
Satu hari penuh, selama satu hari penuh Suja mengumpati Heaven Seal yang sudah seenaknya saja mengatakan bahwa dia adalah anak dalam ramalan yang berarti dia mendapatkan tugas yang sangat berat, dengan perasaan kesalnya Suja mengajak semua Dao Beast dan Hewan Tingkat Tinggi lainnya untuk melanjutkan perjalanan mereka dengan tujuan ke Ibukota Kekaisaran Lin yang berada di sebelah barat Kekaisaran Han dimana Kuil utama Light Thunder Temple berada untuk memenuhi janjinya pada Wu Dao.
Dengan menggunakan mobil jenis SUV miliknya dia berkendara selama dua jam sampai akhirnya tiba di sebuah kota yang berbatasan langsung dengan Kekaisaran Wei dan Kekaisaran Lin untuk mengisi persediaan makanan, selain itu dia juga ingin melihat kondisi cabang Asosiasi Batik Biru yang dibangun di kota itu.
"Hmmm, wah sampe ite le kota Lingko. Taeh te peta taok rumah makan juluk. (Hmmm, sudah sampai kita di kota Lingko. Ayo kita cari tempat rumah makan dulu)".
Kota Lingko merupakan kota yang berbatasan langsung dengan dua Kekaisaran tetangga, letak kota Lingko sendiri berada di sebuah bukit yang cukup landai dan tidak terlalu tinggi dan merupakan garis depan penjagaan perbatasan dari prajurit Kekaisaran Han.
Kota Lingko sendiri adalah kota yang cukup netral, selain karena kota ini didirikan oleh seorang cultivator dari Kekaisaran Lin yang menetap di sana kota itu juga tidak diganggu oleh cultivator dari ketiga Kekaisaran karena keberadaan rumah singgah milik Cruelest Immortal yang selalu dikunjungi jika dia pergi berkelana.
Pemandangan kota Lingko cukup mewah selain karena kebanyakan penduduknya adalah cultivator, ketebalan energi Qi yang ada di kota itu juga cukup memuaskan dan bisa membantu seseorang menaikkan tingkat praktiknya.
Di salah satu jalan Suja menghentikan kendaraannya dan turun diikuti oleh semua hewan kontraknya karena mereka sudah menemukan sebuah restoran, nama restoran itu sendiri cukup unik karena nama yang terpampang di atas pintu adalah 'Restoran Perut Karet'.
"Ayo masuk".
Restoran itu memiliki lima tingkatan dan bangunannya pun juga cukup besar, tentunya kalian sudah tahu apa saja perbedaannya antara lantai dasar dengan lantai di atasnya kan?.
Jika lantai satu untuk orang biasa, lantai dua untuk orang kaya, lantai tiga untuk VIP, maka lantai empat diperuntukkan untuk cultivator sampai ranah Foundation Realm dan lantai lima untuk mereka yang sudah berada di ranah Core Formation ke atas.
Suja membawa semua hewan kontraknya menuju lantai lima, meskipun ada banyak pasang mata yang menatap mereka tapi dia tidak peduli dan tetap naik ke lantai lima setelah membayar biaya 50 Spirit Stone.
Di lantai lima meja yang tersisa tinggal dua saja dari lima belas meja yang ada, meskipun banyak pasang mata yang menatapnya penuh keserakahan karena membawa lima hewan langka dan kuat serta seorang gadis yang sangat cantik dia tetap tidak perduli dan duduk dengan santainya sampai ada seseorang yang mencari masalah dengannya.
"Hai nona cantik, bolehkah aku mengetahui namamu?" Pria itu duduk dengan santainya di depan Tasya yang sedang memangku Leon, tiga pria perwujudan tiga Dao Beast itu hanya menatapnya malas.
"Kalau kau ingin mengetahui nama seseorang, sebutkan dulu namamu" Tasya dengan cueknya mengatakan itu sembari mengelus bulu lembut milik Leon.
"Oh tentu saja sayang, perkenalkan nama pria tampan ini adalah Xu Ying. Aku adalah adik bungsu Patriark Xu Yi dari Black Tiger Sect, jadi bisakah aku mengetahui namamu?" Tasya hanya meliriknya sebelum mendengus pelan.
Suja sendiri saat mendengar nama sekte dan Patriarknya disebutkan sudah mulai memerah, dia masih memiliki dendam yang besar pada orang dan sekte itu yang sudah memisahkannya dengan ayahnya.
"Pria rendahan sepertimu tidak pantas mengetahui nama gadisku! Lebih baik kau segera pergi sebelum kubuat kau menyesal!" Dengan dinginnya Suja membalas perkataan Xu Ying membuat yang diusir memerah karena marah.
"Hei! Kau ini cuma cultivator Forging Qi tingkat sepuluh, aku sudah berada di Core Formation Peak-stage! Kalau kau mau mati cari lawan yang sepadan sampah!".
"Sampah? Bukannya kau yang sampah? Lihat saja, pakaian norak seperti itu membuatmu seperti badut saja".
"Pffffttttt…..!!!!".
Para cultivator yang berada di dekat Mereka dan mendengar perkataan Suja harus menahan tawa mereka, memang pakaian yang dikenakan Xu Ying cukup unik.
Bayangkan saja, dia memakai atasan berwarna merah, celana berwarna hijau kehitaman, sepatu berwarna kuning, dan dia juga memakai topi berwarna ungu. Bukankah itu seperti badut warna?.
"Beraninya kau menghina ku! Akan kulenyapkan kau sekarang juga!".
DUAK!.
Sebuah tendangan yang dilancarkan oleh Xu Nying secara tiba-tiba membuat Suja kurang sigap untuk menahannya membuatnya sampai terpental menabrak dan melubangi dinding dan terjun ke jalanan, Xu Ying sendiri melompat sembari menarik pedangnya dan langsung memberikan tebasan yang berhasil dihindari oleh Suja.
"Kau beruntung bisa menghindari pedangku, tapi tidak dengan selanjutnya! Tebasan bintang!".
Sebuah serangan tebasan membentuk bintang dilesatkan oleh Xu Ying, Suja mengambil pedangnya dan melapisinya dengan Qin lalu menebas serangan itu.
Belum sempat Suja mengambil nafas Xu Ying sudah menyerangnya kembali dengan rentetan serangan yang menyasar pundak dan lehernya, Suja yang sudah siap menahan semua tebasan itu meskipun ada beberapa serangan yang berhasil melukai pundaknya.
Tebasan-tebasan dengan disertai tenaga Qi yang dilepaskan Xu Ying tidak semuanya bisa dihindari oleh Suja, selain karena dia masih kurang berpengalaman dalam pertarungan hidup dan mati di dunia tempatnya saat ini dia juga tidak memiliki banyak jurus ataupun pengalaman menggunakan pedang kecuali jurus-jurus dan teknik dalam menggunakan katana.
Dengan pengetahuannya akan teknik serangan dan bertahan dalam ilmu beladiri kendo dan aikido Suja mencoba membalas setiap serangan yang sudah dia terima, Xu Ying yang tidak mengenali teknik serangan yang digunakan oleh Suja mulai waspada dan ikut mengganti teknik serangan yang digunakan.
"Hundred Black Sword!".
Ratusan pedang hitam yang terbuat dari Qi melesat menerjang tempat di mana Suja berdiri, dengan menggunakan teknik kendo Suja mencoba mencari pengalaman dalam bertempur menggunakan pedang dengan menahan ataupun menebas setiap pedang yang mendekatinya.
Ratusan pedang hitam yang menyerangnya bergerak dengan sendirinya seperti memiliki kesadaran sendiri, saat satu atau dua pedang berhasil di tebas atau dihindari mereka akan mundur beberapa saat dan kembali menyerang Suja.
Dari ratusan pedang yang menyerangnya Suja hanya bisa menahan atau menghindari dua ratus pedang, luka-luka tebasan terpampang di setiap sisi tubuhnya akibat sayatan pedang-pedang yang entah bagaimana bisa menembus pertahanan Spirit Tool berbentuk pakaian miliknya itu.
"Rasakan itu! Terima kematianmu sampah!".
Xu Nying dengan tawa senangnya menonton usaha Suja untuk menghindari setiap serangan pedangnya, dia dengan tawa lebarnya menatap ke arah Tasya dan mendekatinya.
"Cukup sudah!".
BOOOM!!!!.
Karena tidak tahan terkena sayatan pedang meskipun dia tidak merasakan sakit, Suja melepaskan setengah kekuatannya yang membuat ratusan pedang itu terhempas dan menghilang tanpa menyisakan satupun.
Suja menatap Xu Ying yang syok saat pedang-pedangnya bisa dilenyapkan dengan pandangan tajam, dengan langkah pelan dia mendekati Xu Nying sembari menyeret pedangnya.
"Kau! Jangan senang dulu kau sampah! Hadapi dulu para pengawalku! Serang sampah kotor ini!".
Lima orang jagoan Nascent Soul Mid-stage dan First-stage muncul entah dari mana, salah satunya melepaskan aura Nascent Soulnya untuk mencoba menghentikan Suja tapi sayang targetnya tidak bergeming.
Jagoan yang menekan Suja dengan auranya itu memerah marah karena dihina, dia melesat dan melepaskan tendangan mengarah ke kepala Suja.
Suja dengan cepat meraih pergelangan kakinya dan menekannya dengan sedikit kekuatan, jagoan Nascent Soul itu meringis saat merasakan tulang kakinya retak karena tekanan kuat itu.
"Hanya sampah seperti kalian ingin melenyapkanku? Huh ternyata Black Tiger Sect hanya sekumpulan sampah idiot!" Jagoan lainnya marah karena dikatakan idiot, satu orang lagi melepaskan serangan tapak disertai Qi namun Suja masih dapat menahan dan menghancurkan tulang tangannya.
KRAK!
"AAAAARRRGGGGHHH……!!!!!".
"Lepas pemberat satu persen!".
KRAK!.
Tanah yang dipijak Suja retak karena menahan beban kekuatan yang tiba-tiba meningkat, Suja merasa aliran kekuatannya bertambah saat pemberatnya dia lepaskan satu persen yang membuat banyak Qin cadangannya yang langsung menyebar ke seluruh tubuh.
"Xu Ying! Hari ini akan kulenyapkan kau sebagai peringatan dariku untuk kakakmu yang sampah ******** itu!".
DUUUAAAARRRRRR……!!!!!
Tubuh kedua pengawal Xu Ying meledak saat Suja mengalirkan banyak Qin ke dalam tubuh mereka, Xu Ying dan tiga pengawalnya yang tersisa melotot melihat begitu mudahnya Suja meledakkan tubuh dua orang cultivator Mid-stage yang menyerangnya.
"Kau! Kau monster! Kau bukan manusia! Siapa kau!?" Xu Nying mulai merasa ketakutan, dia tidak pernah berpikir akan mendapatkan kesialan dan kematian mendekatinya saat dia menggoda seorang perempuan yang di matanya hanya seorang cultivator Forging Qi tingkat sembilan.
"Benar! Aku adalah monster yang telah diciptakan kakakmu! Aku adalah Xiao Suja! Keturunan terakhir keluarga utama klan Xiao dan klan Tang! Dan nikmati hari terakhir kalian sialan!".
Setelah berkata seperti itu Suja melesat menyerang tiga orang lagi yang mengepungnya, mereka tidak bisa mengikuti pergerakan Suja yang sangat cepat dan hanya bisa menerima beberapa serangan di leher dan perut mereka sebelum tumbang ke tanah.
Xu Ying sendiri semakin melotot dan ketakutan, dia mencoba kabur dengan menyandera salah satu dari dua Phoeniks milik Suja.
Suja yang melihat salah satu hewan kontraknya disandera semakin marah, kesalahan besar bagi Xu Ying karena dia tidak tahu burung yang dia cekik ternyata adalah seekor burung Phoeniks dengan elemen es.
"Aaarrrggghhh!!! Burung apa ini!?" Xu Nying hanya bisa meringis saat dia merasakan tangannya membeku sampai tulang karena energi dingin yang membekukan tangannya, saat dia akan melepaskan burung itu sebuah bilah katana memotong tangannya seperti memotong tahu.
"Aaaarrrrgggghhhh……!!!! *******! Beraninya kau menyakitiku!".
Xu Ying yang kesakitan mengeluarkan sebuah kertas dan melemparkannya ke arah Suja, Suja yang melihat kertas itu menebasnya dan bersamaan dengan itu sebuah ledakan terjadi.
DUAAARRRR……!!!!!!.
"HAHAHAHHAAA!!!!! RASAKAN ITU *******! MATI KAU! HAHAHAAA!!!!".
Beberapa saat kemudian asap hasil ledakan itu mulai menghilang dan memperlihatkan sosok Suja yang dalam keadaan baik-baik saja meskipun beberapa bagian pakaiannya terlihat berlubang bekas terbakar, Xu Ying hanya bisa melotot dan muntah darah saat melihat Suja masih baik-baik saja meskipun terkena ledakan sebesar itu.
"Kau!?".
"Apa!? Sekarang giliranku! Seven Lance Penalization!".
Suja membentuk posisi seperti akan melempar tombak, saat dia mengayunkan tangannya tujuh tombak putih dengan percikan-percikan listrik berwarna biru melesat dari tujuh sisi dan mulai menyerang Xu Ying.
Xu Ying yang melihat dirinya akan terkena tombak-tombak itu membentuk segel tangan dan dari segel tangan itu terbentuk kubah pelindung berwarna hijau, ketujuh tombak itu menghantam kubah yang didalamnya berisi Xu Ying hingga hancur dan menyerang Xu Ying dari segala arah.
"AAARRRGGGGHHHH…..!!!!!".
Teriakan kesakitan terdengar keras dari posisi Xu Ying berada, orang-orang yang menonton pertarungan mereka melotot ngeri saat melihat bagaimana Xu Ying terkena hantaman tujuh buah tombak yang menyerang semua sisi tubuhnya dari perut, leher, kepala, bahkan ada satu tombak yang mengambil posisi akan menghantam kepala Xu Ying dari atas.
KREK!.
"AAARRRRRGGGGHHHH......!!!!!!!".
Xu Ying benar-benar merasakan penderitaan luar biasa saat tongkat Suja menghantam dan meretakkan kepalanya, dia tidak menyangka akan datang hari di mana dia akan merasakan penderitaan yang sangat menyakitkan untuknya dan itu berasal dari seorang pemuda yang entah sadar atau tidak telah dia singgung.
Suja sendiri mengayunkan tangannya dan seketika semua tombak itu menghilang, dengan langkah pelan namun penuh ketegasan Suja melangkah mendekati Xu Ying.
"Xu Ying, semua yang kau alami saat ini bukanlah karena kesalahanmu semata. Semua yang kau rasakan saat ini adalah pembalasan dendam yang telah kupendam selama ini, ini adalah akibat yang harus kalian tanggung karena telah menghancurkan klan dan keluargaku satu tahun yang lalu. Dan semoga saja Raja Yama tidak membuatmu merasakan penderitaan yang mudah, kudoakan Raja Yama memberikan penderitaan yang tidak akan pernah kau lupakan nantinya".
Sebuah granat tangan muncul di tangan Suja, ditariknya pin pengaman dan meletakkan granat itu di leher Xu Ying yang masih menggeliat kesakitan dan pergi dari sana.
Beberapa saat kemudian………
DUUUUAAARRRR…….!!!!!.
Ledakan keras terdengar, percikan-percikan darah dan potongan tubuh berserakan karena ledakan yang menghancurkan tubuh Xu Ying seketika.
.
.
.
.