong masih menunggu Suja selesai melakukan kultivasi tertutup agar mereka memiliki kesempatan untuk membuat perjanjian bisnis terkait sumber daya dengannya.
Five White Pillar, Six King, Four Cardinal Guards, dan Fire Lotus Princess terus menunggu Suja di penginapan mereka.
Keenam belas orang itu awalnya ingin memaksa Xi Suja untuk menghentikan kultivasinya dan memaksanya memberitahukan dimana keberadaan guru mereka Cruelest Immortal, namun sebelum mereka melakukannya Ji Longshan, Li Hao Ren, dan Wu Ming berhasil menahan mereka dan meminta mereka untuk menunggu Suja selesai berkultivasi.
Tentu saja mereka sangat marah karena dihadang oleh orang-orang yang menurut mereka lebih lemah dari mereka, mereka merasa sebagai seorang cultivator dengan pondasi Heaven Foundation mereka memiliki kekuatan lebih untuk memaksa bahkan menghancurkan Xi Suja hanya untuk mencari keberadaan Cruelest Immortal.
Belum sempat mereka melakukan keinginan mereka, 40 jagoan Nascent Soul dari perwakilan sekte-sekte besar dan menengah menghadang mereka di luar penginapan.
Dengan memohon bahkan sampai harus bersujud, Wu Dao meminta pengertian mereka dan menjelaskan apa saja yang telah terjadi saat Cruelest Immortal datang ke kota itu.
Saat Wu Dao tengah bersujud memohon agar mereka mau menunggu Suja keluar, sosok pemuda berwajah rupawan dan memiliki tubuh seusia pemuda 20 tahunan keluar dari bangunan Blue Scale Restaurant dan berjalan menuju penginapan tempat para murid Cruelest Immortal berada.
Tidak ada satupun warga ataupun cultivator yang berani menghalangi langkahnya saat merasakan aura yang terpancar dari tubuh pemuda itu, aura yang menguar di udara terasa sangat agung seakan-akan sosok pemuda itu adalah seorang Dewa yang turun dan berbaur di tengah mereka.
Suja sendiri tidak memperdulikan semua itu, dia hanya merasa bingung karena saat dia keluar dari kultivasi pintu tertutupnya dia tidak menemukan siapapun yang berada di dekat ruangan yang digunakan bahkan Suqian pun tidak ada.
Karena dia tidak menemukan satupun orang yang dia kenal akhirnya dia memilih untuk segera menuju penginapan Musim Semi di mana ada enam belas orang murid Cruelest Immortal yang tengah berdiam di sana, dalam benaknya dia sudah merasakan akan mendapatkan sambutan yang kurang menyenangkan baginya saat bertemu dengan mereka nanti.
"Tuan muda?! Akhirnya anda keluar juga!" Salah seorang pengawalnya yang berada di ranah Core Formation menyambutnya saat dia sudah berada di depan pintu penginapan.
"Di mana senior Suqian? Dan kenapa kalian tidak ada yang menjagaku saat aku berkultivasi?" Pengawalnya itu tersenyum canggung kemudian menjelaskan alasannya.
"Mohon maafkan kami tuan muda, tapi kami terpaksa melakukannya karena jika tidak senior Lima Pilar, Enam Raja, 4 Penjaga Mata Angin, dan Putri Teratai Api akan memaksa tuan muda untuk menghentikan kultivasi tertutup tuan muda. Sekarang para senior lainnya termasuk bocah Wu Dao sedang mencoba menahan mereka, lebih baik tuan muda tunggu di sini sebentar sampai mereka keluar dari kamar senior-senior itu.
Suja mengangguk mengerti tapi tidak berniat mengikuti permintaan pengawalnya, dia berjalan mencari kamar dari keenam belas murid Cruelest Immortal itu berbekal suara gaduh dari lantai atas sedangkan pengawalnya kelabakan dan dengan pasrah mengikutinya untuk naik mencari kamar keenam belas orang itu.
Di lantai lima penginapan itu mereka mendengar suara keributan di dalam salah satu kamar, dari dalam sana juga terdengar suara Wu Dao yang masih memohon membuat Suja dengan cepat melangkah ke sana.
BRAK!
"Haloo semuaa!".
Suara dobrakan itu membuat semua orang yang ada di sana menoleh terutama Wu Dao dan 16 orang itu, Suja sendiri hanya tersenyum polos merasa tidak bersalah telah mendobrak pintu itu.
"Siapa kamu!? Berani sekali kamu masuk ke dalam sini!' Seorang gadis berpakaian serba merah dengan aksen biru berkata dengan marah, jika dilihat dari ukiran di pakaiannya yang berukir arah barat maka bisa disimpulkan bahwa dia adalah sang penjaga arah mata angin bagian barat.
"Saudara Xi!?".
"Tuan muda!?".
Panggilan Wu Dao dan Suqian membuat Suja menoleh, keenam belas orang itu juga menyadari orang yang mereka cari telah datang sendiri menemui mereka.
"Jadi kamu yang bernama tuan muda Xi Suja itu?" Seorang gadis berpakaian serba merah bahkan pedangnya pun juga berwarna merah mendekati Suja.
Suja bukannya menjawab malah terpesona akan paras cantik gadis itu, parasnya seperti rembulan yang bersinar di malam hari, tubuhnya ramping dengan lingkar pinggang yang cukup untuk dipeluk dengan satu tangan, dan jangan lupakan dua gunung kembar yang tumbuh hanya sebesar kepalan tangan itu membuat Suja seolah menemukan seorang dewi.
"Hei! Kenapa kamu melamun?!".
Putri Teratai Api, begitulah orang menyebutnya. Dia adalah murid pertama Cruelest Immortal dan merupakan murid yang paling kuat di antara 15 orang murid lainnya, dia adalah seseorang yang pertama kali membentuk Heaven Foundation di bawah bimbingan dan ajaran Cruelest Immortal.
"Putri Teratai Api, nama yang indah sesuai dengan kepribadian orangnya. Tak kusangka seorang murid dari kembaranku Cruelest Immortal akan begitu arogan, tidak bisakah kau melihat situasimu sendir saat ini? Aku bisa saja menghilangkan semua pencapaianmu dalam kultivasi, termasuk juga pencapaianmu yang sudah mencapai tahap sebagai seorang Pill Grandmaster saat ini".
Putri Teratai Api terkejut saat mendengar perkataan penuh percaya diri yang dikeluarkan Suja, dia tidak menyangka akan ada seorang pemuda yang berani mengatakan hal seperti itu padanya.
"Sombong! Kamu hanya tuan muda lemah! Jangan berbicara seolah-olah kamu lebih kuat dariku, atau kalau tidak aku akan membuatmu menjadi tertawaan orang-orang di luar sana!" Suja tertawa pelan, namun tawanya mengandung nada dingin dan meremehkan.
"Kau tahu Liuyin, aku tidak takut akan ancamanmu itu! Kalau kamu melawanku, sama saja dengan kamu telah melecehkan kembaranku Cruelest Immortal yang juga gurumu sendiri!" Rasa kesal dan marah memenuhi pikiran Putri Teratai Api yang menyadari nama aslinya trlah disebutkan dengan begitu mudahnya, begitu juga dengan 15 orang lainnya yang juga sama tidak percayanya saat mendengar ada seseorang yang mengetahui nama asli kakak seperguruan mereka.
"Kau! Dari mana kau tahu namaku!?".
"Tentu saja dari Suja Andy, jagoan terkuat di empat benua dan dunia ini. Bukankah dia adalah gurumu, Cruelest Immortal gelarnya".
"Dasar pemuda sombong! Akan kubungkam mulutmu itu!" Angin Timur bereaksi saat mendengar gurunya kembali disebut-sebut.
"Thousand Wind Sword!".
Sebuah lesatan angin dari tebasan pedang diagonal menyerang Suja, Suqian dan semua pengawal Suja terlambat bereaksi dan serangan itu akan mengenai Suja dalam beberapa saat lagi.
"Mana Barrier!".
Sebuah selubung transparan menyelimuti Suja membentuk bola pelindung dengan Suja yang berdiri di dalamnya, lesatan energi pedang berjumlah ribuan yang akan mengenainya menghantam pelindung transparan itu sebelum menghasilkan ledakan yang memporak-porandakan apa saja yang berada di sekitarnya menimbulkan gelombang kejut dan asap tebal yang menghalangi mereka untuk melihat kondisi target serangan.
Angin Timur dan Putri Teratai Api merasa puas melihat ribuan energi pedang itu menghantam tepat di mana Suja berada, mereka sudah merasa Suja hanya akan tinggal potongan daging saja karena serangan itu menggunakan sedikit Qi yang melapisinya.
Beberapa saat kemudian asap-asap hasil ledakan dua energi yang bersinggungan itu mulai menghilang, di tempatnya Suja masih berdiri dengan sesekali menepuk debu yang menempel di pakaiannya tanpa terlihat adanya luka sedikitpun.
Putri Teratai Api dan Angin Timur memuntahkan seteguk darah, mereka sangat terkejut karena ada yang mampu selamat dari serangan Angin Timur yang terkenal sangat mematikan dan juga tidak bisa dihindari dengan mudah.
Tentu saja mereka semua masih belum menyadari, pelindung yang digunakan oleh Suja terbuat dari Mana yang merupakan energi yang lebih kuat dari Qi sehingga mampu menetralisir bahkan melenyapkan energi yang bersifat menyerang itu dengan mudah semudah membalik telapak tangan.
.
.
.
.
..
******Para readers sekalian, novel ini adalah novel original karya saya sendiri.
novel ini dibuat berdasarkan ide-ide yang melintas di kepala saya dengan di dasari akan kesukaan saya membaca novel-novel karya @Shuujinkouron seperti Legenda Pendekar Naga, Immortal Destiny (JTI versi revisi), dan Hero Saga, serta beberapa novel yang satu genre dengannya.
juga novel ini saya ikutsertakan dalam kontes yang diadakan oleh noveltoon, so mohon dukungan para readers sekalian dengan cara like, vote, komentar yang membangun, share, dan tip bagi kalian yang berkenan hehehee....
tetap jaga kesehatan kalian, dan semoga kita bisa melewati pandemi ini dengan baik.
salam author, Suja Andy****.