
Malam harinya setelah mereka puas menikmati suasana kota, Suja dan Lu Yue menginap di salah satu penginapan kelas mewah yang ada di sana, Lu Yue awalnya menolak menginap di sana karena merasa tidak akan mampu membayar biaya penginapan namun Suja memaksanya bahkan mengancam akan satu kamar dengannya membuat Lu Yue menyerah.
Di dalam kamar penginapannya Suja tengah mempelajari sebuah kitab berwarna keemasan yang cukup tebal, kitab itu tidak lain adalah Heaven Dragon Emperor Manual pemberian Cruelest Immortal di kehidupan keduanya, setelah mendapatkan kesempatan ketiga untuk hidup serta harus melakukan tugas yang sama seperti yang telah gagal dia lakukan di kehidupan keduanya dulu, Suja bertekad tidak akan mengulangi kegagalannya lagi, walaupun dia terus bermain-main untuk memuaskan dirinya tapi dia tidak akan melupakan tugasnya dan akan terus memperkuat diri.
Pertama yang akan dia lakukan adalah mempelajari Manual yang diberikan oleh Cruelest Immortal sepenuhnya sampai dia menguasainya, kemudian akan mepelajari semua kitab-kitab pemberian Cruelest Immortal.
Saat ini dia tengah membaca bagian pertama dari manual itu, pada bagian pertama dia mendapati ada solusi tentang bagaimana dia bisa mengubah Mana miliknya menjadi Qi dengan mengikuti semua proses yang telah dituliskan di sana, saat dia mengubah Mana miliknya menjadi Qi dia sudah tidak memerlukan Spirit Root lagi melainkan langsung menyalurkannya ke dalam Dantian miliknya, kelemahan cara ini hanya satu yaitu tidak bisa digunakan sampai lima tahun, itu artinya Suja harus sudah memiliki Spirit Root saat itu.
Untungnya manual yang dia pelajari saat ini memiliki cara bagaimana membentuk Spirit Root elemen apapun yang diinginkan, namun untuk membentuk Spirit Root orang yang akan melakukan cara ini diharuskan memiliki setidaknya satu juta bola Mana entah itu Mana tubuh, Mana Jiwa, atau Mana alam, jika orang itu tidak memiliki bola Mana namun memiliki tenaga dalam maka tenaga dalam yang dibutuhkan sebanyak lima puluh ribu lingkaran tenaga dalam.
“Hmm, jika aku ingin membentuk Spirit Root aku harus memiliki seratus ribu bola Mana atau lima belas ribu tenaga dalam, syaratnya cukup memakan waktu dan cukup berat, tapi mengumpulkan seratus ribu bola Mana dalam waktu lima tahun lebih mudah daripada harus membentuk tenaga dalam lima belas ribu lingkaran, baiklah mari kita perbanyak Mana yang kumiliki!”
Merasa cukup Suja menutup manual itu dan berencana akan mempelajari bagian keduanya lain waktu, setelah itu dia duduk bermeditasi untuk memperbanyak bola Mana yang dia miliki, saat ini dia memiliki lima ribu bola Mana Jiwa sedangkan bola Mana tubuh yang dia miliki sebanyak seribu bola Mana, itu artinya dia masih harus mengumpulkan sebanyak sembilan puluh empat ribu lagi.
Waktu berjalan dengan cepat sejak Suja mulai membanyak Mana yang dia miliki, semalaman dia bermeditasi dan berhasil mengumpulkan sebanyak lima puluh bola Mana.
.
.
.
Di tempat lain terlihat sepuluh orang yang sebelumnya telah menyinggung Suja saat ini tengah bersujud di depan seorang pria tampan yang mengenakan hanfu berwarna merah kecoklatan, ekspresi pria tampan itu terlihat mengeras karena mendengar apa yang telah menimpa muridnya, yang tidak diketahui oleh pria itu adalah bahwa muridnya telah membohonginya dengan mengubah sebagian besar cerita dari apa yang telah menimpa mereka semua.
"Jadi kalian diancam seseorang saat ingin menyelamatkan seorang perempuan…..???? Di mana kalian bertemu dengan orang itu?"
Ketiga pemuda yang dikawal kemarin saling bertatapan sampai, semua yang mereka lakukan tidak luput dari tatapan tajam pria tampan di depan mereka yang juga merupakan guru mereka.
"Apa yang kalian tunggu..!? Cepat katakan di mana kalian bertemu dengannya…!!!"
"K-kami be-bertemu di hutan dekat kota Awan guru, saat itu kami ingin masuk ke kota Awan untuk mencari hiburan, tapi kami malah bertemu orang itu yang tengah menyeret seorang perempuan di pinggiran hutan kota Awan."
"Apakah kalian benar-benar tidak mencoba membohongiku..!!!" Tatapan menyelidik pria tampan itu membuat mereka bertiga gemetar ketakutan.
Ketujuh murid yang masih bersujud segera merubah posisi mereka menjadi duduk, mereka juga serempak menganggukkan kepala mereka.
"Benar Grand Elder, kami juga ikut membantu ketiga senior kami. Tapi kami tidak bisa mengalahkannya, dari aura yang kami rasakan setidaknya orang itu berada di ranah yang sama dengan tetua Yu Jian."
Yu Mian, Pilar Pedang dari sekte Harimau Api sedikit terkejut mendengar salah satu murid dalam di sektenya menjawab dengan nada gemetar seperti itu, satu hal yang dia ketahui, jika memang benar orang yang telah menyakiti tiga muridnya dan juga tujuh murid dalam di sektenya memiliki kekuatan yang setara dengan adik keduanya, maka adalah hal mudah jika dia ingin melenyapkannya dari dunia ini.
"Apa kalian tahu dia berasal dari mana? Apakah dia menggunakan jubah sebuah sekte?"
Hanya itu yang dirisaukan oleh Yu Mian, jika orang yang menyerang ketiga muridnya berasal dari salah satu sekte besar aliran hitam, maka peperangan antar sekte kedua aliran tidak mungkin bisa dihindari, bahkan kemungkinan itu akan memicu perang yang lebih besar lagi nantinya.
"Kami tidak tahu guru, orang itu hanya memakai jubah hitam biasa, kemungkinan dia hanya Rogue Cultivator yang senang melecehkan perempuan-perempuan yang dia inginkan. Guru, kita harus segera membunuhnya…!!! Jika tidak, kemungkinan akan ada banyak perempuan dari orang biasa yang akan menjadi korban orang itu….!!!"
Pemuda yang menyinggung Suja tidak melewatkan kesempatan untuk semakin memanas-manasi gurunya, bisa dibilang tindakan mereka ini akan bumerang bagi mereka saat mereka telah berhadapan dengan Suja nantinya.
Mereka menceritakan kalau mereka telah dilukai saat hendak menyelamatkan seorang perempuan dari cengkeraman seorang pria hidung belang yang mencoba melecehkan perempuan itu, tapi ternyata pria hidung belang tersebut lebih kuat dari mereka dan berasal dari aliran hitam, untungnya mereka tidak dibunuh karena perempuan yang mereka hendak tolong mengorbankan dirinya membuat pria itu melepaskan mereka.
Tentu saja semua yang mereka katakan pada guru mereka adalah kebohongan, namun guru mereka malah mempercayai muridnya tanpa rasa curiga kalau dia telah dipermainkan oleh murid-muridnya sendiri.
“Kalian tenanglah, guru akan pastikan pria yang telah berani melukai kalian itu akan mati ditanganku….!!! Persiapkan diri kalian, kita akan menunggunya di kota terdekat dari tempat kalian bertemu, jika dia benar-benar menuju Kekaisaran Tang ini sesuai dengan yang kalian ucapkan maka kalian harus menunjukkan pada guru siapa orang itu. Apa kalian paham…???!!!!”
“Kami paham guru…!!!!”
Dalam hati tiga pemuda itu mereka tertawa lantang karena merasa rencana mereka untuk membuat Suja mati dan membuat Lu Yue menjadi penghangat ranjang mereka akan berjalan dengan sempurna, mereka tertawa senang dalam benak mereka karena tidak berani melakukannya di depan guru mereka setelah membohongi guru mereka sendiri.
.
.
.
.