My Journey to Immortality

My Journey to Immortality
Ch 76 - Pertarungan Para Clone Xi Suja. . . . .



Sebelumnya.


Clone Suja dan musuhnya meskipun sudah dengan sigap menutup hidung mereka tapi bau yang sangat luar biasa sekali tetap saja masih mereka cium, clone Suja yang sudah tidak tahan segera membentuk perisai Mana dan berhasil keluar dari situasi absurd dan aneh itu sementara musuhnya juga membuat pelindung tapi dari Qi namun tetap saja dia masih bisa mencium bau kecut dan bau busuk lainnya yang menusuk hidungnya.


.


*♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧**♧♧♧♧♧♧♧*


.


Harimau putih yang telah mengeluarkan semua racun dalam bentuk gas itu menatap musuh tuannya dengan wajah tersenyum menampakkan gigi-giginya yang tajam dan kuat, sementara musuh tuannya menatapnya tajam dengan menahan bau busuk yang menusuk hidungnya dengan susah payah.


Clone Suja sendiri melihat kejadian itu dari dalam perisai pelindung Mana buatannya dengan tertawa cekikikan, entah kenapa melihat musuhnya yang linglung hanya karena tidak tahan mencium bau busuk dari kentut harimau miliknya menjadi pemandangan lucu dan juga aneh menurutnya.


"HHAHAHAHAAAA…….!!!!! KERJA BAGUS…..!!! RASAKAN ITU SIALAN….!!!! HAHAHAHAHAAA……!!!!".


Mendengar pujian sang tuan membuat senyum harimau itu semakin melebar sedangkan musuhnya yang masih berusaha menghilangkan bau busuk yang menyengat hidungnya menatap mereka dengan tajam dan penuh kemarahan,  terutama pada clone Suja yang dia tatap dengan penuh kebencian yang sangat besar apalagi kenyataan dia dibuat linglung karena kentut sialan yang aromanya sangat bau dan menyengat.


Clone Suja terus saja tertawa bahkan kini dia tertawa terbahak-bahak melihat bagaimana menderitanya musuhnya menahan bau busuk dari kentut harimau miliknya, dia tidak menyangka hanya dengan kentut saja sudah mampu membuat lawannya kehilangan fokus bertarung dan membuka banyak celah untuk diserang.


"Serangan elemen cahaya : pedang sinar surga…!!!!".


"Serangan elemen elemen cahaya : peluru cahaya….!!!!".


Sebuah pedang yang tercipta dari elemen cahaya terbentuk menyerupai katana berada di tangan kanan Suja sedangkan tangan kirinya membentuk posisi seakan tengah memegang pistol dan mengarahkannya pada musuhnya, clone Suja menebaskan pedang katana di tangannya sebanyak lima kali diikuti dengan suara tembakan sepuluh kali yang semuanya langsung melesat menuju target serangan.


Patriark Sekte Kabut Kematian yang masih bersusah payah menghilangkan bau menyengat yang dia hirup kembali harus bersusah payah untuk membentuk perisai demi melindungi dirinya dari serangan energi dari pedang cahaya yang sesaat lagi akan mengenainya, dengan sisa energinya yang hanya setengah dia megorbankan empat puluh persen Qi hanya untuk membuat perisai yang langsung retak dan hancur saat terkena serangan pedang kelima dan sepuluh peluru cahaya yang delapan diantaranya mengenai perut tepat di ulu hati, kedua kaki, kedua tangan, pinggang, telapak tangan, dan juga bahunya.


"AAAAARRRRRRGGGGGGHHHHHHH…………...!!!!!!!".


Rasa sakit yang dia rasakan benar-benar sangat luar biasa, serangan dari elemen cahaya yang mengenai tubuhnya membuat pertahanan jubah Spirit Tool Earth-grade mid-tier miliknya hancur, rasa sakit saat ulu hati dan bahunya terkena peluru cahaya benar-benar membuatnya merasakan bagaimana rasanya dipermainkan seperti binatang sama seperti yang telah dia lakukan selama ini pada semua korbannya.


"Tunggu pembalasanku….!!!!!".


Clone Suja yang mendengar itu segera berusaha mencegah musuhnya yang mencoba untuk kabur dengan memberikan serangan berupa lemparan tombak, sayang sekali saat tombak itu tinggal berjarak dua meter musuhnya langsung menggunakan ilmu meringankan tubuh untuk kabur.


"Ckckck sialan..! Haah, sekarang kemana lagi aku harus mencarinya? Ah biarlah, sekarang aku ingin main dulu sama kucing tampan ini jehehehe…..!!!!".


Harimau putih yang ditatap sang tuan dengan tatapan tajam dan mengincarnya merinding hebat, dengan tubuhnya yang bergidik ketakutan dia mencoba berlari kencang untuk menghindari sang tuan.


"Heeii….!!!! Jangan lari dong..!!".


Suja yang melihat si harimau melarikan diri mengejarnya melalui udara menggunakan pedang terbang, sepanjang jalan yang dilalui oleh Suja untuk mengejar si harimau selalu bergetar karena tekanan kuat dari aura yang dia pancarkan walaupun saat ini dia masih belum sembuh sepenuhnya.


"Hap…!!! Nah ketangkep kan hehehe…..!!!!".


Harimau putih itu menatap clone Suja dengan tatapan memelas yang seperti seekor kucing minta makan, dia mengira tuannya itu akan membuatnya menjadi tunggangan seperti beberapa saat yang lalu saat clone Suja masih dalam perjalanan.


"Udah jangan takut, aku nggak akan bikin kamu jadi tunggangan lagi kok. Sekarang cepat kecilkan ukuran tubuhmu, aku mau peluk kamu".


Harimau itu dengan patuh dan antusias mengecilkan ukuran tubuhnya sampai hanya sebesar kucing dewasa dengan bulu-bulu yang mekar nan halus membuat clone Suja senang, dengan senangnya clone Suja memeluk si harimau mungil kemudian membawanya terbang melanjutkan perjalanan mereka menggunakan pedang terbang.


.


.


.


Di salah satu kota tepatnya di dalam wilayah Kekaisaran Wei seorang clone Suja dengan nomor 10 tengah mengintai sebuah kota yang dia susupi, tugas para clone yang Suja kirimkan ke Kekaisaran Wei terutama ke ibukotanya adalah untuk mengacaukan musuh dengan melenyapkan sebanyak mungkin pasukan bantuannya.


Saat ini Suja tengah mengintai kota itu dari salah satu rumah kumuh di pinggir kota menggunakan Mata Dewa Naga miliknya, kebetulan kota itu tengah dikuasai oleh murid-murid dari Black Tiger Sect dan beberapa sekte bawahannya.


Dari pengamatannya clone Suja melihat aktivitas para pasukan aliran hitam itu yang tengah bersenang-senang, ada yang membunuh, menguliti tawanannya, ada yang tengah melecehkan gadis-gadis yang mereka ambil paksa, ada juga yang tengah 'bermain' dengan seorang gadis kecil yang sepertinya umurnya hanya 10 tahun saja.


Clone Suja menatap semuanya dengan geram dan penuh kemarahan, melihat ada seseorang yang tengah mempermainkan tubuh seorang anak kecil mampu membuatnya merasakan amarah yang besar.


"Hemm, sepertinya sekarang semuanya sudah tidak bisa dibiarkan lebih lama lagi.


Mereka semua hanya tikus-tikus Forging Qi dan Mortal Realm, pemimpin mereka juga hanya lima ratus orang sampah Core Formation yang sudah tidak bisa naik ranah benar-benar sampah.


Selamat datang di neraka dunia, para ******** sekalian!".


Clone Suja melesat terbang menggunakan pedang terbang, di tangannya terdapat sebuah senapan mesin regu SMR-5 buatan Pindad, para pasukan musuh tidak ada yang menyadari sosok clone Suja yang tengah membidik mereka dari langit sampai akhirnya…….


DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR………!!!!!!!!


DRRRRRREEEEEEEETTTTTTTTT………..!!!!!!!


DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR………!!!!!!!!


DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR………!!!!!!!!


DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR………!!!!!!!!


Rentetan tembakan terdengar keras dari atas langit, bersamaan dengan suara keras itu terdengar beberapa pasukan musuh yang tengah berkerumun menikmati pesta tewas dengan kepala atau leher yang tertembus peluru dan beberapa ada yang kepalanya langsung hancur.


"SUARA APA ITU!? MUSUH! KITA DISERANG!".


Teriakan kepanikan terdengar jelas dari berbagai arah apalagi saat salah satu anggota pasukan musuh yang melihat Suja tengah terbang dan memegang sebuah benda aneh yang mengeluarkan suara keras, saat bersamaan dengan teriakan itu musuh yang mati terkena timah panas sudah mencapai seratus orang dari lima ribu orang yang berada di sana.


Clone Suja terlihat sangat menikmati sekali adegan pembantaian yang dia lakukan setelah sekian lama tidak memegang senapan serbu, dia tidak memperdulikan kericuhan pasukan musuh yang menyerangnya dari bawah dan terus saja menembak mereka satu persatu membuat semakin banyak pasukan musuh yang tewas.


Di salah satu bangunan besar tepatnya rumah pemimpin kota terlihat seorang prajurit musuh yang tengah berlari dengan panik menuju salah satu ruangan, saat sampai di depan pintu dia langsung mendobrak masuk ke dalam ruangan yang berupa kamar tidur itu.


Prajurit itu bersujud dengan badan gemetar melihat kemarahan pria yang berada di dalam kamar yang tengah telanjang saat ini, dibalik pria itu terlihat sepuluh orang perempuan dengan empat diantaranya masih belasan tahun dan yang lainnya sekitar dua puluh tahun dalam keadaan telanjang dan tubuh mereka dipenuhi kissmark merah.


"Ampun senior, junior ini datang membawa kabar buruk….!!".


Pria itu tampak kesal dengan prajurit itu, saat dia akan mengambil tombaknya dan menusuk kepala prajurit itu suara ledakan keras terdengar mengguncang ruangan tempat mereka berada saat ini.


"Sial..!!! Siapa yang berani menyerang kita!? Katakan sekarang juga!?".


"Ma-maaf senior, junior tidak tahu tapi yang pasti dia hanya seorang diri. Dia juga membawa benda aneh yang mengeluarkan api dan suara yang keras, saat benda itu berbunyi banyak pasukan kita yang mati tiba-tiba. Saat ini sudah ada dua ratus korban yang jatuh, sekarang para senior Core Formation sedang mencoba melawannya".


"Sial…!!! Cepat kembali dan bantu mereka, aku akan ke sana sebentar lagi…!!!".


"Dimengerti senior….!!!".


Setelah prajurit itu pergi pria itu bukannya bersiap malah melanjutkan lagi kegiatannya sebelumnya, sedangkan diluar sana sudah jatuh seratus lagi pasukannya.


Di tempat di mana clone Suja tengah asik membantai para pasukan aliansi hitam dia diganggu dengan kedatangan belasan orang dengan tingkat kultivasi Core Formation.


"Hei anjing siapa kamu..!!! Berani sekali kamu mengacau di tempat ini…!!".


Clone Suja menatap kesebelas orang itu dengan tatapan dingin, sebuah katana terbentuk dari energi alam yang diserap membuat para musuhnya terbelalak kaget.


"D-dia menguasai tingkat modifikasi energi…!! Kita tidak akan bisa melawannya! Cepat panggil bantuan!".


Salah satu dari belasan orang itu hendak berbalik tapi kepalanya langsung putus saat itu juga membuat yang lainnya terbelalak dan mengalihkan tatapan mereka pada clone Suja, dalam penglihatan mereka seakan mereka melihat clone Suja adalah malaikat maut yang akan menjemput mereka dan memasukkan mereka ke neraka.


Clone Suja hanya tersenyum dingin kemudian mengalirkan Qin pada katana di tangan kanannya kemudian menebaskannya ke udara, dari gerakan tebasan itu muncul pedang energi alam yang sangat besar dan panjangnya mungkin mencapai lima belas meter yang bergerak cepat menuju ke kerumunan belasan orang itu.


"Bentuk perisai!".


Mereka semua membentuk perisai gabungan untuk melindungi diri dari pedang energi itu, namun saat pedang energi itu bertemu dengan perisai yang mereka bentuk bersamaan dengan itu juga perisai dan tubuh mereka terbelah seperti tanpa ada apa-apa yang diserang oleh pedang energi itu.


Di darat para pasukan Forging Qi dan empat ratus lima puluh lebih jagoan Core Formation terbelalak menyaksikan clone Suja membantai anggota pasukan mereka dengan mudah seperti tahu, clone Suja yang melihat ekspresi mereka tersenyum sinis kemudian membentuk rune sihir yang berupa rune perisai pertahanan tingkat dunia yang mana sangat kuat bahkan seorang Deva Emperor Realm saja tidak akan bisa merusaknya.


Sebuah perisai energi berwarna keunguan terlihat sangat indah sekali melingkupi seluruh kota itu sampai sejauh satu kilometer di luar kota, para pasukan aliansi hitam yang tersisa masih banyak sekitar empat ribu enam ratus pasukan.


Perisai energi itu terus saja melingkupi kota itu sampai semua sisi telah masuk ke dalam perisai energi ungu yang seperti tengah menahan serangan musuh dari luar, para pasukan aliansi hitam yang melihat kota tempat mereka berada sekarang ditutup oleh perisai energi ungu di semua sisi mengerti apa yang akan menimpa mereka.


Mereka kembali merasa panik saat sadar mereka telah jatuh ke dalam lubang pintu kematian mereka, mereka menatap clone Suja yang masih melayang di udara dengan penuh ketakutan.


Clone Suja menatap mereka tajam kemudian mengeluarkan ratusan boneka berbentuk beruang, harimau, singa, serigala hitam dan putih serta hijau, dan ular berwarna hijau kemudian mengalirkan Qin miliknya ke semua boneka hewan yang dia keluarkan.


Secara ajaib semua boneka itu mulai membesar dan bagian mata mereka terbuka serta bentuk mereka pun juga sudah berubah, dari yang semula hanya tujuh ratus boneka hewan sekarang berubah menjadi ratusan hewan buas sungguhan yang menunduk di depan clone Suja.


Pancaran kekuatan yang menguar dari tubuh semua hewan itu sangat kuat karena yang paling lemah berada di ranah Foundation Realm First-stage dan yang paling tinggi berada di ranah Core Formation First-stage dengan semuanya merupakan pondasi Heaven Foundation, hewan yang memiliki kekuatan Core Formation adalah Singa, dan Harimau sedangkan yang lainnya berada di ranah Foundation Realm First-stage.


"Kalian semua, dengarkan aku…!!! Aku adalah tuan kalian, sekarang aku akan memberikan kalian sebuah perintah….!!! Apa kalian mengerti…!!!???".


"""""AAAAAAUUUUUUUOOOOOO…….!!!!!!!!""""".


"""""GGRRRROOOOOAAAARRRRRR…….!!!!!!""""".


"""""SSS RRRRRRRRRR……..!!!!!!!!!""""".


"""""RRRRROOOOOAAAAARRRRRR……..!!!!!!!!!"""""


Auman dan raungan semua hewan itu terdengar keras dan bersamaan membuat semua pasukan aliansi hitam yang berada di tanah semakin ketakutan bahkan sudah ada beberapa puluh yang pingsan karena tidak kuat menahan tekanan aura semua hewan itu, pasukan aliansi hitam yang lain terutama mereka yang berada di Core Formation bergetar ketakutan dan juga ada ratusan yang mengompol di celana mereka saat mendengar raungan semua hewan itu.


"Dengarkan kalian semua…..!!!! Di bawah sana adalah musuhku yang telah menyerang rumahku…..!!!! Kalian lapar bukan….!?.


Di bawah sana ada banyak sekali daging segar yang telah menunggu untuk kalian santap, sekarang mangsa mereka semuanya!.


Lakukan apapun yang kalian inginkan, entah mau kalian permainkan, kalian makan hidup-hidup, atau kalian jadikan rempeyek sekalipun bebas kalian lakukan…!!!!.


Ingat..!!! Jangan sampai mereka tersisa satupun kecuali para tawanan yang mereka permainkan, aku sudah mengirimkan semua ciri-ciri tawanan mereka pada kalian.


Biarkan para tawanan bebas dan jangan ganggu mereka, sekarang lakukan perintahku…!!!".


Semua hewan itu mengangguk patuh kemudian mendarat ke tanah dan mulai menyerang semua pasukan aliansi hitam, mereka yang diserang para hewan-hewan itu menjerit ketakutan.


"Tidaaaaaaakkkk…….!!!! Lepaskan! Lepaskan aku!".


"Ibu tolong aku…!!! Lepaskan aku! Aku tidak mau mati…!!"


"Maafkan aku! Tolong maafkan aku! Aku tidak akan mengulanginya lagi senior tolong maafkan aku!".


"Anjing kamu ********! Tunggulah pembalasan dari pemimpin kami! Arrrgggggghhhhhh…….!!!!!".


"Selamatkan aku! Tolong aku tidak mau mati! Tolong selamatkan aku….!!! Aku mohon senior aku tidak mau mati, tolong selamatkan aku….!!!!!".


.


.


.


.


.


.