My Journey to Immortality

My Journey to Immortality
Ch 27 - Membungkam Keluarga Lu.



"Seni Tongkat Kawah Candradimuka! Tongkat Penghancur Tanah!".


Teknik yang digunakan Suja menggunakan banyak sekali mana, hampir setengah dari keseluruhan mana yang dia miliki terkuras untuk melakukan satu teknik saja,


Sebuah energi biru melesat saat Suja mengayunkan tongkatnya ke tanah, energi dari tongkat itu melesat cepat menuju Lu Cai.


Lu Cai dengan sombongnya berdiri tegak meremehkan aura tongkat itu, senyum sombongnya hilang saat aura tongkat berwarna biru itu menghantam tubuhnya sampai terlempar beberapa meter.


Wu Dao, Suqian dan yang lain, serta gerombolan keluarga Lu tercengang saat mereka melihat Lu Cai terlempar jauh dan memuntahkan seteguk darah.


Aura tongkat yang menghantam Lu Cai menghilang menyisakan energi yang menyesakkan bagi ayah Lu Cai dan pengikutnya, sementara Wu Dao memperhatikan dengan serius saat energi itu menghilang.


Satu hal yang menarik perhatian Wu Dao, energi tongkat berwarna biru itu akan menyisakan beberapa fluktuasi energi Qi di sekitarnya saat energi itu menghilang. Qi yang terfluktuasi karena tabrakan dengan energi yang berasal dari mana akan menyerap sisa mana tersebut, hal itu mengakibatkan energi Qi yang ada di sekitar akan bertambah sedikit lebih banyak dan pekat.


Suqian mengamati pertarungan Suja dengan teliti, dia juga menyadari apa yang perhatikan oleh Wu Dao sejak energi tongkat dari serangan tuan mudanya menghilang.


Sementara itu, Lu Cai sudah berhasil memulihkan kondisinya menggunakan Life Pill.


"Kau! Jika kau seorang lelaki, maka mari bertarung tangan kosong!" Suja mengikuti permintaan Lu Cai, dia membuang tongkat miliknya saat Lu Cai juga melepas pedangnya.


Mereka kemudian saling berhadapan kembali, Lu Cai menggunakan teknik tangan kosong andalannya sementara Suja menggunakan beladiri Pencak Silat Setia Hati Terate.


Merasa heran dengan kuda-kuda asing yang digunakan Suja, Lu Cai maju menyerang dengan pukulan dan tendangan.


Suja dengan hati-hati dan ketenangan luar biasa menyambut pukula dan tendangan Lu Cai, tidak ada satupun luka atau dampak yang dialaminya karena dia mampu menahan bahkan menyerang balik saat Lu Cai bergerak mundur.


"Bamboo Punch!".


Pukulan dengan dialiri Qi digunakan Lu Cai untuk menyerang Suja, Suja yang merasa pukulan itu cukup berbahaya menggunakan Mana untuk membentuk dinding pelindung.


Dinding pelindung yang dibuat oleh Suja tidak terlihat atau transparan, saat pukulan bertenaga Qi itu menabrak dinding pelindungnya ledakan energi terjadi cukup besar.


"HAHAHAHAAA!!!! RASAKAN ITU SIALAN! MATILAH KAU!".


Cing Cia hampir saja menerjang ke tempat di mana Suja berdiri saat ledakan energi terjadi antara pukulan yang disertai Qi melawan dinding pelindung dari Mana terjadi, semua pengawal Suja beserta Wu Dao tampak cemas menanti apa yang akan mereka lihat saat asap  sisa ledakan itu menghilang.


Beberapa saat berlalu, asap yang menghalangi pandangan mereka berkurang dan kemudian menghilang. Cing Cia merasa lega saat melihat Suja masih baik-baik saja meskipun kenyataannya tidak begitu, pukulan itu berhasil merusak pelindung Mana yang dia buat meskipun pada akhirnya tertahan tapi energi Qi yang terasa panas menerpa tubuh Suja membuatnya mengalami luka dalam yang cukup serius karena Qi dan Mana di dalam tubuhnya mengalami gejolak karena efek eksternal.


Wu Dao berkerut saat melihat kondisi tubuh Suja, tampilan luarnya memang tidak memiliki sesuatu yang berbeda tapi dia dapat merasakan adanya fluktuasi energi di dalam tubuh Suja.


Salah satu keahlian yang dia dapatkan saat mempelajari dan menggunakan manual Light Heaven Thunder adalah seni mata cahaya, seni mata cahaya ini memungkinkan pemiliknya melihat kondisi tubuh seseorang bagian dalam.


Dalam penglihatan Wu Dao, Dantian milik Suja terbungkus energi asing yang terasa nyaman dilihatnya. Fluktuasi energi terjadi saat pukulan yang mengenai pelindung Suja mengakibatkan luka dalam yang cukup serius, energi yang semula membungkus Dantian milik Suja terserap dan menyatu dengan Dantiannya.


Wu Dao melihat bagaimana proses penyatuan itu sampai akhir, saat penyatuan kedua energi itu selesai Dantian Suja berubah warna dari yang semula keemasan menjadi berwarna putih dengan garis-garis emas di sisinya.


Energi yang baru saja menyatu itu kemudian mengalir ke berbagai sisi tubuh Suja, luka dalam yang diakibatkan oleh serangan Lu Cai juga mulai sembuh dan bahkan menambah kekuatan tubuh Suja.


Sementara itu keheningan terjadi di kubu Lu Cai, mereka tidak menyangka akan ada seorang cultivator Forging Qi yang bisa selamat dari serangan seorang cultivator Core Formation.


Lu Cai sendiri tidak bisa tidak mengerutkan dahinya, serangan yang dia lancarkan barusan adalah serangan terkuat yang dia miliki. Serangan itu menggunakan 75% Qi miliknya, namun saat melihat lawannya masih baik-baik saja membuatnya tampak kesal dan mulai melancarkan serangan lainnya.


"Kau tangguh juga! Kuduga kau memiliki Spirit Tool tingkat menengah atau tinggi, jika begitu aku akan merampas semua hartamu setelah membunuhmu! Terima ini!".


Sebuah serangan berupa pukulan lainnya kembali menerjang Suja, pukulan itu tidak seperti sebelumnya karena Qi yang dimiliki oleh Lu Cai sudah hampir habis dan pukulannya itu hanya menggunakan 15% energinya.


Suja menyambut pukulan itu dengan tenang dan menepisnya, sebuah keuntungan baginya karena selain dia memiliki mana untuk menghalau serangan sebelumnya dia juga telah melatih tubuh fisiknya menggunakan metode pelatihan perwira militer yang dia pelajari saat di Bumi.


Adu pukul dan tendangan mereka lancarkan dengan niat menghabisi lawan masing-masing, selama beberapa waktu terlihat jelas Suja lebih unggul dari pada Lu Cai.


Selain karena dia memiliki banyak pengalaman bertarung tangan kosong di kehidupan sebelumnya, dia juga menguasai banyak ragam seni pencak silat terutama salah satu aliran seni pencak silat yang mengutamakan tenaga dalam untuk memperkuat tubuh fisik yaitu Seni Pencak Silat Merpati Putih.


Merasa serangannya tidak ada yang mengenai lawan, Lu Cai mundur beberapa langkah dan mengkonsumsi sebuah pil.


Suja mengetahui pil apa yang dikonsumsi oleh Lu Cai, pill itu tidak lain adalah Qi Reovery Pill yang berguna untuk mengisi kembali Qi dengan bantuan pil.


Setelah merasa Qi miliknya terisi cukup banyak, Lu Cai kembali menyerang Suja namun kali ini dia kembali menggunakan pedang yang awalnya dia buang di tanah lapang.


Suja tidak bergeming meskipun lawannya menggunakan senjata, dengan teknik kuda-kuda dan pernafasan yang dia kuasai dia menyambut dan menangkap bilah pedang yang dalam posisi menebas vertikal.


Saat bilah tajam pedang Lu Cai berhasil dia tangkap, Suja mengalirkan Mana miliknya ke jari tangan yang menjepit sisi tajam pedang itu dan menekannya dengan kuat.


KRETAK!


KRETAK! 


KRAK!


Suara retakan terdengar, Lu Cai melotot saat melihat bilah pedangnya retak dan hancur berkeping-keping.


"K...kau..!!!! Beraninya kau mematahkan pedangku!" Suja heran dengan tingkah Lu Cai, kalau dia tidak mematahkan pedangnya maka pedang itu akan melukainya meskipun tidak mampu untuk sampai membunuhnya.


"Kau bodoh ya? Kalau aku tidak melawan aku bisa terluka, jangan kira aku akan diam saja" Lu Cai sudah tidak tahan dengan ejekan Suja dan kembali menyerang menggunakan kepalan tangannya.


Suja menangkis pukulan itu lalu melakukan gerakan bantingan, Lu Cai mengerang kesakitan saat punggungnya menghantam tanah dengan keras membuat tulang punggungnya sedikit bergeser.


Suja tidak berniat memberikan ampun pada orang yang telah menghina Kekaisaran yang telah di dirikan dengan susah payah oleh leluhurnya, dengan tangan berlapiskan Mana dan sedikit energi Qi dia menghantam tubuh Lu Cai tepat di mana Dantian milik Lu Cai berada.


KHHOOOOKKKK…..!!!!!


Lu Cai tidak bisa tidak mengerang kesakitan, dia merasakan pukulan Suja tidak hanya memberikannya luka dalam tapi juga menghancurkan Dantiannya.


Dengan hancurnya Dantian miliknya, Lu Cai sudah bukan lagi seorang cultivator melainkan manusia biasa yang sudah cacat karena selain hancurnya Dantiannya energi Qi miliknya yang tersisa setelah menelan Qi Recovery Pill menyebar dan membuat meridian, Spirit Root, dan beberapa tulangnya retak yang akan membuatnya mengalami kelumpuhan.


Dengan hancurnya Dantian milik anaknya, Lu Yan ayah dari Lu Cai tidak bisa lagi menahan diri. Dia melancarkan serangan kuat yang diarahkan kepada Suja, Suqian dan empat orang lainnya segera maju dan menghancurkan serangan energi yang dilepaskan Lu Yan.


Sepuluh Cultivator pengikut Lu Yan juga mulai menyerang bersama para cultivator Core Formation lainnya, Suqian, Cing Cia, dan tiga orang lainnya masing-masing menghadapi dua cultivator yang berada di alam yang sama dengan mereka.


Sementara sepuluh cultivator pengawal Suja melawan belasan cultivator yang setara dengan mereka, Wu Dao juga ikut membantu dengan menyerang empat orang cultivator Foundation Realm yang sebelumnya menghina Suja walaupun tampak kesusahan karena lawannya memiliki tingkat praktik yang lebih tinggi darinya.


.


.


.


.


.


.


,


.


!


.