
Putri Teratai Api dan semua adiknya, begitu juga dengan para perwakilan sekte serta pengawal Suja sendiri terkejut dan sebagian besar muntah darah saat merasakan tekanan luar biasa yang menekan mereka kecuali Putri Teratai Api, Angin Utara, Angin Selatan, dan Pilar Pedang Putih.
Mereka semua menatap Suja dengan tatapan tak percaya dan ketakutan yang luar biasa untuk para perwakilan sekte kecuali Ji Longshan dan Li Hao Ren, kekuatan yang Suja tunjukkan terlalu besar bagi mereka hanya dengan merasakan seberapa luar biasa besarnya tekanan aura yang menerpa tubuh mereka.
"Ka….kau, bagaimana bisa kau memiliki aura sekuat ini? Meskipun ini tidak bisa menyamai satu persen kekuatan ayah kami, tapi kekuatan yang kamu tunjukkan saat ini berada jauh di atas kami semua" Angin Selatan tidak bisa tidak bertanya, kekuatan yang ditunjukkan Suja terlalu kuat untuk mereka biarkan begitu saja tanpa mendapatkan penjelasan.
"Satu persen? Hahahaaa!!! Ya! Kekuatanku saat ini memang tidak bisa menyamai satu persen kekuatan Cruelest Immortal, tapi itu karena aku belum membangun pondasi dan masih berada di tingkat 500 Forging Qi.
Saat aku memasuki ranah membangun Pondasi nantinya, kekuatan yang akan kutunjukkan pada kalian sudah mencapai sepuluh persen kekuatan saudara kembarku Cruelest Immortal!".
Angin Selatan sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi begitu juga dengan Putri Teratai Api dan semua saudaranya, kekuatan Suja sebelum membangun pondasi saja sudah sangat kuat dan tidak mungkin untuk mereka kalahkan meskipun mereka berenam belas menyatukan kekuatan mereka untuk melawan Suja.
Jika dia sudah memasuki ranah membangun pondasi dan memiliki kekuatan yang setara dengan sepuluh persen kekuatan Cruelest Immortal, maka kekuatannya tidak akan bisa dibayangkan lagi seberapa kuat itu dan secara otomatis dia akan menjadi orang terkuat di Benua Bintang Timur setelah kepergian ayah mereka Cruelest Immortal.
"Kau, monster seperti apa kau ini? Akan sangat sulit sekali memiliki kekuatan seperti ini jika hanya mengandalkan energi Qi dan sumber daya, katakan rahasiamu. Bagaimana mungkin kamu bisa memiliki kekuatan seperti ini hanya dalam beberapa belas hari?
Apa kau pikir kau memiliki sebuah dimensi pribadi sendiri yang bisa kau atur sesuka hati perbedaan waktunya? Atau kau memiliki tempat rahasia yang seperti itu?".
"Uh yaa, kalian bisa mengatakan seperti itu. Cruelest Immortal membawaku ke sebuah tempat yang memiliki perbedaan waktu luar biasa besar dari tempat ini, satu hari disini sama dengan seratus tahun di tempat itu dan di sana juga tumbuh banyak sumber daya berkualitas super seperti yang dijual secara khusus oleh Asosiasi Batik Biru".
"APA!? KATAKAN DI MANA TEMPAT ITU!!".
"BENAR! CEPAT KATAKAN!".
Putri Teratai Api dan Angin Selatan tanpa sadar membentak Suja membuat Suja terkejut dan tekanan energi yang tadinya sudah sedikit reda malah kembali membesar dan menekan mereka, tekanan aura itu juga bahkan sampai meruntuhkan semua pondasi penginapan Musim Semi termasuk tempat mereka berada saat ini.
KRAK!.
KIIEEEETTTT……!!!!!
DUAK!!!
Penginapan Musim Semi benar-benar rubuh, mereka yang berada di luar penginapan hanya bisa menatap reruntuhan penginapan itu dengan tatapan tercengang dan membayangkan kondisi para pengunjung yang tidak sempat menyelamatkan diri.
"Penginapan Musim Semi runtuh!? Bagaimana bisa!?".
"Bangunan Penginapan Musim Semi menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi, kayu yang digunakan juga kayu yang sangat kuat dengan ditambah energi elemen logam. Bagaimana bisa bangunan penginapan itu bisa runtuh begitu saja?".
"Hei, memangnya kau tak merasakan aura kuat yang menekan kita sekarang ini? Pastinya siapapun yang bisa membuat bangunan penginapan Musim Semi runtuh begitu saja adalah seorang senior yang sangat kuat! Mungkin saja senior itu senior Cruelest Immortal, karena hanya dia yang memiliki kekuatan paling kuat di Benua ini.
Dan kalian lihat itu! Kita cultivator sangat tertekan karena aura ini, tapi lihat penduduk biasa yang bukan cultivator. Mereka tidak terlihat merasakan aura ini sedikitpun, hanya orang yang mempunyai kekuatan dan pemahaman kultivasi yang luas yang bisa melakukannya!".
Para jagoan Nascent Soul yang berada di luar penginapan hanya bisa tercengang melihat itu dan mulai berbicara dengan orang di dekatnya, mereka benar-benar terkejut dan ketakutan karena melihat penginapan yang memiliki bangunan kuat bisa runtuh begitu saja dan juga aura yang mereka rasakan saat ini.
"Lihat! Ada yang masih selamat! Tapi, kenapa aura ini berasal dari pemuda itu?!" Mereka melihat ke reruntuhan penginapan dan mendapati para jagoan tersohor Benua Bintang Timur dan beberapa jagoan dari tiga aliran yang masih selamat, tapi mereka heran saat melihat ada seorang pemuda yang juga masih selamat dan yang lebih mengejutkan lagi aura yang mereka rasakan ternyata berasal dari pemuda itu.
"Siapa dia? Auranya sangat kuat sekali! Aku merasa sedang melihat seorang Kaisar, tidak bahkan Kaisar Pun tidak memiliki aura keagungan yang seperti dimiliki pemuda itu!".
"Benar, siapa pemuda itu?".
Meskipun para jagoan Nascent Soul yang terus saja berbicara dengan suara cukup keras, Suja dan yang lain masih tetap berhadapan dalam keheningan karena Suja sendiri masih belum bisa menekan rasa terkejutnya.
"Hei bocah! Kau melamun lama sekali! Kau itu perempuan apa!?".
Suqian dan para pengawal Suja sendiri sangat khawatir melihat kondisi tuan muda mereka, mereka baru pertama kali ini melihat tuan muda mereka terkejut sampai tidak bisa bereaksi sedemikian lama hanya karena bentakan dua orang perempuan.
Mereka menatap kedua perempuan itu dengan pandangan takut dan segan, mereka ingin sekali meminta kedua perempuan itu meminta maaf pada tuan muda mereka tapi mereka tida berani karena kekuatan mereka sendiri sangat lemah di bandingkan para perempuan itu dan juga saudaranya.
"HEI! KAU ITU MELAMUN SEPERTI PEREMPUAN SAJA! BANGUN!" Teriakan Putri Teratai Api kembali membuat Suja tersentak dan berhasil membuatnya sadar kembali, dia menatap Putri Teratai Api dengan pandangan takut dan air mata yang sudah keluar.
"Kau, berani sekali kau membentakku!" Putri Teratai Api menatap Suja dengan pandangan bodoh, pemuda itu menatapnya tajam tapi air matanya sangat deras keluar dan mereka bisa mendengar isakan pemuda itu yang sesekali terdengar.
"Kamu itu cengeng sekali! Anta ino mama atau nine?! Masa kanak mama nangis? Adikan me jeri banci bagusan, kanak cengeng! (Kamu itu Laki-laki atau perempuan?! Masa anak laki-laki menangis? Lebih baik kamu jadi banci saja lebih bagus, anak cengeng!)".
Mereka yang berada di dekat Suja dan Putri Teratai Api bingung mendengar perempuan itu mengatakan sesuatu dengan menggunakan bahasa yang tidak mereka mengerti, lain dengan Suja yang terkejut karena dia mengenal dan sangat mengetahui dari mana asal bahasa itu.
"Cuih! Dakakku cengeng leguk mesi wajar, eku ine mesi sepulu taon! Lah kemu! Dengan nine umur ratusan taon, tao na nyilik anak dengan doang! Hemh! Nine kuntilanak! (Meskipun aku ini cengeng tapi masih wajarm aku ini masih sepuluh tahun! Lah kamu! Perempuan umur ratusan tahun, bisanya memarahi anak orang saja! Hemh! Perempuan kuntilanak!)".
Oke, jika yang lain merasa bingung dengan kedua orang itu yang saling berbicara seperti saling mengumpat dengan bahasa asing meskipun benar tapi mereka tidak bisa mengetahui apa yang mereka bicarakan.
Lain dengan Putri Teratai Api, dia tidak bisa tidak menganga mendengar Suja bisa membalas umpatan dan makiannya dengan bahasa yang sama dengan yang dia gunakan.
Putri Teratai Api hanya bisa melihat Suja dengan tatapan rumit, perasaan bingung, heran, dan juga rasa ingin tahu membuatnya ingin bertanya dari mana Suja bisa berbicara dengan bahasa yang sama dengannya.
"Paman Suqian, aku akan pergi sendiri saat ini! Lebih baik paman bawa semua orang kita dan juga Cia'er kembali ke kota Chang An, aku akan pulang ke Chang An dua minggu lagi!".
Belum sempat Suqian menjawab Suja sudah lebih dulu melangkah keluar dari reruntuhan dengan wajah kesal, Putri Teratai Api sendiri tidak sempat menanyakan apa yang ingin ditanyakan karena mereka terutama dia kembali dikejutkan dengan apa yang dikeluarkan oleh Suja dari udara kosong.
Suja mengambil sebuah benda besar, terbuat dari logam berbentuk panjang dan beroda enam berwarna biru bercorak batik.
Suja memasuki benda itu dan menjalankannya pergi keluar kota, Suqian dan para bawahannya termasuk Wu Ming yang masih sadar, dan juga enam belas murid Cruelest Immortal hanya bisa menatap kepergian Suja dengan tatapan kosong terutama Putri Teratai Api.
"Benda apa yang dikeluarkan tuan muda Suja tadi? Apakah itu kendaraan?" Wu Ming membuka suara setelah sekian lama dia hanya diam memperhatikan semuanya sejak awal, Suqian hanya bisa menggeleng karena dia juga tidak tahu.
"Mobil, bagaimana bisa dia mempunyai mobil di dunia kuno seperti ini? Lagipula kenapa mobil itu sangat mirip dengan mobil yang dimiliki mas Andy saat aku masih di Bumi dulu?" Gumaman Putri Teratai Api cukup keras dan bisa didengar yang lain, tapi meskipun mereka mendengar gumamannya mereka tetap tidak tahu benda apa itu meskipun mereka mendengar kata 'mobil' dari gumaman Putri Teratai Api.
Akhirnya, mereka hanya bisa berdiri di sana selama beberapa lama sebelum satu-persatu pergi memisahkan diri termasuk Wu Ming yang membawa tubuh Wu Dao yang masih pingsan karena terkena tekanan aura Suja sebelumnya.
.
,
.
.
.
.
.
.