My Journey to Immortality

My Journey to Immortality
Ch 39 - Forging Qi tingkat 500.



Energi Qi yang menguar dari jasad Cruelest Immortal serta hewan kontraknya dan menyebar di udara benar-benar tebal dan pekat, hanya dalam beberapa jam saja kepekatan energi Qi di dalam ruang dimensi itu menjadi belasan kali lipat lebih pekat dari sebelumnya.


Empat Dao Beast yang menyerap Qi dari empat jasad makhluk yang serupa dengan mereka itu benar-benar merasa mereka berada di lautan Qi spiritual, Suja sendiri dapat merasakan melalui ikatan jiwa mereka tingkatan ranah kultivasi yang dimiliki empat Dao Beastnya meningkat pesat meskipun dia tidak tahu mereka berada di ranah apa.


Suja tidak bisa mengetahui tingkatan kultivasi keempat Dao Beast itu karena mereka berasal dari alam semesta dan dunia yang berbeda, sudah tentu sistem kultivasi dunia yang mereka tempati sekarang dengan dunia tempat mereka berasal begitu berbeda jauh.


Suja sendiri sejak tiga jam yang lalu menyerap semua Qi yang menguar dari jasad Cruelest Immortal, hanya dalam tiga jam saja dia berkultivasi menggunakan Manual yang diberikan oleh Cruelest Immortal dia sudah mencapai tingkat 15 untuk semua Spirit Root dan juga Dantiannya.


Saat Dantiannya sudah terisi Qi sampai tingkat 15, sebuah dinding transparan menghalanginya untuk menerobos ke tingkat selanjutnya begitu pula dengan Spirit Root miliknya.


Karena merasa dinding penghalang itu sedikit tebal, Suja melakukan gerakan mantra tangan dari pengetahuan yang diberikan oleh Cruelest Immortal. Sebuah cahaya putih keluar dari mantra tangan yang telah selesai dibuat dan langsung memasuki Dantiannya, saat cahaya itu memasuki Dantian yang sudah penuh dinding penghalang itu mengalami keretakan.


KREK!


KREK!


KREK!


KREK!


KREK!


KRAK!


DUUAARRRR….!!!


Beberapa ratakan besar membuat dinding penghalang itu hancur, Dantian Suja juga mengalami kenaikan tingkat dengan luas ruang Dantiannya yang semakin bertambah membuat Qi yang tersebar kembali tersedot masuk dengan derasnya.


Spirit Rootnya juga mulai menerobos penghalangnya, satu persatu Spirit Rootnya mulai menerobos dimulai dari elemen Cahaya, Kegelapan, Api, Air, dan seterusnya diakhiri dengan Spirit Root elemen Logam.


Spirit Root miliknya terdiri dari sebelas Spirit Root elemen tunggal yaitu elemen Cahaya, Kegelapan, Api, Air, Kayu, Tanah, dan Angin untuk elemen utama, elemen Logam, elemen Racun, es, dan elemen ruang  sebagai elemen tambahan.


Saat semua Spirit Rootnya sudah berhasil mencapai tingkat 18, dinding penghalang kembali menghalangi kenaikannya tapi berhasil ditembus karena dinding penghalang itu lebih tipis dari yang menghalangi mereka di tingkat 15.


Berjam-jam Suja terus menyerap energi Qi itu, Spirit Root dan Dantiannya juga terus mengalami peningkatan kualitas dan kuantitas setiap kali menembus dinding penghalang yang menghalanginya.


Dari tingkat 18, Spirit Rootnya menerobos dan berhasil menghancurkan dinding penghalang di tingkat 22, lalu ditingkat 25, dan sampai berhasil menerobos ke tingkat 50 sebelum terhenti karena dinding penghalang di tingkat 50 ini lebih tebal dari dinding yang menghalangi kenaikannya sebelum-sebelumnya.


Suja berusaha keras untuk menghancurkan energi penghalang yang menghalangi kenaikan praktik Spirit Root nya, entah memang sudah diatur demikian atau bagaimana karena dinding penghalang itu menghalangi kenaikan tingkat praktik semua Spirit Root miliknya sedangkan Dantiannya sudah berada di tingkat 70.


Suja lebih dahulu mengutamakan kenaikan praktik elemen Cahaya miliknya karena itu sangat berguna nantinya, cahaya adalah sesuatu yang sulit untuk diutarakan dengan kata-kata.


Elemen cahaya merupakan musuh alami para Ghost Cultivator yang menggunakan Undead atau Zombie selain elemen petir dan api, persentase kemenangan pemilik elemen cahaya dalam pertempuran melawan Ghost cultivator atau siapapun yang menggunakan roh atau Undead sebagai senjata hampir mencapai 98%.


Selain itu, elemen cahaya juga dapat digunakan sebagai penyembuh dengan menggunakan teknik yang hanya bisa dipakai jika orang itu memiliki Mana dan kebetulan sekali Suja memiliki mana yang menyatu dengan Dantian, Spirit Root, dan semua energi Qi yang tersimpan di Dantian dan Spirit Root miliknya kecuali Spirit Root elemen kegelapan.


Karena dia belum bisa menerobos penghalang itu menggunakan Qi, maka Suja menyatukan Qi dan Mana yang dia miliki kemudian mencoba menerobos kembali penghalang itu.


KRAK!


Dinding penghalang itu retak dan hancur saat Qi yang diperkuat dengan mana menekannya, karena penghalang itu sudah hancur maka Spirit Root elemen cahaya miliknya kembali menyerap Qi dengan cepat dan banyak hingga Spirit Root itu memasuki tingkat 55.


Setelah Spirit Root elemen cahaya kembali menyerap Qi, Suja kembali menggunakan Qi dan Mana untuk menerobos dinding penghalang di sepuluh Spirit Rootnya sekaligus.


KRAK!


KRAK!


KRAK!


KRAK!


KRAK!


KRAK!


KRAK!


KRAK!


KRAK!


KRAK!


Sepuluh kali suara retakan terdengar bersamaan, di mulai dari Spirit Root elemen Api kemudian diikuti sembilan lainnya.


Saat semua Spirit Rootnya mencapai tingkat 300 setelah lima hari kemudian diikuti dengan Dantiannya yang juga mencapai tingkat 300, Suja merasakan tubuhnya mengalami banyak perubahan.


Tubuhnya terasa lebih ringan, bahkan meskipun dia menambah pemberat di tubuhnya sebesar 10.000kg pun masih saja dia merasa mampu untuk melompat setinggi 200 meter tanpa Qi ataupun Mana.


Selain itu, semua kotoran-kotoran yang ada di tubuhnya baik itu kotoran berupa daki dan semua kotoran yang ada di meridian dan tubuhnya secara keseluruhan telah hilang. Rasanya, tubuhnya seperti kapas yang sangat ringan yang sewaktu-waktu bisa saja terbang jika terkena tiupan angin kencang.


Karena takut tubuhnya terbebani dengan kenaikan praktiknya yang sangat gila itu, Suja menambahkan beban pemberat di tubuhnya tepatnya di setiap tangan, kaki, dan juga di kepalanya sebesar 250.000kg.


Penambahan berat beban yang ditanggung kelima titik di tubuhnya itu membuat Suja kembali merasa tubuhnya sangat berat hingga membuatnya merasa untuk melangkah saja sangat sulit sama seperti saat pertama kali dia melakukan latihan fisik dulu saat dia berumur 5 tahun menggunakan pasir baja sebagai pemberat di setiap kaki, tangan, dan kepalanya.


Dia memilih menghentikan kultivasinya di tingkat 325 untuk Dantian, dan 320 untuk setiap Spirit Root dan membiarkan setiap energi yang menguar dari jasad Cruelest Immortal menyebar dan mempertebal energi spiritual yang ada di ruang dimensi pribadinya.


Untuk pertama kalinya setelah lima tahun dia tidak melakukan latihan fisik, Suja kembali melakukan pemanasan seperti Push Up, Sit Up, Scout Jump, Pull Up, dan Lari sebelum melakukan olahraga berat macam mengangkat dan memindahkan batu-batu besar yang ada di ruang dimensinya.


Selain memindahkan batu, Suja juga melakukan latihan berat seperti memindahkan setiap pesawat tempur yang ada di sana dengan cara ditarik ataupun di dorong sebelum mengembalikannya ke tempat semula dengan cara yang sama.


Aktivitas latihan fisik itu dia lakukan selama satu bulan di ruang dimensinya yang setara dengan 24 jam di dunia luar, dia tidak hanya melakukan latihan fisik saja tapi juga menggunakan waktu istirahatnya untuk menggali kembali pengetahuan-pengetahuan pemberian Cruelest Immortal dan sesekali mencoba beberapa sihir yang dia lihat di anime-anime yang dia tonton menggunakan Qin atau gabungan dari Qi dan Mana yang dia beri nama Qin.


Satu bulan kemudian, dia kembali menaikkan tingkat praktik kultivasinya dengan menyerap energi Qi yang masih saja menguar dari jasad Cruelest Immortal meskipun sudah dua bulan lebih dia membiarkannya seperti itu.


Di lain tempat keempat Dao Beastnya sudah berhenti menyerap Qi dan memilih bermeditasi untuk melatih tubuhnya karena mereka juga sudah mencapai batas meskipun Qi yang menguar dari tubuh empat jasad hewan kontrak Cruelest Immortal masih keluar, lima hewan sucinya malah masih asyik menyerap Qi itu menggunakan manual Heaven Dragon Emperor Manual yang telah diberikan oleh Suja dan mengolahnya menjadi mana.


Suja sendiri saat kembali menaikkan tingkat praktiknya, dia merasa jalan praktiknya sangatlah mulus tanpa hambatan karena dalam satu minggu saja dia sudah kembali mencapai Forging Qi tingkat 400 untuk semua Spirit Root dan tingkat 415 untuk Dantiannya.


Detik demi detik berlalu, setelah waktu mencapai 10x24 jam atau 10 hari akhirnya Suja mencapai tingkat praktik yang diinginkan oleh Cruelest Immortal.


Setelah berada di ruang dimensinya selama satu tahun penuh, akhirnya dia mencapai tingkat praktik Forging Qi tingkat 500 hanya dengan dua bulan lebih dua minggu melakukan kultivasi.


Lima Hewan Suci miliknya sendiri sudah patut disebut sebagai Hewan Suci, pertumbuhan mereka sangat cepat berkat manual Heaven Dragon Empire karena mereka dapat mengubah Qi menjadi Mana ataupun menyimpan Qi itu untuk dijadikan sebagai energi cadangan meskipun mereka tidak bisa melakukan serta menggunakan berbagai jenis sihir yang mereka kuasai.


Empat Dao Beastnya sendiri setelah bermeditasi memilih untuk berhibernasi karena kelebihan Qi yang tidak bisa mereka tahan, keempatnya telah melakukan hibernasi selama sembilan hari dan selama itu pula Qi yang mereka miliki berputar di sekeliling tubuh mereka seakan menjadi pelindung agar tidak ada yang mengganggu masa hibernasi yang mereka lakukan.


Sebenarnya cukup aneh melihat seekor Naga yang panjangnya telah mencapai lima kilometer, seekor Kura-Kura yang besarnya mungkin sama dengan luas wilayah sebuah pulau kecil, seekor Rubah berwarna putih keemasan dengan bulu-bulunya yang halus dan lembut berwarna keemasan itu, dan seekor Harimau Putih yang juga memiliki besar seperti sebuah pulau kecil memasuki masa hibernasi seperti yang biasa dilakukan dan dilewati oleh seekor beruang.


Setelah berada di ruang dimensinya selama satu tahun penuh, Suja memutuskan untuk kembali ke dunia luar.


Sebelum keluar dia membatalkan sistem waktu dua lapis yang dia buat di ruang dimensinya, jadi karena dia menggunakan sistem waktu dua lapis maka perbedaan waktu dengan dunia luar menjadi dua kali lipat.


Saat dia bersama dengan Cruelest Immortal berada di ruang dimensinya perbedaan waktunya 10:1 atau sepuluh menit di dunia luar sama dengan 1 hari di ruang dimensi, namun saat dia akan menyerap energi Qi dari jasad Cruelest Immortal dia menambahkan lagi satu lapis sistem waktu yang membuat perbedaan waktu menjadi 1:30 atau satu detik di dunia sama dengan 30 hari di ruang dimensinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Para readers sekalian, novel ini adalah novel original karya saya sendiri.


novel ini dibuat berdasarkan ide-ide yang melintas di kepala saya dengan di dasari akan kesukaan saya membaca novel-novel karya @Shuujinkouron seperti Legenda Pendekar Naga, Immortal Destiny (JTI versi revisi), dan Hero Saga, serta beberapa novel yang satu genre dengannya.


juga novel ini saya ikutsertakan dalam kontes yang diadakan oleh noveltoon, so mohon dukungan para readers sekalian dengan cara like, vote, komentar yang membangun, share, dan tip bagi kalian yang berkenan hehehee....


tetap jaga kesehatan kalian, dan semoga kita bisa melewati pandemi ini dengan baik.


salam author, Suja Andy***.