
.
.
.
.
"Apa itu? Jika memang pertanyaanmu tidak terlalu mengungkit privasi kami, maka akan kami jawab" Mahaguru Wu Yun memberi jawaban dengan tenang.
"Begini Mahaguru, kalau aku boleh tahu sudah berapa lama Mahaguru mengalami luka dalam karena mencoba menerobos ke Deva Realm?" Suja bertanya dengan hati-hati tapi meskipun begitu pertanyaannya membuat Wu Ling dan Wu Ming murung berbeda dengan Mahaguru Wu Yun yang tetap tenang sedari awal.
Mahaguru Wu Yun menatap Suja dan Azkia bergantian dengan senyum tipis namun Suja bisa melihat ada kesedihan di mata sang Mahaguru, tidak ingin menuntut terlalu banyak Suja ingin meminta Mahaguru untuk tidak menjawab pertanyaannya tapi ternyata Mahaguru malah menjawabnya lebih dulu.
"Aku menderita luka dalam yang serius sejak lima ratus tahun yang lalu, saat itu aku berumur enam ratus tujuh puluh lima tahun.
Karena luka dalam ini aku tidak bisa menyerap Qi dengan baik, aku memang masih tetap bisa mengisi Dantianku sampai penuh namun setelah itu Qi milikku akan terserap dua persen setiap Dantianku penuh jadi aku tidak bisa mencoba menerobos meskipun aku sangat ingin melakukannya.
Jika memang tuan muda memiliki cara agar aku bisa sembuh dari luka dalam ini, aku akan melakukan apapun untuk membalas kebaikanmu".
Suja tersenyum lebar mendengarnya, jika memang Mahaguru Wu Yun terluka saat dia berusia enam ratusan tahun tahun dan itu sudah lima ratus tahun yang lalu maka ini adalah sebuah berkah baginya.
"Hahaha……!!! Mahaguru selamat Mahaguru! Anda akan sembuh! Saya jamin anda akan sembuh bahkan anda akan menjadi orang pertama yang menembus Deva Realm di benua ini! Selamat Mahaguru!".
Wu Ming dan Wu Ling awalnya terlihat bingung mengapa Suja mengatakan guru mereka akan menjadi orang pertama yang menembus ranah Deva Realm, tapi saat mereka mengingat sudah berapa ratus tahun umur guru mereka dan juga apa syarat agar bisa menembus Deva Realm telah dipenuhi oleh guru mereka membuat mereka menjadi sangat antusias.
"Mahaguru, ini adalah Deva Spirit Break Pill! Pil ini akan menyembuhkan Mahaguru dengan cepat dan juga akan langsung menembus ranah Deva Realm, kusarankan agar Mahaguru segera melakukan praktik tertutup untuk menyembuhkan diri dan menembus ranah itu!".
Mahaguru Wu Yun tidak bisa menyembunyikan wajah cerahnya, dia menuruti saran Suja dengan langsung memasuki salah satu ruangan di belakang patung para dewa.
Tepat saat Mahaguru Wu Yun menutup pintu raut wajah Suja berubah menjadi pucat, beberapa teguk darah segar dimuntahkannya dengan cepat dan tubuhnya lemas menimpa Azkia yang saat itu tengah memeluk lengannya.
"Sayang! Sayang kamu kenapa!?".
""Tuan muda!?"".
Azkia dan Wu bersaudara dengan panik merebahkan tubuh Suja di lantai yang terasa hangat dan mengalirkan Qi untuk meredakan rasa sakit yang dialami Suja, Suja sendiri terlihat sangat kesakitan dan kembali memuntahkan beberapa teguk darah membuat Azkia panik dan menangis mengkhawatirkan keadaannya.
"Kia, saudara Wu aku tidak apa-apa. Aku hanya sedang terluka, sepertinya tadi aku terkena Qi hitam dan juga racun dari Patriark Sekte Kabut Kematian".
"Sayang, apa maksudmu!? Bagaimana bisa kamu terkena Qi hitam dan juga racun sedangkan sejak tadi kita berada di sini? Ini pil penyembuh, cepat telan agar kondisimu membaik".
Wu Ling dan Wu Ming bingung mengapa Suja bisa mengatakan dia terkena racun dan Qi Hitam padahal mereka berada di kuil utama Light Thunder Temple sedangkan Patriark Sekte Kabut Kematian mungkin berada di wilayah Kekaisaran Han yang jaraknya ratusan ribu mil dari tempat mereka, mereka merasa bingung dan cemas saat memikirkan Kekaisaran Han yang sedang diserang oleh aliran hitam sedangkan mereka belum bisa mengirimkan murid-murid kuil untuk membantu Kekaisaran Han.
"Kia, dan juga saudara Wu. Tolong untuk dua sampai tiga jam kedepan perkuat keamanan kuil, karena saat Mahaguru menembus Deva Realm akan terjadi tanda-tandanya yang berupa cuaca yang sangat hangat dan nyaman serta langit berwarna putih susu.
Jika sampai salah satu Demon General yang saat ini berada di kota Lingko melihat dan mengetahui pusatnya, dia pastinya akan segera mencari letak pastinya dan menyerang sementara saat ini Mahaguru tengah dalam kondisi yang mudah diserang.
Untuk sementara tubuh utamaku saat ini yang sedang menuju kota Lingko akan menyibukkan mereka, yang kalian lihat ini hanyalah salah satu clone atau pecahan raga milikku yang kubuat menggunakan Qi uhuk!".
Azkia terperanjat sesaat, dia tidak sadar bahkan tidak tahu kalau Suja yang ada bersamanya saat ini hanyalah clone dan kapan Suja membuat clone pun dia tidak tahu.
"Kalian berdua! Jaga Suja dan juga paman Wu Yun! Aku akan ke kota Lingko sekarang!".
Kedua Wu mengangguk cepat, saat Azkia akan beranjak pergi tangannya digenggam oleh clone Suja.
"Ada apa!? Jangan menghalangiku! Aku tidak rela kalau harus berpisah lagi denganmu, dulu kita terpisah karena maut sekarang aku tidak akan membiarkanmu meninggalkanku lagi!".
Clone Suja tersenyum lembut dengan hati yang terasa hangat begitu juga dengan tubuh utamanya jauh di dekat perbatasan dengan kota Lingko, meskipun yang berada di depan Azkia hanyalah clone tapi kesadarannya tetaplah kesadaran utama dari tubuh utamanya.
"Kia kamu tenang saja, tubuh utamaku baik-baik saja dan dia tidak akan kenapa-kenapa.
Asal kamu tahu sayangku, tubuh utamaku dijaga oleh empat Dao Beast yang kekuatannya mampu menghancurkan alam semesta ini belum lagi lima makhluk tingkat tinggi dari alam semesta lain yang merupakan hewan kontrakku, tubuh utamaku tidak akan kenapa-kenapa dan aku tidak akan meninggalkanmu lagi.
Jadi diamlah di sini sayang, temani aku karena aku ingin menikmati waktu berdua saja denganmu".
Perkataan lembut Suja membuat Azkia merasa tenang, tapi kata-kata terakhir berhasil membuatnya tersipu dan mengangguk dengan pipi merah karena malu dan bahagia.
Hehehe……
.
.
.
Jauh dari kuil utama Light Thunder Temple tepatnya di dekat Perbatasan antara Kekaisaran Wei dan Kekaisaran Lin, terlihat satu orang Suja tengah bertarung mati-matian melawan seorang pria tiga puluh tahunan yang menyerangnya menggunakan sebilah dagger.
Suja yang ini adalah salah satu dari puluhan clone yang dibuat dan disebar oleh Suja ke seluruh Kekaisaran Wei, dia melakukannya dengan tujuan untuk memecah terutama untuk memutus jalur persediaan musuh.
Sedangkan untuk musuhnya sendiri adalah Patriark dari Sekte Kabut Kematian, Patriark Sekte Kabut Kematian menggunakan jubah abu-abu dengan ukiran kabut berwarna hitam kemerahan.
Saat ini clone Suja yang ini tengah kesulitan untuk menghadapi Patriark Sekte Kabut Kematian karena sebelumnya dia terkena racun tingkat delapan yang menyerang organ dalamnya dan juga Qi hitam yang menyerang Dantiannya, namun berhasil dinetralisir oleh Mana yang dia miliki sedangkan untuk racun itu sendiri telah menjadi nutrisi untuk Spirit Root elemen racun miliknya.
"Anak muda bakatmu sungguh luar biasa, aku bisa merasakan kamu masih berada di Forging Qi tapi aku tidak bisa melihat di tingkat mana kamu berada saat ini.
Jika aku saja yang merupakan jagoan Nascent Soul Peak-stage tidak mampu melihat tingkat praktikmu maka sudah bisa dipastikan kamu telah melampaui Forging Qi tingkat 15, jika memang demikian maka aku akan membuatmu mengatakan bagaimana caramu menembus Forging Qi tingkat 16 agar nantinya murid dan keturunan bisa membentuk pondasi yang lebih kuat dari Heaven Foundation Hahahahaaaa……..!!!!!!".
Clone Suja hanya menatap Patriark Sekte Kabut Kematian dengan wajah datar dan membentuk segel tangan, oh iya segel tangan yang biasa dia bentuk bukanlah segel tangan biasa seperti gerakan tangan saja tapi segel yang dibentuk menyerupai rune sihir karena dia memiliki Mana.
Dari segel tangan miliknya yang melukiskan rune sihir itu terbentuk sosok Harimau Putih yang perkasa dengan pancaran aura yang sangat kuat yang setara dengan jagoan Nascent Soul Peak-stage sama dengan musuhnya saat ini, dia sebenarnya tidak ingin melawan musuhnya dengan cara seperti itu tapi dia sudah kehabisan tenaga karena kekuatan setiap clone hanya setara dengan satu persen kekuatan penuh Suja meskipun itu masih setara dengan kekuatan seorang jagoan Nascent Soul Great Circle-stage tahap puncak.
"Apapun yang kau katakan kau tidak akan bisa mencapainya dengan mudah, sekarang mari kita lanjutkan pertarungan kita!".
"Tentu saja, majulah anak muda. Menghadapi tikus sepertimu cukup untuk mengisi waktu luang, akan kuberikan kamu pelajaran yang tidak akan pernah kamu lupakan".
Melihat senyum musuhnya yang sangat meremehkan membuat clone Suja menggertakkan giginya kemudian maju menyerang bersamaan dengan Harimau Putih yang juga melompat menerjang musuh tuannya, musuhnya hanya berdiam diri menanti serangan yang akan dia terima tanpa takut sedikitpun meskipun dia bisa merasakan kekuatan Harimau Putih itu satu tingkat di atasnya.
"Teknik pedang tombak! Tusukan dua sisi….!!!!".
Clone Suja menyerang musuhnya dengan sebuah tombak di tangan kiri dan pedang katana di tangan kanan, tusukan dari dua senjata berbeda itu mengarah ke jantung dan kepala musuhnya namun bisa dihindari dengan mudah.
Harimau Putih yang melihat musuh tuannya menghindar segera menyerang dengan cakarnya yang tajam dan juga sepakan kaki kiri depannya, cakaran bisa dihindari dengan mudah namun sepakan harimau itu berhasil mengenai pinggang kanannya membuat sang Patriark Sekte Kabut Kematian harus merasakan sakitnya terkena sepakan kuat dan cakar harimau putih itu yang menembus jubah Spirit Tool Earth-grade mid-tier miliknya.
Jagoan aliran hitam itu memuntahkan dua teguk darah segar dan juga dari bekas cakaran harimau putih itu mengalir darah dengan deras, dia menatap Suja dan harimau yang melukainya dengan tatapan tajam sembari mengeluarkan sebuah pil yang berfungsi untuk membekukan darah agar tidak keluar terlalu banyak.
"Kau memang kuat anak muda tapi meskipun begitu kamu masih bukanlah tandinganku, berbeda dengan harimau milikmu itu yang jauh lebih kuat dari kita berdua.
Sayang sekali kalau harimau itu kubunuh, sebagai kompensasi atas luka yang kualami aku akan mengambil harimau itu.
Seni racun Kabut Kematian : Kabut Racun Sanca Merah…!!".
Sebuah kabut berwarna merah kehitaman yang sangat pekat muncul dari udara dan langsung mendekati clone Suja dan juga harimau miliknya, clone yang Suja yang melihat kabut itu berbahaya untuknya yang hanyalah clone segera membentuk perisai pelindung dari Qin begitu juga dengan harimau putihnya yang dilindungi dengan perisai Qin.
Kabut beracun itu menerpa perisai yang dibuat clone Suja untuk melindungi diri dan harimau putihnya, saat semakin banyak kabut yang mengenainya perisai itu perlahan retak sedikit demi sedikit kemudian.
KRAK……!!!!!.
PRANK…….!!!!!!.
Perisai itu hancur berkeping-keping dan kabut beracun menerpa tubuh clone Suja membuat Suja menutup hidung dan mulutnya namun kabut itu masih memasuki tubuhnya melalui pori-pori, harimau putih sendiri keadaannya cukup baik karena sebelumnya langsung menutup hidung dan mulutnya namun racun itu malah masuk lewat telinga dan juga lubang pantatnya.
Suja tercengang dan merasa khawatir saat semua kabut beracun itu terserap ke dalam tubuh harimau miliknya sampai tidak tersisa sedikitpun, sementara itu Patriark Sekte Kabut Kematian juga tertegun tak percaya saat harimau putih incarannya malah menyerap semua kabut beracun itu ke dalam tubuhnya melalui telinga dan lubang pantatnya.
"Sayang sekali, padahal aku ingin sekali mengambil harimau itu tapi malah seperti ini kejadiannya ckckckck….!!!! Jika seperti ini sia-sia aku menggunakan setengah Qi milikku jika hanya akan membuat harimau itu mati keracunan, sialan!" Patriark sekte menatap Suja dengan pandangan serakah.
Dia berpikir meskipun harimau itu mati tapi pastinya masih banyak lagi Spirit King Beast ataupun Demonic King Beast yang yang memiliki kekuatan seperti harimau itu yang belum dikeluarkan oleh clone Suja, apa yang dia pikirkan memang benar karena harimau putih itu hanyalah harimau tiruan dari Radit yang sedikit diberikan Qi seperti para clone Suja agar bisa hidup dan juga berpikir mandiri meskipun tidak bisa membantah perintah Suja entah itu tubuh utama ataupun hanya clone seperti saat ini.
GRRRRR……..!!!!!
GGGHHHH RRRR……!!!!
Tubuh harimau itu perlahan-lahan membesar sampai membuatnya terlihat seperti harimau berperut gajah, harimau itu sendiri terlihat menahan sesuatu dan langsung berbalik menghadapkan pantatnya pada Patriark Sekte Kabut Kematian kemudian.
BROOOOOOOOOOOTTTT………!!!!!!!.
BROOT BROOOT…….!!!!!!
BROOOOOOOOOOOTTTT………!!!!!!!.
BROOOOOOOOOOOTTTT………!!!!!!!.
Suara itu sangat keras dan familiar bagi mereka berdua yang secara otomatis langsung saja menutup hidung mereka, suara kentut harimau itu sangat keras dan terjadi berulang kali sampai setidaknya sepuluh atau sebelas kali.
Saat harimau itu mengeluarkan gas terakhir dari dalam tubuhnya, perut yang semula sangat besar seperti gajah kembali mengempis ke bentuk aslinya dan terlihat sekali wajah si harimau terlihat lega dan sangat puas.
Berbeda dengan harimau putih itu yang merasa sangat lega dan juga puas karena telah mengeluarkan racun kanut itu menjadi gas atau kentut, situasi yang dihadapi clone Suja dan musuhnya sangat memprihatinkan.
Clone Suja dan musuhnya meskipun sudah dengan sigap menutup hidung mereka tapi bau yang sangat luar biasa sekali tetap saja masih mereka cium, clone Suja yang sudah tidak tahan segera membentuk perisai Mana dan berhasil keluar dari situasi absurd dan aneh itu sementara musuhnya juga membuat pelindung tapi dari Qi namun tetap saja dia masih bisa mencium bau kecut dan bau busuk lainnya yang menusuk hidungnya.
.
.
.
.