
.
.
.
Jauh di arah barat kota Lingko sekelompok pasukan besar yang dikirim untuk memperkuat pertahanan di perbatasan tampak bersembunyi sembari beristirahat, mereka awalnya akan mendekati kota Lingko tapi salah satu dari tiga orang jenderal mereka yang merupakan anggota Pasukan Darah Besi tiba-tiba menghentikan mereka dan meminta mereka untuk bersembunyi.
Jauh di depan sana jenderal dari Pasukan Darah Besi itu bisa melihat adanya pertarungan antara tiga orang yang melawan satu orang yang telah kewalahan, jenderal itu merasa kota Lingko telah jatuh ke tangan musuh apalagi saat orang yang tengah berjuang itu telah tewas dia masih menatap ke arah kota Lingko.
Beberapa saat kemudian jenderal itu melihat ada banyak pasukan yang mendekat, saat dia akan mempertajam Divine Sense mikiknya dia merasakan tekanan hebat yang membuatnya jatuh terduduk dan mendapat luka internal yang cukup parah.
Tubuhnya bergetar hebat saat merasakan ada aura yang sangat kuat menekannya untuk berlutut dan dia merasa tubuhnya terluka serius terutama beberapa tulangnya yang bergeser hanya karena aura yang dia rasakan, di belakangnya pasukan yang dia bawa juga tidak bernasib baik karena mereka juga merasakan tekanan itu bahkan mendapatkan luka internal yang sangat serius dan ada seperempat anggota pasukan bantuan yang telah tewas karena tidak mampu menahan aura yang menekan mereka.
Setelah beberapa saat tekanan yang mereka rasakan menghilang membuat mereka bisa bergerak seperti biasa, jenderal itu mengeluarkan sebotol giok berisi cairan berwarna putih keemasan yang merupakan Air Surgawi begitu pula dengan para pasukannya yang tersisa dan masih hidup.
"Segera minum Air Surgawi yang kalian miliki dan bergerak ke kota sebelumnya! Kota Lingko telah jatuh, jangan sampai kota yang kita singgahi sebelumnya juga jatuh ke tangan musuh!".
"HA!".
Rombongan pasukan bantuan bergerak memutar dan kembali ke kota yang mereka singgahi sebelumnya, pergerakan mereka cepat karena ada puluhan kuda yang masih selamat digunakan untuk membawa mayat-mayat rekan mereka yang gugur sebelum bertempur.
Kuda-kuda yang dipakai pasukan kekaisaran Han dipacu dengan cepat karena mereka ingin meninggalkan tempat mereka tadi dan secepatnya menuju kota terdekat dari kota Lingko, sebenarnya ada tiga kota lain yang letaknya cukup dekat dengan kota Lingko namun di tiga arah yang berbeda kota yang mereka singgahi sebelumnya adalah kota yang paling dekat sehingga bisa dipastikan bahwa pasukan aliansi hitam akan bergerak menuju ke sana.
Pasukan yang sebelumnya dikirim untuk mempertahankan kota Lingko akhirnya sampai di kota tempat mereka singgah sebelumnya dalam waktu satu hari perjalanan, setelah sampai di kota itu hal pertama yang dilakukan pasukan kekaisaran adalah menggali makam untuk pasukan yang tewas sedangkan para jenderal dan komandan pasukan bergerak menuju kediaman tuan kota.
"Jenderal apakah kota Lingko telah jatuh?" Tuan kota langsung bertanya saat melihat para jenderal dan komandan pasukan yang sebelumnya singgah di kota itu.
"Benar dan untuk itu kami segera kembali ke sini untuk memperkuat pertahanan kota ini, tuan kota anda saya minta untuk mengirimkan kabar ke ibukota perihal jatuhnya kota Lingko ke tangan musuh" jenderal dari pasukan darah besi menjawab sekaligus mengajukan permintaan.
"Tentu saja jenderal! Kalau begitu saya akan mengirimkan burung pengantar surat!".
Setelah kepergian tuan kota para jenderal dan komandan pasukan langsung menuju ruang tengah kediaman tuan kota dan mengatur strategi di sana, salah satu pengawal yang sebelumnya diminta oleh tuan kota untuk memanggil para komandan prajurit penjaga kota itu juga telah datang bersama dengan sepuluh orang komandan tertinggi penjaga kota itu.
"Komandan prajurit penjaga, saya jenderal dari pasukan darah besi sekaligus pemimpin pasukan bantuan yang saat ini tengah mengungsi ke kota ini. Kota Lingko telah jatuh ke tangan musuh, saya minta anda segera perintahkan prajurit penjaga keamanan untuk menyebarkan perintah evakuasi ke seluruh kota. Selain itu berikan makanan pada pasukan yang kami bawa, mereka harus dalam keadaan siap berperang karena entah kapan musuh akan sampai di depan pintu kota. Jelas!?".
"Dimengerti jenderal, kalau begitu saya akan segera mengatur prajurit saya".
Salah satu komandan pasukan penjaga kota segera mengirimkan instruksi melalui sebuah batu bulat yang tidak lain adalah batu komunikasi, batu komunikasi yang digunakan adalah batu yang biasa digunakan prajurit yang merupakan manusia biasa untuk saling mengirimkan pesan.
Dalam dunia cultivator dikenal banyak sekali Spirit Tool yang terbagi menjadi berbagai macam sesuai dengan fungsinya, salah satu Spirit Tool yang paling umum dimiliki adalah batu komunikasi.
Batu komunikasi yang digunakan di dunia cultivator berbeda dengan yang digunakan manusia biasa, batu komunikasi yang digunakan manusia biasa berbentuk bulat tanpa termasuk dalam Spirit Tool dan jangkauannya pun juga terbatas.
Dalam dunia cultivator dikenal Spirit Tool dengan fungsi komunikasi untuk mereka yang belum memiliki Divine Sense ataupun kontak batin dengan kenalannya, Spirit Tool untuk komunikasi para cultivator terdiri dari Mortal-grade dengan satu bintang yang jangkauannya sejauh satu kilometer untuk yang Low-tier dan terus bertambah sesuai dengan tingkatannya.
Spirit Tool komunikator Middle-grade memiliki dua bintang dengan jangkauan 10 km untuk Low-tier dan terus meningkat 5km untuk tingkatan selanjutnya.
Spirit Tool komunikator High-grade memiliki tiga bintang dengan jangkauan 50 km untuk Low-tier dan bertambah 10 km setiap tingkatannya.
Spirit Tool komunikator Earth-grade memiliki empat bintang dengan jangkauan dua kota untuk yang Low-tier dengan penambahan jarak jangkau 40 km setiap tingkatan.
Spirit Tool komunikator Sky-grade memiliki lima bintang dengan jangkauan lima kota untuk yang Low-tier dengan penambahan jarak jangkau 60 km setiap tingkatannya.
Spirit Tool komunikator Heaven-grade memiliki jarak jangkau lima belas kota untuk yang Low-tier dengan penambahan delapan kota setiap tingkatannya, saat berada di tingkat Heaven-tier Spirit Tool ini mampu menjangkau seluruh daratan Benua Bintang Timur bahkan mampu mencapai batas lautan antar Benua yang mana merupakan pusat dari dinding penghalang yang memisahkan empat Benua yang dihuni oleh makhluk hidup seperti manusia.
Oke kita kembali ke cerita.
Suasana kota itu begitu gaduh karena peringatan dan perintah untuk mengungsi telah disebarkan oleh prajurit penjaga kota, banyak penduduk yang merupakan manusia biasa berbondong-bondong meninggalkan kota bersama keluarga dengan membawa harta yang bisa mereka bawa untuk menyelamatkan diri.
Mereka yang masih tetap bertahan di kota itu kebanyakan adalah para cultivator aliran netral ataupun Rogue Cultivator yang ingin membantu mempertahankan kota itu, yang lainnya adalah para penduduk biasa yang tidak ingin meninggalkan kota mereka dengan berbagai alasan yang mereka gunakan.
Para prajurit penjaga kota segera membuat pertahanan tambahan berupa jebakan-jebakan dengan harapan bisa memperlambat gerak pasukan aliansi hitam meskipun itu tidak terlalu berguna karena musuh mereka adalah cultivator, para pasukan bantuan juga ikut membentuk pertahanan tambahan sekaligus mempersiapkan diri untuk melakukan pertempuran jika musuh mereka telah sampai di depan pintu gerbang kota.
.
.
.
.
.
.