My Journey to Immortality

My Journey to Immortality
Ch 58 - Lelang.



Siang sudah datang dan Suja yang diikuti (dibuntuti) oleh Liuyun sudah sampai di depan gedung Persatuan Alchemist, bisa mereka lihat kalau banyak sekali peserta lelang yang antusias menunggu lelang dimulai.


"Ayo masuk".


"Hmm".


Suja berjalan menuju pintu masuk gedung yang masih tertutup rapat dan juga dijaga lima orang penjaga, bisa terlihat kelima orang itu telah mencapai ranah Core Formation dengan dua diantaranya berada di tingkat Peak-stage yang mana sudah menandakan barang-barang yang akan dilelang adalah barang yang sangat berharga.


"Maaf tuan muda, dan juga senior Teratai Api. Tapi junior ini memohon pada senior dan tuan muda untuk menunggu sejenak, penyelenggara masih mempersiapkan tempat di dalam" seorang penjaga menghadang mereka dan berkata dengan sopan, Suja yang dihalangi sedikit terusik dan mengeluarkan plakat yang diberikan ketua Baiyi padanya.


"Ini plakat yang diberikan ketua Baiyi padaku kemarin, tadi pagi dia juga mengirimkan seseorang yang menyampaikan pesan yang isinya mengatakan aku bisa langsung masuk ke ruang VIP 1. Kalau kalian tidak percaya, silahkan tanyakan sendiri padanya tapi aku tidak mau menunggu di luar dengan cuaca sepanas ini!" Kelima penjaga itu saling memandang sejenak sebelum salah satunya mempersilahkan Suja dan Liuyun masuk kemudian mencari atasannya.


Suja sendiri masih tetap terkagum-kagum dengan interior gedung itu meskipun dia sudah melihatnya kemarin, selain dia Liuyun juga sebenarnya terlihat sangat kagum dan beberapa kali berhenti saat melihat barang-barang yang menurutnya cantik.


"Kalau kamu mau sesuatu ambil saja nanti kubayar, kalau di sini tidak ada yang kamu mau nanti kita cari toko souvenir".


"Benarkah!?".


Suja terkejut melihat antusiasme Liuyun sehingga dia hanya bisa mengangguk pelan, sepanjang perjalanan dia hanya menatap wajah berseri Liuyun yang terlihat begitu cantik dan manis bahkan dia sampai menghiraukan pertanyaan pelayan yang mengantar mereka ke ruangan mereka.


"Tuan muda dan juga senior, ini ruangannya" Suja mengangguk pelan lalu menarik Liuyun memasuki ruangan.


Dari ruangan mereka yang berada di lantai atas mereka bisa melihat panggung dengan sangat jelas, setiap ruangan VIP sendiri dibuat seperti ruangan mewah di mana ada banyak barang menghiasinya dan sekat antara satu ruang VIP juga cukup tebal meskipun masih bisa dilewati gelombang suara dari ruangan sebelahnya dan terdapat dinding kaca yang membatasi ruangan dengan panggung acara.


"Hmm, mereka cukup sibuk".


"Yah namanya juga pelelangan".


Suja dan Liuyun menikmati makanan ringan yang disediakan sembari menunggu lelang yang akan dimulai beberapa saat lagi, di lantai bawah para peserta lelang sudah mengisi banyak kursi dan mereka juga bisa melihat ada beberapa orang perwakilan sekte menengah yang duduk di sana.


Di ruangan VIP 5 serombongan orang dengan jubah bergambar satu pedang panjang duduk menunggu lelang dimulai, mereka adalah rombongan dari Sekte Pedang Tunggal yang mengirimkan orang untuk mencari harta berharga atau sumberdaya di manapun mereka bisa mendapatkan sumber daya.


"Senior Guihu apakah kita bisa mendapat senjata yang kuat di pelelangan ini? Kenapa kita tidak ke Asosiasi Batik Biru di kota sebelah saja? Bukankah kota itu berada di Kekaisaran Han dan juga di sana ada cabang Asosiasi kan?" Seorang murid perempuan terlihat bertanya pada pria muda di dekatnya.


"Adik Bing kamu tenang saja, kita akan kesana nanti tapi kita lihat dulu lelang di tempat ini. Siapa yang tahu kita mendapatkan keberuntungan dan bisa melihat barang berharga di sini kan? Lagian juga jarak dari kota ini ke sana juga cukup jauh, kita harus terbang tiga hari untuk sampai dan bisa sampai sepuluh hari jika berjalan.


Kamu tenang saja, kita lihat dulu apakah kita bisa mendapatkan senjata dan sumber daya di sini. Jika tidak maka kita akan ke kota Lingko, lagian kamu ini kenapa sih tidak suka sekali kalau kita sering istirahat?


Lihat yang lain, mereka juga butuh hiburan setelah lima hari penuh kita berada dalam perjalanan ke sini" Gadis yang dipanggil Bing itu menatap sekitar dan mendapati lima kakak seperguruannya yang mengangguk setuju.


"Itu benar adik Bing, kita setidaknya istirahat dulu di sini barang sehari. Kalau kita tidak mendapatkan harta berharga atau sumber daya di sini, maka kita lanjutkan perjalanan ke kota Lingko".


Melihat tidak ada yang mendukung keinginannya membuat gadis Bing itu menyerah dan duduk dengan nyaman menunggu lelang dimulai, para kakak seperguruannya menatapnya dengan senyuman dan menikmati makanan ringan mereka.


"Kira-kira barang apa yang akan keluar nanti ya?".


"Kalian tenang saja, kudengar dari ketua Baiyi akan ada senjata langka yang akan dilelang nanti".


"Benarkah!?".


"Tentu saja, ketua Baiyi tidak akan berani berbohong pada ayahku hehehe".


Suja hanya mendengarkan semua percakapan-percakapan peserta lelang lainnya menggunakan indra pendengaran yang sudah tajam, sementara itu Liuyun malah terlihat asik sendiri dengan dunianya.


"Tes tes tes, selamat siang para peserta lelang sekalian. Selamat datang di acara lelang Persatuan Alchemist yang diadakan hari ini, persiapkan diri kalian karena akan ada banyak pil berkualitas baik yang dilelang dan ada juga beberapa barang utama yang tentunya akan membuat banyak undangan di ruang VIP memperebutkannya".


Suara seseorang dari panggung menyita perhatian mereka, para peserta baik yang ada di kursi biasa maupun di kursi VIP bisa mendengar perkataannya.


"Benarkah? Apakah ada senjata tingkat tinggi juga?" Tanya salah satu peserta lelang.


"Benar, di akhir lelang nanti akan ada sepuluh barang utama yang merupakan barang berharga ratusan ribu Spirit Stone. Jadi persiapkan diri kalian karena kita akan segera memulai lelang sesi pertama ini".


Setelah orang itu turun dari panggung ketua Baiyi terlihat naik dan memperkenalkan diri.


"Selamat siang dan selamat datang senior sekalian, siang ini acara lelang Persatuan Alchemist akan melakukan lelang dalam dua sesi dan untuk sesi pertama akan dibawakan langsung oleh saya.


Sebelum itu saya ingin mengucapkan selamat datang pada dua senior yang duduk di ruangan VIP 1, mohon terima hormat orang tua ini senior sekalian".


Para peserta lelang yang sudah sering atau pernah mengikuti lelang yang dibawakan ketua Baiyi menoleh pada ruangan VIP 1, mereka merasa heran karena jarang sekali ketua Baiyi yang diketahui memiliki ego tinggi mau menunduk dalam pada orang yang berada di ruang VIP 1 itu.


Bisik-bisik terdengar di antara para peserta yang membicarakan orang yang berada di ruang VIP 1, perkataan dan penghormatan ketua Baiyi secara tidak langsung menegaskan pada mereka agar tidak menyinggung mereka yang berada di ruang VIP 1.


Siapapun yang bisa membuatnya menunduk seperti itu bisa ditebak memiliki latar belakang yang kuat dan berkuasa, jika pun tidak memiliki latar belakang kuat maka pastinya orang itu memiliki kekuatan yang tidak bisa mereka singgung seenaknya.


"Bangunlah ketua Baiyi, kuterima hormatmu".


Suara itu mengejutkan para peserta yang kebanyakan jagoan Core Formation dan Nascent Soul, mereka bisa menebak bahwa orang yang menjawab itu masihlah sangat muda karena suaranya terdengar begitu berwibawa dan juga terasa memiliki aura kebangsawanan yang pekat.


.


.


.


..


An : Sekedar pemberitahuan, untuk up selanjutnya mungkin akan sedikit lama karena saya keekurangan inspirasi jadi mau nyari wangsit dulu biar bisa up lebih banyak .