My Journey to Immortality

My Journey to Immortality
Ch 90 - Melihat asa Depan V ( Nasib Tang Yue). . . . . .



Iblis yang terkena berbagai serangan dari jurus-jurus tingkat tinggi milik para jagoan Asosiasi menampakkan wajah marahnya, pakaiannya telah sobek di sana-sini ditambah ada yang juga terbakar, jika diperhatikan mungkin kalian akan menganggapnya sebagai seorang gelandangan yang terkena musibah.


"Berani sekali kalian merusak jubah kebanggaanku….!!! Matilah kalian semut-semut tahap rendah….!!!".


Iblis itu mengangkat satu jari telunjuknya yang terlihat keriput dan kuku yang cukup panjang, sebuah energi kegelapan dengan aura mengerikan terbentuk membentuk bola energi di ujung telunjuk si iblis, saat bola energi itu sudah sebesar sebuah kelereng iblis itu melepasnya.


((((


Seolah memiliki kesadaran sendiri bola energi kecil yang tercipta dari energi kegelapan melesat mendekati kerumunan seratus jagoan Asosiasi, para jagoan Asosiasi bersiap dengan tubuh bergetar saat merasakan aura mengerikan yang merembes dari bola energi itu.


DUUUAAAAAAARRRRRR…….!!!!!!!!!.


Sebuah ledakan yang cukup besar mengguncang Istana Kekaisaran Han yang sudah cukup hancur, ledakan itu membuat kondisi Istana semakin hancur bahkan seperenam wilayah Istana sudah rata dengan tanah.


Saat debu-debu yang menyebar menghalangi pandangan mata sudah menipis, bisa terlihat tidak ada satupun jagoan Asosiasi yang terlihat, dengan kata lain mereka telah lenyap karena ledakan yang dihasilkan bola energi yang dilepaskan iblis yang menyerang mereka.


"Rasakan akibatnya semut-semut sialan…..!!!!!".


Setelah melenyapkan semua jagoan Asosiasi, dia melesat mengejar rombongan keluarga Kekaisaran yang telah berada cukup jauh dengannya, meskipun jarak mereka telah terpaut 5000 meter sekalipun tapi iblis itu bisa menemukan mereka dengan kekuatan spiritualnya, hanya dalam waktu kurang dari satu menit dia sudah berhasil menghadang rombongan keluarga Kekaisaran.


"Ti-tidak mungkin….!!!! Bagaimana bisa dia mengetahui keberadaan kita…!!!???".


Semua jagoan Asosiasi yang mengawal keluarga Kaisar bergetar saat melihat iblis yang menghadang jalan mereka, melihat iblis itu berdiri di hadapan mereka membuat mereka menyadari apa yang telah terjadi pada mereka yang mengulur waktu sebelumnya.


Tanpa membuang waktu lebih lama para jagoan Asosiasi menyerang musuh mereka dengan berbagai serangan sihir, satu-persatu serangan yang dilepaskan melesat menuju musuh mereka yang masih berdiri tegak.


"Hemph….!!!! Dengan serangan selemah ini masih saja mencoba melawanku…!!!??? Bermimpilah di neraka…!!!".


Serangan-serangan sihir yang melesat dengan cepat terlihat bagaikan sebuah kerikil yang terbang sangat lambat di mata si iblis, hanya dengan sekali lambaian tangan semua serangan itu lenyap tanpa tersisa, para jagoan yang melihat serangan mereka menghilang hanya bisa terperangah dan mulai pasrah menerima nasib mereka selanjutnya.


"Sekarang giliranku hahhaha….!!!!!!".


Qi dalam jumlah besar menguar dari tubuh si iblis yang mulai terkondensasi menjadi sebuah cermin, dari cermin itu keluar jarum-jarum hitam dengan aura kematian yang sangat pekat, semua yang merasakan aura kematian dari jarum-jarum yang mengincar mereka jatuh lemas tanpa bisa menghindar, jarum-jarum itu menusuk kepala, leher, jantung, dan juga perut para jagoan Asosiasi.


Hanya dalam waktu sesingkat itu semua pria yang menjaga keluarga Kaisar termasuk Kaisar Xiao Chen sendiri terjatuh ke tanah, mereka semua jatuh dalam keadaan tidak bernyawa dan tubuh yang berubah menjadi hitam dan mengeluarkan bau tak sedap.


Para perempuan yang tersisa menatap jasad pengawal mereka dengan tatapan sedih dan putus asa, Permaisuri Kekaisaran Han pingsan saat melihat Kaisar Xiao Chen mati mengenaskan di depannya, sementara itu iblis yang melihat jasad-jasad orang-orang Asosiasi menampilkan senyum lebarnya yang mengerikan.


"Hahahaa…..!!!!! Sekarang para semut sudah dibasmi…!!! Saatnya menikmati tubuh kalian, para mainanku hahhaha…..!!!!!".


Tang Yue dan semua keluarganya yang tersisa hanya bisa meratapi nasib mereka saat ini, melihat keluarga dan pengawal mereka mati di depan mereka saja sudah begitu membuat mereka kehilangan semangat hidup, saat mendengar mereka akan dijadikan mainan mereka hanya bisa meratap dan berusaha menolak nasib mereka.


Iblis itu membelah dirinya menjadi sepuluh orang, dia hanya tersenyum menjijikkan sembari menjilat bibirnya melihat sepuluh perempuan bertubuh molek dan indah di depannya.


"Mari kita bermain, para mainanku tercinta….!!!".


Tang Yue dan yang lainnya berusaha melarikan diri saat melihat sepuluh iblis berwajah sama mendekati mereka, namun mereka tidak bisa bergerak karena tertekan aura yang dikeluarkan si iblis untuk menahan pergerakan mainannya.


"Tidak…..!!!! Lepaskan aku…..!!! Lepaskan…..!!!".


Tang Yue meronta sekuat tenaga namun rontaannya malah membuat iblis di depannya menyeringai karena semakin menikmati aktivitasnya, dari punggung si iblis terlihat sepuluh tentakel-tentakel yang sangat panjang dan berbentuk lonjong.


"Aaaahhhhh……!!!! Tidak lepaskan….!!! Lepaskan benda ini dari tubuhku…..!!! Lepaskan……!!!!!".


Nyatanya semakin kuat dan semakin lama Tang Yue meronta, iblis yang tengah melecehkannya semakin tersenyum senang sambil menggosokkan telapak tangan kanannya ke arah ******** Tang Yue, Tang Yue yang mendapatkan serangan seksual dari berbagai sisi semakin meronta namun pada akhirnya kehilangan tenaga karena meronta terlalu lama.


Melihat mainannya telah berhenti meronta membuat senyum si iblis semakin melebar bahkan sudah mengeluarkan tawa senangnya, Tang Yue hanya bisa pasrah saat salah satu tentakel dari empat tentakel lainnya mengecilkan diri menjadi seukuran kelereng dan kemudian mendekati area paling sensitif miliknya, saat tentakel itu akan menusuk *********** Tang Yue meronta membuat tentakel itu mengarah ke anusnya.


"TIIIIDAAAAAAKKKKKK…….!!!!!".


Tang Yue kembali menggeliat saat merasakan anusnya akan dimasuki tentakel itu, namun sekuat apapun dia meronta pada akhirnya dia akhirnya menyerah dan pingsan karena tidak tahan merasakan sakit akibat rusaknya anusnya.


Iblis itu mempermainkan tubuh Tang Yue yang telah pingsan tak berdaya dengan sesuka hatinya, semua lubang yang ada di tubuh Tang Yue yang bisa dimasuki tentakelnya tidak dia lewatkan.


Nasib Tang Yue nyatanya tidak lebih buruk dari nasib yang dialami Ibu Suri Kekaisaran, Tang Nie, bahkan Tang Lu Yue yang masih kecil sekalipun mendapatkan nasib yang sama.


Semua yang terjadi pada mereka merupakan kilasan masa depan yang belum terjadi dan memiliki kemungkinan 50:50 untuk menjadi kenyataan, namun meskipun begitu roh Suja yang menonton semua itu bersama dengan empat sosok misterius itu memberikan ekspresi yang berbeda.


Jika keempat sosok itu menunjukkan senyum puasnya, maka roh Suja menampilkan wajah sedih, marah, kecewa, dan semua perasaan negatif lainnya.


Rasa kecewa adalah yang paling besar dia rasakan, dia sadar dirinya lemah namun dia tidak menyangka bahwa selama kehidupan keduanya dia begitu bodoh, dia telah menyia-nyiakan banyak sekali waktunya untuk hal yang malah membuatnya tidak bisa meningkatkan praktiknya, meskipun dia tahu semua yang dia lihat hanyalah kilasan masa depan yang belum tentu akan terjadi tapi rasa kecewa pada dirinya sendiri membuatnya merasa putus asa.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.((((()!!(