
"""XI'ER! Selamat untukmu sudah menjadi Cultivator Forging Qi tingkat 1!!!!""".
"""Tuan muda! Selamat karena telah menembus Forging Qi tingkat 1!!!!!""".
Ibu Suri, Kaisar Xiao Chen, Permaisuri Li Ning, Tang Yue, Tang Nie, kakek Luyi, paman Luye, Tang Lu Yue, dan semua orang yang menjadi bawahan Suja memberikan ucapan selamat setelah Suja menjadi cultivator secara resmi.
Ibu Suri, Tang Yue, Tang Nie, dan Kaisar Xiao Chen mengadakan pesta privat yang besar dan mewah untuk merayakan keberhasilan Suja menjadi cultivator dan pesta itu dihadiri beberapa orang menteri dan anggota Pasukan Darah Besi yang membawa keluarga termasuk putra dan putri mereka.
Mereka memberikan berbagai macam hadiah, ada yang memberikan Spirit Tool Earth Low-tier, Spirit Tool Mortal Top-tier, Spirit Stone berjumlah ratusan, dan berbagai macam makanan manis lainnya untuk merayakan keberhasilan Suja.
Suja hanya bisa tersenyum dan menampakkan ekspresi yang penuh kepalsuan, dia sungguh membenci pesta-pesta seperti ini karena hanya membuang-buang uang saja bahkan saat di kehidupan pertamanyapun dia tidak pernah mengadakan sebuah pesta atau menghadiri pesta jika tidak karena terpaksa.
"Tuan muda Xi, selamat atas keberhasilanmu menerobos tingkat 1" Seorang menteri dari keluarga cabang klan Tang yang berhasil selamat saat pembantaian itu bersama dengan keluarganya dan juga dua kepala keluarga cabang klan lainnya juga hadir di sana.
"Terima kasih paman, semoga paman menikmati pesta ini".
"Tentu, oh iya perkenalkan ini adikmu. Namanya Tang Xia, umurnya baru 6 tahun dan paman sangat berharap sekali kamu mau membimbingnya nanti saat kamu berhasil memasuki Foundation Realm".
Bocah laki-laki yang datang dengan pamannya itu memberikan salam dengan tingkah lucunya, Suja yang sudah merasa bosan akhirnya tersenyum dan memiliki teman bermain sembari menunggu pesta itu selesai.
Satu jam setelahnya pesta akhirnya selesai, semua tamu sudah kembali dan menyisakan keluarga ini dari sisa klan Xiao dan klan Tang dengan tambahan beberapa kepala keluarga cabang klan Tang yang berhasil selamat dan satu kepala keluarga klan Xiao yang juga berhasil menyelamatkan diri.
Mereka semua saat ini tengah menunggu Suja yang beberapa saat yang lalu mengatakan akan melakukan perjalanan untuk menambah pengalamannya tentang dunia dan kehidupan para cultivator, Tang Yue dan bibi-bibinya keberatan tentang itu sehingga mengumpulkan semua keluarga agar membantu mereka untuk menahan Suja di Istana setidaknya dua tahun ke depan.
Beberapa saat kemudian Suja datang ke ruangan tempat keluarganya menunggu, dia tidak datang sendiri melainkan datang bersama dengan Cing Cia yang digandengnya dan juga Suqian bersama tiga orang jagoan Nascent Soul pengawal Suja.
"Salam semuanya, maaf kalau kami terlambat" Suja dengan santai duduk di salah satu kursi lalu menarik tubuh mungil nan menggoda milik Cing Cia dan mendudukkannya di pangkuannya membuat Cing Cia merona dan gugup karena ditatap tajam oleh nyonya Yue ibunda dari tuan mudanya.
"Ibunda, kenapa ibunda menatap Cia'er seperti itu? Jangan membuatnya tidak nyaman" Tang Yue kesal mendengar putranya membela seorang perempuan tua yang dia anggap merebut putranya darinya.
"Tapi Xi'er, dia itu terlalu tua untukmu. Umurnya saja ratusan tahun sama seperti ibu, kenapa kamu malah tertarik dengan orang berumur seperti dia?" Suja terkekeh saat mendengar itu dan melihat Cing Cia yang berusaha menutupi kekesalannya mendengar dirinya dianggap terlalu tua untuk anak 10 tahun yang memang kenyataannya seperti itu.
"Ibu, bukankah ibu sudah tahu bagaimana masa laluku? Oleh karena itu ibu harus mengerti apapun yang kulakukan, aku tidak akan melakukan sesuatu yang tidak menguntungkan untukku.
Lagi pula, aku tidak pernah mempermasalahkan umur. Jika aku menyukai seorang gadis atau wanita walaupun umurnya ratusan bahkan ribuan tahun dariku itu tidak apa-apa bagiku, yang penting dia tidak terikat dengan orang lain. Jadi ibu, ibu harus membiasakan diri menerima Cia'er sebagai salah satu menantu ibu karena dia akan menjadi selirku suatu hari nanti heheheee".
Tang Nie, Ibu Suri, kakek Luyi, paman Luye, dan beberapa orang di sana menggelengkan kepala sedangkan Tang Yue sudah kesal dan jika saja dia tidak mengingat semua yang diceritakan oleh putranya itu dia pastinya akan membunuh Cing Cia saat itu juga.
"Ya sudah, Yue'er kamu biarkan saja apa yang diinginkan Xi'er yang penting dia bahagia. Sekarang mari kita membahas permasalahan utama".
Ibu Suri menengahi perbedaan pendapat yang konyol antara sepasang ibu dan anak itu, Tang Yue hanya mendengus mendengar perkataan sang kakak ipar.
"Jadi bibi, kenapa kalian ingin menemuiku".
"Xi'er, ini tentang keinginanmu untuk berkelana di dunia luar".
Suja bingung dengan perkataan Ibu Suri, memangnya apa yang salah dengan permintaannya itu?.
"Memangnya ada apa bibi? Apakah ada sesuatu yang membuat kalian tidak nyaman?".
Ibu Suri menatap Tang Yue, merasa ditatap Tang Yue akhirnya buka suara.
"Xi'er, apakah kamu benar-benar mau pergi? Kenapa kamu tidak tinggal saja dan berkelana saat sudah memasuki Foundation Realm? Apakah kamu tega meninggalkan ibu sendirian di sini? Membiarkan ibu terus saja mengkhawatirkan keselamatanmu di luar sana?".
Jiwa sebagai seorang ibu membuat Tang Yue mencoba menahan keinginan putranya untuk meninggalkannya, dia tidak ingin suatu saat nanti mendapatkan kabar putranya kenapa-kenapa di luar sana meskipun dia mengetahui putranya memiliki takdir yang sangat besar karena mencakup keseluruhan Benua Bintang Timur tempat mereka tinggal saat ini.
"Ibu, bibi, dan semuanya, aku tahu kalian mungkin kecewa dan berniat menahan kepergianku. Tapi aku ingin berkelana untuk menambah pengalamanku, di dunia ini dan dikehidupanku ini aku hanya tinggal selama 10 tahun dan itupun kebanyakan aku hanya berada di kediaman.
Di kehidupanku dulunya aku adalah orang yang bebas namun memiliki prinsip yang kuat, selama hidupku aku akan selalu mencari pengalaman dan pengetahuan hingga ajalku menjemput.
Itu adalah prinsip yang kupegang di kehidupanku sebelumnya selama menjadi seorang penjaga kepala negara atau pemimpin sebuah negara demokrasi atau mirip dengan kerajaan dalam beberapa hal, namun aku tidak pernah lepas dari keinginan mencari pengalaman dan ilmu pengetahuan yang membuatku menjadi begitu berwawasan.
Di dunia ini, aku adalah sosok manusia yang akan menjadi salah satu orang besar dan dan berpengaruh di Benua ini jika aku berhasil menjalankan semua misi dan takdirku.
Bukankah ibunda dan bibi juga sudah tahu bagaimana kisah masa laluku? Aku ingin keluar dari tempat ternyamanku saat ini, aku ingin mencari banyak pengalaman dan pengetahuan agar aku bisa menjadi seseorang yang memiliki wawasan luas nantinya dan mampu memimpin klan Xi yang baru saja kubangun ini dengan baik.
Ibu, aku ingin ibu memberikanku restu untuk pergi berkelana. Aku ingin melihat dunia yang luas ini, aku ingin mencari banyak tempat dan juga membuat prestasi yang membuat ibu bangga denganku nantinya, apakah ibu mau memberikan restu untukku?".
Tang Yue resah mendengar itu, dia tahu semua yang dikatakan putranya adalah kebenaran. Tapi dia tidak bisa merelakan putra semata wayangnya pergi meninggalkannya, putra satu-satunya yang mengingatkannya akan suami tercinta yang telah meninggalkan mereka lebih dulu.
"Yue'er, apa yang dikatakan Xi'er benar. Lagi pula kalau kamu merindukan bocah ini, kamu bisa mencarinya. Selain itu dia juga dijaga banyak cultivator hebat, belum lagi dengan penjaga bayangan yang kuberikan pastinya akan menjaga bocah ini dengan baik. Bukankah begitu?".
Suqian, Cing Cia, dan tiga orang lainnya mengangguk pelan begitu juga tiga bersaudara yang diberikan oleh Ibu Suri yang sekarang menjadi pengawal bayangan Suja.
"Meimei, apa yang dikatakan Jiejie benar. Lagi pula kita bisa memantau di mana saja dia berada, bukankah kita memiliki alat aneh yang luar biasa milik Xi'er? Dengan itu kita bisa memantau keadaannya, belum lagi dengan batu jiwa yang kita miliki jadi kamu jangan terlalu mengekang Xi'er.
Lebih baik kamu mendoakan keselamatannya, dia adalah satu-satunya harapan kita untuk membangun kembali kedua klan kita seperti semula jadi berikanlah dia kesempatan untuk membuktikan dirinya kepada kita".
Setelah diberikan pengertian oleh Ibu Suri, Tang Nie, Kaisar Xiao Chen, dan beberapa kepala keluarga cabang klan Xiao dan klan Tang akhirnya Tang Yue memberikan restunya.
Suja tersenyum sembari menatap ibunya, dia benar-benar bahagia karena diberikan kesempatan untuk merasakan lagi kehangatan seorang ibu.
Dia berharap agar ibunya bisa tetap hidup bahkan mampu menembus ranah Deva Realm segingga bisa melihat bagaimana masa depannya nanti, Suja bangkit dari kursinya mendekati Tang Yue lalu bersujud dan mencium kaki sang ibu tiga kali untuk menunjukkan kasih sayangnya dan harapannya agar ibunya bisa panjang umur dan menggendong cucunya nanti.
Tang Yue sungguh tersentuh melihat apa yang dilakukan oleh putranya, dia memeluk tubuh tinggi nan gagah sang putra yang tengah bersujud mencium kakinya dan mengucapkan semua harapan yang dimiliki oleh sang putra.
Semua yang melihat keharmonisan kedua pasangan ibu dan anak itu merasa terharu dan ikut mendoakan mereka, Cing Cia bahkan bertekad akan segera memberikan cucu untuk sang calon ibu mertua.
Malam itu mereka kembali mengadakan pesta kecil untuk melepas kepergian Suja, semua keluarga, bawahan, dan kenalannya memberikannya berbagai doa dan harapan agar dia selalu sehat saat berkelana di luar sana.
.
.
.
.
.
.
.
.