My Journey to Immortality

My Journey to Immortality
Ch 83 - Kesempatan Terakhir.



Di sebuah tempat yang sangat terang seolah-olah tidak tersentuh kegelapan sedikitpun terlihat ada empat orang yang tengah menatap sebuah cermin yang memperlihatkan kondisi seorang pemuda, dalam cermin itu terlihat seorang pemuda yang tengah berusaha diselamatkan oleh seorang perempuan jelmaan rubah berekor sembilan dengan memasukkannya ke dalam Kolam Kehidupan.


Pemuda itu memiliki kulit berwarna hitam gelap bahkan tidak terlihat adanya sebercak kulit berwarna putih di tubuhnya, perempuan yang juga tengah berusaha menyelamatkannya dengan memberinya minum dari Air Kehidupan terus menangis meratapi kondisi sang pemuda.


Berjam-jam kondisi si pemuda terlihat begitu saja sampai akhirnya menunjukkan reaksi setelah diberi minum belasan cangkir air yang diambil dari kolam tempatnya di rendam, perlahan-lahan tubuhnya mulai terlihat memerah dan mengeluarkan cahaya yang samar-samar di sekitar tubuhnya.


"Radit, kenapa ini? Apakah tuan tidak akan kenapa-kenapa?".


Radit dan Long menatap Genta dengan pandangan sulit diartikan, mereka berempat kini sedang mengawasi reaksi tubuh tuan mereka yang tengah di rendam di kolam kehidupan.


"Aku tidak tahu, yang jelas hanya seseorang yang ahli racun saja yang bisa mengetahuinya. Selain itu bagaimana kondisi lima makhluk lainnya? Bukankah mereka barusan memberontak karena ingin melihat kondisi tuan juga?".


"Kau tenang, mereka sudah tenang. Saat ini mereka mungkin masih murung, tapi mereka sudah berjanji akan menunggu kabar dari kita". 


"Hmm bagus, akan lebih baik seperti itu".


Sementara itu empat orang yang memperhatikan mereka dari cermin terlihat memiliki ekspresi kecewa, salah satu di antara dua orang perempuan dari keempatnya kemudian berbicara.


"Apakah kita telah salah karena memilih anak itu? Bukankah ini masih baru sebelas tahun sejak dia pertama kali dilahirkan di dunia itu? Pencapaiannya memanglah luar biasa karena bisa mencapai tingkat 500 forging qi, tapi melihatnya begitu bodoh dan tidak bisa menggunakan semua harta dan teknik-teknik yang diberikan senior Suja membuatku ingin sekali melenyapkannya!". "Perempuan 1)


"Ya kau benar, melihat bocah itu tewas karena racun padahal dia memiliki elemen dan Spirit Root elemen racun benar-benar mengecewakan". (Laki-laki 1)


"Kalian, tenanglah dulu". (Laki-laki 2)


"Bagaimana kami bisa tenang…..????!!!!!! Kita memberikannya kesempatan hidup kedua kalinya bahkan membuat istrinya juga bereinkarnasi di sana, dengan harapan dia akan mampu membuat dunia itu selamat dari serangan penghuni dunia lainnya! Tapi apa?! Dia malah mati karena racun! Benar-benar mengecewakan!". (Perempuan 1)


"Tolonglah kalian berdua, tenang dulu. Mari kita lihat dulu bagaimana reaksi tubuhnya selanjutnya, jika tubuhnya tidak menunjukkan reaksi yang bagus maka kita akan memilih jiwa lainnya untuk menggantikan tugasnya". (Laki-laki 2)


"Untuk apa kita melihat lagi!? Bukankah sudah jelas dia tidak mampu melakukan tugasnya!? Lebih baik kita mencari jiwa lain sekarang juga, jiwa itu hanyalah jiwa pengecut dan bodoh yang tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik!". (Laki-laki 1)


"DIAM…...!!!". (Perempuan 2)


Tiga orang itu terdiam saat melihat kemarahan perempuan satu-satunya yang selalu diam sejak mereka mulai berdebat, tidak ada dari mereka yang berani membuka mulut karena melihat ekspresi kemarahan perempuan itu.


"Bisa tidak kalian diam!? Kita belum melihat bagaimana reaksi tubuhnya sampai akhir, dan kalian berdua berdebat ingin mencari pengganti jiwa ini!?". 


"Se-senior, bisakah senior menurunkan amarah senior". (Laki-laki 1)


"Diam….!!! Kalau aku tidak marah kalian akan semakin menjadi-jadi!". (Perempuan 2)


"Ta-tapi bisakah senior juga tenang sedikit saja, aura senior membuatku takut". (Laki-laki 2)


"Kamu itu laki-laki, tapi takut hanya karena auraku! Sudah kalian diam dan perhatikan saja pemuda itu!".


Aura kuat yang menekan ketiganya menghilang membuat mereka bernafas lega, aura perempuan pendiam itu sangat kuat karena mau bagaimanapun dia adalah senior dari ketiganya dan kekuatannya sudah berada di Nirvana Holy Emperor Realm enam tingkat di atas mereka yang hanya berada di Nirvana Lord Realm.


"Kenapa ini!? Kenapa tubuh tuan tiba-tiba terbakar api biru!?" Tasya menangis melihat tuannya itu, perasaan seorang perempuan memang sangat sensitif ya.


"Aku juga tidak tahu, tapi sepertinya ini adalah reaksi dari api abadi milik si Shen Tian. Seharusnya kalian juga mengetahui hal itu bukan, entah mereka berasal dari alam atau dunia manapun api dari Phoeniks Api memiliki kekuatan untuk menyembuhkan".


"Kau benar juga Genta, seharusnya api itu adalah reaksi dari darah Shen Tian yang diserap tubuh tuan kita. Jika begitu seharusnya kondisi tuan akan bisa membaik, kita tunggu saja sebentar".


Long, Genta, Radit, dan Tasya terus memperhatikan kondisi tubuh tuan mereka yang tengah terbakar api biru.


Perlahan-lahan tubuh Suja mengeluarkan cahaya putih kehitaman yang merupakan reaksi dari elemen cahaya yang dia miliki, warna hitam yang bercampur dengan cahaya putih itu berubah menjadi cairan hitam dan jatuh menetes ke tanah saat terkena Qi di ruang dimensi itu.


Saat cairan hitam itu bersentuhan dengan rerumputan yang mengandung Qi cairan hitam itu terbakar dan menyatu dengan rerumputan di bawahnya, semua itu membuat keempat Dao Beast Suja terbelalak tak percaya karena seharusnya cairan hitam yang mereka pikir adalah racun itu akan merusak tanaman apapun yang bersentuhan dengannya.


Perlahan-lahan cahaya putih keluar semakin banyak dari tubuh Suja dengan cepat dan cairan-cairan hitam yang dibawa cahaya putih itu semakin banyak berjatuhan ke rerumputan di bawahnya, semakin banyak cairan hitam itu bersentuhan dengan rerumputan semakin banyak pula rerumputan berwarna hitam yang muncul dan semakin membuat empat Dao Beast itu terbelalak bahkan empat orang yang mengawasi mereka dari balik cermin.


"Tidak mungkin! Itu adalah Poison Grass, bagaimana bisa racun yang keluar dari tubuhnya berubah menjadi Poison Grass saat bersentuhan dengan rerumputan!?" (Perempuan 1).


"Entahlah, seharusnya Poison Grass hanya akan muncul jika ada esensi racun yang sangat kuat bersentuhan dengan rumput yang memiliki Qi tebal.


Dan juga kemunculan Poison Grass hanya terjadi setiap lima puluh tahun sekali, setiap kemunculannya akan menjadi ajang perburuan orang-orang aliran hitam terutama mereka yang mendalami racun.


Jika ada yang mengetahui kemunculan Poison Grass itu, kemungkinan akan terjadi perang antar aliran hitam karena memperebutkannya" (Laki-laki 2).


"Bukankah itu wajar, dia baru saja mendapatkan serangan dari puluhan ular hijau yang memiliki racun yang sangat kuat.


Selain itu dia memiliki elemen kayu, racun, dan elemen cahaya.


Seharusnya jika ketiga elemen itu bersatu ditambah dengan elemen api dan air, racun-racun itu akan ditekan dan diubah menjadi bercak hitam kemudian dikeluarkan ke luar tubuh penderitanya" (Laki-laki 1).


"Dengan kata lain, semua racun yang ada di dalam tubuh pemuda itu berubah menjadi cairan dan saat bersentuhan dengan rumput spiritual akan merubahnya menjadi Poison Grass?" (Laki-laki 2).


"Benar, memang itulah yang terjadi saat ini. Dan dengan kejadian ini pula aku bisa mendapatkan Poison Grass itu sebanyak mungkin, jika aku bisa mendapatkannya sudah pasti kultivasi ku akan menembus ranah di atas Nirvana Holy Emperor Realm hahahaha…….!!!!!!!" (Perempuan 2).


Tiga juniornya tersenyum masam, mereka merasa kekuatan mereka hanya akan menjadi semut di hadapan senior mereka ini.


.


.


.


.


.