
Butuh waktu dua jam untuk Liuyun dan empat saudarinya meredakan kesedihan dan rasa kehilangan mereka, sebagai seorang perempuan yang kehilangan seseorang yang dicintai tentunya membuat mereka merasakan kesedihan yang berbeda dengan para lelaki saudara seperguruan mereka.
"Sepertinya sekarang kalian sudah bisa meredakan kesedihan kalian, apakah kita bisa menemui pemuda yang tadi membawakan kita jade slip ini?" Liuyun dan empat saudarinya mengangguk pelan, mereka juga menginginkan kepastian apakah Xi Suja mau menerima amahah dari guru mereka untuk menikahi mereka berlima.
"Baiklah saudariku semua, sekarang kita harus menemui pemuda itu. Kita harus melihat seperti apa calon suami yang dipilihkan ayah dan guru kita, jika kita ternyata tidak bisa menemukan kecocokan dengannya maka kita bisa menolak untuk menikah dengannya" Jiao Yun, Jiao Xin, Yujin, dan Nala mengangguk pelan.
"Baik kak, mari kita lihat apa yang membuat ayah menginginkan kita agar menikah dengannya. Tapi apakah kakak semua tidak keberatan jika dia memiliki banyak istri? Bukankah ayah sudah mengatakan bahwa dia memiliki kemungkinan akan memiliki banyak sekali istri?".
"Tidak, aku tidak keberatan selama kita masih mendapatkan kasih sayang darinya. Meskipun dia memiliki ratusan istri sekalipun aku tidak keberatan, yang penting bagiku dia bisa memberikan kasih sayang dan juga kita bisa memenuhi harapan ayah yang menginginkan kita memiliki suami sebagai pasangan kita" Jiao Yun, Jiao Xin, dan Nala hanya mengangguk membenarkan ucapan Liuyun.
"Baiklah, mari kakak semua kita temui dia. Aku juga ingin mengetahui kepribadian paman guru dan juga calon kakak iparku ini" Culang si Raja Tanah dan adik terakhir mereka memimpin jalan menuju ruangan yang berada di dekat kamar mereka.
Di dalam ruangan yang ditempati Suja, suasana hening dan canggung terasa sangat pekat. Suja masih berbaring bermesraan dengan Cing Cia yang memeluknya, sementara Ji Longshan dan Li Hao Ren hanya bisa menatap keduanya dengan tatapan tidak biasa.
"Su'er, apakah ibumu baik-baik saja?" Pertanyaan Li Hao Ren membuat Suja bangun dari pembaringannya dan duduk di ranjang.
"Iya paman, ibunda baik-baik saja. Ibunda saat ini berada di Ibukota Kekaisaran, dia sedang mengawasi pekerjaan paman Luyi yang kuangkat sebagai pemimpin sementara di Asosiasi".
Ji Longshan dan Li Hao Ren hanya bisa tertawa canggung sembari saling memandang, mendengar istri sahabat baik mereka baik-baik saja sudah membuat mereka merasa sangat bersyukur sekali karena setidaknya masih ada keturunan dari Xiao Jing yang masih hidup dan selamat dari serangan Black Tiger Sect dan aliansinya.
"Paman Ji, paman Hao. Aku tahu kalian berdua ingin mengajukan kerjasama terkait penyediaan sumber daya dengan Asosiasi milikku, tapi lebih baik lagi kalau kita membahasnya nanti saja di kota Chang An dan sekalian aku ingin berbicara dengan Patriark Heaven Mountain Sect".
Dua orang yang dipanggil paman oleh Suja saling berpandangan, mereka belum mengajukan kerjasama terkait sumber daya yang memang mereka butuhkan tapi ternyata Suja sudah memberikan mereka lampu hijau yang mana berarti mereka bisa mendapatkan sumber daya berkualitas dari Asosiasi nantinya.
"Tentu, pamanmu ini akan berusaha meminta Patriark untuk menemuimu. Tapi jika boleh paman bertanya, kenapa kamu ingin bertemu dengan Patriark kami?" Suja hanya menatap mereka sebelum membuang nafas pelan.
"Ya karena aku ingin saja, selain itu jika Patriark sekte paman berdua sendiri yang menemuiku itu berarti sekte kalian bisa mendapatkan sumber daya berkualitas tinggi dariku dan mungkin beberapa pil kualitas tinggi di masa depan sebagai hadiah karena kalian telah menjaga Kekaisaran. Jika Patriark kalian tidak bisa menemuiku, maka maaf saja karena meskipun kita bekerja sama tapi sumber daya yang akan kalian dapatkan hanyalah yang berkualitas menengah saja".
Li Hao Ren, dan Ji Longshan terbatuk dan ingin muntah darah, hanya karena pemuda berumur 10 tahun di depan mereka itu ingin menemui Patriark mereka saja itu sudah menjadi jaminan kalau mereka akan mendapatkan sumber daya berkualitas tinggi.
Dalam hati kedua orang itu berjanji akan berusaha membawa Patriark mereka menemui Suja bahkan kalau perlu mereka akan menyeretnya ke kota Chang An, membayangkan mereka hanya akan mendapatkan sumber daya berkualitas menengah saja sudah membuat mereka ingin menangis saja dengan syarat yang diajukan oleh Suja.
"Tentu, kami berdua akan membawa Patriark Xia Yun ke Ibukota untuk menemui bahkan jika perlu kami akan menyeretnya!" Ji Longshan mengangguk setuju.
Suqian dan para pengawal Suja serta para cultivator yang dibawa kedua orang perwakilan Heaven Mountain Sect itu hanya bisa menatap keduanya dengan tatapan canggung, membayangkan seorang Patriark yang telah mencapai ranah Nascent Soul Great Circle-stage akan diseret oleh dua orang yang hanya berbeda satu tingkat dengan membuat mereka merasa ingin menangis saja.
Saat Suja ingin berbaring kembali berbaring, Liuyun dan adik-adiknya yang lain memasuki ruangan membuatnya kembali duduk.
"Jadi apa kalian sudah tenang? Sudah bisa berpikir jernih? Tidak akan menyerangku lagi kan?" Angin Timur dan Putri Teratai Api menatap Suja dengan tatapan dingin karena tersinggung sedangkan Suja tertawa kecil menanggapi tatapan mereka.
"Sepertinya kalian masih tidak suka padaku, apakah seperti ajaran dari kembaranku Cruelest immortal?".
Angin Timur dan Enam Raja merah padam karena marah, mereka ingin sekali memberikan pelajaran pada pemuda di depan mereka tapi mengingat pesan ayah angkat mereka mau tidak mau mereka menekan kemarahan mereka meskipun wajah mereka masih dingin dan merah padam.
Li Hao Ren dan Ji Longshan hanya bisa menatap Suja dengan pandangan kagum begitu juga dengan yang lain, mereka baru pertama kali melihat ada seorang pemuda yang berani berkata seperti itu pada sekumpulan orang-orang kuat yang bahkan mereka saja ingin kabur jika berhadapan dengan mereka.
"Jaga ucapanmu! Meskipun kamu kembaran dari jiwa ayah kami atau apalah itu, tapi kami tidak suka jika ada yang berani menyebut nama dan gelar ayah kami seperti itu!".
"Hei! Kami berdua adalah jiwa kembar meskipun berbeda asal alam semesta! Jika kalian menganggapnya sebagai ayah kalian, maka kalian juga sudah seharusnya menganggapku sebagai ayah kalian atau setidaknya paman kalian!".
"DIAM! JANGAN SEKALI-KALI KAU MENGANGGAP DIRIMU SAMA DENGAN AYAH KAMI! KALAU KAU MASIH MELAKUKANNYA, UCAPKAN SELAMAT TINGGAL PADA DUNIA INI!" Kemarahan Raja Pedang Api tidak bisa dibendung lagi, dia mengeluarkan aura kutivasi puncak Nascent Soulnya untuk menekan semua orang yang ada di sana kecuali saudara-saudarinya.
Dengan tingkat 500 Forging Qi, membuatnya dapat menahan tekanan aura jagoan Nascent Soul puncak dan menganggapnya hanya seperti tekanan angin biasa.
Hanya seseorang yang sudah mencapai ranah Deva Emperor Realm yang bisa membuatnya merasa sedikit tertekan dan itupun jika ia sudah berada pada tingkat 150 Forging Qi atau setelah dia membentuk pondasi kultivasi, tekanan aura dari cultivator di bawah ranah Deva Emperor Realm hanya seperti kambing yang mencoba melawan harimau baginya.
Jika ada orang yang ingin membuatnya merasa tertekan hanya dengan aura kultivasi saja, maka orang itu setidaknya haruslah berada di ranah Deva General Realm.
Ekspresi wajah Suja mulai dingin karena bentakan Raja Pedang Api, dia mengeluarkan aura tingkat 500 miliknya yang membuat Raja Pedang Api sampai terkejut.
Saat Suja mengeluarkan aura Forging Qi dari tubuhnya, tekanan yang luar biasa besar menghantam semua orang yang ada di sama bahkan tekanan aura itu sampai keluar dan membuat banyak retakan di semua pondasi bangunan Penginapan Musim Semi.
Karena tekanan aura itu, para cultivator di bawah ranah Nascent Soul pingsan dengan darah yang keluar dari mulut mereka.
Orang-orang yang menginap di penginapan Musim Semi yang kebanyakan juga seorang cultivator bahkan sampai pingsan tanpa bisa menghindar, tekanan aura itu benar-benar luar biasa bagi mereka karena bahkan seorang cultivator ranah Nascent Soul tingkat puncak saja tidak bisa bahkan tidak pernah ada yang diketahui memiliki tekanan aura yang sangat besar dan menekan seperti yang dimiliki oleh Suja.
"Ka….kau! Bagaimana bisa kau memiliki aura semengerikan ini!?" Putri Teratai Api dan semua jagoan yang masih sadar terkejut dan muntah darah saat merasakan aura kuat yang menekan mereka.
Gejolak fluktuasi energi spiritual juga terjadi baik itu yang tersebar di udara maupun yang berada di dalam lautan spiritual Dantian mereka, semua yang ada di dekat Suja bisa merasakan Qi di dalam Dantian mereka bergerak tanpa bisa mereka kontrol karena tekanan aura yang menyerang mereka secara tiba-tiba itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.